Ketimpangan sosial dapat diartikan sebagai adanya ketidakseimbangan atau jarak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang disebabkan adanya perbedaan status sosial, ekonomi, ataupun budaya. Ketimpangan sosial disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat, sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparan beberapa pengertian dari para ahli.

Andrinof A. Chaniago, ketimpangan adalah buah dari pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi dan melupakan aspek sosial. 

Budi Winarno, ketimpangan merupakan akibat dari kegagalan pembangunan di era globalisasi untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis warga masyarakat. 

Jonathan Haughton & Shahidur R. Khandker, ketimpangan sosial adalah bentuk-bentuk ketidakadilan yang terjadi dalam proses pembangunan. 

Roichatul Aswidah, ketimpangan sosial sering dipandang sebagai dampak residual dari proses pertumbuhan ekonomi. 

Ketimpangan sosial terjadi karena adanya perbedaan sosial dan stratifikasi sosial yang sangat mencolok. Bagi negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia, ketimpangan sosial bisa menjadi ancaman keamanan nasional sebab ketimpangan sosial ini akan berakumulasi dan bersinergi dengan berbagai persoalan masyarakat yang kompleks. Akhirnya ketimpangan sosial bisa menjadi hambatan yang cukup signifikan bagi proses pembangunan masyarakat itu sendiri.