Prinsip-prinsip P5 dan P4RA

Konten [Tampil]

Salah satu ciri khas dari Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) adalah terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profill pelajar Pancasila (pembelajaran kokurikuler), dan ekstrakurikuler.

Prinsip P5 dan P4RA


Untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila tersebut maka peserta didik dilatih dan dibangun melalui kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, bagi Madrasah bukan hanya P5, tetapi dilaksanakan pula Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil'alamin (P4RA).

Dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin satuan pendidikan harus menjalankan prinsip-prinsip sebagai berikut:

Prinsip-prinsip P5 dan P4RA


  1. Holistik, berarti perancangan kegiatan secara utuh dalam sebuah tema dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahaminya secara mendalam.
  2. Kontekstual, berarti upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian.
  3. Berpusat pada peserta didik, berarti skenario pembelajaran mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran, yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya.
  4. Eksploratif, berarti semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas.
  5. Kebersamaan, berarti seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh warga madrasah dengan gotong royong dan saling bekerjasama.
  6. Keberagaman, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilaksanakan dengan tetap menghargai perbedaan, kreatifitas, inovasi dan kearifan lokal secara inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Kemandirian, berarti seluruh kegiatan di madrasah merupakan prakarsa dari oleh dan untuk warga madrasah.
  8. Kebermanfaatan berarti, seluruh kegiatan di madrasah harus berdampak positif bagi peserta didik, madrasah dan masyarakat.
  9. Religiusitas, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilakukan dalam konteks pengabdian kepada Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar