Punya Perasaan Kurang Percaya Diri Yang Berlebihan? Awas Jangan-jangan Anda Terkena Inferiority Complex

Konten [Tampil]

Setiap orang memiliki kepercayaan diri yang berbeda-beda. Ada yang punya kepercayaan diri yang tinggi, namun ada pula yang rasa percaya dirinya rendah. Memiliki rasa percaya diri yang tidak sebaik orang lain adalah hal wajar dan manusiawi. Tapi hati-hati jika rasa kurang percaya diri yang timbul sangat berlebihan, bisa jadi anda terkena gejala inferiority complex.

Inferiority complex


Pengertian Inferiority Complex

Dikutip dari laman www.hellosehat.com Inferiority complex adalah istilah untuk menggambarkan perasaan lemah dan ketidakmampuan yang intens pada diri seseorang. Inferiority complex lebih dari sekadar rasa kecewa dan sedih saat menghadapi kegagalan. Mereka yang memiliki kecenderungan ini selalu merasa bahwa pencapaian, kemampuan, daya tarik, atau kebahagiaan yang didapatkannya tidak berarti bila dibandingkan dengan orang lain.

Karena citra diri negatif yang selalu muncul, mereka sering pesimis dan takut tidak bisa memenuhi ekspektasi diri sendiri atau orang lain. Perasaan tidak cukup baik dan tidak menguntungkan jadi penghalang mereka untuk mencapai impian.

Jenis Inferiority Complex

Jenis Inferiority Complex ada dua, yaitu : Inferioritas primer dan inferioritas sekunder. 

  1. Inferioritas primer terjadi pada masa kanak-kanak, ketika orang tua sering membandingkan anaknya dengan anak lain. Atau anak yang sering dimarahi dan diragukan kemampuannya oleh orang terdekatnya dapat tumbuh menjadi pribadi yang merasa tidak punya harga diri.
  2. Inferioritas sekunder merupakan ketidakmampuan orang dewasa untuk mencapai tujuan akibat perasaan rendah diri yang mereka miliki. Banyak faktor yang bisa membuat inferioritas muncul saat dewasa, meliputi citra tubuh yang buruk, kondisi ekonomi yang sulit, serta lingkungan sosial di sekitar tempat tinggal yang tidak sehat untuk bersosialisasi

Tanda-tanda Terkena Inferiority Complex

Masih dikutip dari laman yang sama, orang-orang yang terkena inferiority complex adalah mereka yang memiliki perasaan rendah diri dengan tanda-tanda khusus yang meliputi:

  1. cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain saat berbicara,
  2. memiliki gaya komunikasi yang pasif,
  3. memiliki motivasi dan energi yang rendah,
  4. menarik diri dari keluarga, teman, dan orang lain,
  5. mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan tidak terduga (mood swing),
  6. terus-menerus mencari validasi dan pujian dari orang lain,
  7. kecenderungan menganalisis pujian dan kritik secara berlebihan,
  8. menghindar dari kegiatan yang kompetitif agar tidak dibandingkan dengan orang lain,
  9. tidak mampu memberi pujian untuk diri sendiri, serta
  10. menganggap remeh prestasi dan kualitas positif diri.

Dampak Inferiority Complex

Tentu saja bila dibiarkan Inferiority complex ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Tidak hanya merusak hubungan Anda dengan orang-orang terdekat, inferiority complex juga bisa memicu Anda untuk melakukan pelampiasan melalui cara yang kurang baik.

Saking bahayanya sebuah penelitian tahun 2011 pernah menunjukkan, perasaan rendah diri yang berlarut-larut dapat meningkatkan risiko kecanduan yang berbahaya. Seseorang yang terkena inferiority complex bisa saja beralih mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang sebagai jalan atau solusi yang akan membantunya menghindar dari kesulitan.

Apalagi jika inferiority complex ini terjadi pada pekerjaan anda. Anda akan kurang fokus pada pekerjaan, karena khawatir terhadap kompetensi anda sendiri. Alih-alih berusaha melakukan yang terbaik, Anda malah terus-terusan terpaku memikirkan hasil dan pandangan rekan kerja atau atasan tentang diri Anda.

Atau juga inferiority complex ini bukan tak mungkin, akan memunculkan rasa cemas atau gangguan kecemasan, sulit tidur, bahkan berkembang menjadi depresi di kemudian hari.

Cara Mengatasi Inferiority Complex

Dikutip dari https://glints.com berikut adalah kiat-kiat paling ampuh ketika kamu sedang merasakan Inferiority Complex :

1. Self care

Pertama-tama, yang harus kamu lakukan ketika merasakan inferiority complex adalah untuk menerapkan kebiasaan self care. Caranya cukup dengan mengapresiasi segala pekerjaan yang telah kamu selesaikan. Apresiasi sekecil apapun hasil pekerjaan anda.

Selanjutnya mulai berhenti membandingkan diri Anda dengan kemampuan orang lain. Tidak perlu terbawa oleh kehebatan orang lain. Dan mulai membenahi diri dengan mempelajari skill-skill baru anda.

2. Hindari Teman yang Toxic

Terkadang kamu akan menemui orang yang tidak suportif dan selalu membentuk persaingan yang tidak sehat. Nah, agar psikismu tidak terdampak, hindari rekan toxic dan dekatkan diri dengan teman-teman yang suportif.

3. Jangan Hiraukan Pendapat Orang Lain

Terakhir, cara ampuh untuk mengatasi inferiority complex adalah dengan mengacuhkan pendapat orang lain tentang dirimu. Jangan hiraukan pendapat atau persepsi orang lain tentang kita. Pisahkan diri dari penilaian orang lain, pada akhirnya, pendapatmu tentang diri sendirilah yang penting.

Saat sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, dijamin orang lain juga akan merasa nyaman dengan kamu. Intinya, pola pikir kita harus merasa insecure dan kurang puas adalah suatu hal yang alamiah dan sangat manusiawi. Cintailah diri sendiri dan hargai semua hal yang telah kamu raih. Terakhir yang perlu kamu ingat adalah bahwa kamu itu tidak sendiri.

Lakukan 3 Hal Berikut Jika Kebaikan Kamu Tak Dianggap

Konten [Tampil]

Pernahkah kalian membantu orang tetapi kebaikan kamu tidak pernah dihargai bahkan dijelek-jelekin ? Ya begitulah, bisa dibilang bantuan yang kita berikan tak dianggap. Lalu perasaan kita bagaimana kalau ada pada posisi seperti itu? Sakit sudah pasti, kesel wajarlah.



Saya pernah berada pada situasi seperti itu, bahkan banyak yang nanya ke saya, apa yang harus dilakukan jika kita berada pada situasi yang tidak menyenangkan seperti itu. Berikut 3 hal yang bisa dicoba dari pengalaman saya jika kebaikan atau bantuan kita kepada orang lain tidak dihargai atau saat kita membutuhkan bantuan teman yang kita bantu, malah menolak atau mencari-cari alasan.

Ubah Pola Pikir dan Jangan Terjebak dengan Situasi

Pertama perlahan-lahan pola pikir kita mesti diubah. Manusiawi apa yang kita berikan kepada orang lain, ada keinginan untuk dibalas. Artinya selama pola pikir ini ada dalam pikiran kita, sudah barang tentu kita pasti sakit hati atau kesel apabila bantuan kita tidak dihargai dengan baik. Boro-boro dihargai, ini mah malah dijelek-jelekin kepada orang lain.

Disinilah kita harus menerapkan ilmu yang disebut dengan ilmu ikhlas. Memang ilmu yang satu ini mudah diucapkan tapi sulit dipraktekkan. Tapi yah sedikit-sedikit ilmu ikhlas ini harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Agar kita tidak selalu kesel atau marah, ketika kita membantu orang apalagi teman atau sahabat, namun bantuan kita dianggap tidak pernah ada. Bahkan lebih kesal lagi ketika orang yang kita bantu, malah susah dimintai bantuannya.

Awas hati-hati kita jangan sampai terjebak dengan situasi yang ada. Maksudnya mereka menjelekkan kita atau menolak permintaan kita, padahal mereka sering dibantu, kita jadi ikut menjelek-jelekan mereka.

Berpikir Positif

Kedua yang harus dilakukan jika bantuan yang kita berikan kepada teman, tidak dihargai dengan berterima kasih, begitu pula saat kita minta bantuan kepada teman yang kita bantu, selalu menolak dan banyak alasan, caranya belajar untuk selalu berpikir positif.

Tidak perlu berprasangka buruk dulu ketika kita minta bantuan kepada teman yang pernah kita bantu, ucapkan dulu aja kata mungkin dan mungkin. Mungkin mereka sedang sibuk, atau mungkin waktunya yang kurang pas atau tepat, atau mungkin mereka punya alasan yang kuat sehingga tidak bisa bantu kita.

Berinteraksi Seperlunya

Nah, cara yang ketiga ini adalah cara kita menyikapi jika teman yang kita bantu itu memiliki sifat dan karakter yang kurang baik, atau bahkan cenderung memanfaatkan kita. Mereka datang dan memuji-muji kita ketika ada maunya, tapi mereka seakan-akan hilang saat kita membutuhkannnya.

Cara menyikapinya adalah mengurangi dan membatasi berinteraksi dengan teman yang punya karakter seperti itu. Tapi ingat, bukan menjauhinya tetapi berinteraksi seperlunya saja. Lebih berhati-hati saat akan memberikan bantuan. Tidak hanya mendepankan kejujuran tetapi juga profesionalitas juga dibutuhkan.

Itulah pengalaman saya ketika saya mendapatkan situasi yang tidak menyenangkan dari teman atau sahabat yang ada dan bersikap baik ketika ada maunya, tapi hilang seperti ditelan bumi ketika kita benar-benar sangat membutuhkannya. InsyaAllah kebaikan yang kita berikan hakikatnya sudah dikembalikan lagi oleh Allah.

Mungkin teman-teman punya cara lain yang lebih simpel dan lebih jitu menghadapi situasi seperti itu

Berikut 5 Momen Unik yang Ada di Samenan

Konten [Tampil]

Di tempat saya tinggal, ada sebuah tradisi wajib yang harus dilaksanakan di akhir kegiatan pembelajaran. Tradisi akhir tahun yang dimaksud adalah tradisi Samen atau Samenan. Kata samen ini merupakan kata lain dari kegiatan kenaikan kelas yang biasa dilakukan oleh setiap lembaga di akhir tahun pelajaran.

Namun, hampir dua tahun kegiatan samen ini tidak bisa dilaksanakan karena adanya pandemi covid-19 atau virus corona. Pemerintah tidak memberikan izin bagi lembaga untuk melaksanakan samen, karena pertimbangan keselamatan. Pemerintah tidak mau mengambil resiko dengan melarang keras kegiatan samen ini untuk diselenggarakan. Bahkan mendatangi setiap lembaga pendidikan dengan menghimbau agar tidak menyelenggarakan samen tersebut apapun alasannya.

Baru setelah covid-19 di tahun 2022 ini penyebarannya mulai landai dan cenderung turun, pemerintah akhirnya memberikan kelonggaran kepada setiap lembaga untuk bisa menyelenggarakan kembali kegiatan samen ini secara outdoor, tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kebijakan pemerintah ini sedikit banyak memberikan angin segar dan kebahagiaan bagi para siswa dan masyarakat. Bayangkan kegiatan yang selalu meriah ketika dilaksanakan ini, tiba-tiba harus terhenti karena adanya covid.

Lalu, ada apa dengan samen ini? Sehingga seluruh masyarakat terutama anak anak sangat menantikan kemeriahan samen ini. Berikut 5 (lima) momen yang khas yang ada pada saat kegiatan samen dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan.

Pawai Drumband

Momen pertama yang selalu ditunggu-tunggu oleh siswa dan orang tua pada saat samen adalah pawai drumband. Pawai Drumben (bahasa Inggris: drum band) adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. 

Penampilan drumben merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Drumben dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.

Pawai Drumband

Namun di tempat saya tinggal, sebelum melakukan atraksi atau perform, biasanya drumband melaksanakan dulu pawai di jalan, yang diikuti oleh seluruh anak anak di belakangnya. Selain anak-anak, ada juga masyarakat yang ikut pawai yang menampilkan kreasi yang unik-unik. Kreasi dari masyarakat inilah yang menjadi daya tarik dari pawai drumband tersebut.

Membaca Lesengan

Tradisi baca lesengan adalah momen kedua yang menjadi ciri khas dari kegiatan samen ini. Baca lesengan adalah pidato singkat dari seluruh anak-anak, dengan menyampaikan sebagian materi pelajaran yang dipelajarinya. Untuk melakukan baca lesengan ini, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok, dan dalam setiap kelompoknya terdiri dari dua hingga tiga orang.

Pembacaan Lesengan (Pidato) 


Adapun tujuan dilaksanakannya membaca lesengan adalah pertama untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar dari anak-anak. Dan yang kedua adalah untuk melatih mental agar anak-anak punya keberanian untuk tampil di depan yang hadir.

Penampilan Kreasi Anak

Momen ketiga yang unik yang ada pada saat dilaksanakannya kegiatan samen adalah penampilan kreasi anak. Berbagai kreasi anak biasanya ditampilkan, mulai dari tarian, drama, puisi, permainan seni bela diri, hingga pentas humor (Sunda : ngabodor).

Penampilan Kreasi Anak


Pasar Dadakan

Yang tak kalah unik dan menarik dari perhelatan samen ini adalah adanya pasar dadakan. Maksudnya munculnya para pedagang dadakan yang menjajakan jualannya. Mulai jualan makanan, mainan anak anak, sampai jasa permainan. Dan semuanya bisa menjadi lahan rizki bagi para pedagang dan penjual.

Untuk para pengunjung tidak perlu khawatir ketika ingin jajan. Di samenan ini banyak banget jajanan yang bisa dicoba, ada bakso, mie ayam, berbagai jenis es campur, sosis, dan yang paling banyak diburu serta menjadi ciri khas di samen adalah makan sate.

Sementara momen yang paling ditunggu oleh anak-anak di saat samen itu adalah beli mainan. Namun, ya begitulah harga-harganya lumayan mahal. Tapi kita juga maklum, memanfaatkan aji mumpung. Sebuah momen langka yang hanya ada setiap setahun sekali.

Dominan Madrasah

Hal unik terakhir dengan kegiatan samenan ini adalah samenan ini relatif secara dominan hanya dilaksanakan di kalangan madrasah saja yakni madrasah ibtidaiyah dan madrasah diniyyah. Sementara untuk madrasah tsanawiyah dan aliyah hanya melaksanakan acara kenaikan kelas biasa saja. Bahkan untuk kalangan sekolah seperti sekolah dasar, sekolah menengah, jarang sekali menggelar acara samenan seperti di madrasah ibtidaiyah dan Diniyah.



Untuk acaranya sendiri, paling sedikit satu hari, dan paling lama ada yang melangsungkan acara selama 3 hari 2 malam. Kalau di sekolah saya biasanya dilaksanakan selama 2 hari 1 malam. Di malam harinya sudah pasti diisi dengan penyampaian ceramah.

Berikut 5 Rencana Yang Bisa Dilakukan Setelah Lulus, Nomor 5 Harus Mempunyai Mental Yang Matang

Konten [Tampil]

Tidak terasa bagi siswa siswi kelas 12 SMA/MA, sudah memasuki akhir dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Minggu pertama di bulan Mei 2022 kemarin, sekolah telah mengumumkan kelulusan bagi siswa siswi kelas 12. Tentunya pengumuman kelulusan ini disampaikan setelah anak-anak menyelesaikan tahapan kelulusan yakni mengikuti ujian madrasah atau sekolah. Ada yang tidak perlu melewati remedial, namun tidak sedikit siswa dan siswi yang harus terlebih dahulu melaksanakan proses remedial, karena nilainya belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh pihak sekolah atau madrasah.



Bagi yang lulus tanpa syarat sudah pasti bahagia. Bagi yang harus melewati remedial dulu, rasa bahagia mesti tertunda. Namun bukan hanya kata lulus dari sekolah saja yang diperlukan, tetapi ada hal lain yang tidak kalah penting yaitu rencana setelah lulus. Tentu anak-anak yang lulus harus juga memikirkan, apa yang akan mereka lakukan setelah lulus. Jangan sampai setelah mendapatkan selembar kertas kelulusan, anak-anak bingung mesti melakukan apa.

Nah, berikut 5 (lima) rencana yang mungkin bisa dijadikan pilihan setelah lulus.

Kuliah atau Melanjutkan Pendidikan

Pilihan pertama setelah kalian lulus dari SMA/MA dan sederajat yaitu kuliah atau melanjutkan pendidikanya. Silahkan kuliah bisa dijadikan alternatif pertama setelah kalian lulus dari SMA/MA atau sederajat. Banyak pilihan untuk dijadikan tempat kuliah kalian, ada perguruan tinggi negeri atau swasta, ada perguruan tinggi dalam atau luar daerah, ada jalur reguler atau beasiswa, ada kelas reguler atau kelas karyawan, atau mungkin juga kalau rezekinya bagus bisa kuliah di luar Indonesia.

Hari ini tidak ada alasan lagi tidak bisa kuliah karena biaya, karena pemerintah telah menjalankan kebijakan program Indonesia pintar dengan mengeluarkan KIP Kuliah dan Bidik Misi. Bahkan tidak sedikit lembaga swasta pun yang menawarkan beasiswa untuk para mahasiswa barunya.

Selain melanjutkan ke pendidikan formal (kuliah), kalian bisa juga mencoba memilih melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari SMA/MA/sederajat ke pendidikan non formal, misalnya mondok di pesantren. Atau juga bisa memilih pendidikan vokasional atau keahlian dengan masuk ke ke Balai Latihan Kerja (BLK), yang semua kegiatannya banyak yang gratis.

Untuk yang mau kuliah, pilihlah jurusan sesuai keinginan, kemampuan dan kebutuhan kalian. Jangan asal pilih jurusan. Bagi yang mondok, jangan punya perasaan minder, ingat bahwa ilmu agama sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Bekerja

Tidak semua anak memiliki minat yang besar untuk kuliah. Di antara kalian pasti ada yang berkeinginan untuk langsung masuk ke dunia kerja. Pilihan untuk bekerja setelah lulus, bukan sesuatu yang buruk, karena pasti ada alasan kuat kenapa memilih bekerja setelah lulus.

Mungkin kalian punya alasan kenapa memilih untuk bekerja setelah lulus, bisa karena faktor ekonomi. Faktor ekonomi di sini bukan faktor karena tidak ada biaya untuk kuliah, tetapi ada beberapa anak yang menjadi "tulang punggung" keluarga. Selain itu, langsung bekerja menjadi pilihan, alasannya adalah karena mereka tidak ada minat sama sekali untuk melanjutkan kuliah.

Apapun itu alasannya, buat kalian yang memilih untuk bekerja, saya ingatkan bahwa bekerja tidak sama dengan belajar di sekolah. Dunia kerja dunia profesional, dunia dengan kontrak kerja yang jelas. Kalian punya hak dan kewajiban yang besar yang harus kalian jalani secara proporsional dan profesional.

Sekolah tempat belajar untuk mempersiapkan kalian agar kalian siap masuk ke lingkungan masyarakat. Salah satunya masuk ke dunia kerja. Bekerjalah dengan jujur, ikhlas dan cerdas, agar pekerjaan tuntas

Kuliah sambil Kerja

Pilihan lainnya mungkin ada yang memilih kuliah tetapi nyambi bekerja. Tidak sedikit anak yang lulus SMA/MA kemudian bekerja, tapi di sela-sela bekerja mereka juga menjalani kuliah. Untuk tipe orang seperti ini harus mampu mengelola waktu dengan baik. Salah atur waktu, bisa mengacaukan keduanya, akhirnya kerja tidak selesai, begitu pun dengan kuliah jadi terbengkalai.

Rebahan

Pilihan keempat yang akan menjadi pilihan setelah lulus sekolah adalah rebahan alias istirahat alias break alias pengangguran. Pilihan keempat ini bukan kemauan dari semua lulusan, siapa sih yang ingin nganggur setelah lulus sekolah, jawabannya pasti tidak mau. Namun, apalah daya karena situasi, pilihan ini mau tidak mau harus dijalaninya.

Ada banyak tipe yang memilih rebahan ini, ada karena sedang menunggu panggilan kerja, ada yang sedang mencari kerja, ada pula yang memang bakatnya ingin rebahan terus.

Menikah

Pilihan terakhir yang mungkin dipilih setelah lulus adalah menikah. Sepertinya pilihan untuk menikah setelah lulus sekolah banyak dialami oleh anak-anak perempuan. Selain karena orang tua yang punya anggapan, buat apa anak perempuan melanjutkan sekolah atau kuliah, toh pada akhirnya nanti juga jadi ibu rumah tangga. Akhirnya pilihan untuk menikah menjadi pilihan yang harus diterima oleh lulusan anak perempuan. Ada juga lulusan anak perempuan yang langsung menikah karena alasan sudah mantap untuk menikah.

Menikah bukan hanya persoalan siap atau tidak siap menikah. Tetapi menikah itu sebuah perjalanan panjang untuk membangun rumah tangga. Diperlukan kematangan dan kedewasaan dari kedua pasangan, karena akan ada banyak hak dan kewajiban dari konsekuensi sebuah pernikahan.

Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah setelah lulus, apalagi lulusan SMA/MA rata-rata usianya 18-19 tahun, tentu diperlukan adaptasi atau penyesuaian dari anak perempuan tersebut. Bayangkan ketika usia 18-19 tahun yang seharusnya berada pada pase remaja, ini justru harus berubah menjadi seorang ibu rumah tangga. Maka disini anak anak yang lulus lalu memutuskan untuk menikah, perlu mental yang matang dan kuat. 

Itulah kelima pilihan bagi anak-anak kelas 12 yang baru lulus, yang dipastikan harus dipilih oleh semua lulusan. Apapun pilihannya, mau itu kuliah, bekerja, menikah, atau nganggur, semuanya punya konsekuensi masing-masing. Yang bisa kuliah, saya sarankan kuliahlah dengan baik dan jujur, jangan sok jadi mahasiswa. Bagi yang bisa kerja, bekerjalah dengan jujur juga, bekerjalah dengan profesional. Bagi yang jodohnya dekat, akhirnya harus menikah, jadilah suami atau isteri yang berperan sesuai posisinya masing-masing. Sementara bagi yang berada pada situasi yang kurang baik karena harus nganggur, tidak perlu takut dan malu, jadilah orang nganggur yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, ikut berpartisipasi di lingkungan masyarakat seperti bersih-bersih jalan dan lain sebagainya. Jika tidak bisa berbuat baik, maka jangan pernah berbuat yang tidak baik.

Mengenal Ibnu Khaldun, Sosiolog Muslim dan Karyanya

Konten [Tampil]

Dunia Islam dari sejak dulu tidak pernah kekurangan sosok orang-orang yang hebat yang berkarya dalam ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak ilmuwan muslim yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan, ada sosok Ibnu Khaldun yang dikenal dengan sebutan Ahli Sosiologi Muslim pertama dalam sejarah Islam. 

Ibnu Khaldun Sosiolog Muslim


Lalu seperti apa sosok Ibnu Khaldun, dan bagaimana kehidupannya, serta apa saja karya yang menjadi sumbangsihnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan? Yuk simak tulisan berikut ini. 

Kehidupan Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami. Ia lahir di Tunisia, pada tanggal 17 Mei 1332 M, yang bertepatan dengan tanggal 1 Ramadan 732 H. Beliau berasal dari keluarga Andalusia kelas atas keturunan Arab. Leluhur keluarga tersebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Waíl ibn Hujr, seorang teman Nabi Muhammad SAW. 

Sebagian referensi menyebutkan bahwa namanya adalah ‘Abd al-Rahmân bin Khaldun al-Maghribî al-Hadlramî al-Mâlikî. Digolongkan kepada al- Maghribî karena ia lahir dan dibesarkan di Maghrib di kota Tunis. Dijuluki al-Hadlramî karena keturunannya berasal dari Hadlramaut Yaman, dan dikatakan al-Mâliki karena ia menganut mazhab Mâlik.

Ayahnya bernama Abû ‘Abdullâh Muhammad, yang berkecimpung dalam bidang politik. Ia kemudian mengundurkan diri dari bidang politik dan menekuni ilmu pengetahuan dan kesufian. Sehingga Ibnu Khaldun dikenal sebagai sosok yang terlahir dari keluarga pejabat terhormat dan keluarga pecinta ilmu pengetahuan. 

Baca Juga : Mengenal Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Karyanya

Karya Ibnu Khaldun.

Cendikiawan muslim, Nurcholish Madjid, menyebut sosok Ibnu Khaldun sebagai salah seorang ilmuwan Islam yang sangat cemerlang dan termasuk yang paling dihargai oleh dunia intelektual modern. Menariknya Ibn Khaldun termasuk ilmuwan yang menolak keras filsafat. seperti Ibn Taimiyah dan al-Ghazali.

Beberapa karyanya, diantaranya: 

  1. Muqaddimah Ibn Khaldun. Buku ini ditulis sebagai pengantar dari buku Târîkh Ibn Khaldun. 
  2. Kitâb al-‘Ibr wa Daiwân al-Mubtadâ’ wa al-Khabar fî Ayyâm al-‘Arab wa al-‘Ajm wa al-Barbar wa Man Âshâruhum min Dzawî al-Sulthân al- Akbar. Kitab yang dikenal dengan nama Tarîkh Ibnu Khaldun yang berisikan tentang sejarah-sejarah Arab, generasi-generasi negara mereka, sejarah-sejarah umat-umat yang lalu, seperti Turki, bangsa-bangsa lain sampai abad 8 H / 14 M. 
  3. At-Ta‘rîf bî Ibnu Khaldun wa Rihlatuhu Syarqan wa Gharban. Sebuah autobiografi yang ditulis sendiri oleh Ibnu Khaldun yang menjelaskan keturunan, keluarganya dak kahidupannya. 
  4. Syifâ’ al-Sâ’il lî Tahdzîb al-Masâ’il. Buku ini tentang Tasawuf, dan menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan, apakah buku ini betul-betul ditulis oleh Ibn Khaldun. 

Sosiolog Muslim Pertama

Dari sekian banyak karyanya, Muqaddimah (Pendahuluan) adalah karya paling populer yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial. Dr. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas Aberdeen, Skotlandia dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” pada tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan bahwa tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris. 

Ibnu Khaldun


Di buku ini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metode-metodenya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Ia juga berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat. 

Lalu di buku ini juga Ia berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menjelaskan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. 

Karena pemikiran-pemikirannya yang populer inilah, Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Bahkan sebagian ilmuwan Barat mengakui akan pemikiran dari Ibnu Khaldun ini. Meski bukan penemu istilah kata sosiologi, namun orang-orang menyebut jika Ibnu Khaldun layak disebut sebagai sosiolog muslim pertama.

Jadi Saksi di Pernikahan Anak Kami

Konten [Tampil]

Kok jadi saksi di pernikahan anaknya, bukannya jadi wali nikah ? Tunggu dulu, anak perempuan yang nikah ini bukan anak nasab kami, tapi anak perempuan yang sudah 7 tahun memanggil kami dengan sebutan papa dan bunda. Begitu pun kami telah menganggap perempuan yang satu ini sebagai anak kami.

Saksi Nikah


Sebelum saya menceritakan bagaimana perasaan ketika menjadi saksi dalam pernikahan itu, tak ada salahnya kita cari tahu dulu apa sih syarat-syarat untuk menjadi saksi dalam sebuah pernikahan.

Ada sejumlah syarat saksi nikah yang harus dipenuhi. Jika syarat saksi nikah tersebut tidak terpenuhi, maka saksi tersebut dinilai tidak layak dan harus diganti oleh orang lain yang memenuhi syarat menjadi saksi.

Syarat saksi nikah sendiri tercantum dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan. Dalam Permenag tersebut, saksi nikah termasuk dalam rukun nikah. Dan jumlah saksi yang menjadi rukun dalam pernikahan adalah dua orang.

Syarat Menjadi Saksi

Dirangkum dari laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan perkara tentang suatu perkara yang ia dengar sendiri, ia lihat, dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu.

Sehingga, saksi nikah adalah orang yang melihat, mendengar, atau mengetahui sendiri suatu peristiwa/kejadian akad nikah antara wali nikah/wakilnya dengan calon suami/wakilnya dengan tujuan mereka kelak dapat memberikan keterangan yang diperlukan guna kepentingan perkara tentang pernikahan yang diketahuinya itu.

Berdasarkan Permenag Nomor 20 Tahun 2019, syarat untuk menjadi saksi nikah adalah sebagai berikur:

1. Islam

Syarat saksi nikah yang pertama adalah Islam. Dirangkum dari IAIN Bengkulu, kesaksian orang yang beragama selain Islam atas orang Islam tidak diperbolehkan kecuali dalam hal wasiat di tengah perjalanan.

2. Baligh

Syarat saksi nikah yang kedua adalah baligh. Sehingga, anak kecil tidak boleh menjadi saksi nikah sebab mereka kurang mengerti kemaslahatan untuk dirinya, terlebih untuk orang lain.

3. Berakal

Syarat saksi nikah yang ketiga adalah berakal. Menurut Sayyid Sabiq syarat menjadi saksi adalah berakal, dewasa, dan mendengar pembicaraan dari kedua belah pihak yang berakad dan memahami ucapan ijab qabul dalam pernikahan. Dan jika yang menjadi saksi itu anak-anak, orang gila atau orang mabuk, maka pernikahannya tidak sah, sebab mereka dipandang seperti tidak ada.

4. Laki-laki

Keempat, syarat saksi nikah adalah laki-laki. Golongan Syafi’i dan Hambali mensyaratkan saksi haruslah laki-laki, menurutnya seorang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan tidak sah dalam perkawinan.

5. Adil

Kelima, syarat saksi nikah adalah adil. Kaum muslim telah sepakat bahwa keadilan menjadi syarat dalam penerimaan kesaksian nikah.

Jadi Saksi Nikah untuk Kali Pertama

Tanggal 15 Mei 2022 menjadi hari yang tidak biasa, karena dihari itu saya harus jadi saksi nikah untuk kali pertama, buat anak perempuan yang telah memanggil kami papa dan bunda.

Awalnya saya menolak untuk menjadi saksi nikah buat anak angkat kami itu. Selain belum pernah, saya merasa masih banyak orang yang lebih pantas dengan keilmuannya untuk menjadi saksi dalam pernikahannya. Namun, karena syarat yang saya ajukan kepada anak perempuan kami terpenuhi, saya pun bersedia menjadi saksi pernikahannya. Syarat yang saya ajukan pada saat itu adalah kalau penunjukan saya untuk menjadi saksi itu harus persetujuan dari semua keluarganya.

Agar tidak ada keraguan saat menjadi saksi nikah, saya kemudian mencari referensi-referensi tentang syarat menjadi seorang saksi dalam pernikahan. Bahkan saya tanya-tanya langsung ke teman yang kebetulan punya kompetensi dalam ilmu fiqih.

Akhirnya sampai juga pada hari-H pernikahan anak perempuan kami. Saya sedikit grogi, tapi lebih grogi lagi calon pengantin prianya dibandingkan saya. Saya coba atur nafas agar groginya perlahan-lahan bisa hilang. Dan alhamdulillah saat kata "tunai" diucapkan oleh calon pengantin prianya, dan saya katakan kata "sah", maka pada saat itu pula anak perempuan yang kami anggap sebagai anak kami itu telah sah menjadi isteri dari kekasih hidupnya serta menyandang gelar nyonya.

Kami bahagia karena kami bisa menjadi saksi pada pernikahan anak kami. Hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk anak perempuan kami. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Halal Bihalal, Sarana Resolusi Konflik

Konten [Tampil]

Tanggal 2 Mei 2022 kemarin umat Islam telah merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Kemenangan yang dimaksud adalah perayaan Hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal dengan istilah Hari Lebaran. 

Halal bihalal


Ucapan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin merupakan kalimat yang sering diucapkan saat momentum Lebaran tiba. Hampir setiap orang tidak mau melewatkan untuk mengucapkan  kalimat  tersebut. Karena ucapan itu sebagai refleksi diri bahwa di dalam hari lebaran itu mengandung makna untuk saling memaafkan dan menjalin persaudaraan. 

Selain tradisi saling mengucapkan selamat lebaran, ada tradisi lain yang menjadi rutinitas paska lebaran yakni kegiatan Halal Bihalal. Karena ritual Halal Bihalal ini sarat dengan waktu yang tepat untuk saling memaafkan, maka tidak ada salahnya Halal Bihalal ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk menguatkan silaturahmi  atau menyambungkan kembali jalinan silaturahmi yang sudah putus. Bahkan Halal Bihalal ini bisa menjadi momen yang tepat untuk dijadikan  sebagai sarana dalam rangka menurunkan tensi konflik yang sedang terjadi di antara individu atau kelompok. 

Awal Mula Halal Bihalal

Ada yang tahu kapan tradisi Halal Bihalal ini ada  ? Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang.

Di banyak negara Islam sebenarnya tidak dikenal istilah halal bihalal. Namun, halal bihalal sudah membudaya di Indonesia dan dirintis sejak 1947 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Halal bi halal menjadi penyambung tali silaturahim yang sudah menjadi tata cara kehidupan bangsa Indonesia. Saling menghalalkan, saling melepaskan ikatan, dan mencairkan hubungan yang membeku.

Makna Halal Bihalal

Kata halal memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti 'diperkenankan'. Dalam pengertian pertama ini, kata halal adalah lawan dari kata haram. Kedua, berarti “baikâ”. Dalam pengertian kedua, kata “halal” terkait dengan status kelayakan sebuah makanan.

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi). 

Dengan melakukan berhalal bihalal menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya renggang dan berselisih menjadi "halal" dengan dimensi teologis yang paling puncak, yaitu menghadirkan rasa empati dan kedamaian.

Ritual halal bihalal selama Idul Fitri, menciptakan kehangatan dan ketulusan sosial. Menyadari kekurangan, dengan sungguh-sungguh melakukan introspeksi dan saling memaafkan sebagai pengakuan bahwa tidak ada orang yang sempurna.

Halal Bihalal Sebagai Sarana Resolusi Konflik

Substansi dari Halal Bihalal adalah saling memaafkan. Maka dari itu Halal Bihalal ini bisa menjadi momen yang pas dan tepat untuk mengakui dan menyadari akan semua kesalahan kita. Kemudian ikhlas memaafkan kesalahan orang lain dan berani meminta maaf atas segala kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. 

Maka dari itu, Halal Bihalal bisa dijadikan sebagai sarana atau media resolusi konflik bagi mereka yang saat ini sedang bersitegang dengan lawan konfliknya. 

Sebagai mahkluk sosial tentu kita akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Dan pastinya saat kita melakukan proses interaksi tersebut tidak akan selamanya bersifat positif, sudah pasti proses interaksi yang mengarah kepada negatif pun bisa saja terjadi. 

Salah satu interaksi yang berbentuk negatif itu adalah konflik. Nah, ketika interaksi dengan orang lain tersebut berada pada situasi konflik dan tidak sedang baik-baik saja, maka diperlukan cara untuk menyelesaikan konflik tersebut. Cara atau usaha untuk mengurangi serta menyelesaikan konflik yang ada itulah yang disebut dengan istilah resolusi konflik. 

Pada hakikatnya resolusi konflik pun dipandang sebagai upaya penanganan sebab-sebab konflik dan penyelesaian konflik dengan menciptakan hubungan baru yang bisa bertahan lama dan positif di antara kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang bermusuhan.

Sementara dalam pelaksanaan resolusi konflik diperlukan sejumlah kemampuan tertentu. Kemampuan itu seperti membangun orientasi, menciptakan persepsi untuk menghargai perbedaan, kecerdasan emosi, kapasitas berkomunikasi, berpikir kreatif, dan berpikir kritis.

Menurut Ralf Dahrendorf ada 3 bentuk resolusi konflik : 

Pertama, Konsiliasi, yakni pengendalian konflik dengan cara semua pihak yang terlibat berdiskusi guna mencapai kesepakatan tanpa ada pihttps://m.republika.co.id/amp/nacbod14hak ketiga yang memaksa atau memonopoli pembicaraan.

Kedua, Mediasi, yakni upaya pengendalian konflik yang menggunakan pihak ketiga seperti ahli atau pakar, lembaga, tokoh sebagai mediator, yang memberi nasihat atau saran, tetapi bukan pemberi keputusan.

Ketiga, Arbitrasi, yakni resolusi konflik dengan kedua belah pihak sepakat untuk mendapat keputusan akhir yang bersifat legal dari arbiter sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan konflik.

Berbagai bentuk Resolusi konflik itu tentu akan lebih mudah diterapkan apabila dilaksanakan pada momentum yang tepat pula. Dan salah satu momentum yang paling pas untuk melakukan resolusi konflik adalah melalui sarana halal bihalal. Setelah diuji dan dilatih menahan hawa nafsu selama sebulan, maka melalui halal bihalal ini kesucian setiap individu lebih disempurnakan lagi dengan saling memaafkan, sehingga konflik yang terjadi akan lebih mudah diselesaikan. 

Referensi :
https://m.republika.co.id/amp/m8yn52
https://m.republika.co.id/amp/nacbod14

Begini Ngabuburit Ala Pesepak Bola Nasional

Konten [Tampil]

Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji. 

Ngabuburit pesepak bola nasional

Kegiatan ngabuburit ini hampir dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai rakyat biasa, pejabat, artis, anak-anak, hingga para atlit seperti pesepak bola pun ingin juga merasakan ngabuburit ini.

Lalu bagaimana para pesepak bola Nasional dalam mengisi ngabuburitnya ? Berikut cara ngabuburit ala pesepak bola nasional.

Alfath Fathier

Alfath adalah pemain yang musim 2021/2022 lalu bermain untuk klub Ibu Kota, Persija. Ia melalukan latihan mandiri di rumah untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Dalam latihan mandirinya, Ia menerima langsung porsi latihannya dari sang pelatih.

Selain berlatih mandiri, pemain yang menjadi andalan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2018 lalu itu, juga mengaku mengisi waktu luang dengan bermain game FIFA 20.

Puja Abdillah

Pemain Persib Bandung yang satu ini punya cara tersendiri untuk mengisi waktu menunggu adzan magrib alias berbuka puasa. Ngabuburit yang dilakukan Puja adalah melakukan joging dan bermain bola bersama teman-temannya di sekitar rumah. Selain bermain bola, Puja sesekali menjalani kegiatan latihan mandiri sambil menyaksikan anak-anak bermain layangan sore hari.

Dedi Kusnandar

Sama seperti Puja Abdillah, Dedi Kusnandar juga merupakan punggawa andalan dari Klub Sepak Bola Asal Jawa Barat, Persib Bandung. Tapi dalam hal ngabuburit, pemain yang biasa dipanggil dengan nama Dado ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Puja. Ia lebih memilih rutinitas membaca Alquran untuk mengisi waktu menjelang berbuka.

Tak hanya itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini, selain ngabuburit dengan tadarus al-Quran, Ia juga kerap bermain bersama buah hatinya. Dua kegiatan tersebut biasanya dilakukan Dedi setelah tugas utamanya sebagai pesepakbola dijalankan. Terlebih selama libur, ia tetap diberikan pekerjaan rumah (PR) oleh tim pelatih.

Rizky Dwi Febrianto

Gelandang Persela Lamongan ini memilih berlatih pada sore hari selama Ramadhan. Aktivitas itu dia lakukan untuk menjaga kondisi sekaligus ngabuburit. Olahraga yang dipilih Rizky adalah bermain sepak bola bersama sepupunya, Bayu Gatra Sanggiawan.

Semua aktifitas itu dia lakukan sejalan dengan instruksi tim pelatih untuk selalu menjaga kondisi. Dan dia menyadari sebagai seorang profesional harus tetap dan bisa menjaga kondisi tubuhnya.

Gunawan Dwi Cahyo

Gunawan Dwi Cahyo adalah bagian dari skuad Bali United. Sebagai pemain profesional Ia tetap harus menjaga kebugaran tubuhnya meski sedang dalam kondisi berpuasa.

Ngabuburit ala Gunawan Dwi Cahyo adalah menjaga kondisi tubuhnya agar tetap terjaga dengan berlatih secara mandiri di rumah seperti para pemain lainnya. Menu latihannya yang ringan-ringan saja yang penting tubuh tetap prima dan terjaga. 

Ngabuburit pesepak bola nasional

Febri Haryadi

Pemain yang identik dengan larinya yang super kencang ini, merupakan pemain jebolan dari Diklat Persib. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Puja dan Dado, Febri ini selain berlatih sepak bola secara mandiri, Ia juga suka berolahraga bulutangkis, untuk mengisi waktu menjelang buka puasa.

Pemain yang akrab dengan nomor punggung 13 dan nama panggilan Bow ini juga sangat memperhatikan asupan makanannya dan pola istirahat yang baik. Tujuannya agar bisa menunjang kegiatan dan latihan.

Baca Juga : Cara Unik Buka Puasa Pesepak Bola Dunia Pada Saat Berlaga, Yang Terakhir Paling Toleransi

Manahati Lestusen

Manahati merupakan pemain gelandang bertahan dari Klub Tira Persikabo. Pemain ini juga pernah menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia.

Bicara tentang ngabuburit, pemain yang beristrikan Riyana Kumalasari ini kerap membantu sang isteri memasak di dapur. Baginya aktivitas paling favorit saat menunggu waktu berbuka puasa ya memasak bersama sang isteri. Semua makanan dinilainya enak asalkan itu buatan sang istri

Pesepak bola berusia 26 tahun tersebut juga hobi bermain game online di sela sela menunggu waktu adzan magrib.

Tony Sucipto

Lain lagi dengan pemain Persija yang satu ini, Tony Sucipto memiliki cara unik tersendiri untuk menunggu waktu berbuka. Salah satunya menghabiskan kegiatan dengan sang anak saat ngabuburit. Toncip, sapaannya, biasa membantu anak belajar, bercanda sekaligus menghabiskan waktu bersama di rumah.

Pemain asal Jawa Timur ini mengaku menikmati waktu tersebut karena kebersamaan dengan anak jarang didapatkannya saat kompetisi bergulir.

Demikian ngabuburit ala beberapa pemain nasional. Mereka tetap profesional meski harus tetap melaksanakan ibadah puasa. 

Cara Unik Buka Puasa Pesepak Bola Dunia Pada Saat Berlaga, Yang Terakhir Paling Toleransi

Konten [Tampil]

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, karena di bulan ini ada satu ibadah yang mesti dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah yakni ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bahkan hampir setiap muslim dan muslimah bersuka cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini. 

Pemain bola saat berbuka saat laga

Kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadhan ini ditujukan bagi mereka yang berstatus sebagai orang-orang Islam, tak terkecuali bagi mereka yang berprofesi sebagai pemain sepak bola muslim.

Bukan lagi rahasia, banyak banget pemain-pemain sepak bola dunia yang bermain di liga-liga top dunia yang menyandang status beragama Islam. Sebut saja misalnya Karim Benzema, yang bermain untuk Klub elit Liga Spanyol, Real Madrid. Ada juga Riyad Mahres, N'golo Kante, Paul Pogba, Mohamed Salah, Sadio Mane yang semuanya bermain di Liga Inggris. Atau Mohammed Simakan, pemain Leipjig, yang bermain di liga Jerman.

Yang menarik, tidak seperti di liga-liga yang negaranya mayoritas beragama Islam, seperti di Liga Indonesia, biasanya pertandingan menyesuaikan waktu puasa. Sementara di liga-liga Eropa, meski puasa, pertandingan tetap dilaksanakan layaknya seperti jadwal biasa.

Namun begitu, sebagai bentuk profesionalitas, banyak pemain dunia yang tetap menjalankan puasanya sembari tetap berlatih dan bertanding. Lalu bagaimana para pemain dunia tersebut cara berbuka puasanya ? 

Pemain Bola Muslim

Berikut cara unik pemain sepak bola dunia berbuka puasa pada saat berlaga di lapangan.

Ketika Salah Seorang Pemain Cedera

Cara pertama pemain sepak bola dunia berbuka puasa ketika laga masih berlangsung adalah berbuka puasa ketika salah seorang pemain mengalami cidera di lapangan. Pada saat yang bersamaan para pemain mencuri-curi waktu untuk bisa berbuka puasa.

Misalnya saat Giresunspor menjamu Ankara Keciorengucu di lanjutan TFF First League (Divisi II Liga Turki) 2020/2021, ketika laga baru berjalan 10 menit, wasit yang memimpin pertandingan menghentikan pertandingan lantaran ada salah seorang pemain yang mengalami cedera. Saat itulah sejumlah pemain Ankara Keciorengucu menuju sisi lapangan untuk segera berbuka puasa. Mereka terlihat minum dalam posisi berlutut, lalu memakan kurma dan pisang.

Pura-pura Cedera

Kalau yang pertama tadi memang ada pemain yang benar-benar cedera, justru yang kedua ini berpura-pura cedera hanya untuk bisa berbuka puasa.

Aksi pura-pura cedera ini dilakukan oleh Mouez Hassen, kiper Tunisia yang berpura-pura cedera hingga terkapar demi berbuka puasa di tengah pertandingan.

Aksi itu dilakukan Mouez ketika Tunisia sedang berhadapan dengan Turki di laga uji coba pra Piala Dunia 2018. Mengetahui sudah adzan Maghrib, kiper 27 tahun itu tiba-tiba terjatuh dan meminta wasit menghentinkan pertandingan sejenak.

Alih-alih benar terkena cedera sungguhan, Mouez justru memberi kesempatan pada rekan setimnya untuk berbuka puasa. Ketika sedang mendapat perawatan dari tim media, ia juga turut berbuka puasa di tepi lapangan.

Lari Ke Pinggir Lapangan

Kalau tadi mencari-cari kesempatan untuk berbuka biasa pada saat ada yang cedera, kali ini ada cara unik berbuka puasa yang dilakukan oleh salah seorang pemain sepak bola ketika pertandingan masih berjalan.

Adalah Wesley Fofana, pemain keturunan Prancis ini langsung menuju pinggir lapangan hanya untuk berbuka puasa ketika timnya, Leicester City bertanding kontra Crystal Palace di lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Alih-alih mendapat teguran atau peringatan, Graham Scott, sang wasit yang memimpin pertandingan saat itu justru memberikan kesempatan pada Fofana untuk berbuka puasa.

Selain Fofana, pemain sepak bola dunia lainnya yang melakukan hal yang serupa adalah Hakim Ziyech bersama rekannya Noussair Mazraoui yang berlari ke pinggir lapangan ketika pertandingan baru berjalan sekitar 24 menit. Hakim Ziyech tertankap mengambil sejumlah air mineral dan juga makan jel energy untuk membatalkan puasanya di lapangan. 

Pemain Bola Muslim

Wasit Sengaja Menghentikan

Bisa dibilang peristiwa atau kejadian terakhir ini adalah peristiwa yang mempunyai toleransi yang tinggi. Bagaimana tidak, para wasit yang memimpin laga menghentikan laga saat waktu buka puasa tiba. Para wasit memberikan kesempatan kepada para pemain yang beragama Islam untuk berbuka sejenak.

Sebut saja saat pertandingan antara Augsburg dan Mainz 05, Rabu (6/4/2022). Laga tersebut dihentikan pada saat memasuki menit ke-65. Penyebabnya bukan karena pelanggaran atau ada pemain yang tengah cedera.Dilansir dari ESPN, pertandingan dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan berbuka puasa bagi pemain muslim.

Yang menarik, hanya ada satu pemain beragama Islam yang bertanding di laga tersebut. Bek tengah Mainz 05, Moussa Niakhate, menjadi pemain muslim yang berbuka puasa di laga tersebut.

Yang terbaru adalah saat berlangsung pertandingan antara Leipzig melawan Hoffeinhem pada Minggu 10 April 2022, saat itu wasit Bastian Dankert memutuskan Water Break di 30 menit saat laga sedang berjalan. Dankert mengizinkan pemain muslim untuk membatalkan puasa, dan pemain tersebut yang disorot adalah Mohammed Simakan.

Itulah beberapa cara unik yang dilakukan para pemain bola dunia saat berbuka ketika pertandingan masih berlangsung.

https://aceh.tribunnews.com/2022/04/13/toleransi-kepada-muslim-bundesliga-hentikan-laga-demi-satu-pemain-buka-puasa

https://sports.sindonews.com/read/397616/11/terkuak-ini-cara-pemain-ankara-keciorengucu-berbuka-puasa-saat-bertanding-1618452291

https://bola.okezone.com/read/2022/04/04/51/2572751/4-pesepakbola-muslim-yang-buka-puasa-di-tengah-pertandingan-nomor-1-sreadai-pura-pura-cedera

https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/olahraga/pr-1014236433/toleransi-ramadhan-di-bundesliga-wasit-hentikan-laga-saat-waktu-berbuka-puasa-bagi-pemain-muslim

5 Kegiatan yang Hanya Bisa Ditemui di Bulan Ramadhan, yang Terakhir Dinantikan oleh Non-Muslim

Konten [Tampil]

Kegiatan di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar ritual keagamaan bagi pemeluknya saja, tetapi di bulan Ramadhan banyak ditemui kegiatan-kegiatan atau aktifitas-aktifitas yang hanya ada dan dilaksanakan di bulan suci Ramadhan. Bahkan sebagian kegiatan atau aktifitas tersebut sangat dirindukan bukan hanya bagi pemeluk agama Islam saja, tetapi pemeluk agama non muslim pun juga menantinya.

Berikut 5 kegiatan atau aktifitas yang hanya bisa ditemui di Bulan Suci Ramadhan. 

Kegiatan di Bulan Ramadhan

Cara Membangunkan Sahur

Kegiatan puasa diawali dengan aktifitas sahur. Sahur adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan oleh orang yang akan melaksanakan puasa. Biasanya dijalani pada waktu dini hari sampai waktu imsak tiba.

Jika kita kesulitan saat mau bangun untuk sahur, tidak perlu khawatir karena biasanya suka ada orang yang melakukan seruan di masjid yang mengingatkan waktunya sahur. Namun sekarang banyak muncul cara-cara unik dalam membangunkan waktu sahur yang dilakukan oleh sebagian kelompok.

Misalnya ada yang membangunkan sahur dengan alat musik seperti drum, ada juga dengan bedug keliling, bahkan dimedia muncul seruan sahur yang viral seperti yang dilakukan pemuda-pemuda Aceh atau ada yang meniru seperti pidato presiden Rusia, Vladimir Putin, SAUURRRRAAA.

Ngabuburit

Asal kata ngabuburit adalah burit. Burit dalam bahasa Sunda artinya sore. Jadi ngabuburit itu aktifitas yang dilakukan sore hari menjelang berbuka puasa.

Banyak aktifitas yang bisa dilakukan saat kita ngabuburit. Bisa diisi dengan jalan-jalan, berburu takjil, wisata kuliner untuk berbuka puasa, atau bisa juga diisi dengan pengajian atau kajian-kajian Islam.

Ngabuburit tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, mulai dari anak-anak hingga remaja juga ikut larut dalam keseruan kegiatan ngabuburit.

Buka Bersama

Buka bersama atau biasa dikenal dengan istilah Bukber adalah tradisi atau aktifitas yang hanya bisa ditemui di bulan suci Ramadhan. Buka bersama adalah kegiatan makan bersama yang dilakukan oleh sekelompok orang, baik oleh rekan kerja, teman sekolah, keluarga atau komunitas lainnya.

Bukber memang aktifitas yang memberikan kesan yang menyenangkan. Selain kita bisa makan bersama juga kita bisa becanda dan mengobrol bersama. Dan semua itu hanya ada di bulan suci Ramadhan.

Berbagi Takjil

Takjil merupakan makanan pembuka untuk buka puasa. Dan di bulan suci Ramadhan ini sering dijumpai komunitas atau orang-orang yang suka membagi-bagikan takjil. Biasanya dibagikan beberapa jam menjelang berbuka puasa. Ada yang ditempatkan di masjid-masjid, atau ada juga yang diberikan di tempat-tempat umum seperti alun-alun dan jalan-jalan.

Mudik

Kegiatan terakhir yang hanya bisa ditemui di bulan Ramadhan adalah tradisi mudik. Secara sederhana mudik itu adalah pulang kampung. Uniknya tradisi mudik ini bukan hanya dirasakan oleh muslim saja, tetapi oleh orang-orang non muslim pun tradisi mudik ini juga sangat dinantikan.

Apalagi tahun ini tradisi mudik sudah diperbolehkan oleh pemerintah, yang dua tahun sebelumnya masyarakat tidak diizinkan untuk mudik. Tapi ingat yang diperbolehkan melaksanakan mudik adalah mereka yang sudah divaksin booster. 

Saking sudah menjadi tradisi yang kental dengan masyarakat Indonesia, kegiatan mudik selalu menjadi bahan berita utama di media-media televisi dan media sosial lainnya.

Itulah 5 aktifitas yang bisa kita temui di bulan suci Ramadhan. Dan tentunya sebagai masyarakat muslim Indonesia, kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi kebanggaan, karena belum tentu bisa ditemui di negara lain.