Kusuka Karena Bacaan Quranmu

Konten [Tampil]


Kalau boleh jujur ini pertama kalinya Aku suka terhadap seorang perempuan. Aku tipe orang yang pilih-pilih dalam menentukan sesuatu, termasuk memilih untuk suka kepada seorang perempuan. Eitt,,, tunggu dulu, sukanya Aku kepada seseorang tidak seperti orang lain. Kalau orang lain sukanya itu dengan cara mengucapkan kata "Suka", lalu berkomitmen, kemudian sering komunikasi.

Beda dengan Aku, ketika sekarang Aku suka kepada someone, caraku nunjukkin rasa sukaku kepada perempuan yang sekarang Aku ceritain adalah cukup dengan menjadi orang yang setia mendengarkan curhatannya. Hatiku meyakinkan pikiranku, bahwa Aku telah mendapatkan tempat yang pas dihatinya, hanya cukup selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan ceritanya. Tak perlu ada komitmen, tak ada kesepakatan untuk selalu berkomunikasi, bahkan penentuan status pun tak ada.

Tak perlu Aku ceritain siapa perempuan itu. Yang pasti perempuan itu sahabat sekolah terbaikku. Selalu takut akan Tuhannya, tak jauh dengan firman-Nya, dan hanya ayat-ayat-Nya yang selalu keluar dari mulutnya. Itulah yang membuatku suka kepadanya.


Bacaan qurannya begitu fasih, begitupun suaranya sangat indah kudengar. Bacaan qurannya benar-benar memberikan ketenangan hatiku. Terkadang Aku malu, karena bacaan quranku tak sebaik perempuan itu. Temen-temennya juga banyak yang cerita, Ia juga pandai baca kitab kuning. Tak salah jika Aku berani mengatakan kalau perempuan yang satu ini adalah sosok perempuan yang hebat.

Beberapa kali Aku punya kesempatan untuk bermain ke rumahnya, ehhh ,,, jangan suudzon dulu, ke rumahnya itu Aku barengan sama temen-temen yang lain. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini ternyata punya darah dari keluarga yang tidak jauh dari agama. Sempat kuberpikir, mampukah Aku suatu saat nanti untuk berdiri tepat disampingnya. Over thinking banget .... halu. wk wk

Baca Juga : Cinta dan Sahabat

Bulan Oktober adalah hari ulang tahunku. Dan tahun ini adalah tahun yang sangat berkesan karena di hari ulang tahunku ini Aku mendapatkan kado spesial dari perempuan itu. Aku jarang banget dapet hadiah ulang tahun, kalau ucapan selamat mah sering. Bukan kadonya yang kulihat, tapi ingat tanggal ulang tahunku saja itu lebih dari segalanya. Pokoknya Aku PD, dia ngasih kado kepadaku berarti dia menaruh hati padaku. :D :D

Mungkin inilah yang dinamakan dengan punya rasa yang beda, beda dari yang lain, rasa yang tidak biasa, rasa yang selalu ada pada dua insan yang saling merindukan. Meskipun sampai detik ini, Ia tidak pernah mengeluarkan satu katapun yang menandakan Ia suka padaku. Ia hanya senyum manakala Aku berpapasan dengannya. Ia suka menulis kalimat-kalimat seperti orang yang sedang suka pada seseorang, tapi apakah seseorang yang dimaksud itu adalah Aku, I do not Know.

Mata tak pernah dusta, hati tak pernah mengingkari, bahasa tubuhmu tak membuatku ragu, kalau Ia punya rasa yang sama denganku. Kuawali dengan Bismillah, Aku Suka karena bacaan quranmu.

Baca Juga : Cinta dan Sahabat (Part II)

Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Konten [Tampil]

Disela-sela kesibukan kita beraktifitas, tidak ada salahnya kita merefresh tubuh dan pikiran kita. Salah satu caranya dengan menjalankan hobi kita. Bagi sebagian orang, mungkin menjalankan hobi itu hanya membuang waktu saja tanpa ada manfaatnya. Tetapi bagi yang suka menjalankannya, termasuk saya pribadi, hobi justru bisa menjadi obat agar tubuh dan pikiran kita yang tadinya capek dan lelah kembali menjadi fit, segar dan bugar. Bahkan, jangan salah ada hobi yang justru bisa menghasilkan penghasilan (uang) 

inilah hobiku

Apa Sih Hobi itu ?

Dikutip dari Wikipedia, hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hobi dapat diartikan sebagai kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan sebagai pekerjaan utama.

Sangat jelas dari pengertian di atas bahwa hobi itu aktifitas yang dilakukan seseorang di luar pekerjaan utama yang menjadi kegemaran dan bisa membuat senang bagi yang menjalankannya. Orang yang menjalankannya disebut sebagai pehobi.

Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Bicara hobi tentu banyak sekali jenisnya. Ada hobi yang menyehatkan seperti berolahraga, ada juga hobi yang bisa menghasilkan uang, seperti hobi membuat prakarya, berkebun hidroponik di rumah, atau hobi bermain game profesional. Tidak sedikit orang yang sukses hanya dengan menekuni hobi secara serius. Dari hobi bisa menjadi profesi yang menghasilkan cuan.

Anda sendiri hobinya apa ? Kalau saya hobinya lebih banyak yang berhubungan dengan olahraga, entah apa alasannya, yang pasti sejak dulu waktu masih sekolah memang olahraga hobinya. Dan hobi itu sampai sekarang masih dijalani. Berikut beberapa hobi yang saya jalani sekarang ini :

1. Sepak Bola

Hobi nomor satu pastinya sepak bola. Sejak masih sekolah dasar sampai sekarang hobi sepak bola itu masih saya jalankan. Masih ingat waktu sekolah dasar, kalau hujan adalah waktu favorit untuk melaksanakan hobi sepak bola. Sambil telanjang dada, tanpa sepatu alias nyeker, di lapang becek, kita bersepak bola ria dengan temen-temen seumuran. Dan semua itu saya lakukan hampir tiap hari.

Nah, baru setelah masuk SMA, intensitas hobi sepak bolanya mulai berkurang, yang biasanya hampir tiap hari, menjadi paling seminggu dua kali. Sementara sekarang, karena mungkin faktor U, daya tahan tubuh berkurang, serta karena sibuk dengan pekerjaan, hobi sepak bola paling dalam seminggu hanya sekali dilaksanakan.

Karena saya berprofesi sebagai tenaga pengajar (guru) di madrasah, maka hobi sepak bola nya hanya dilakukan bersama-sama dengan satu profesi yaitu guru madrasah, baik di tingkat MI, MTs maupun MA. Agar lebih kelihatan “eksis” maka kami membentuk satu perkumpulan sepak bola khusus guru-guru madrasah, yang kami beri nama dengan Persatuan Guru Madrasah Football Club (PGM FC). 

Persatuan Guru Madrasah (PGM) FC
Persatuan Guru Madrasah (PGM) FC

2. Futsal

Selain sepak bola, Futsal adalah hobi kedua yang sering saya lakukan. Sama halnya dengan sepak bola, futsal pun saya lakukan bersama-sama guru madrasah. Klub PGM FC bukan hanya komunitas untuk sepak bola saja, tetapi futsal pun bagian dari kegiatan dari PGM FC. Seperti sepak bola, futsal hanya dilaksanakan seminggu sekali. Kalau sepak bola dilaksanaka di tengah pekan, sementara futsal biasanya dilaksanakan pada akhir pekan, itupun dijadwalkan di malam hari.

Tapi sayangnya, hobi futsal ini sudah hampir setahun saya tinggalkan karena acaranya selalu bentrok dengan hobi lainnya. Dan rekan-rekan guru lainnya juga lebih sering bermain sepak bola dibandingkan dengan futsal. Kalau pun sedang ingin bermain futsal, paling mengobati kerinduannya dengan bermain futsal bersama-sama pemuda di kampung. 

Futsal PGM 

3. Bulu Tangkis

Untuk hobi yang ketiga yang sekarang saya jalani adalah hobi bermain bulu tangkis. Hobi ini saya jalankan sebagai pengganti hobi futsal yang sudah lama saya tinggalkan. Sebetulnya hobi bulu tangkis sudah saya geluti sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Pernah merasakan main bulu tangkis dengan raket dari kayu.

Sebelum bermain di ruang tertutup (GOR), saya sering bermain bulu tangkis di luar ruangan. Namun sekarang dilakukan di dalam ruangan dan lebih sering dilaksanakannya pada sore hari sampai malam. Kalau sepak bola dan futsal lebih banyak beranggotakan guru-guru, nah kalau bulu tangkis kebanyakan anggotanya berangkat dari para operator di madrasah. 

Baca Juga : Cinta dan Sahabat

Sama dengan sepak bola dan futsal, para operator yang tergabung dalam hobi bulu tangkis ini pun memiliki klub yang diberi nama “PB ASOKA” kependekan dari Persatuan Bulu Tangkis Asal Oyag Kabeh. Filosopisnya adalah Oyag sama dengan bergerak, dan Kabeh sama dengan semua. Jadi kesimpulannya adalah mau mainnya bagus atau tidak yang penting mau bergerak saat bermain, 

PB ASOKA

4. Menulis dan Baca

Hobi menulis ini mungkin hobi yang baru, atau jangan-jangan menulis ini tidak dikategorikan sebagai hobbi. Mungkin hikmah ikut kelas Blogspedia Coaching #2, dan sekarang ikut komunitas The Cupuers, saya lebih punya gairah untuk terus menulis dan lebih kuat dalam membaca. Mudah-mudahan hobi menulis ini berubah menjadi passion seperti temena-temen di kelas Blogspedia dan The Cupuers. Karena menurut temen saya di Blogspedia Coaching, Mbak Hamim, ada perbedaan antara hobi dan passion.

5. Hobi Lainnya

Ada hobi lainnya yang juga saya jalankan, namun hanya sesekali saya lakukan. Hobi itu adalah jalan kaki ke gunung (hiking), dan ngeliwet di pinggir sungai. Cuman kegiatan hobi itu susah sekali saya lakukan karena jarang ada temennya. Kalaupun sesekali dilakukan, itupun hanya bersama-sama alumni. 

Hiking Bersama Alumni ke Situ Gunung Kadudampit

Jalani Hobi, Manfaatnya Apa Sih ?

Setiap kegiatan yang baik pasti ada manfaat di dalamnya. Begitu pun dengan hobi yang sekarang saya lakukan. Berikut 3 (tiga) manfaat dari hobi yang saya jalani.

1. Badan Jadi Sehat

Karena kebanyakan hobi saya berhubungan dengan olahraga, maka manfaat yang saya rasakan dari hobi yang saya lakukan saat ini adalah badan menjadi lebih sehat, persendian lebih nyaman digerakkan, jarang capek, dan badan jadi lebih segar. Bagaimana pun juga, banyak referensi yang menyatakan bahwa olahraga merupakan salah satu bagian dari pola hidup yang sehat dan baik. Nggak percaya ? coba deh punya hobi yang berhubungan dengan olahraga.

2. Menjalin Silaturahmi

Manfaat kedua yang saya rasakan dari menjalani hobi selama ini adalah kita bisa menjalin silaturahmi. Menguatkan tali persahabatan yang sudah dijalani, dan juga menjalin silaturahmi dengan orang-orang baru yang menjadi lawan pada saat menjalankan hobi tersebut.

Yang lucunya dari hobi yang kita lakukan bersama temen-temen, kita punya prinsip “Nggak Kren Kalau Menang”, artinya kita bukan mencari kemenangan, tetapi kebersamaannya. Dan prinsip kedua, mainnya nomor sekian, yang penting bisa berfoto bareng. 

PGM FC

Saya punya pengalaman, pernah bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak berjumpa, akhirnya dipertemukan di lapangan saat melaksanakan sparing sepak bola dan futsal.

3. Ajang Diskusi

Permasalahan di sekolah banyak sekali, seperti kendala pada penggunaan beberapa aplikasi yang digunakan di sekolah. Kendala dan hambatan ini kemudian dibawa pada saat ketemu di lapangan. Dan tidak sedikit, kendala-kendala yang dibawa bisa diselesaikan di lapangan saat menjani hobi tersebut.

Atau saya sering ngajak para alumni untuk bertukar pikiran dalam diskusi kecil saat hiking dan ngeliwet bareng, dari diskusi kecil itu sering muncul ide-ide kreatif dari para alumni, yang tujuannya tentu saja untuk memajukan almamaternya. 

Itulah beberapa hobi yang saya jalani dan manfaatnya yang dirasakan. Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi bagi anda. Sekarang tinggal anda menyebutkan apa saja hobi kalian. 

.... Selama hobi itu bermanfaat maka lakukan, tapi sebaliknya jika mengganggu dan tidak berfaedah segera hentikan ....

Baca Juga : 6 Pelajaran Berharga dari Podcast Deddy Corbuzier Bersama Azka

Sibuk Bekerja ? Berikut 4 Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Konten [Tampil]

Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang terkena dampak dari Pandemi covid-19. Bukan hanya pendidikan tingkat dasar dan menengah saja, covid-19 ini dirasakan juga oleh pendidikan tingkat anak usia dini (AUD). 

Tips mendampingi anak belajar online

Akibat adanya covid-19 ini ada perubahan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada anak-anak. Yang biasanya proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka langsung di sekolah (offline), berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah (online). Hal ini seperti tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 yang menetapkan aturan belajar dari rumah (learn from home) bagi anak-anak sekolah.

Pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan Belajar dari Rumah (BDR) ini juga mengalami perubahan dalam hal pendampingan selama proses pembelajarannya. Yang biasanya guru yang melakukan pendampingan, beralih kepada orang tua yang harus menggantikan peran guru dalam proses pendampingan pembelajaran di rumah.

Dengan adanya perubahan ini mau tidak mau peran orang tua dalam mendampingi anaknya saat belajar di rumah sangat dibutuhkan. Diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik dari orang tua tentang bagaimana cara mendampingi anak ketika belajar di rumah. Salah sedikit saja orang tua dalam perakteknya, maka bukan hanya orang tuanya yang stress tetapi juga anaknya yang tidak akan mendapatkan layanan pembelajaran yang baik dan sehat dari orang tua.

Dengan adanya pengalihan pendampingan dari guru kepada orang tua saat anak belajar di rumah, tentu tidak semua orang tua sudah siap dengan peran yang baru ini. Betulkan?. Saya kira sangat mutlak bagi semua orang tua untuk memiliki pengetahuan tentang pentingnya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah.

Memang diakui bahwa banyak kendala dan tantangan yang dihadapi orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah, mulai dari belum fahamnya orang dalam menjalankan metode belajar daring, tidak biasa menggunakan teknologi, tidak memahami maksud pesan yang disampaikan guru, sampai kepada orang tuanya yang super sibuk, sehingga tidak bisa mendampingi anaknya belajar di rumah.

Berdasarkan berbagai kendala yang ditemukan dilapangan, maka diperlukan upaya dan langkah-langkah yang tepat agar pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Berikut tips yang bisa dilakukan orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah.

  • Alasan Anak Butuh Pendampingan Orang Tua Saat Belajar di Rumah

Ketika covid-19 melanda, maka untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut di kalangan para siswa, pemerintah memutuskan agar proses pembelajaran dilaksanakan secara daring atau belajar dari rumah. Otomatis kebijakan ini memaksa orang tua harus memantau dan mendampingi anaknya belajar di rumah. 

Alasan mendampingi anak belajar online

Kenapa pendampingan orang tua kepada anaknya saat belajar di rumah harus dilakukan. Berikut beberapa alasan kenapa orang tua harus mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

1. Keinginan Belajar

Hampir setahun lebih anak-anak tidak melaksanakan belajar tatap muka di sekolah. Keadaan ini sedikit banyaknya akan berdampak pada penurunan keinginan belajar pada anak. Dengan tidak pergi sekolah, kebanyakan siswa merasa seperti tidak memiliki alasan dan motivasi yang cukup kuat untuk belajar. Ketika biasanya guru memperhatikan mereka secara langsung di kelas, tingkat keinginan belajar mereka relatif lebih terjaga. Tetapi saat tidak ada guru, biasanya kesadaran belajar ini pun menurun.

Oleh karena itu, peran pengganti guru yakni orang tua sangat diperlukan untuk mengambil alih peran yang selama ini dijalankan oleh guru di sekolah yaitu mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

2. Menjaga Motivasi Anak

Selain bertujuan untuk menjaga keinginan untuk belajar tetap ada pada diri anak, alasan lain kenapa pendampingan orang tua ini harus dilakukan adalah untuk menjaga motivasi anak untuk terus belajar agar tetap ada dan tidak menurun. Apalagi bagi anak-anak usia dini rasa semangatnya masih turun naik alias tidak stabil.

3. Menjaga Tetap Aman

Alasan selanjutnya dengan adanya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah adalah agar keberadaan anaknya benar-benar aman selama proses belajar di rumah. Aman dari penggunaan alat dan perlengkapan yang digunakan, serta aman dari gangguan orang lain.

4. Menghindari Learning Loss

Akibat covid-19 ini, Kemendikbud telah mencatat adanya tanda-tanda learning lost yang terjadi pada diri siswa. Learning loss adalah kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa. Demikian kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI.

Maka dengan adanya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah, paling tidak bisa menghindari learning lost pada diri anak-anak

Baca Juga : Belajar Online, Berikut 4 Peran Orang Tua Yang Harus Dijalankan

  • Tantangan Orang Tua Saat Mendampingi Anaknya Belajar di Rumah

Tidak ada proses tanpa tantangan. Begitu juga dengan pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah juga banyak tantangannya. Berikut beberapa tantangan orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah 

Tantangan belajar online

1. Kesiapan Orang Tua

Dalam impelementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) ternyata tidak selalu berjalan mulus, banyak fakta yang ditemukan di lapangan, salah satunya tidak semua orang tua siswa siap melaksanakan belajar secara daring. Tidak sedikit keluhan yang disampaikan oleh orang tua siswa kepada sekolah.

Rata-rata mereka kesulitan mendampingi saat anaknya belajar di rumah. Bayangkan Orang tua tidak pernah berpikir sebelumnya akan menjalankan perannya sebagai “guru” di rumah. Ketidaksiapan orang tua ini disebabkan karena belum memiliki pengetahuan tentang tata cara membimbing anak ketika belajar di rumah. Selain itu, ada juga sebagian yang kurang siap itu karena belum terbiasa menggunakan teknologi digital

2. Ketersediaan Media dan Akses

Pelaksanaan proses belajar dari rumah ini harus didukung dengan teknologi yaitu dengan tersedianya alat atau media berupa smartphone. Tidak semuanya siswa memiliki alat media, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran jarak jauh ini. Sehingga keadaan ini menghambat terhadap proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah.

Selain ketersediaan alat media untuk belajar, akses internet dan jaringan juga menjadi hambatan dalam proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah. Mau melaksanakan pendampingan bagaimana, jika tugas yang disampaikan gurunya tidak bisa diakses hanya karena jaringan internet yang tidak stabil atau tidak adanya kuota internet.

3. Masalah Waktu Pendampingan

Tantangan lain dalam proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah adalah masalah waktu pendampingan yang tidak selaras dengan pekerjaan orang tua. Hal ini banyak terjadi pada orang tua yang dua-duanya bekerja, sehingga waktu untuk mendampingi anaknya sama sekali tidak ada.

  • Tips Orang Tua yang Sibuk Bekerja Saat Mendampingi Anaknya Belajar di Rumah

Bagi orang tua yang tidak terkendala dengan waktu, mungkin pendampingan terhadap anaknya yang sedang belajar di rumah tidak akan begitu repot. Namun, sebaliknya bagi orang tua yang dua-duanya sibuk bekerja akan sangat kesulitan melaksanakan pendampingan belajar terhadap anak. 

Lalu bagaimana caranya agar orang tua yang sibuk bekerja bisa mendampingi anaknya belajar di rumah dengan optimal. Tips berikut bisa diterapkan bagi orang tua yang memiliki kesibukan dalam bekerja 

Tips Mendampingi Anak Belajar Online

1. Bangun Komunikasi dengan Guru

Komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa harus selalu dilakukan secara baik dan efektif agar perkembangan anak bisa dipantau secara bersama-sama. Apalagi disaat pandemic covid-19 ini komunikasi wajib dilakukan, terlebih berkenaan dengan proses pembelajaran jarak jauh, yang mengakibatkan peralihan pendampingan saat belajar dari guru kepada orang tua siswa.

Terutama bagi orang tua yang super sibuk, yang tidak ada waktu untuk mendampingi anaknya belajar di rumah, komunikasi ini harus segera dilakukan orang tua kepada gurunya. Sampaikan keadaan yang sebenarnya jika orang tua tidak memiliki waktu untuk pendampingan terhadap anak. Sehingga diharapkan ada jalan keluar dari komunikasi tersebut

2. Buatkan Schedule

Buat orang tua yang super sibuk, buatkan schedule pekerjaan dengan seefektif dan seefesien mungkin, agar di antara kesibukan tersebut ada sedikit waktu luang untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah. Lakukan pekerjaan yang benar-benar prioritas, dan tunda pekerjaan yang memang bisa dilakukan kapan saja dan bisa dikerjakan di rumah. Pekerjaan-pekerjaan yang bisa ditunda dan tidak terlalu prioritas inilah yang bisa dimanfaatkan orang tua untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

Diharapkan dengan adanya schedule ini orangtua dapat menyesuaikan jadwal bekerja dengan jadwal mendampingi anak belajar sehingga tidak ada yang perlu dikorbankan antara anak dan pekerjaan.

3. Bekerja Sama dengan Anggota Keluarga Lainnya

Jika memang orang tuanya benar-benar sibuk dan sulit meluangkan waktunya untuk mendampingi anaknya belajar di rumah, solusi lainnya bisa bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya. Tugas orang tua untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah bisa diwakili oleh kakaknya yang dianggap bisa menggantikan peran orang tuanya.

4. Dampingi Setelah Pulang Kerja

Sesibuk-sibuknya orang tua bekerja, pasti ada waktu selesainya juga. Apabila orang tua pulang kerja, gunakan sisa waktu yang ada untuk mendampingi anaknya belajar di rumah. Meskipun tidak efektif, tapi paling tidak bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan montivasi anak untuk tetap belajar.

Saya menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah itu sangatlah penting dilakukan. Selain menjaga semangat dan keinginan anak untuk tetap belajar, tetapi juga agar terhindar learning loss pada diri anak-anak. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Childfree : Hilangnya Fungsi Keluarga

Belajar Online, Berikut 4 Peran Orang Tua Yang Harus Dijalankan

Konten [Tampil]

Perubahan pembelajaran di masa pandemic covid-19, dari belajar tatap muka menjadi belajar daring atau online, memaksa orang tua harus berperan aktif dan terlibat langsung agar keberlangsungan proses pembelajaran anak tidak terhambat. Tidak ada kata berhenti atau menunda belajar, hanya karena ada pandemic covid-19. 

Peran Orang Tua dalam Belajar Online

Peralihan peran dari guru kepada orang tua pada pembelajaran online tentu tidak bisa dihindarkan. Orang tua mesti siap menerima perubahan peran tersebut, terlebih orang tua harus menjadi solusi terhadap permasalahan yang timbul dari pembelajaran online ini.

Peranan orang tua dalam pembelajaran online pada Anak  sebagai pengganti peran guru sangat diharapkan dan fundamental. Keberhasilan pembelajaran online pada anak akan tergantung kepada keaktifan dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaannya. Namun, kesiapan orang tua itu sendiri menjadi faktor utama keberhasilan pembelajaran online pada Anak

Setidaknya ada 4 (empat) peranan orang tua sebagai solusi terhadap permasalahan dalam pembelajaran online pada anak, keempat peranan orang tua itu adalah (1) Peran sebagai guru pengganti, (2) Peran sebagai Fasilitator, (3) Peran sebagai motivator, dan (4) Peran sebagai pengarah atau director. 

4 Peran Orang Tua saat Belajar Online

1. Peran Sebagai Guru Pengganti

Secara fundamental keluargalah sebenarnya sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orang tua memiliki peran yang sangat mendasar dalam memaksimalkan semua potensi anak. Menurut Ki Hadjar Dewantara, Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Dengan demikian, peran keluarga (orang tua) dalam hal pendidikan bagi anak, tidak dapat tergantikan sekalipun anak telah dididik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

Oleh karena itu, ada tidaknya pandemic covid-19, sebenarnya orang tua memang sudah menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Maka saat terjadi perubahan peralihan peran pendidik dari guru kepada orang tua, sejatinya orang tua tidak harus takut dan khawatir, karena memang peran orang tua sebagai pendidik sudah menempel pada kewajibannya.

Mengoptimalkan peran orang tualah yang sekarang perlu dilakukan, agar peran orang tua sebagai guru pengganti di saat pembelajaran online anak berlangsung bisa lebih maksimal, terarah dan efektif.

2. Peran Sebagai Fasilitator

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia fasilitator adalah orang yang menyediakan fasilitas alias penyedia. Biasanya guru yang menjadi fasilitator di sekolah, akibat adanya pandemic covid-19, peran fasilitator terserah diserahkan kepada orang tua.

Layaknya guru di sekolah, peran orang tua sebagai penyedia atau fasilitator di rumah juga relative sama. Guru yang biasa menyediakan bahan sarana dan prasarana atau media pembelajaran bagi anak, dengan diberikannya peran fasilitator kepada orang tua, maka orang tualah yang harus menyediakan media pembelajaran bagi anaknya di rumah. Dengan tersedianya bahan dan media pembelajaran di rumah akan sangat mendukung keberhasilan anak belajar secara online.

3. Peran Sebagai Motivator

Peran ketiga dari orang tua yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah pembelajaran online bagi Anak adalah berperan sebagai motivator. Psikologis anak saat belajar di sekolah dengan belajar di rumah (online) tentu sangat berbeda. Semangat dan dorongan anak untuk belajar di sekolah pasti sangat tinggi, berbeda ketika anak harus belajar sendiri di rumah.

Semangat belajar di sekolah tinggi karena di sekolah bisa belajar bersama-sama dengan teman-temannya. Selain itu, mengenakan pakaian seragam sekolah juga menjadi faktor yang mampu memberi semangat anak untuk belajar. Sementara di rumah, anak-anak terpaksa harus belajar sendiri tanpa kehadiran teman-temannya dan tanpa mengenakan seragam sekolah. Di sinilah peran orang tua sebagai motivator bagi anaknya benar-benar sangat dibutuhkan. Orang tua harus selalu memberikan semangat belajar bagi anak-anaknya, sediakan waktu untuk mendampingi anaknya agar psikologis anaknya untuk belajar tetap terjaga.

4. Peran Sebagai Pengarah atau Director

Sama halnya dengan guru, orang tua juga memiliki peran untuk mengarahkan anaknya agar sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki si anak. Orang tua harus sadar dan paham bahwa setiap anak memiliki kecerdasan dan bakat yang berbeda-beda, orang tua hanya perlu mengarahkan saja.

Berperan sebagai pengarah, orang tua harus selalu memantau anaknya saat melaksanakan belajar online di rumah. Tujuannya tentu saja agar proses belajar anak di rumah sesuai dengan aturan dan cara yang benar. Mulai dari terjaganya semangat anak, hingga semua fasilitas serta media pembelajaran tersedia dengan optimal.

Adanya kesiapan orang tua untuk menjalankan pembelajaran secara online bagi anaknya dan mau terlibat secara aktif dalam pendampingan anaknya, maka dapat dipastikan keempat peran orang tua dalam pembelajaran online Anak tersebut dapat dilaksanakan secara efektif. Dan masalah serta dampak negative yang ditimbulkan dari belajar online ini dapat teratasi.

Baca Juga : 6 Upaya Mengatasi Perilaku Phubbing Siswa di Sekolah

Agar peran-peran orang tua tersebut dapat dijalankan tanpa ada kesulitan, maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua, yaitu sebagai berikut : 

Peran Orang Tua Lebih Maksimal

1. Bangun Komunikasi dengan Guru

Hal pertama yang wajib dilakukan oleh orang tua agar memudahkan dalam menjalankan perannya pada saat belajar online di rumah adalah membangun komunikasi positif dengan guru. Dengan adanya komunikasi antara orang tua dan guru diharapkan perkembangan anak selama belajar online dapat terpantau secara baik.

Selain itu, melalui komunikasi yang positif, orang tua jadi lebih tahu apa yang mesti dilakukan selama mendampingi anaknya belajar di rumah. Orang tua bisa menanyakan langsung kepada gurunya apabila ada kendala-kendala dalam pembelajaran online. Jangan sampai gara-gara tidak adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan guru, terjadi “malpraktek”, yang akhirnya anak yang menjadi korban. Karena bagaimanapun juga banyak orang tua yang tiba-tiba menjadi “guru pengganti” bagi anaknya, sehingga komunikasi ini mutlak perlu dilakukan.

Adapun media yang bisa dijadikan alat untuk membangun komunikasi dengan guru, orang tua bisa menggunakan media whatsapp (WA), pesan singkat (SMS), video call (VC), pesan suara (VN) atau berkomunikasi langsung lewat telepon. Namun, bagi orang tua yang terkendala dengan alat media, komunikasi bisa dilakukan secara langsung dengan mendatangi gurunya.

2. Orang Tua Harus Mau Belajar Teknologi

Hampir sebagian besar pelaksanaan belajar online ini harus menggunakan media handphone, sementara untuk anak-anak Usia Dini (AUD) relatif belum bisa mengoperasikan media tersebut, maka peran orang tualah yang harus menerima tugas guru yang disampaikan lewat pesan wa atau pesan biasa.

Namun, situasi akan sulit apabila orang tuanya justru belum bisa mengoperasikan sebuah gadget atau gaptek. Oleh karena itu, orang tua harus mau belajar mengoperasikan gadget agar pesan yang disampaikan guru untuk anaknya bisa dipahami dengan benar.

3. Luangkan Waktu untuk Mendampingi Anaknya Belajar Online

Meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya belajar online, akan lebih mengoptimalkan peran orang tua dalam mengatasi masalah pembelajaran online pada anak. Peran guru pengganti, peran motivator dan peran sebagai director akan sulit diwujudkan apabila waktu untuk mendampingi anaknya belajar online sama sekali tidak ada.

Bagaimanapun juga kesiapan dan keikhlasan orang tua untuk menyediakan waktu luang buat anaknya belajar online, sangat dibutuhkan, karena akan memudahkan proses belajar online anak di rumah. Apalagi anak-anak usia dini sangat sulit jika belajarnya tidak didampingi langsung oleh orang tuanya.

4. Orang Tua Harus Sabar

Tidak mudah menjadi guru pengganti anak di rumah, perlu pengetahuan yang baik tentang cara mendidik. Perubahan peranan orang tua menjadi guru di rumah saat pandemi, membuat orang tua tidak semuanya siap. Tidak sedikit orang tua kelimpungan dan kewalahan saat mendampingi anaknya belajar online. Bahkan, banyak orang tua yang stres karena tidak mampu mendampingi anaknya belajar online di rumah.

Sikap yang harus dimunculkan orang tua saat berada pada situasi tersebut adalah sikap sabar. Hanya dengan sikap sabar inilah peran orang tua sebagai pengganti guru di rumah bisa berjalan secara maksimal dan efektif.

5. Bangun Suasana yang Menyenangkan dan Berikan Reward 

Membangun suasana yang menyenangkan di rumah saat belajar online, akan membuat peran orang tua menjadi lebih mudah. Mengikuti mood anaknya saat mau belajar, bisa menjadi salah satu alternative membangun suasana yang menyenangkan saat belajar di rumah. Atau orang tua bisa juga memberikan reward bagi anaknya yang telah selesai mengerjakan tugasnya.

Baca Juga : Childfree : Hilangnya Fungsi Keluarga

Cinta dan Sahabat (Part II)

Konten [Tampil]

Part II

Sahabat Sosiologi yang kemaren pengen tahu kelanjutan cerita dari Sakura yang berjudul “Cinta dan Sahabat”, kali ini akan saya ceritakan kelanjutan dari cerita tersebut. Tentu Sahabat Sosiologi penasaran kan ? seperti apa ending dari ceritanya ? Dari pada bertanya-tanya, lebih baik simak lanjutan ceritanya berikut ini.  


Cerita Sebelumnya…

Sebulan setelah Aku, Bintang dan Mahaputra lulus dari sekolah dan melanjutkan kuliah di tiga perguruan tinggi yang berbeda, hati dan pikiranku selalu saja memikirkan mereka. Saking terus menerus memikirkan mereka, sampai-sampai mereka masuk ke dalam mimpiku.

Kerinduanku kepada mereka berdua akhirnya terobati dengan kiriman surat yang mereka kirim kepadaku. Lebih senangnya lagi, bukan hanya kiriman surat saja, mereka berdua juga ngirim buku novel dengan judul yang berbeda, keduanya seperti sudah tahu kalau aku suka sekali baca novel.

Namun, isi surat mereka berdua membuat Aku berada pada situasi yang dilema. Kedua surat itu untaian isi hati mereka berdua, yang keduanya punya keinginan yang sama yakni ingin mengganti kata sahabat menjadi kata cinta.

4 Tahun Kemudian …

Tidak terasa 4 tahun berlalu. Aku, Bintang dan Mahaputra tidak pernah berkomunikasi langsung sejak kami bertiga lulus dari sekolah. Komunikasi terakhir yang terjalin hanyalah kata-kata dalam surat yang mereka kirim waktu itu, itupun tidak pernah kubalas, karena mereka berdua tidak meninggalkan alamat dalam suratnya.

Keinginanku untuk bertemu dengan mereka berdua sepertinya akan terwujud, karena kabarnya akan ada acara “Tepang Sono” alias reunian. Tentu saja kabar ini menjadi kabar yang bahagia buat Aku, dan saya berharap kedua temanku, Bintang dan Mahaputra, bisa datang di acara reunian itu.

Aku senang dengan kabar akan adanya acara reuni itu, tapi sekaligus juga bingung. Karena mereka berdua pasti menanyakan sikapku tentang isi surat yang mereka kirimkan. Jujur Aku sendiri belum punya jawaban untuk menanggapi isi surat itu.

Reuni yang Ditunggu-tunggu

Acara reunian yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga. Aku datang lebih awal ke tempat acara itu, yang kebetulan acaranya dilasanakan di sekolah. Sebuah banner yang bertuliskan “Selamat Datang” terpasang di depan gerbang sekolah, sebagai tanda kalau di sekolah itu ada acara reuni.

Akupun masuk ke dalam, dan di sana sudah ada beberapa temanku, ada yang kukenal ada juga yang tidak. Sambil menunggu acara dimulai, Aku berjalan dan berkeliling sekolah, hanya untuk sekedar mengingat cerita 4 tahun yang lalu. Meski hanya punya cerita 1 tahun, namun cerita yang dibangun itu punya kenangan yang berarti buatku.

Akhirnya Aku berhenti di depan kelas, yang tiada lain kelas di mana Aku belajara waktu itu. Dari balik jendela, Aku teringat kepada Mahaputra yang duduk di bangku paling depan. Dengan senyuman khasnya, Ia mempersilahkan Aku untuk duduk di bangkunya. “Ah,…”, ucapku dalam hati. 


Setelah lama Aku berkeliling sekolah, akhirnya acarapun dimulai. Tapi Aku belum fokus dan sedikit belum tenang, karena kedua temanku, Bintang dan Mahaputra belum terlihat batang hidungnya. Kedua mataku masih serius mencari mereka berdua di tengah-tengah kerumunan para alumni. Saat Aku terus mencari keberadaan mereka berdua, tiba-tiba ada seseorang yang bikin Aku kaget yang datang dari arah belakangku, sambil menyebut namaku.

“Assalamualikum, Sakura “, kata orang dibelakangku

“Waa…laikuum… salam”, jawabku dengan raut muka yang kaget

Ternyata yang mengucapkan salam itu adalah Bintang

“Bintang ….!”, Apa kabar ?”, tanyaku

“Alhamdulilah, kamu sendiri gimana ?, Jawabnya

“Alhamdulilah Aku juga fine”, ucapku pada Bintang.

Lalu tiba-tiba, Bintang dari balik punggungnya mengeluarkan sesuatu dan memberikannya kepadaku. Lagi-lagi buku novel ia berikan kepadaku. Dan sesuatu yang kutakutkan itu benar-benar terjadi, Bintang seperti menunggu jawabanku atas surat yang Ia kirimkan beberapa tahun yang lalu.

“Mudah-mudahan kamu suka dengan hadiah ini”, ucap Bintang sambil nyerahin buku novel itu kepadaku

“Insyaallah, terima kasih, Tang”, jawabku dengan singkat.

Saat menerima buku itu dari Bintang, mataku masih bolak balik melihat ke kerumunan para alumni. Aku masih belum melihat di mana Mahaputra berada. Karena melihat mataku seperti sedang mencari Mahaputra, Akhirnya Bintang bertanya padaku.

“Kamu pasti sedang mencari, Mahaputra yah?”, tanya Bintang

“Iya …kemana yah, Dia?”, jawabku.

“Oh iya, Sa, Mahaputra tidak bisa datang. Ia titip salam buat kamu.”kata Bintang

“Oh gitu,…sayang yah kita nggak bisa ketemu bareng”, ucapku

Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore, acara reunian pun berakhir dengan berkesan. Semua alumni melakukan foto bersama, ada juga yang swafoto. Semua peserta terlihat sangat bahagia, karena setelah 4 tahun berpisah akhirnya bisa bertemu kembali.

Sekolah yang asalnya ramai dengan para peserta reuni, perlahan-lahan berubah sunyi karena seluruh peserta sudah mulai meninggalkan tempat acara. Begitupun aku dan Bintang yang juga sama-sama akan segera meninggalkan tempat acara. Namun, aku menyempatkan dulu untuk duduk di kursi tembok, tepat di bawah pohon beringin besar yang tumbuh di halaman sekolah.

Di tempat itulah kami bertiga pernah duduk bareng, bercanda, dan ketawa. Di saat Aku mau beranjak pulang, tiba-tiba Bintang menghampiriku dan berdiri tempat di sampingku. Tanpa diminta, sambil memegang buku novel yang Ia berikan padaku 4 tahun yang lalu, Ia mengucapkan sesuatu yang membuatku diam tanpa kata-kata.

“Sa, buku novel ini pernah saya berikan ke kamu 4 tahun yang lalu. Saya tahu kamu pasti paham, dan hari ini saya menunggu jawaban kamu”, ucap Bintang

Aku hanya menatap ke depan, dan tidak berani melihat wajahnya Bintang. Perkataan itu benar-benar membuatku berada pada posisi yang sulit. Lama kami berdua berdiri, sementara matahari mulai terbenam, di tempat acarapun hanya terdengar suara dari para panitia. Akupun memberanikan diri untuk menanggapi apa yang diucapkan oleh Bintang.

“Bintang, sebelum Aku jawab, ada satu pertanyaan buat kamu. Dan pertanyaan itu adalah apakah kamu lebih memilih cinta atau persahabatan?”. Kataku pada Bintang.

Bintangpun langsung menjawab, “Aku tahu maksud dari pertanyaan itu. Sebelum hari ini Aku menyampaikan isi hatiku pada kamu, Aku lebih dulu menyampaikan niat ini kepada Mahaputra. Dan Mahaputra pun tidak keberatan karena Ia memandang kamu tidak lebih dari seorang sahabat”.

Mendengar ucapan Bintang, Aku semakin sesek, karena sepertinya Bintang tidak tahu kalau Mahaputra pun mengirimkan surat yang sama, bahkan isinya pun sama. 


Matahari benar-benar sudah terbenam, dan suara adzan magrib pun telah kami dengar, kami berdua mengakhiri percakapan kami dan meninggalkan tempat menuju arah yang yang berbeda.

Bersambung ....

Dampak Perubahan Sosial

Konten [Tampil]

Dampak perubahan sosial

Hallo sahabat sosiologi, kali saya akan menyampaikan materi tentang Dampak dari Perubahan Sosial yang terjadi di masyarakat. Semoga sahabat sosiologi terutama kelas XII, tetap semangat untuk terus belajar bersama situs www.sahabatsosiologi.com.

Berbagai bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat tentu akan menimbulkan berbagai dampak. Dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak perubahan sosial akan mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat. Apa saja dampak positif dan negatif perubahan sosial bagi masyarakat? Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut.

1. Dampak Positif Perubahan Sosial

Dampak positif Perubahan Sosial


Berikut beberapa dampak positif perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat adalah sebagai berikut.

a. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan iptek dapat mengubah nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru. Hal ini dapat mendorong berbagai inovasi dan memudahkan kehidupan masyarakat menuju perubahan sosial ke arah modernisasi. Sebagai contoh, pada zaman dahulu para petani menggunakan kerbau untuk mengolah lahan pertanian, sedangkan saat ini sudah banyak petani yang menggunakan traktor

b. Terciptanya Tenaga Kerja Profesional

Untuk mendukung persaingan industri, maka diperlukan tenaga kerja yang trampil, cakap, ahli, dan profesional. Dengan adanya perubahan sosial di berbagai bidang kehidupan seperti bidang Pendidikan dapat mendorong terciptanya tenaga kerja yang profesional

c. Nilai dan Norma Baru Telah Terbentuk

Dalam kehidupan masyarakat, perubahan sosial akan terjadi secara terus[1]menerus. Oleh karena itu, perubahan tersebut memerlukan nilai-nilai dan norma[1]norma dalam menjaga arus perubahan agar tidak menyimpang dari aturan yang telah ada. Nilai dan Norma tersebut dibentuk tanpa menghalangi terjadinya perubahan sosial.

d. Terciptanya Lapangan Kerja Baru

Perubahan sosial memiliki pengaruh terhadap industrialisasi dan perkembangan perusahaan multinasional yang berkembangan secara global dan pembukaan industri kecil. Hal ini dapat memberikan banyak lapangan kerja sehingga dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.

e. Efektivitas dan Efisiensi Kerja Meningkat

Efektivitas dan efisiensi kerja selalu berkaitan dengan penggunaan alat produksi yang tepat dalam menghasilkan produk lebih cepat, lebih banyak, dan tepat sasaran. Oleh karena itu, adanya perubahan sosial dapat mendorong terciptanya berbagai alat produksi yang modern.

Adanya berbagai dampak positif perubahan sosial seperti contoh di atas dapat menjadikan masyarakat lebih maju dan sejahtera. Dampak positif dari perubahan sosial yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat haruslah kita dukung, karena dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

2. Dampak Negatif Perubahan Sosial

Dampak negatif perubahan sosial pada umumnya ditunjukkan dengan kerugian yang dialami oleh masyarakat. Kerugian tersebut dapat berupa kerugian material maupun nonmaterial. Berikut dampak negatif dalam perubahan social: 

Dampak Negatif Perubahan Sosial

a. Terjadinya Disintegrasi Sosial

Disintegrasi terjadi karena adanya evolusi kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan yang mendorong perpecahan dalam masyarakat. Adanya perubahan sosial di masyarakat juga dapat mendorong munculnya disintegrasi yang dapat menimbulkan perpecahan.

b. Terjadinya Pergolakan Daerah

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dapat menimbulkan pergolakan di daerah. Hal ini dapat terjadi karena akibat dari beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

  1. Perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan politik.
  2. Tidak memperhatikan tatanan hidup.
  3. Mengabaikan nilai dan norma di masyarakat.
  4. Kesenjangan ekonomi.

c. Kenakalan Remaja

Adanya perubahan sosial memberikan kesempatan budaya asing untuk masuk dan berkembang di lingkungan masyarakat. Budaya asing tersebut memberikan pengaruh yang beragam, seperti nilai-nilai kebebasan. Masuknya budaya asing di lingkungan masyarakat tanpa adanya penyaringan dapat menimbulkan dampak negatif. Sebagai contohnya, mengikuti tren busana, pola hidup konsumtif, dan sebagainya.

d. Terjadinya Kerusakan Lingkungan

Perubahan sosial juga dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan sekitar. Pengaruh tersebut dapat berakibat pada rusaknya lingkungan alam sekitar. Saat ini banyak lahan hijau yang dijadikan lahan pemukiman

e. Eksistensi Adat Istiadat Berkurang

Akibat adanya perubahan sosial di masyarakat, nilai adat istiadat semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan nilai tersebut dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan digantikan dengan nilai kebudayaan modern

f. Lembaga Sosial Tidak Berfungsi Secara Optimal

Di masyarakat terdapat berbagai Lembaga sosial yang membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Setelah masuknya perubahan sosial, Lembaga sosial tersebut sudah tidak berfungsi secara optimal.

g. Munculnya Paham Duniawi

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dapat menumbuhkan paham keduniawian. Artinya, masyarakat lebih mementingkan urusan keduniaan. Adapun contoh pengaruh perubahan sosial dalam hal duniawi adalah sebagai berikut:

  1. Konsumerisme, yaitu suatu paham yang menjadikan seseorang mengonsumsi Atau memakai barang-barang secara berlebihan.
  2. Sekulerisasi, yaitu paham yang memisahkan urusan dunia dengan urusan agama.
  3. Hedonisme merupakan paham yang menganggap hidup bertujuan untuk mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan menghindari perasaan prasangka- prasangka yang menyakitkan.

Demikianlah sahabat sosiologi seputar dampak positif dan dampak negative dari perubahan sosial. Diharapkan sahabat sosiologi bisa menghindari dampak-dampak negative dari perubahan sosial.

DOWNLOAD MATERI

Referensi :

Irin veronica Sepang. 2020. Modul Sosiologi Kelas XII. Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

6 Upaya Mengatasi Perilaku Phubbing Siswa di Sekolah

Konten [Tampil]

Upaya mengatasi Phubbing dikalangan siswa

Perkembangan teknologi dan informasi kian hari semakin pesat. Salah satu bukti adanya progress perubahan dalam bidang teknologi dan informasi saat ini adalah penggunaan alat komunikasi dengan menggunakan smartphone atau android.

Smartphone ini mempermudah orang dalam melakukan komunikasi dengan orang. Waktu dan jarak tidak lagi jadi masalah. Bukan hanya bisa berkomunikasi dalam satu wilayah Negara saja, tetapi dengan adanya smartphone ini kita juga bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di luar negeri.

Manfaat smartphone ini tidak hanya bisa dirasakan dalam hal berkomunikasi saja, tetapi manfaatnya bisa juga digunakan dalam berbagai aktifitas lain, contohnya aktfitas belajar mengajar. Apalagi situasi pandemic covid-19 ini, telah mengubah proses pembelajaran pada siswa selama satu tahun lebih, yang asalnya dilaksanakan secara tatap muka di sekolah, berubah menjadi pembelajaran jarak jauh alias online. Konsekuensinya pembelajaran mau tidak mau harus berbasiskan smartphone, karena semua tugas yang diberikan oleh guru hampir semuanya via online.

Penggunaan smartphone ini membuat aktiftas semua orang menjadi praktis. Apa sih yang tidak bisa diakses lewat smartphone ini ? Hampir semuanya bisa diakses, mulai dari nonton tv, dengar radio, nyari referensi buat tugas, berinteraksi dengan orang-orang di dalam negeri maupun luar negeri, bermain game, memesan transportasi online, memesan makanan, bayar tagihan, transfer uang, sampai kepada melakukan hal-hal yang sifatnya menyimpang, misalnya melakukan pembullyan, pencemaran nama baik, penipuan, judi, prostitusi online dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai orang yang tiap harinya berada di lingkungan sekolah, hampir semua siswa sudah memiliki smartphone. Hanya sebagian kecil saja yang belum memiliki. Namun, akhir-akhir ini ada satu hal yang dilupakan dari penggunaan smartphone ini dan menjadi kekhawatiran saya pribadi yaitu hilangnya budaya komunikasi yang aktif di lingkungan sekolah, karena anak-anak lebih fokus pada ponselnya masing-masing. Prilaku ini disebut dengan prilaku phubbing.

Baca Juga : Childfree : Hilangnya Fungsi Keluarga

Pengertian Phubbing

Dikutip dari sebuah artikel online Istilah phubbing, berasal dari kata phone dan snubbing, diciptakan oleh Alex Haigh, mahasiswa Australia yang magang di perusahaan periklanan terkenal McCann di Australia. Ia kemudian direkrut menjadi pegawai tetap di sana. Film berjudul A Word is Born merekam keseluruhan proses penciptaan istilah baru ini dan menjadi iklan untuk Macquarie Dictionary Australia

Phubbing diartikan sebagai perilaku tidak mengindahkan orang lain, sibuk dengan gadget, kecanduan gadget. Pelaku phubbing disebut phubbers, yakni orang yang terus menerus cek email, sosial media, atau chatting menggunakan gadget. Pphubbing (Partner phubbing) adalah phubbing yang dilakukan saat anda sedang bersama dengan pasangan anda

Beberapa Prilaku Phubbing Siswa di Sekolah

Prilaku Phubbing bisa terjadi pada siapapun, termasuk kepada siswa di sekolah. Ahli menyebutkan bahwa Phubbing dapat digambarkan sebagai individu yang melihat Smartphone miliknya saat berinteraksi dengan orang lain, sibuk dengan Smartphone miliknya dan mengabaikan komunikasi interpersonalnya.

Beberapa prilaku phubbing di kalangan siswa yang sering terjadi di sekolah, (1) Siswa lebih sering menatap Smartphone pada saat berkomunikasi dengan orang lain, (2) Mengabaikan saat temannya mengajak berkomunikasi, dan (3) Lebih suka menyendiri dengan bermain game atau bermedia sosial.

Faktor yang Mempengaruhi Phubbing

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi siswa sehingga siswa tersebut berprilaku phubbing yaitu :

Penyebab prilaku phubbing


1. Kecanduan Ponsel

Ponsel atau smartphone merupakan alat canggih yang bisa digunakan untuk mempermudah kita dalam beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan kita. Ada perasaan takut seandainya ponsel jauh dari kita, adiksi terhadap ponsel bisa menjadi faktor kenapa siswa berprilaku phubbing. Siswa lebih suka menunggu pesan sms, atau chat daripada harus berkomunikasi dengan teman di sekelilingnya

2. Kecanduan Internet

Internet sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang tak terkecuali siswa. Dengan bisa mengakses internet, siswa bisa mengakses situs-situs yang menyediakan baik itu materi pelajaran ataupun hiburan seperti music atau film. Karena terus-menerus mengakses internet ini bisa melupakan orang-orang di sekitar, sehingga siswa berprilaku phubbing.

3. Kecanduan Game

Siapa sih yang tidak suka main game ? Semua orang termasuk para siswa pasti sangat suka game. Sekarang banyak sekali game-game yang ditawarkan oleh situs-situs online. Game-game inilah yang banyak dimanfaatkan oleh para siswa.

Game online lebih banyak dimainkan secara individu, bahkan game-game sekarang banyak yang dimainkan secara virtual. Kondisi inilah yang cenderung membuat anak jadi lebih suka menyendiri dengan gamenya daripada bermain dengan orang lain.

4. Kecanduan Media Sosial

Banyaknya media sosial yang muncul saat ini seperti facebook, instagram, twitter dan lain-lain membuat anak memilih menggunakan media sosial tersebut untuk berkomunikasi dengan teman lainnya. Disatu sisi kita bisa berkomunikasi di mana pun kita mau, tetapi di sisi lain kita mengabaikan teman kita yang ada di hadapan mata. Ada cuitan yang menggelitik, “yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh”.

Prilaku Phubbing itu membuat yang jauh jadi dekat, dan yang dekat menjadi jauh

Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Prilaku Phubbing Siswa di Sekolah

Jika prilaku phubbing ini dibiarkan, maka dikhawatirkan akan menjadi adiksi bagi siswa. Komunikasi lewat obrola-obrolan antar siswa sulit dijumpai. Anak-anak akan hilang rasa simpati dan empati terhadap teman-teman di sekitarnya. Kepedulian sosial tidak bisa lagi dirasakan, karena anak-anak di sekolah lebih peduli terhadap gadgetnya daripada teman di sampingnya yang membutuhkan perhatian. Padahal sekolah sendiri adalah salah satu tempat untuk mentransfer kebudayaan.

upaya mengatasi phubbing pada siswa

Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk segera mengatasi prilaku phubbing siswa di sekolah. Berikut tips yang bisa dilaksanakan di sekolah untuk mengatasi prilaku phubbing di kalangan siswa.

1. Larangan Membawa Smartphone

Upaya pertama yang bisa dilakukan sekolah dalam mengatasi prilaku phubbing siswa adalah membuat aturan tentang larangan membawa smartphone ke sekolah. Dengan aturan ini, setidaknya kecanduan anak terhadap smartphone akan berkurang. Manfaat lain dari pelarangan ini adalah anak-anak akan lebih fokus untuk mengikuti proses pembelajaran.

Lalu bagaimana jika ada orang tua yang perlu kepada anaknya secara mendadak ? Solusinya sekolah bisa memberikan nomor handphone wali kelasnya masing-masing kepada seluruh orang tua siswa.

2. Boleh Dibawa Tetapi Disimpan di Kantor

Jika upaya pertama dirasa sulit untuk dipraktekkan, karena penggunaan smartphone sesekali dibutuhkan dalam proses pembelajaran, maka upaya kedua bisa dicoba, yaitu smartphone boleh dibawa ke sekolah, tetapi saat tidak dibutuhkan dalam proses pembelajaran, maka smartphone harus disimpan di kantor. Hal ini tentunya harus dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat.

Baca Juga : 5 Fakta Wisata Situ Gunung Sukabumi : Dari Keindahan Alam Hingga Cerita Mistis

3. Gunakan Metode Diskusi Disaat Kegiatan Belajar Mengajar

Upaya ketiga ini bisa dilakukan oleh guru yang sedang mengajar di kelas. Guru diusahakan menggunakan metode diskusi saat melaksanakan proses mengajar di kelasnya. Hal ini bertujuan agar ada proses komunikasi antar siswa di kelas, sehingga keinginan untuk bermain smartphone akan lupa, dan mengurangi kecanduan terhadap gadget.

4. Berikan Pengetahuan Tentang Bahaya Gadget dan Phubbing

Cara keempat untuk mengatasi prilaku phubbing di kalangan siswa adalah dengan memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bahaya menggunakan gadget yang terus menerus dan bahaya prilaku phubbing. Penyampaian informasi ini bisa disampakan oleh guru, wali kelas, atau oleh guru BP/BK, pada saat berada di kelas, atau sedang memberikan amanat upacara.

5. Pasang Banner Tentang Bahaya Phubbing

Upaya kelima yang bisa dilakukan untuk mengatasi prilaku phubbing siswa di sekolah adalah dengan pemasangan iklan atau banner tentang bahaya phubbing di sudut sekolah yang strategis serta kerap dilewati oleh siswa.

6. Pengawasan yang Ketat

Agar upaya-upaya tadi bisa berjalan sesuai dengan harapan, maka perlu adanya pengawasan yang ketat dari sekolah. Tak jarang kita menemukan anak-anak yang masih kucing-kucingan dengan aturan sekolah. Bentuk pengawasannya bisa dengan cara melakukan razia secara berkala.

Kesimpulannya bahwa smartphone memiliki dua sisi. Sisi pertama adalah sisi positif, di mana smartphone bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dan sisi yang kedua adalah sisi negative, di mana smartphone ini bisa berdampak hilangnya rasa peduli dan kepekaan anak-anak terhadap orang-orang disekelilingnya, atau yang dikenal dengan sebutan prilaku phubbing.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan bisa mengatasi prilaku phubbing siswa di sekolah yang sudah masuk pada tahap mengkhawatirkan.

Tahfidz Camp : Ilmunya Dapet, Serunya Juga Dapet

Konten [Tampil]


Tahfidz Camp adalah kegiatan tahunan yang diselenggrakan oleh ekstrakurikuler Lentera Qurani Madrasah Aliyah Raudlotul Ulum Kadudampit, di mana kegiatan ini sebagai agenda rutin dari ekstrakurikuler Lentera Qurani.

Tahfidz Camp ini sengaja diagendakan untuk menghilangkan rasa bosan dari para anggota Lentera Qurani, dengan tujuan agar mereka bisa terus mencintai Quran dengan jalan menghafal Quran, dengan harapan rasa bosan itu menjadi hilang dan kembali fresh. Sehingga semangat untuk terus menghafalnya tetap terjaga.

Tahun ini Tahfid Camp sudah memasuki tahun kedua. Kegiatan Tahfidz Camp yang pertama diselenggarakan di dalam lingkungan sekolah, tapi untuk Tahfidz Camp ke-2 ini dilaksanakan di outdoors. Dan tempat yang djadikan untuk kegiatan tahun ini adalah tempat Wisata Situgunung Kadudampit Kab. Sukabumi


Lalu seperti apa sih suasana kegiatan tahfidz camp itu ? Dan keseruan seperti apa saja yang dirasakan para peserta tahfidz camp itu ? Berikut ulasan selengkapnya dari penyelenggaraan Tahfidz Camp Lentera Qurani MA Raudlotul Ulum yang kedua.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tahfidz Camp II

Pelaksanaan Tahfidz Camp II diselenggarakan selama 2 (dua) hari, dari tanggal 24-25 September 2021. Berbeda dengan Tahfidz Camp Pertama, Tahfidz Camp yang kedua ini mengambil lokasi di luar sekolah dan memilih outdoor dengan seluruh peserta dan panitia tidur di dalam tenda. Pokoknya seru banget.

Setelah beberapa kali survey ke beberapa lokasi, akhirnya dipilihlah tempat yang bertemakan alam, dan pilihannya jatuh kepada tempat wisata Situ Gunung Kadudampit Sukabumi. Selain lokasinya tidak jauh dari sekolah, tempat ini dianggap lebih aman dan fasilitas penunjang seperti lapangan yang luas, air dan kamar mandi juga tersedia.

Acara Tahfidz Camp II

Acara Tahfidz Camp II ini, rundown acaranya tidak jauh berbeda dengan Tahfidz Camp pertama. Ada 5 (lima) materi yang disuguhkan untuk para peserta. Dimulai dengan materi seputar ilmu Al-Quran, lalu materi kedua tentang Ilmu Tajwid, kemudian materi ketiga tentang Tehnik Menghafal Menggunakan Master (Menghafal Semudah Tersenyum), sementara saya diberikan kesempatan untuk memberikan materi keempat tentang Solusi Al-Quran dan Sosiologi dalam Mengatasi Masalah Remaja. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian motivasi dan inspirasi dari Ustad Rizky Ramdhani, pendiri Rumah Quran.

Kenapa Memilih Situ Gunung Kadudampit

Selain tempatnya luas, udaranya sejuk, fasilitasnya cukup memadai, jaraknya yang dekat, ternyata ada alasan yang sangat unik yaitu tidak adanya sinyal handphone.

Meskipun pembina Lentera Qurani, Ust. Iyus Rusmawan, tidak menyampaikan alasannya kenapa memilih tempat yang sulit sinyal, namun dari ucapan Ust. Rizki, bahwa untuk acara-acara yang sifatnya religius alangkah baiknya pilihlah tempat yang sulit dapat sinyal.

Ternyata tepat sekali, selama kegiatan berlangsung, semua peserta fokus kepada setiap kegiatan yang dilaksanakan, tidak terganggu dengan penggunaan hp. 


Mengingat Kebesaran Allah

Selain dapat kegembiraan dan ketenangan karena bisa ngecamp di alam terbuka, semua peserta juga bisa mendapatkan jalan untuk mengingat keberadaan Allah melalui ciptaannya. Bagaimana tidak, selama ngecamp kita diperlihatkan dengan ciptaan-ciptaan Allah yang sangat indah, ada gunung, ada danau, ada pohon-pohon tinggi dan besar, ditambah suara burung, serta banyaknya lutung-lutung yang bergelantungan. Tidakkah cukup untuk mengingat kebesaran Allah ?

Hiking

Agar acara ini lebih memberikan tantangan kepada peserta Tahfidz Camp, panitia memasukan kegiatan hiking ke dalam rundown acara. Acara hiking sendiri memanfaatkan luasnya hutan Situ Gunung.

Ada 4 (empat) checkpoint atau pos selama pelaksanaan hiking tersebut. Setiap peserta harus bisa melewati tantangan yang ada disetiap pos, agar bisa mendapatkan PIN kelulusan. Jika tidak bisa melewatinya, maka dapat dipastikan peserta tidak akan mendapatkan PIN sebagai syarat peserta dinyatakan lulus mengikuti Tahfidz Camp.

Tantangan yang paling seru ada di pos keempat, di pos ini semua peserta digojlog mentalnya dengan cara melewati rintangan agar berani melewati danau dengan berjalan.

Perjalanan Hijrah Ust. Rizky Ramdhani Al-Fath

Acara yang mengambil tema “Al-Quran Solusi dalam Menyelamatkan Generasi” ini ditutup dengan penyampaian cerita inspirasi dari seorang Ust. Rizky Ramdhani, seorang yang kenyang dengan kehidupan maksiat, dengan niat dan keyakinan yang kuat akhirnya beliau melakukan hijrah dengan mempelajari Quran secara kaffah. 


Kisahnya begitu haru dan terasa banget ke dalam hati. Saya saja sempat meneteskan air mata, begitupun para peserta. Beliau mengatakan kalau kita sudah punya niat dan keyakinan yang kuat serta istiqomah dalam hijrah dan Cinta Quran, apapun kesulitan kita akan dipermudah oleh Allah SWT, dan akan selalu diberi jalan keluar dari sudut-sudut yang tidak disangka-sangka

" Kalau kita sudah punya niat dan keyakinan yang kuat serta istiqomah dalam hijrah dan Cinta Quran, apapun kesulitan kita akan dipermudah oleh Allah SWT, dan akan selalu diberi jalan keluar dari sudut-sudut yang tidak disangka-sangka" ....Ust. Rizky

Ilmunya Dapet, Serunya Juga Dapet

Acara ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk mempelajari al-Quran dengan cara yang mudah. Ilmunya dapet, begitu juga dengan keseruannya pun bisa didapatkan. Tahfidz Camp bisa  mengenalkan al-quran dengan cara yang berbeda, dan mudah diterima oleh generasi sekarang ini.

Itulah cerita kami di Tahfidz Camp II, semoga bisa kembali berjumpa di Tahfidz Camp III di tahun berikutnya. 

Cintailah Al-Quran dengan selalu ada di dalam hati kita. Bacalah, artikan, tafsirkan dan lalu amalkan, barulah kita disebut sebagai generasi qurani.