Citayam Fashion Week, Subkultur yang Jadi Pro Kontra di Masyarakat, Perlukah Ditutup ?

Konten [Tampil]

Sekarang ini warga plus enam dua alias mayarakat Indonesia sedang diramaikan dengan munculnya fenomena Citayam Fashion Week. Sebuah fenomena yang memanfaatkan kawasan elit Jakarta, yakni kawasan SCBD atau singkatan dari Sudirman Central Business District.

Citayam Fashion Week


SCBD yang biasanya lebih banyak dilalui oleh mereka-mereka yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan profesional, tapi sekarang kawasan tersebut banyak didatangi oleh anak-anak muda alias remaja yang mengenakan pakaian kekinian dan nyentrik untuk kepentingan ngonten. Alhasil unggahan konten mereka menjadi viral dan menjadi suatu fenomena bernama Citayam Fashion Week. Dan sosok yang membuat viralnya fenomena Citayem Fashion Week ini adalah Bonge dan Jeje.

Ternyata fenomena Citayam Fashion Week berawal dari para remaja, yang berkumpul di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, hanya untuk sekadar nongkrong dan mencari hiburan dengan mengenakan fashion atau outfit yang nyentrik. Hingga konsep catwalk ala model profesional terealisasikan, untuk memenuhi kebutuhan konten di sosial media.

Menariknya remaja yang berkumpul di kawasan tersebut secara dominan berasal dari daerah penyangga Ibu Kota, yakni Citayam, Bojonggede, dan Depok, sehingga kepanjangan dari Sudirman Central Business District tersebut kemudian diplesetkan oleh banyak orang dengan nama yang baru yaitu Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok.

Citayam Fashion Week, telah membuat semua orang tertuju pada fenomena itu, dan menjadi pusat perhatian banyak orang, mulai dari para selebritas, model profesional, hingga tokoh politik ikut juga merasakan jalan di zebra cross yang dijadikan ajang catwalk ala Citayam Fashion Week.

Citayam Fashion Week, Sebuah Subkultur

Bisa dikatakan para remaja yang berkumpul di kawasan elit Jakarta itu merupakan sekelompok orang yang memiliki prilaku yang berbeda dengan kelompok orang yang biasa berada di kawasan itu.

Menurut ilmu sosiologi, subbudaya atau subkultur adalah sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk mereka. Subbudaya dapat terjadi karena perbedaan usia, ras, etnisitas, kelas sosial, jenis kelamin, dan/atau gender anggotanya, dan dapat pula terjadi karena perbedaan estetika, agama, politik, dan seksual; atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Anggota dari suatu subbudaya biasanya menunjukan keanggotaan mereka dengan gaya hidup atau simbol-simbol tertentu. Karenanya, studi subbudaya sering kali memasukkan studi tentang simbolisme (pakaian, musik dan perilaku anggota sub kebudayaan), dan bagaimana simbol tersebut diinterpretasikan oleh kebudayaan induknya.

Jika suatu subbudaya memiliki sifat yang bertentangan dengan kebudayaan induk, subbudaya tersebut dapat dikelompokan sebagai kebudayaan tandingan.

Maka para remaja di Citayam Fashion Week kemungkinan sebagai kelompok dari kelas sosial yang berbeda, yang memiliki simbol terutama gaya pakaian mereka, serta menjadi "kelompok tandingan" buat kelompok induk mereka yang selama ini mungkin memandang sebelah mata kepada mereka.

Pro Kontra Citayam Fashion Week

Munculnya pro kontra Citayam Fashion Week bukan tanpa alasan. Yang awalnya hanya ajang untuk happy dan fun saja buat para remaja, namun sekarang banyak muncul permasalahan.

Adanya penggunaan zebra cross yang menjadi ciri khas di Citayam Fashion Week ini dianggap menyalahi aturan. Kemacetan yang parah sering terjadi disitu. Banyaknya sampah yankawasang berserakan yang selama ini kawasan elit itu dikenal kawasan bersih. Belum lagi para remaja yang meramaikan SCBD tersebut terkadang tidur sembarangan sehingga membuat ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Dan yang paling menyita perhatian serta munculnya kekhawatiran adalah ajang Citayam Fashion Week ini terindikasi dijadikan sebagai "panggung" Bagi eksistensi keberadaan kaum LGBT di Indonesia, yang tentu saja keberadaan mereka sudah lama menjadi pemicu konflik di kalangan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Perlukah Citayem Fashion Week?

Apabila Citayam Fashion Week ini menjadi ajang kreativitas anak-anak muda, tentu saja ini baik sekali untuk diarahkan. Tapi jika fenomena ini dijadikan panggung bagi aktifitas terlarang oleh Kelompok-kelompok yang selama ini memang dilarang, tentu ini juga harus mendapat perhatian yang serius.

Pro kontra itu jelas pasti ada dan itu harus disikapi dengan bijak. Saya setuju dengan beberapa pemerhati yang mengatakan bahwa Citayam Fashion Week tetap harus diberi ruang tentunya dengan format yang lebih tertata. Misalnya waktu pelaksanaannya, tempatnya, tetap menjaga nilai dan norma, tidak dijadikan panggung politik, panggung kelompok terlarang, hingga yang tidak boleh dilupakan adalah memberikan edukasi kepada pengunjung agar lebih memperhatikan dan mau menjaga lingkungannya.

Mengenal Sosok Herbert Spencer

Konten [Tampil]

Herbert Spencer adalah seorang filsuf Inggris dan seorang pemikir teori liberal klasik terkemuka, yang lahir pada 27 April 1820 di Derby, Britania Raya dan meninggal pada tanggal 8 Desember 1903, di Brighton dan Hove, Britania Raya.

Herbert Spencer


Ia banyak menulis tentang teori politik, namun dia lebih dikenal sebagai bapak Darwinisme sosial. Spencer sering kali menganalisis masyarakat sebagai sistem evolusi, ia juga menjelaskan definisi tentang "hukum rimba" dalam ilmu sosial. Dia berkontribusi terhadap berbagai macam subyek, termasuk etnis, metafisika, agama, politik, retorik, biologi dan psikologi.

Besar di Lingkungan Keluarga Guru

Ayahnya bernama William George Spencer, yang berprofesi sebagai guru. Karena pengaruh ayahnya, sejak kecil, Spencer sudah dekat dengan buku-buku ilmu pengetahuan. Bahkan sudah diperkenalkan dengan pemikiran filosofis lewat keanggotaan ayahnya di Derby Philosophical Society.

Di usia 13 tahun, Spencer mulai hidup dengan pamannya, Thomas Spencer, yang kemudian mengajarkannya ilmu matematika, fisika, perdagangan bebas, dan pemikiran politik libertarian. Dan pada 1836, di usia 16 tahun, Spencer mulai bekerja sebagai teknisi sipil sementara dalam proyek rel kereta api yang sedang dibangun di seluruh Inggris.

Aktif di Dunia Jurnalistik

Spencer juga aktif di dunia tulis menulis, saking aktifnya ia menghabiskan waktu luangnya untuk menulis jurnal tentang kritik sosial. Siietelah didorong oleh sang paman, pada tahun 1842, Spencer akhirnya mengirim tulisannya ke surat kabar radikal bernama The Nonconformist, yang menandai awal kiprahnya di dunia jurnalistik dan retorika sosial-politik.

Pada 1848, pemikiran Herbert Spencer terhadap masalah sosial semakin tajam ketika ia menjadi editor untuk majalah mingguan Inggris, The Economist. Melalui tulisan-tulisannya, Spencer kerap menunjukkan pandangan liberal tentang hak-hak pekerja dan tanggung jawab pemerintah. Dan pada 1853, Spencer memilih berhenti dari The Economist untuk fokus pada penulisan ilmiah.

Karya-karya Herbert Spencer

Herbert Spencer memandang sosiologi sebagai ilmu yang mengamati susunan dan proses sosial sebagai sebuah sistem. Menurutnya, obyek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial, dan industri.

Pada 1851, Herbert Spencer menerbitkan buku pertamanya, Social Statics, di mana ia mulai menerapkan teori evolusi pada fenomena sosial. Dari buku itulah, peran Herbert Spencer dalam perkembangan ilmu sosiologi dimulai, yang kemudian mengantarkannya menjadi pelopor perspektif fungsionalis dalam sosiologi.

Teori yang dikemukakan Herbert Spencer dalam ilmu sosiologi serupa dengan teori evolusi biologi Charles Darwin. Bagi Spencer, terdapat kesesuaian antara masyarakat dan organisme biologis, karena sama-sama mengalami pertumbuhan terus-menerus dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.

Spencer menggambarkan bahwa masyarakat beradaptasi dengan lingkungan sosial untuk bertahan hidup dan berkembang. Menurut Spencer, di dalam peristiwa itu juga terdapat hukum rimba, "yang terkuat yang akan menang" atau survival of the fittest, terhadap masyarakat.

Ia berpandangan bahwa orang yang cakap akan memenangkan perjuangan, sedangkan mereka yang lemah akan tersisih. Teori Herbert Spencer tentang perubahan sosial inilah yang kemudian dikenal dengan "Darwinisme Sosial".

Berikut ini beberapa karya besar Herbert Spencer di bidang filsafat dan sosiologi.
  1. Social Statics: The Conditions Essential to Human Happiness (1850)
  2. Education (1854)
  3. The Principles of Psychology (1855)
  4. A System of Synthetic Philosophy (1864)
  5. The Principles of Sociology (1876-1896)
  6. The Data of Ethics (1884)
  7. The Man Versus the State (1884)

Nilai Sosiologis Tahun Baru Islam

Konten [Tampil]

Sama halnya agama lain, Islam juga memiliki tahun baru sendiri yang sarat makna dan bernilai sejarah. Tahun baru Islam itu jatuh pada tanggal 1 Muharam pada kalender Hijriyah, dan tahun ini tahun baru Islam sudah memasuki tahun ke 1444 Hijriyah.



Bulan Muharram juga disebut sebagai syahrullah al Asham yang berarti Bulan Allah yang sunyi. Maka selain dilarang berperang, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan baik, salah satunya adalah puasa. Hal itu sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Nilai Sosiologi Tahun Baru Islam

Bicara tahun baru Islam tentu saja tidak bisa dilepaskan dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Dalam sejarah Islam, Tahun Baru Hijriyah sendiri menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Hijrah tersebut memiliki makna penting bagi umat Muslim. Misalnya makna perjuangan Islam pada saat itu, makna perdamaian karena Nabi Muhammad melarang melakukan perang pada bulan Muharam dan masih banyak lagi makna-makna lainnya.

Secara kontekstual sosiologi memandang tahun baru Islam ini sebagai bentuk langkah Nabi Muhammad SAW melakukan perubahan sosial pada saat itu. Nabi melaksanakan hijrah dari Mekah ke Madinah ketika itu selain ada perintah dari Allah secara wahyu, tetapi juga sebagai langkah menuju peradaban yang lebih maju.

Dalam sosiologi ada istilah perubahan sosial yang bersifat progress. Perubahan yang progress ini adalah perubahan yang menuju kepada kemajuan atau positif. Dan inilah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada waktu itu sebagai langkah yang pas dan tepat untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah untuk merubah keadaan menuju keadaan yang lebih baik lagi.

Boleh dikata Nabi Muhammad SAW kala itu telah melakukan perubahan yang bentuknya revolusi dan terencana. Revolusi karena Nabi Muhammad SAW melakukannya secara cepat dan tepat sehingga peradaban Madinah dikenal sampai sekarang. Juga melakukan hijrah setelah 13 tahun Nabi berdakwah di Mekah, dan sudah saatnya melakukan pergembangan Islam ke wilayah lainnya.

Dengan proses hijrahnya Nabi ini kemudian awal terjadinya peradaban Islam ke seluruh penjuru dunia. Maka tidak salah Nabi Muhammad SAW kalau disebut sebagai Agent Of Change atau sosok yang terdepan dalam perubahan dan peradaban Islam. Dan sudah tepat apabila yang penulis yang mengatakan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh pertama yang berpengaruh di dunia. 

Pelajaran Berharga dari Pondok Pesantren Yaspida

Konten [Tampil]

Hari Minggu, tanggal 24 Juli 2022, saya diajak oleh kakak saya untuk ikut melakukan monitoring ke sebuah pesantren yang ada di Sukabumi. Ceritanya saya ditunjuk untuk menjadi pendamping kakak saya pada monitoring itu. Tentu banyak hal yang saya dapatkan dari ikut berkunjung ke pesantren tersebut.

Pesantren yang menjadi tujuan saya dan kakak saya adalah Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Alfitroth atau lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Yaspida. Pesantren yang sudah berdiri sejak tahun 1999 ini dipimpin oleh seorang Kiai yang kharismatik, Dr. KH. E.S Mubarok, M.Sc, MM.


Sebelum berangkat ke tempat tujuan, perasaan saya dan kakak saya kurang begitu baik. Kami tidak yakin akan bisa bertemu langsung dengan pengasuh pondok pesantrennya. Selain berkunjung di luar hari kerja, ditambah juga pengasuh pondok Pesantren Yaspida adalah sosok yang super sibuk. Kedua alasan itulah yang membuat kami kurang yakin akan bisa bertemu dengan beliau.

Saat kami datang ke lokasi tidak ada satu pun pegawai yang bisa kami temui. Kami hanya bertemu beberapa santri dan kami sampaikan kepada mereka maksud kedatangan kami. Mungkin inilah yang disebut dengan jalan Allah, kami akhirnya bisa bertemu dengan salah satu pengasuh pondok Pesantren, yang kebetulan orang itu adalah salah seorang yang memang ingin ditemui oleh kakak saya sebagai respondennya.

Nama orang itu Bapak Agus. Di Yayasan tersebut Ia menjabat sebagai Direktur Bussines Centre. Sebelum bergabung di Yaspida, Pak Agus ini hampir 30 tahun lebih melanglang buana menjalani kehidupan, mulai dari bekerja sebagai helper, tukang bersih bersih, hingga pada akhirnya menjadi karyawan di salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Bekerja di gedung tinggi yang ada di kawasan elit Jakarta, dengan gaji diatas 30 juta per bulan, pernah Ia rasakan.

Qodarullah kami berlanjut, meski hanya berjumpa selama kurang lebih 40 menit, kami akhirnya bisa bertemu dengan sosok pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Yaspida, yakni Dr. KH. E.S Mubarok, M.Sc, MM. Beliau bikin kami merasa terhormat, karena bukan kami yang menemui beliau, justru beliau lah yang menemui kami. Yang menurut kami hal seperti ini jarang-jarang ditemui.

Ada banyak ilmu atau pelajaran berharga yang saya dapatkan dari kunjungan ke Pondok Pesantren Yaspida tersebut. Baik pelajaran berharga dari Pak Kiai sendiri, maupun dari sosok Direktur Bussines Centre nya.

Berikut pelajaran berharga yang saya dapatkan dari kunjungan ke Pondok Pesantren Yaspida tersebut

Harus Mau Bersilaturahmi

Pesan ini disampaikan langsung oleh Pak Kiai kepada kami. Menurutnya kalau kita ingin mendapatkan keberkahan hidup maka sering-sering lah bersilaturahmi ke orang atau istilah beliau itu "datangan" artinya kunjungi.

Pondok Pesantren itu Harus Kuat Secara Ekonomi

Pelajaran berharga yang kedua adalah prinsip Pak Kiai tentang kepesantrenan. Menurutnya pondok pesantren itu harus kuat secara ekonomi. Makanya pondok Pesantren itu harus punya unit usaha untuk bisa menjalankan operasional pondok Pesantren.

Manajemen Ilahiyah

Menurut Pak Kiai, selain harus pintar manajemen insaniah dalam hal ini jago secara ilmu ekonomi, tetapi juga kita mesti menguasai Manajemen Ilahiyah. Manajemen Ilahiyah ini berhubungan langsung dengan sang Pencipta. Misalnya ketika kita mendapatkan keuntungan secara ekonomi, maka di dalam keuntungan tersebut ada nilai manajemen Ilahiyah yaitu nilai zakatnya.

Antar Pondok Pesantren Mesti Bahu Membahu

Pesan terakhir yang beliau sampaikan adalah antar pondok Pesantren itu harus bahu membahu alias saling bantu. Beliau secara terbuka memberikan kesempatan kepada pondok Pesantren lainnya untuk bekerja sama dalam mengembangkan ekonomi Pesantrennya. Tidak perlu berkompetisi apalagi berkompetisi yang tidak sehat

Selain ada pesan-pesan berharga dari Pak Kiai, saya juga mendapatkan pelajaran berharga dari Pak Agus.

Berani Hijrah

Sebelum bergabung dengan Pondok Pesantren Yaspida, beliau adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan milik salah seorang yang terkaya di Indonesia. Namun, saat Ia menjawab tawaran dari Pak Kiai untuk bergabung dengan Pondok Pesantren Yaspida, di waktu bersamaan ia juga mendapatkan tawaran untuk bekerja dengan gaji puluhan juta per bulannya. Dengan bismilah dan dukungan isteri tercintanya, Ia akhirnya menerima tawaran dari Pak Kiai. Menurutnya sejak bergabung pada tahun 2016, Ia merasa ada ketenangan hati, pengetahuan agama bertambah, dan yang paling bahagia adalah tidak lagi meninggalkan sholat.

Kalau Mau Bisnis "When"

Menurutnya kalau kita mau bisnis coba tanyakan pada diri kita "when" atau kapan. Artinya harus segera diwujudkan keinginan itu. Jangan nunggu nanti-nanti. Kita udah punya wadah untuk usaha, tapi tidak mulai-mulai juga, jangan harap bisnis nya terwujud.

Setelah 2 jam lebih kami berbincang-bincang, kemudian kami diajak jalan mengelilingi kawasan Pondok Pesantren. Luar biasa sekali, dilahan sekitar 1300 hektare, selain penataan lingkungan sekolah yang rapi, hijau, asri, ternyata Pondok Pesantren ini punya banyak unit usaha ekonomi mulai dari peternakan sapi, domba, kuda, ayam daging dan petelur. Ada juga usaha perikanan, bisnis loundry, pabrik beras, pabrik air mineral, hingga yang terbaru makanan cepat saji yaitu Darussyifa Chicken atau disingkat Darchik. Yang membuat saya terkesan adalah semua usaha tersebut melibatkan dan dijalankan oleh para santri.

Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Berikut Rangkumannya !

Konten [Tampil]

Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, kembali merubah paradigma pendidikan Indonesia dengan paradigma baru. Paradigma baru tersebut dinamakan Kurikulum Merdeka, dimana kurikulum ini diterapkan sebagai pemulihan pembelajaran. Hal itu dijelaskan dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 56/M/2022, Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Merdeka Belajar PAUD

Semua jenjang satuan pendidikan disebutkan dalam keputusan menteri tersebut, tak terkecuali jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berikut penerapan Kurikulum Merdeka pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Struktur kurikulum pada PAUD

Poin pertama dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini adalah Struktur Kurikulum. Berikut lampiran Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, nomor 56/M/2022, Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran pada PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA), terdiri
atas:

1. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler adalah bermain bermakna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Kegiatan yang dipilih harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Kegiatan perlu didukung oleh penggunaan sumber-sumber belajar yang nyata dan ada di lingkungan sekitar anak. Sumber belajar yang tidak tersedia secara nyata dapat dihadirkan dengan dukungan teknologi dan buku bacaan anak.

2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD). Penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD.

Alokasi waktu pembelajaran di PAUD usia 4 - 6 tahun paling sedikit 900 (sembilan ratus) menit per minggu. Alokasi waktu di PAUD usia 3 - 4 tahun paling sedikit 360 (tiga ratus enam puluh) menit per minggu. 

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di PAUD

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang
disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pada PAUD, projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan untuk pengayaan wawasan dan penanaman karakter sejak dini. Penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan perwujudan enam karakter profil pelajar Pancasila pada fase fondasi. Untuk pelaksanaan kegiatan di PAUD, pemerintah menetapkan tema-tema utama yang dapat
dikerucutkan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. 

Tema-tema utama projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh
satuan PAUD adalah:

1. Aku Sayang Bumi

Tema ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik pada isu lingkungan, eksplorasi dalam mencari solusi kreatif yang dapat dilakukan oleh peserta didik, serta memupuk
kepedulian terhadap alam sebagai perwujudan rasa sayang terhadap ciptaan Tuhan YME.

2. Aku Cinta Indonesia

Tema ini bertujuan agar peserta didik
mengenal identitas dan karakteristik negara, keberagaman budaya dan ciri khas lainnya tentang Indonesia sehingga mereka
memahami identitas dirinya sebagai anak Indonesia, serta bangga menjadi anak Indonesia.

3. Bermain dan Bekerja sama/Kita Semua Bersaudara

Tema ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk mampu berinteraksi dengan teman sebaya, menghargai perbedaan, mau
berbagi, dan mampu bekerja sama.

4. Imajinasiku/ Imajinasi dan Kreativitasku 

Tema ini bertujuan untuk mengajak peserta didik belajar mengenali dunianya melalui
imajinasi, eksplorasi, dan eksperimen. Pada tema Imajinasiku ini peserta didik distimulasi dengan serangkaian kegiatan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalamannya dan menguatkan kreativitasnya.

Demikian rangkuman  kurikulum merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), seperti yang tertuang dalam lampiran Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, nomor 56/M/2022, Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. 

Semoga perubahan paradigma baru ini akan membawa kualitas pendidkan Indonesia yang lebih baik dan maju. 

Punya Perasaan Kurang Percaya Diri Yang Berlebihan? Awas Jangan-jangan Anda Terkena Inferiority Complex

Konten [Tampil]

Setiap orang memiliki kepercayaan diri yang berbeda-beda. Ada yang punya kepercayaan diri yang tinggi, namun ada pula yang rasa percaya dirinya rendah. Memiliki rasa percaya diri yang tidak sebaik orang lain adalah hal wajar dan manusiawi. Tapi hati-hati jika rasa kurang percaya diri yang timbul sangat berlebihan, bisa jadi anda terkena gejala inferiority complex.

Inferiority complex


Pengertian Inferiority Complex

Dikutip dari laman www.hellosehat.com Inferiority complex adalah istilah untuk menggambarkan perasaan lemah dan ketidakmampuan yang intens pada diri seseorang. Inferiority complex lebih dari sekadar rasa kecewa dan sedih saat menghadapi kegagalan. Mereka yang memiliki kecenderungan ini selalu merasa bahwa pencapaian, kemampuan, daya tarik, atau kebahagiaan yang didapatkannya tidak berarti bila dibandingkan dengan orang lain.

Karena citra diri negatif yang selalu muncul, mereka sering pesimis dan takut tidak bisa memenuhi ekspektasi diri sendiri atau orang lain. Perasaan tidak cukup baik dan tidak menguntungkan jadi penghalang mereka untuk mencapai impian.

Jenis Inferiority Complex

Jenis Inferiority Complex ada dua, yaitu : Inferioritas primer dan inferioritas sekunder. 

  1. Inferioritas primer terjadi pada masa kanak-kanak, ketika orang tua sering membandingkan anaknya dengan anak lain. Atau anak yang sering dimarahi dan diragukan kemampuannya oleh orang terdekatnya dapat tumbuh menjadi pribadi yang merasa tidak punya harga diri.
  2. Inferioritas sekunder merupakan ketidakmampuan orang dewasa untuk mencapai tujuan akibat perasaan rendah diri yang mereka miliki. Banyak faktor yang bisa membuat inferioritas muncul saat dewasa, meliputi citra tubuh yang buruk, kondisi ekonomi yang sulit, serta lingkungan sosial di sekitar tempat tinggal yang tidak sehat untuk bersosialisasi

Tanda-tanda Terkena Inferiority Complex

Masih dikutip dari laman yang sama, orang-orang yang terkena inferiority complex adalah mereka yang memiliki perasaan rendah diri dengan tanda-tanda khusus yang meliputi:

  1. cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain saat berbicara,
  2. memiliki gaya komunikasi yang pasif,
  3. memiliki motivasi dan energi yang rendah,
  4. menarik diri dari keluarga, teman, dan orang lain,
  5. mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan tidak terduga (mood swing),
  6. terus-menerus mencari validasi dan pujian dari orang lain,
  7. kecenderungan menganalisis pujian dan kritik secara berlebihan,
  8. menghindar dari kegiatan yang kompetitif agar tidak dibandingkan dengan orang lain,
  9. tidak mampu memberi pujian untuk diri sendiri, serta
  10. menganggap remeh prestasi dan kualitas positif diri.

Dampak Inferiority Complex

Tentu saja bila dibiarkan Inferiority complex ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Tidak hanya merusak hubungan Anda dengan orang-orang terdekat, inferiority complex juga bisa memicu Anda untuk melakukan pelampiasan melalui cara yang kurang baik.

Saking bahayanya sebuah penelitian tahun 2011 pernah menunjukkan, perasaan rendah diri yang berlarut-larut dapat meningkatkan risiko kecanduan yang berbahaya. Seseorang yang terkena inferiority complex bisa saja beralih mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang sebagai jalan atau solusi yang akan membantunya menghindar dari kesulitan.

Apalagi jika inferiority complex ini terjadi pada pekerjaan anda. Anda akan kurang fokus pada pekerjaan, karena khawatir terhadap kompetensi anda sendiri. Alih-alih berusaha melakukan yang terbaik, Anda malah terus-terusan terpaku memikirkan hasil dan pandangan rekan kerja atau atasan tentang diri Anda.

Atau juga inferiority complex ini bukan tak mungkin, akan memunculkan rasa cemas atau gangguan kecemasan, sulit tidur, bahkan berkembang menjadi depresi di kemudian hari.

Cara Mengatasi Inferiority Complex

Dikutip dari https://glints.com berikut adalah kiat-kiat paling ampuh ketika kamu sedang merasakan Inferiority Complex :

1. Self care

Pertama-tama, yang harus kamu lakukan ketika merasakan inferiority complex adalah untuk menerapkan kebiasaan self care. Caranya cukup dengan mengapresiasi segala pekerjaan yang telah kamu selesaikan. Apresiasi sekecil apapun hasil pekerjaan anda.

Selanjutnya mulai berhenti membandingkan diri Anda dengan kemampuan orang lain. Tidak perlu terbawa oleh kehebatan orang lain. Dan mulai membenahi diri dengan mempelajari skill-skill baru anda.

2. Hindari Teman yang Toxic

Terkadang kamu akan menemui orang yang tidak suportif dan selalu membentuk persaingan yang tidak sehat. Nah, agar psikismu tidak terdampak, hindari rekan toxic dan dekatkan diri dengan teman-teman yang suportif.

3. Jangan Hiraukan Pendapat Orang Lain

Terakhir, cara ampuh untuk mengatasi inferiority complex adalah dengan mengacuhkan pendapat orang lain tentang dirimu. Jangan hiraukan pendapat atau persepsi orang lain tentang kita. Pisahkan diri dari penilaian orang lain, pada akhirnya, pendapatmu tentang diri sendirilah yang penting.

Saat sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, dijamin orang lain juga akan merasa nyaman dengan kamu. Intinya, pola pikir kita harus merasa insecure dan kurang puas adalah suatu hal yang alamiah dan sangat manusiawi. Cintailah diri sendiri dan hargai semua hal yang telah kamu raih. Terakhir yang perlu kamu ingat adalah bahwa kamu itu tidak sendiri.

Lakukan 3 Hal Berikut Jika Kebaikan Kamu Tak Dianggap

Konten [Tampil]

Pernahkah kalian membantu orang tetapi kebaikan kamu tidak pernah dihargai bahkan dijelek-jelekin ? Ya begitulah, bisa dibilang bantuan yang kita berikan tak dianggap. Lalu perasaan kita bagaimana kalau ada pada posisi seperti itu? Sakit sudah pasti, kesel wajarlah.



Saya pernah berada pada situasi seperti itu, bahkan banyak yang nanya ke saya, apa yang harus dilakukan jika kita berada pada situasi yang tidak menyenangkan seperti itu. Berikut 3 hal yang bisa dicoba dari pengalaman saya jika kebaikan atau bantuan kita kepada orang lain tidak dihargai atau saat kita membutuhkan bantuan teman yang kita bantu, malah menolak atau mencari-cari alasan.

Ubah Pola Pikir dan Jangan Terjebak dengan Situasi

Pertama perlahan-lahan pola pikir kita mesti diubah. Manusiawi apa yang kita berikan kepada orang lain, ada keinginan untuk dibalas. Artinya selama pola pikir ini ada dalam pikiran kita, sudah barang tentu kita pasti sakit hati atau kesel apabila bantuan kita tidak dihargai dengan baik. Boro-boro dihargai, ini mah malah dijelek-jelekin kepada orang lain.

Disinilah kita harus menerapkan ilmu yang disebut dengan ilmu ikhlas. Memang ilmu yang satu ini mudah diucapkan tapi sulit dipraktekkan. Tapi yah sedikit-sedikit ilmu ikhlas ini harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Agar kita tidak selalu kesel atau marah, ketika kita membantu orang apalagi teman atau sahabat, namun bantuan kita dianggap tidak pernah ada. Bahkan lebih kesal lagi ketika orang yang kita bantu, malah susah dimintai bantuannya.

Awas hati-hati kita jangan sampai terjebak dengan situasi yang ada. Maksudnya mereka menjelekkan kita atau menolak permintaan kita, padahal mereka sering dibantu, kita jadi ikut menjelek-jelekan mereka.

Berpikir Positif

Kedua yang harus dilakukan jika bantuan yang kita berikan kepada teman, tidak dihargai dengan berterima kasih, begitu pula saat kita minta bantuan kepada teman yang kita bantu, selalu menolak dan banyak alasan, caranya belajar untuk selalu berpikir positif.

Tidak perlu berprasangka buruk dulu ketika kita minta bantuan kepada teman yang pernah kita bantu, ucapkan dulu aja kata mungkin dan mungkin. Mungkin mereka sedang sibuk, atau mungkin waktunya yang kurang pas atau tepat, atau mungkin mereka punya alasan yang kuat sehingga tidak bisa bantu kita.

Berinteraksi Seperlunya

Nah, cara yang ketiga ini adalah cara kita menyikapi jika teman yang kita bantu itu memiliki sifat dan karakter yang kurang baik, atau bahkan cenderung memanfaatkan kita. Mereka datang dan memuji-muji kita ketika ada maunya, tapi mereka seakan-akan hilang saat kita membutuhkannnya.

Cara menyikapinya adalah mengurangi dan membatasi berinteraksi dengan teman yang punya karakter seperti itu. Tapi ingat, bukan menjauhinya tetapi berinteraksi seperlunya saja. Lebih berhati-hati saat akan memberikan bantuan. Tidak hanya mendepankan kejujuran tetapi juga profesionalitas juga dibutuhkan.

Itulah pengalaman saya ketika saya mendapatkan situasi yang tidak menyenangkan dari teman atau sahabat yang ada dan bersikap baik ketika ada maunya, tapi hilang seperti ditelan bumi ketika kita benar-benar sangat membutuhkannya. InsyaAllah kebaikan yang kita berikan hakikatnya sudah dikembalikan lagi oleh Allah.

Mungkin teman-teman punya cara lain yang lebih simpel dan lebih jitu menghadapi situasi seperti itu

Berikut 5 Momen Unik yang Ada di Samenan

Konten [Tampil]

Di tempat saya tinggal, ada sebuah tradisi wajib yang harus dilaksanakan di akhir kegiatan pembelajaran. Tradisi akhir tahun yang dimaksud adalah tradisi Samen atau Samenan. Kata samen ini merupakan kata lain dari kegiatan kenaikan kelas yang biasa dilakukan oleh setiap lembaga di akhir tahun pelajaran.

Namun, hampir dua tahun kegiatan samen ini tidak bisa dilaksanakan karena adanya pandemi covid-19 atau virus corona. Pemerintah tidak memberikan izin bagi lembaga untuk melaksanakan samen, karena pertimbangan keselamatan. Pemerintah tidak mau mengambil resiko dengan melarang keras kegiatan samen ini untuk diselenggarakan. Bahkan mendatangi setiap lembaga pendidikan dengan menghimbau agar tidak menyelenggarakan samen tersebut apapun alasannya.

Baru setelah covid-19 di tahun 2022 ini penyebarannya mulai landai dan cenderung turun, pemerintah akhirnya memberikan kelonggaran kepada setiap lembaga untuk bisa menyelenggarakan kembali kegiatan samen ini secara outdoor, tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kebijakan pemerintah ini sedikit banyak memberikan angin segar dan kebahagiaan bagi para siswa dan masyarakat. Bayangkan kegiatan yang selalu meriah ketika dilaksanakan ini, tiba-tiba harus terhenti karena adanya covid.

Lalu, ada apa dengan samen ini? Sehingga seluruh masyarakat terutama anak anak sangat menantikan kemeriahan samen ini. Berikut 5 (lima) momen yang khas yang ada pada saat kegiatan samen dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan.

Pawai Drumband

Momen pertama yang selalu ditunggu-tunggu oleh siswa dan orang tua pada saat samen adalah pawai drumband. Pawai Drumben (bahasa Inggris: drum band) adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. 

Penampilan drumben merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Drumben dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.

Pawai Drumband

Namun di tempat saya tinggal, sebelum melakukan atraksi atau perform, biasanya drumband melaksanakan dulu pawai di jalan, yang diikuti oleh seluruh anak anak di belakangnya. Selain anak-anak, ada juga masyarakat yang ikut pawai yang menampilkan kreasi yang unik-unik. Kreasi dari masyarakat inilah yang menjadi daya tarik dari pawai drumband tersebut.

Membaca Lesengan

Tradisi baca lesengan adalah momen kedua yang menjadi ciri khas dari kegiatan samen ini. Baca lesengan adalah pidato singkat dari seluruh anak-anak, dengan menyampaikan sebagian materi pelajaran yang dipelajarinya. Untuk melakukan baca lesengan ini, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok, dan dalam setiap kelompoknya terdiri dari dua hingga tiga orang.

Pembacaan Lesengan (Pidato) 


Adapun tujuan dilaksanakannya membaca lesengan adalah pertama untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar dari anak-anak. Dan yang kedua adalah untuk melatih mental agar anak-anak punya keberanian untuk tampil di depan yang hadir.

Penampilan Kreasi Anak

Momen ketiga yang unik yang ada pada saat dilaksanakannya kegiatan samen adalah penampilan kreasi anak. Berbagai kreasi anak biasanya ditampilkan, mulai dari tarian, drama, puisi, permainan seni bela diri, hingga pentas humor (Sunda : ngabodor).

Penampilan Kreasi Anak


Pasar Dadakan

Yang tak kalah unik dan menarik dari perhelatan samen ini adalah adanya pasar dadakan. Maksudnya munculnya para pedagang dadakan yang menjajakan jualannya. Mulai jualan makanan, mainan anak anak, sampai jasa permainan. Dan semuanya bisa menjadi lahan rizki bagi para pedagang dan penjual.

Untuk para pengunjung tidak perlu khawatir ketika ingin jajan. Di samenan ini banyak banget jajanan yang bisa dicoba, ada bakso, mie ayam, berbagai jenis es campur, sosis, dan yang paling banyak diburu serta menjadi ciri khas di samen adalah makan sate.

Sementara momen yang paling ditunggu oleh anak-anak di saat samen itu adalah beli mainan. Namun, ya begitulah harga-harganya lumayan mahal. Tapi kita juga maklum, memanfaatkan aji mumpung. Sebuah momen langka yang hanya ada setiap setahun sekali.

Dominan Madrasah

Hal unik terakhir dengan kegiatan samenan ini adalah samenan ini relatif secara dominan hanya dilaksanakan di kalangan madrasah saja yakni madrasah ibtidaiyah dan madrasah diniyyah. Sementara untuk madrasah tsanawiyah dan aliyah hanya melaksanakan acara kenaikan kelas biasa saja. Bahkan untuk kalangan sekolah seperti sekolah dasar, sekolah menengah, jarang sekali menggelar acara samenan seperti di madrasah ibtidaiyah dan Diniyah.



Untuk acaranya sendiri, paling sedikit satu hari, dan paling lama ada yang melangsungkan acara selama 3 hari 2 malam. Kalau di sekolah saya biasanya dilaksanakan selama 2 hari 1 malam. Di malam harinya sudah pasti diisi dengan penyampaian ceramah.

Berikut 5 Rencana Yang Bisa Dilakukan Setelah Lulus, Nomor 5 Harus Mempunyai Mental Yang Matang

Konten [Tampil]

Tidak terasa bagi siswa siswi kelas 12 SMA/MA, sudah memasuki akhir dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Minggu pertama di bulan Mei 2022 kemarin, sekolah telah mengumumkan kelulusan bagi siswa siswi kelas 12. Tentunya pengumuman kelulusan ini disampaikan setelah anak-anak menyelesaikan tahapan kelulusan yakni mengikuti ujian madrasah atau sekolah. Ada yang tidak perlu melewati remedial, namun tidak sedikit siswa dan siswi yang harus terlebih dahulu melaksanakan proses remedial, karena nilainya belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh pihak sekolah atau madrasah.



Bagi yang lulus tanpa syarat sudah pasti bahagia. Bagi yang harus melewati remedial dulu, rasa bahagia mesti tertunda. Namun bukan hanya kata lulus dari sekolah saja yang diperlukan, tetapi ada hal lain yang tidak kalah penting yaitu rencana setelah lulus. Tentu anak-anak yang lulus harus juga memikirkan, apa yang akan mereka lakukan setelah lulus. Jangan sampai setelah mendapatkan selembar kertas kelulusan, anak-anak bingung mesti melakukan apa.

Nah, berikut 5 (lima) rencana yang mungkin bisa dijadikan pilihan setelah lulus.

Kuliah atau Melanjutkan Pendidikan

Pilihan pertama setelah kalian lulus dari SMA/MA dan sederajat yaitu kuliah atau melanjutkan pendidikanya. Silahkan kuliah bisa dijadikan alternatif pertama setelah kalian lulus dari SMA/MA atau sederajat. Banyak pilihan untuk dijadikan tempat kuliah kalian, ada perguruan tinggi negeri atau swasta, ada perguruan tinggi dalam atau luar daerah, ada jalur reguler atau beasiswa, ada kelas reguler atau kelas karyawan, atau mungkin juga kalau rezekinya bagus bisa kuliah di luar Indonesia.

Hari ini tidak ada alasan lagi tidak bisa kuliah karena biaya, karena pemerintah telah menjalankan kebijakan program Indonesia pintar dengan mengeluarkan KIP Kuliah dan Bidik Misi. Bahkan tidak sedikit lembaga swasta pun yang menawarkan beasiswa untuk para mahasiswa barunya.

Selain melanjutkan ke pendidikan formal (kuliah), kalian bisa juga mencoba memilih melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari SMA/MA/sederajat ke pendidikan non formal, misalnya mondok di pesantren. Atau juga bisa memilih pendidikan vokasional atau keahlian dengan masuk ke ke Balai Latihan Kerja (BLK), yang semua kegiatannya banyak yang gratis.

Untuk yang mau kuliah, pilihlah jurusan sesuai keinginan, kemampuan dan kebutuhan kalian. Jangan asal pilih jurusan. Bagi yang mondok, jangan punya perasaan minder, ingat bahwa ilmu agama sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Bekerja

Tidak semua anak memiliki minat yang besar untuk kuliah. Di antara kalian pasti ada yang berkeinginan untuk langsung masuk ke dunia kerja. Pilihan untuk bekerja setelah lulus, bukan sesuatu yang buruk, karena pasti ada alasan kuat kenapa memilih bekerja setelah lulus.

Mungkin kalian punya alasan kenapa memilih untuk bekerja setelah lulus, bisa karena faktor ekonomi. Faktor ekonomi di sini bukan faktor karena tidak ada biaya untuk kuliah, tetapi ada beberapa anak yang menjadi "tulang punggung" keluarga. Selain itu, langsung bekerja menjadi pilihan, alasannya adalah karena mereka tidak ada minat sama sekali untuk melanjutkan kuliah.

Apapun itu alasannya, buat kalian yang memilih untuk bekerja, saya ingatkan bahwa bekerja tidak sama dengan belajar di sekolah. Dunia kerja dunia profesional, dunia dengan kontrak kerja yang jelas. Kalian punya hak dan kewajiban yang besar yang harus kalian jalani secara proporsional dan profesional.

Sekolah tempat belajar untuk mempersiapkan kalian agar kalian siap masuk ke lingkungan masyarakat. Salah satunya masuk ke dunia kerja. Bekerjalah dengan jujur, ikhlas dan cerdas, agar pekerjaan tuntas

Kuliah sambil Kerja

Pilihan lainnya mungkin ada yang memilih kuliah tetapi nyambi bekerja. Tidak sedikit anak yang lulus SMA/MA kemudian bekerja, tapi di sela-sela bekerja mereka juga menjalani kuliah. Untuk tipe orang seperti ini harus mampu mengelola waktu dengan baik. Salah atur waktu, bisa mengacaukan keduanya, akhirnya kerja tidak selesai, begitu pun dengan kuliah jadi terbengkalai.

Rebahan

Pilihan keempat yang akan menjadi pilihan setelah lulus sekolah adalah rebahan alias istirahat alias break alias pengangguran. Pilihan keempat ini bukan kemauan dari semua lulusan, siapa sih yang ingin nganggur setelah lulus sekolah, jawabannya pasti tidak mau. Namun, apalah daya karena situasi, pilihan ini mau tidak mau harus dijalaninya.

Ada banyak tipe yang memilih rebahan ini, ada karena sedang menunggu panggilan kerja, ada yang sedang mencari kerja, ada pula yang memang bakatnya ingin rebahan terus.

Menikah

Pilihan terakhir yang mungkin dipilih setelah lulus adalah menikah. Sepertinya pilihan untuk menikah setelah lulus sekolah banyak dialami oleh anak-anak perempuan. Selain karena orang tua yang punya anggapan, buat apa anak perempuan melanjutkan sekolah atau kuliah, toh pada akhirnya nanti juga jadi ibu rumah tangga. Akhirnya pilihan untuk menikah menjadi pilihan yang harus diterima oleh lulusan anak perempuan. Ada juga lulusan anak perempuan yang langsung menikah karena alasan sudah mantap untuk menikah.

Menikah bukan hanya persoalan siap atau tidak siap menikah. Tetapi menikah itu sebuah perjalanan panjang untuk membangun rumah tangga. Diperlukan kematangan dan kedewasaan dari kedua pasangan, karena akan ada banyak hak dan kewajiban dari konsekuensi sebuah pernikahan.

Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah setelah lulus, apalagi lulusan SMA/MA rata-rata usianya 18-19 tahun, tentu diperlukan adaptasi atau penyesuaian dari anak perempuan tersebut. Bayangkan ketika usia 18-19 tahun yang seharusnya berada pada pase remaja, ini justru harus berubah menjadi seorang ibu rumah tangga. Maka disini anak anak yang lulus lalu memutuskan untuk menikah, perlu mental yang matang dan kuat. 

Itulah kelima pilihan bagi anak-anak kelas 12 yang baru lulus, yang dipastikan harus dipilih oleh semua lulusan. Apapun pilihannya, mau itu kuliah, bekerja, menikah, atau nganggur, semuanya punya konsekuensi masing-masing. Yang bisa kuliah, saya sarankan kuliahlah dengan baik dan jujur, jangan sok jadi mahasiswa. Bagi yang bisa kerja, bekerjalah dengan jujur juga, bekerjalah dengan profesional. Bagi yang jodohnya dekat, akhirnya harus menikah, jadilah suami atau isteri yang berperan sesuai posisinya masing-masing. Sementara bagi yang berada pada situasi yang kurang baik karena harus nganggur, tidak perlu takut dan malu, jadilah orang nganggur yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, ikut berpartisipasi di lingkungan masyarakat seperti bersih-bersih jalan dan lain sebagainya. Jika tidak bisa berbuat baik, maka jangan pernah berbuat yang tidak baik.

Mengenal Ibnu Khaldun, Sosiolog Muslim dan Karyanya

Konten [Tampil]

Dunia Islam dari sejak dulu tidak pernah kekurangan sosok orang-orang yang hebat yang berkarya dalam ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak ilmuwan muslim yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan, ada sosok Ibnu Khaldun yang dikenal dengan sebutan Ahli Sosiologi Muslim pertama dalam sejarah Islam. 

Ibnu Khaldun Sosiolog Muslim


Lalu seperti apa sosok Ibnu Khaldun, dan bagaimana kehidupannya, serta apa saja karya yang menjadi sumbangsihnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan? Yuk simak tulisan berikut ini. 

Kehidupan Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami. Ia lahir di Tunisia, pada tanggal 17 Mei 1332 M, yang bertepatan dengan tanggal 1 Ramadan 732 H. Beliau berasal dari keluarga Andalusia kelas atas keturunan Arab. Leluhur keluarga tersebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Waíl ibn Hujr, seorang teman Nabi Muhammad SAW. 

Sebagian referensi menyebutkan bahwa namanya adalah ‘Abd al-Rahmân bin Khaldun al-Maghribî al-Hadlramî al-Mâlikî. Digolongkan kepada al- Maghribî karena ia lahir dan dibesarkan di Maghrib di kota Tunis. Dijuluki al-Hadlramî karena keturunannya berasal dari Hadlramaut Yaman, dan dikatakan al-Mâliki karena ia menganut mazhab Mâlik.

Ayahnya bernama Abû ‘Abdullâh Muhammad, yang berkecimpung dalam bidang politik. Ia kemudian mengundurkan diri dari bidang politik dan menekuni ilmu pengetahuan dan kesufian. Sehingga Ibnu Khaldun dikenal sebagai sosok yang terlahir dari keluarga pejabat terhormat dan keluarga pecinta ilmu pengetahuan. 

Baca Juga : Mengenal Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Karyanya

Karya Ibnu Khaldun.

Cendikiawan muslim, Nurcholish Madjid, menyebut sosok Ibnu Khaldun sebagai salah seorang ilmuwan Islam yang sangat cemerlang dan termasuk yang paling dihargai oleh dunia intelektual modern. Menariknya Ibn Khaldun termasuk ilmuwan yang menolak keras filsafat. seperti Ibn Taimiyah dan al-Ghazali.

Beberapa karyanya, diantaranya: 

  1. Muqaddimah Ibn Khaldun. Buku ini ditulis sebagai pengantar dari buku Târîkh Ibn Khaldun. 
  2. Kitâb al-‘Ibr wa Daiwân al-Mubtadâ’ wa al-Khabar fî Ayyâm al-‘Arab wa al-‘Ajm wa al-Barbar wa Man Âshâruhum min Dzawî al-Sulthân al- Akbar. Kitab yang dikenal dengan nama Tarîkh Ibnu Khaldun yang berisikan tentang sejarah-sejarah Arab, generasi-generasi negara mereka, sejarah-sejarah umat-umat yang lalu, seperti Turki, bangsa-bangsa lain sampai abad 8 H / 14 M. 
  3. At-Ta‘rîf bî Ibnu Khaldun wa Rihlatuhu Syarqan wa Gharban. Sebuah autobiografi yang ditulis sendiri oleh Ibnu Khaldun yang menjelaskan keturunan, keluarganya dak kahidupannya. 
  4. Syifâ’ al-Sâ’il lî Tahdzîb al-Masâ’il. Buku ini tentang Tasawuf, dan menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan, apakah buku ini betul-betul ditulis oleh Ibn Khaldun. 

Sosiolog Muslim Pertama

Dari sekian banyak karyanya, Muqaddimah (Pendahuluan) adalah karya paling populer yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial. Dr. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas Aberdeen, Skotlandia dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” pada tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan bahwa tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris. 

Ibnu Khaldun


Di buku ini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metode-metodenya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Ia juga berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat. 

Lalu di buku ini juga Ia berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menjelaskan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. 

Karena pemikiran-pemikirannya yang populer inilah, Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Bahkan sebagian ilmuwan Barat mengakui akan pemikiran dari Ibnu Khaldun ini. Meski bukan penemu istilah kata sosiologi, namun orang-orang menyebut jika Ibnu Khaldun layak disebut sebagai sosiolog muslim pertama.