Sehari Di Gedung MPR/DPR, Momen Yang Sulit Untuk Dilupakan !!

Konten [Tampil]

Tahu dong di mana para anggota MPR/DPR itu bersidang ? Ya, nama tempat para anggota MPR/DPR tiap kali sidang itu adalah Gedung MPR/DPR. Pertanyaan selanjutnya, pernahkah anda masuk ke lingkungan gedung yang sering kali dijadikan tempat untuk berunjuk rasa itu ? Mungkin ada yang pernah, mungkin ada yang memang kerjanya di sana, atau mungkin juga ada yang belum pernah menginjak kakinya di sana sama sekali. 



Terus terang saya adalah salah seorang yang sebelumnya tidak pernah masuk ke gedung itu, kalau sekedar lewat sih beberapa kali saya pernah. Baru tepat di hari pahlawan, tanggal 10 Nopember 2021 kemarin, saya bersama 12 teman lainnya berkesempatan untuk bisa hadir di gedung MPR/DPR. Meskipun hanya sehari, tapi buat kami bertiga belas, hari itu menjadi hari special, momen langka, yang mungkin akan selalu diingat dan menjadi bagian cerita pengalaman hidup kami, untuk kami ceritakan di masa-masa yang akan datang. Mau tahu cerita kami kenapa bisa dapat undangan untuk berkunjung ke gedung MPR/DPR dari sekretariat jenderal MPR ? Dan bagaimana kesan serta serunya kami sehari di gedung tempat di mana para anggota DPR bekerja ? Yuk simak cerita lengkapnya.

POP, Awalnya ….

POP adalah Program Organisasi Penggerak, sebuah program yang dibuat oleh Kemendikbudristek guna mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu mitra organisasi yang ikut seleksi program Kemendikbudristek ini adalah Nurani Hati Institute (NHI). Setelah melalui proses dan seleksi yang sangat ketat akhirnya, oragnisasi di bawah Founder Ade E Sumengkar ini lolos untuk ikut serta dalam program POP ini. Pelaksanaan POP 2021 oleh Nurani Hati Institute terjadwal sejak tanggal 02 Oktober, 3 Oktober, 9 dan 10 Oktober, 16 Oktober, selanjutnya 20 dan 21 November 2021 dan diakhiri pada tanggal 9 Desember 2021 sebagai penutup POP 2021.

Dan lembaga PAUD yang ada di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, di mana saya tinggal, mendapat kesempatan untuk ikut pendampingan dari Nurani Hati Institute sebagai bagian dari program POP. Rangkaian jadwal yang harus diikuti adalah kegiatan workshop atau pelatihan dengan tema Literasi, Numerasi dan Karakter. Pelatihan ini memiliki tantangan tersendiri bagi para pesertanya, yakni setiap kali selesai materi, semua peserta harus menyelesaikan tugas berupa membuat tulisan. Semua tulisan dari peserta POP nantinya akan dibukukan, dan akan dibedah di gedung MPR/DPR.

Untuk lebih semangat dalam mengikuti POP ini, Pak Ade E. Sumengkar selaku Founder NHI, akan memberikan reward berupa mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke gedung MPR/DPR. Kesempatan untuk bisa berkunjung ke gedung MPR/DPR tersebut dibagi dua kloter. Untuk kloter dilaksanakan pada tanggal 10 Nopember 2021, sementara kloter kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Nopember 2021.

Menuju Gedung MPR/DPR

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya pada tanggal 3 Nopember 2021, NHI mengumumkan nama-nama yang ikut serta dalam kunjungan ke gedung MPR/DPR. Alhamdulilah nama saya tercatat sebagai salah seorang peserta yang mendapat kesempatan untuk berangkat ke gedung MPR/DPR.

Rasa bangga dan haru, karena saya beserta teman-teman akan berkunjung ke gedung di mana tempat orang-orang terhormat berada, yang mungkin tidak semua orang punya kesempatan yang sama seperti saya dan teman-teman. Ada kurang lebih 50 peserta yang mendapat kesempatan, tapi dari kecamatan saya sendiri hanya 16 orang yang mendapatkan kesempatan. Sayangnya dari 16 orang tersebut, ada 3 peserta yang tidak bisa ikut berangkat. Setelah melalui koordinasi dan persiapan, kami bertiga belas sepakat akan berangkat bersama-sama dalam satu kendaraan.

Sebelum berangkat ke sana, ada beberapa persyaratan yang harus kami penuhi. Peserta yang berangkat adalah peserta yang sudah mengisi daftar isian kesiapan untuk hadir, dan semua peserta harus membawa surat keterangan hasil swab yang negative.

Pukul 5 pagi kami sudah berkumpul dititik yang sudah disepakati, tapi nggak tahu kenapa, kendaraan yang akan membawa kami belum ada di tempat. Kami sempat risau, karena tahu sendiri dong di Sukabumi ada titik-titik jalan yang terkenal macet. Akhirnya kendaraan yang kami tunggu-tunggu tiba.

Catat ! dari ketiga belas orang yang ikut, 3 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, tak ada seorang pun yang pernah berkunjung ke gedung MPR/DPR. Artinya perjalanan ini adalah perjalanan pertama kami berkunjung ke gedung yang memiliki symbol kepakan sayap garuda berwarna hijau. Bolehlah orang menyebut kami seperti film “Kabayan Saba Kota”. Tapi Insyaallah mesikipun dari kampung tapi nggak kampungan. :D :D

Keseruan pertama yang kami rasakan selama perjalanan ke sana adalah suasana kekeluargaan, kebersamaan dan kedekatan. 13 orang ini yang terdiri dari para pengelola dan guru, seperti tidak ada jarak. Yang selama ini kami jarang kumpul, dengan adanya acara ini kami bisa bersenda gurau, becanda, selama kurang lebih 4 jam sebelum tiba di gedung MPR/DPR. Kalimat-kalimat yang dilontarkan benar-benar kalimat persahabatan dan berkali-kali keluar ketawa lepas dari peserta yang ikut. Bayangkan selama 4 jam suasana di dalam kendaraan diisi oleh celotehan-celotehan ibu-ibu, terutama dari Drigennya Bu Ati, pengelola PAUD Sakura, rasa ngantuk benar-benar hilang.

Tiba di Gedung MPR/DPR

Kurang lebih 4 jam kami di perjalanan, dan sekitar pukul 10 kami tiba di gerbang belakang gedung MPR/DPR. Sebelum masuk ke halaman parkir, rombongan diperiksa protokol kesehatannya. Lalu petugas keamanan meminta salah seorang dari kami diminta turun untuk mengisi dulu daftar hadir. Karena sebelum tiba di gedung, kami telah bersepakat bahwa yang menjadi ketua rombongannya adalah Pak Irwansyah, maka yang turun saat itu adalah Pak Irwan.

Sepuluh menit kami menunggu, akhirnya kami diperbolehkan menuju tempat acara yang tertera di surat undangan. Karena kami masuk kepada kloter pertama, lokasi yang dituju adalah Lobby Gedung Nusantara IV atau tempat Konpfrensi press. Tapi sebelum menuju lokasi, kami kembali diperiksa dengan menggunakan anjing pelacak. Pokoknya benar-benar super ketat, wajarlah salah satu tempat vital yang harus dijaga.

Dengan mengucapkan alhamdulilah kami bertiga belas tiba dengan selamat di gedung kebanggaan bangsa Indonesia ini, mungkin karena ini pertama kali, kami benar-benar terpukau dengan gedung yang memiliki luar sekitar 80 meter persegi ini. Kami melewati gedung Nusantara I, II, III, gedung paripurna, tempat sidang anggota DPR/MPR, yang berwarna hijau dan berhenti di gedung Nusantara IV, di mana tempat acara berlangsung. Wow sebuah kata yang terlontar dari mulut saya. Ini pertama kalinya, Bung, saya menginjakan kaki di gedung megah ini. Kendaraan berhenti tepat di samping air mancur yang juga menjadi ikonik gedung selain kubah sayap garuda.

Kami yang bertiga belas pun dipersilahkan masuk ke gedung Nusantara IV. Dengan mengenakan seragam batik kebanggaan Himpaudi Kabupaten Sukabumi, kami melangkahkan kaki untuk yang pertama kalinya di gedung MPR/DPR.

Kami disambut oleh para petugas yang juga mengenakan batik dengan sangat ramah. Lalu kami diantar ke tempat registrasi. Di tempat ini kami mengisi daftar hadir, kemudian mengisi daftar isian, lalu diberikan snack. Di dalam ruangan kami harus tetap menjaga protokol kesehatan covid-19. Sekitar satu jam kami diberikan waktu untuk istirahat. Rundown acaranya sangat rapi dan tertata serta mengikuti protokoler.

Pekan Kehumasan MPR RI dan Bedah Buku

Ternyata dari rundown acara yang kami terima, kloter pertama ini sengaja diundang sebagai peserta pada gelaran acara Pekan Kehumasan MPR RI, yang diselenggarakan dari tanggal 8 hingga tanggal 11 Nopember 2021.

Pekan Kehumasan MPR RI ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Pameran Perpustakaan, Pameran PPID, dan Pameran Lomba Foto dan Karya Jurnalistik. Serta tepat di Hari Pahlawan, tanggal 10 Nopember, Pekan Kehumasan MPR RI ini, diisi dengan launching Novel “Meraih Mimpi” dan Aplikasi Buku Digital MPR RI, serta pengumuman pemenang lomba foto dan karya jurnalistik. 


Tahun 2021 menjadi tahun pertama Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, menggelar acara Pekan Kehumasan, yang mengusung tema “Menyapa Sahabat Kebangsaan”. Acaranya sendiri diawali dengan laporan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Siti Fauziah, Sambutan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), dan diakhir ada sambutan dari Sekretaris Jendral MPR RI, Ma’ruf Cahyono, yang sekaligus melaunching Novel “Meraih Mimpi” karya Tim Humas MPR RI. 


Setelah acara launching buku novel dan Buku Digital MPR RI, kami seluruh peserta kembali menuju ruang istirahat untuk mendapatkan makan siang. Dan jam satu siang, acara kembali dilanjutkan dengan gelaran Bedah Buku Novel dengan judul “Meraih Mimpi” Karya Tim Humas MPR RI. Dalam kesempatan ini ada dua narasumber yang membedah ini, pertama, Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA, Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dan yang kedua, Ade E. Sumengkar, S.Pd., MM.,AAIJ, Founder Nurani Hati Institute dan Pegiat Literasi. Untuk isi dan apa pesan dari Buku Novel “Meraih Mimpi” ini, mungkin akan saya sampaikan pada kesempatan lain.

Kesan dan Foto-Foto

Ada banyak kesan dan keseruan selama kami berada di Gedung MPR/DPR. Selain tadi seperti yang diawal saya sebutkan, kesan kedua kami merasa bangga bisa bertatap muka secara langsung dan dekat dengan orang-orang hebat, yang selama ini kami lihat di layar kaca. Dan tentu saja keseruan yang ketiga adalah kita bisa jalan-jalan dan melihat kemegahan gedung yang dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno ini. 



Momen pertama yang kami ambil tentu saja berfoto bersama narasumber, sekaligus orang dibalik kami bisa berada di gedung MPR/DPR, yakni Bapak Ade E. Sumengkar. Momen kedua yang ingin kami abadikan adalah berfoto di gedung paripurna. Sebagai salah satu ikonik gedung, berwarna hijau, sebagai symbol kesejahteraan, berbentuk kepak sayap burung garuda, tentu berfoto tepat ditangga, dan pintu masuk menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan. 



Dan momen foto ketiga yang juga tidak ingin kami lewatkan adalah berfoto di depan air mancur.  




Kesan terakhir dari perjalanan sehari di gedung MPR/DPR ini adalah semua peserta diberikan sounvenir, yang menurut kami sangat bermakna. Ada buku novel “Meraih Mimpi”, Komik 4 Pilar MPR RI, dan souvenir lainnya, yang semuanya berlogo MPR RI. 


Pulang dan Tiba dengan Selamat

Setelah kami puas dengan berfoto-foto, kami pun pulang meninggalkan gedung MPR/DPR. Meskipun ada satu keinginan yang tidak bisa diwujudkan, yakni masuk ke ruang sidang MPR RI. Tapi tak apalah mungkin lain waktu kami bisa mewujudkannya.

Seperti waktu berangkat, selama perjalanan pulang pun suasana di dalam kendaraan tetap rame. Kami semua bercerita tentang MPR, MPR, dan MPR. Dan berharap semuanya bisa balik lagi ke gedung yang dibangun tanggal 8 Maret 1965 itu. Jam 9 Malam kami tiba kembali di kota tercinta, Kota Sukabumi dengan Selamat

Terima kasih buat Bapak Ade E. Sumengkar, tanpa jalan dari beliau, mungkin kami tidak bisa ke sana. Terima kasih juga buat Sekretariat Jenderal, Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Ibu Penilik, Ketua Himpaudi Kec. Cisaat dan tentu saja teman-teman semua.

Ruang Lingkup dan Faktor-Faktor Penyebab Globalisasi

Konten [Tampil]


1. Ruang Lingkup Globalisasi

Berdasarkan ruang lingkupnya, setidaknya kita mengenal lima macam globalisasi, yaitu, pertama, globalisasi ekonomi, kedua, globalisasi politik, ketiga, globalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, keempat, globalisasi sosial dan budaya, dan kelima, globalisasi agama. 

a. Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu kehidupan ekonomi yang bersifat global atau mendunia dan terbuka, tanpa mengenal batasan teritorial atau kewilayahan antara negara satu sama lain

Globalisasi ekonomi erat kaitannya dengan munculnya perusahaan-perusahaan yang bersifat trans-nasional dan perdagangan bebas, yaitu kawasan perdagangan yang berlangsung semakin luas dan “menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan internasional, seperti proteksi oleh negara untuk melindungi produk tertentu oleh perusahaan dalam negeri. Wujud nyata dari globalisasi ekonomi adalah terbentuknya perusahaan-perusahaan atau korporasi yang bersifat lintas negara nasional dan perdagangan bebas yang melampui batas-batas lintas negara.

b. Globalisasi Politik

Salah satu fenomena terjadinya globalisasi dalam bidang politik adalah munculnya organisasi-organsiasi internasional yang terdiri dari berbagai negara, misalnya ASEAN, yang merupakan bentuk organisasi kerjasama di antara negaranegara di Asia Tenggara, MEE atau Masyarakat Ekonomi Eropa yang dibentuk untuk untuk menata politik perdagangan bersama di antara negara-negara yang ada di kawasan Eropa Barat, Organisasi Buruh Intenasional, Persatuan BangsaBangsa, dan sebagainya. Di samping itu juga munculnya kerjasama antar-negara baik yang bersifat bilateral yang merupakan kerjasama di antara dua negara atau multilateral yang merupakan kerjasama di antara lebih dari dua negara

c. Globalisasi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi ditengarai oleh hadirnya teknologi yang memungkinkan banyak orang di belahan dunia manapun bisa saling terhubung satu sama lain. Setiap orang dapat memperoleh pendidikan atau pekerjaan di manapun yang ia mau, tidak terbatas di dalam negeri. Orang Indonesia dengan mudah dapat menempuh pendidikan atau memperoleh pekerjaan di Jerman, Australia, Jepang, Amerika, dan sebagainya. Peluang demikian akan dapat meningkatkan mutu sumberdaya manusia. Peningkatan mutu sumberdaya manusia ini menjadi penting karena dengan globalisasi akan terjadi persaingan yang relatif terbuka dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan menjalin relasi atau kerjasama 


d. Globalisasi Bidang Sosial dan Budaya

Sebagaimana telah dijelaskan dalam uraian di depan, bahwa dalam proses globalisasi tidak dapat dihindarkan terjadinya pertukaran unsur-unsur kebudayaan di antara kelompok atau masyarakat, tetapi tidak hanya itu, globalisasi juga merupakan ancaman terhadap keberadaan kebudayaan lokal dan nasional karena adanya pengaruh dari kebudayaan global. Globalisasi menuntut terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan dari kelompok-kelompok atau masyarakat agar dapat memenuhi tuntutan hidup masyarakat global

e. Globalisasi Agama

Dalam hubungannya dengan bidang kehidupan agama, globalisasi telah mengakibatkan terjadinya interaksi atau hubungan sosial di antara kelompok-kelompok atau umat beragama, baik yang berupa kerjasama, persaingan, atau pun dalam bentuk konflik. Hal ini merupakan konsekuensi berlangsungnya hubungan atau interaksi sosial yang semakin terbuka. Umat agama tidak dapat membatasi hubungan-hubungan sosial yang terjadi hanya berlangsung di antara para penganut agama yang sama, melainkan juga dengan penganut agama yang berbeda. Keterbukaan hubungan akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga mengakibatkan tidak dapat dihindarkannya diskusi atau pembahasan unsur-unsur kehidupan agama yang berlangsung lintas umat agama. Perbandingan agama bahkan telah menjadi mata kuliah yang pasti ada di perguruan tinggi agama. Demikian juga tentang unsur-unsur kehidupan agama yang meliputi ajaran inti dari sebuah agama, aspek-aspek ritual dan perlengkapannya, emosi atau perasaan keagamaan, dan umat beragama itu sendiri.

Baca Juga : Jenis-Jenis Perubahan Sosial

2. Faktor-Faktor Penyebab Globalisasi



a. Kemajuan tekonologi informasi dan komunikasi serta semakin rendahnya biaya transportasi

Sebagaimana telah disebut pada bagian depan modul ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor yang penting yang menyebabkan sekaligus mempercepat laju globalisasi. Mulai tahun 1980-an, kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami suatu kemajuan besar dalam hal kekuatan, kemudahaan penggunaan, dan ketersediaan. Kemajuan yang cepat dalam teknologi komputer dan piranti lunak telah menimbulkan terbentuknya serangkaian teknologi pendukung mulai dari mesin faksimili sampai dengan siaran radio dan televisi melalui satelit, jaringan-jaringan kerja komputer berbagai perusahaan, dan internet global. Secara bersamaan perkembangan teknologi tersebut telah memungkinkan berlangsungnya transmisi atau aliran data dan informasi yang tidak pernah terbayangkan pada masa sebelumnya mengenai ukuran dan kecepatannya. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebagaimana sekarang ini telah memungkinkan terjadinya transfer modal yang berlangsung dalam skala internasional atau global. 

Perkembangan teknologi tersebut juga telah mendukung perkembangnya teknologi transportasi yang telah memudahkan aliran orang dan barang yang melintasi batasbatas wilayah negara, sehingga telah menyumbang terciptanya integrasi pasar-pasar lokal dan nasional ke dalam pasar-pasar internasional atau global. 

b. Menyebar dan meluasnya kapitalisme dalam kerjasama ekonomi internasional.

Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik-pemilik swasta dengan tujuan meperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pada tataran tertentu, globalisasi dapat dilihat sebagai perluasan kapitalisme global. Jan Aart Scholte, seperti dikutip oleh Budi Winarno dalam bukunya Melawan Gurita Neoliberalisme, mengungkapkan bahwa pada satu sisi, dinamika kelebihan modal telah menjadi kekuatan besar di balik globalisasi sekarang ini. Perusahaanperusahaan bermodal besar seiring dengan globalisasi mendapatkan keuntungan besar karena memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan menikmati biaya tenaga kerja yang murah serta peluang-peluang baru dalam perdagangan barang-barang yang tidak berwujud, seperti informasi, percakapan telepon, dan produksi media massa yang peredarannya melintasi batas-batas wilayah negara. 

Baca Juga : Faktor-Faktor Perubahan Sosial

c. Kemenangan politik-ekonomi neoliberalisme 

Neoliberalisme merupakan faham atau ideologi ekonomi yang mengutamakan sistem ekonomi kapital, perdagangan bebas, perluasan pasar, privatisasi Badan Usaha Milik Negara, dan meminimalkan atau menghilangkan campur tangan pemerintah dan peran negara dalam mengusahakan layanan-layanan sosial, seperti pendidikan dan kesehatan. Kemenangan ideologi liberal pada tahun 1980-an merupakan masa yang menentukan bagi meluasnya kebijakan neoliberal di seluruh dunia. 

Diawali di Inggris oleh Perdana Menteri Margareth Thacther dan di Amerika Serikat oleh Ronald Reagan, ideologi neoliberal pada akhirnya menjadi umum digunakan sebagai dasar menentukan kebijakan ekonomi yang dianut oleh para ekonom dan politikus di hampir semua negara di dunia. Bahkan melalui lembaga-lembaga global, seperti World Trade Organization, disingkat WTO, atau Organisasi Perdagangan Bebas Dunia, World Bank atau Bank Dunia dan International Monetery Fund, disingkat IMF, kebijakan-kebijakan yang bersifat neoliberal telah ditetapkan, di mana dalam penerapan kebijakan-kebijakan tersebut oleh negara-negara diawasi dan dikendalikan oleh negara-negara dominan yang tergabung dalam G7, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Britania Raya, atau jika ditambah dengan Rusia menjadi G8

Ditulis ulang : 

Widiningsih, 2020, Modul Sosiologi Kelas XII KD 3.2 dan 4.2, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN

Manfaatkan Sehatmu Sebelum Sakitmu : Lakukan 6 Upaya Berikut !

Konten [Tampil]

Manfaatkan Sehatmu Sebelum Sakitmu

Apakah selamanya kita akan sehat terus ? Lalu bagaimana rasanya jika sakit menghampiri kita ? Pasti sedih dong kalau tubuh kita diuji Allah SWT untuk merasakan sakit. Yang biasanya kita melakukan segala sesuatunya dengan sendiri, eh tiba-tiba harus dibantu orang terdekat karena tubuh kita tidak kuat untuk melakukannya sendiri. Ada yang sabar menjalaninya, tapi ada juga yang kurang sabar, bahkan aral menerima cobaan sakit yang dideritanya. Bahkan tidak sedikit kita mendapatkan berita di social media, ada orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri hanya karena tidak kuat menahan sakit yang berkepanjangan. Naudzubillah tsumma naudzubillah

Coba acungkan tangannya, siapakah diantara kalian yang ingin sakit ? Pasti semuanya ingin sehat kan ? Ketika kita sehat, makan nikmat, tidur nyenyak, dan badan nyaman digerakan. Coba kalian rasakan kalau sedang sakit, seenak apapun makanannya tetap saja pahit, tidur di kasur seempuk apapun yang ada pasti gelisah, dan badanpun dapat dipastikan kurang nyaman untuk digerakkan. Maka tak salah ada kata-kata yang sering diucapkan banyak orang, Sehat itu Mahal. Saking mahalnya, kata sehat selalu diucapkan orang dalam setiap doanya. 

Doa agar selalu sehat

Dalam literature Islam ada sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, yang bisa dijadikan sebagai pijakan, bahwa lakukanlah sesuatu yang baik dan bermanfaat selagi kita sehat, jangan menunggu datangnya sakit.

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

Apakah Kita Sudah atau Sedang Sehat ?

Sekarang ini kita sedang sehat atau sakit ? Silahkan baca pengertian sehat yang saya kutip dari laman https://fpscs.uii.ac.id/, disana disebutkan bahwa sehat menurut WHO adalah adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Sedangkan menurut Ilmu Psikologi, manusia sehat adalah yang mampu mengalahkan kecemasan dan kebutuhan neurotiknya (Horney).

Baca Juga : 6 Hari Berjuang Melawan Covid-19

Manfaatkan Sehatmu Sebelum Sakit

Belajar dari pengalaman diri sendiri, jujurly bahwa sakit itu tidak enak. Apalagi saat sekarang yang masih rame dengan pandemi covid-19 (corona), sehat adalah keadaan yang diinginkan oleh setiap orang. Saya pribadi terkadang suka lupa akan mahalnya sebuah kata sehat dan baru tersadar ketika rasa sakit menghampiri diri saya. Di saat itulah saya menangis, dan bersujud memohon kepada Allah SWT agar segera disembuhkan, sekaligus berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang menyebabkan saya sakit.

Sakit itu manusiawi, hanya Firaun mungkin dalam sejarahnya yang tidak pernah merasakan rasa sakit. Sakit itu bisa jadi ujian, cobaan, teguran atau juga bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambanya. Kata kuncinya dari semua itu adalah manfaatkan waktu ketika sehat dengan sebaik-baiknya, jangan menunggu datangnya sakit.

Bagi saya ada beberapa upaya yang bisa lakukan untuk memanfaatkan ketika kita sedang sehat sebelum datangnya sakit. Berikut 6 (enam) upaya yang harus dimanfaatkan ketika sedang sehat. 

6 Upaya Memanfaatkan Sehat

1. Selalu Bersyukur Kepada Allah SWT

Sebagai seorang muslim, selain nikmat iman dan Islam, ada satu lagi nikmat yang Allah SWT berikan kepada hambanya yang juga sangat diharapkan adalah nikmat sehat. Maka dari itu kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT, minimal selalu ucapkan kalimat hamdalah (Alhamdulillah). Bayangkan dan rasakan, berapa kali kita berkedip, berapa banyak kita bernapas, melihat dan mendengar dengan gratis, dan masih banyak nikmat sehat badan yang Allah SWT berikan kepada kita. Sudah seimbangkah rasa syukur kita dengan nikmat sehat yang Allah SWT berikan ? Jangan ketika sedang sakit baru ingat Allah.

2. Selalu Berbuat Baik dan Bermanfaat Bagi Orang Lain

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika sehat cobalah untuk selalu berbuat baik kepada orang, bisa dengan cara memberi sesuatu yang dibutuhkan orang, bersedekah, membantu dengan tenaga, atau mendoakan orang lain.

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama baik. Filosofis itulah yang selalu saya pegang, berbuat baik tidak akan pernah rugi, tidak dibalas sekarang oleh Allah SWT percayalah di akhirat nanti semua perbuatan baik kita, sekecil apapun itu, akan menjadi amal buat kita. Makanya perbanyak amal baik ketika sedang sehat, karena kalau sudah sakit belum tentu bisa.

3. Pola Makan Yang Baik

Tentang makan, Islam sudah memberikan rambu yakni makan dan minumlah yang halal dan baik. Halal jenis dan cara mendapatkanya, serta baik untuk kesehatan. Mana makanan dan minuman yang boleh dimakan dan diminum mana yang tidak boleh.

Selaras dengan literature Islam, dunia kesehatan pun menganjurkan agar kita selalu makan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Tetapi kita sering lupa, makan dan minum secara berlebihan dan tanpa mengindahkan kesehatan, akhirnya malah sakit. Yoo manfaatkan ketika kita sehat, makan dan minumlah yang betul-betul sehat dan butuhkan tubuh kita.

4. Selalu Berfikir Positif

Selain fisik yang harus diisi dengan makanan dan minuman yang sehat, psikis alias pikiranpun mesti diisi dengan sesuatu yang sehat pula. Artinya selalu berpikir positif, saya pernah dengar (tapi lupa kapan), kalau kita punya pikiran yang kotor, negative atau jahat, jangan harap punya fisik yang sehat. Berpikirlah positif agar kita tetap sehat, bukan hanya sehat fisik tetapi psikis juga sehat.

5. Tetap Ikhtiar Untuk Selalu Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan itu suatu kewajiban. Bagaimana bisa beribadah dengan nyaman kalau tubuh kita sedang sakit. Bagaimana bisa beraktifitas kalau tubuh kita diserang penyakit. Maka ketika sehat coba tetap berikhtiar untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Ada banyak usaha dan upaya yang bisa dilakukan agar kita tetap sehat. Kalau saya sendiri misalnya sering melakukan olahraga secara rutin, dengan porsi yang sesuai dengan ketahanan tubuh saya. Atau karena kita masih pandemic maka salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah segera melakukan vaksin covid-19.

6. Selalu Berdoa

Upaya terakhir yang harus dilakukan untuk memanfaatkan keadaan sehat adalah selalu berdoa kepada Allah SWT dalam setiap waktu. Meminta agar selalu diberikan kesehatan dan kalau pun sakit segera diberi kesembuhan.

Itulah 6 (enam) upaya yang bisa dimanfaatkan ketika kita sedang sehat. Mudah-mudahan kita semua senantiasa selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, kalaupun harus mendapatkan ujian sakit, semoga sakitnya kita menjadi kifarat untuk dosa-dosa yang kita lakukan.

Belajar Tanpa Stres : Temukan Solusi dengan Komunikasi (Review Buku)

Konten [Tampil]

Belajar Tanpa Stres : Temuka Solusi dengan Komunikasi

Bisakah belajar tanpa stres selama belajar online ? Sebagai seorang pendidik, jujur tidak pernah membayangkan akan melaksanakan belajar online seperti sekarang ini. Namun, pandemic covid-19 memaksa saya harus terbiasa belajar online. Belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sendiri merupakan imbas dari kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dikalangan anak sekolah. Banyak orang tua yang tidak siap menjalankan kebijakan itu, dan anak-anak yang syok, alih-alih semangat dalam menjalankannya, yang ada malah stres yang dirasakannya.

Ketidaksiapan orang tua untuk mendampingi anaknya belajar di rumah itu alasannya cukup masuk akal. Begitupun kenapa anak-anak jadi stres  dengan adanya belajar online  inipun bisa diterima alasannya. Bayangkan orang tua yang tidak memiliki kemampuan untuk mendampingi anaknya belajar di rumah, dipaksa harus mendampingi anaknya saat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Anak-anak juga dituntut harus memahami apa yang diajarkan dengan pemahamannya sendiri. 

Lantas bagaimana agar orang tua dan anaknya tidak stress saat belajar di rumah ? Mau tahu jawabanya ? Jawabannya ada pada sebuah buku antologi hasil karya peserta didik Sekolah Menulis Indonesia yang berjudul Belajar Tanpa Stres Jilid 2.

Sekilas Tentang Buku Belajar Tanpa Stres Jilid 2

Buku Belajar Tanpa Stres Jilid 2 ini merupakan sebuah buku antologi hasil karya peserta didik dari Sekolah Menulis Indonesia. Ada 35 (tigal puluh lima) orang penulis yang ikut partisipasi dalam penulisan buku ini. Buku antologi ini memiliki berbagai jenis tulisan dengan satu tema, yaitu Motivasi Belajar.

Buku Belajar Tanpa Stres

Buku yang merupakan Project Menulis dari Sekolah Menulis Indonesia ini memiliki dua jilid, dan yang saya review isinya sekarang ini adalah jilid kedua. Buku ini berjumlah 230 halaman, dengan ukuran buku 14,0 X 20,5 cm, dan dicetak oleh CV. Sekolah Menulis Indonesia.

Kenapa Harus Baca Buku Ini ?

Menurut saya Buku Belajar Tanpa Stres Jilid 2 ini wajib dibaca dan dimiliki oleh orang tua serta para pemerhati pendidikan. Apalagi bagi orang tua yang sekarang mungkin masih harus mendampingi anaknya belajar online di rumah. Buku ini memberikan solusi bagaimana belajar tanpa stress dan tetap enjoy.

Di cover belakang buku ini ditulis bahwa buku ini bisa dijadikan sebagai trobosan untuk mengatasi permasalahan belajar para siswa di rumah. Diharapkan terobosan ini bisa membantu mengatasi kebosanan, malas, dan bisa mengurangi tingkat stress selama belajar di rumah.

Temukan Solusi dengan Komunikasi

Dari 35  tulisan dan penulis di Buku Belajar Tanpa Stres Jilid 2, hanya salah satu saja yang akan saya review yaitu tulisan yang ada di halaman 187 yaitu yang berjudul Temukan Solusi dengan Komunikasi. Kenapa memilih judul ini karena selain tulisannya bagus, juga penulisnya yang kebetulan sahabat ngeblog saya yaitu Sugianto.

Menurut Sang Penulis bahwa belajar secara online memberikan tantangan tersendiri baik bagi guru maupun siswa. Tentu kondisi ini membuat anak-anak syok, karena ada kebiasaan-kebiasaan yang tidak lagi dilakukan anak dengan belajar secara online ini. Tidak ada guru yang mendampingi, tidak ada teman-teman untuk saling berbagi, ujung-ujungnya anak mengalami stress.

Orang tua yang berperan sebagai guru pendamping anak saat belajar online di rumah, harus memahami betul beberapa ciri anak yang mengalami stress saat proses pembelajaran daring. Berikut beberapa ciri anak yang mengalami stress saat belajar secara online :

  1. Munculnya perilaku negative
  2. Anak menjadi kuat
  3. Menarik diri dari pergaulan
  4. Sakit tanpa penyebab yang jelas
  5. Perubahan nafsu makan
  6. Sulit berkonsentrasi

Stress yang dialami anak saat belajar secara daring ini disebabkan oleh beberapa kondisi. Anak dituntut belajar dan memahami sendiri, banyaknya tugas yang diberikan sekolah sehingga menjadi tekanan, dan adanya komunikasi yang kurang efektif antara anak dan orang tuanya.

Sebagai orang tua tentu tidak ingin melihat anaknya stress saat belajar secara online ini. Lantas apa solusi terbaik orang tua agar anaknya keluar dari stresnya dan bersemangat untuk terus belajar ? Membangun komunikasi yang baik serta memperbaiki pola komunikasi dengan anak adalah solusi terbaik yang mesti dilakukan orang tua kepada anaknya.

Baca Juga : Belajar Online, Berikut 4 Peran Orang Tua Yang Harus Dijalankan

Dari tulisan yang ditulis oleh Sugianto ini, ada 5 upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anaknya, agar anaknya tidak mengalami stress selama pembelajaran online berlangsung. Kelima upaya tersebut adalah sebagai berikut :

Komunikasi Orang Tua Kepada Anak

1. Posisikan Diri Pada Posisi Anak

Orang tua harus bisa memposisikan diri pada posisi anaknya saat mendampingi belajar secara daring. Caranya pahami anak, selami dunia mereka, dan bergabunglah dengan aktifitas yang sedang dilakukan anak. Bangun kesan yang baik di depan anak-anak dengan menyediakan waktu lebih untuk bicara dengan mereka. Dengan adanya orang tua yang selalu ada di sampingya sedikit banyaknya akan mengurangi rasa stress pada anak.

2. Bangun Kedekatan dengan Anak

Manfaatkan sebaik-baiknya belajar secara online ini untuk membangun kedekatan dengan anak. Kapan lagi ada kesempatan untuk menjalin komunikasi dengan anak, mungkin inilah hikmahnya adanya belajar secara online. Berikan pujian dan apresiasi kepada anaknya, sehingga anak akan merasa dihargai.

3. Buat Agenda Bersama dengan Anak

Upaya ketiga yang bisa lakukan orang tua untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anak adalah dengan membuat agenda bersama. Belajar online terus-menerus pasti akan mempercepat stress pada anak, maka diperlukan refresh pada diri anak. Mengagendakan acara bersama bisa menjadi solusi sekaligus membangun komunikasi dengan anak.

Momentum acara bersama ini bisa dimanfaatkan orang tua untuk memperbaiki pola komunikasi yang selama ini sudah dibangun. Saat anak berhenti sejenak dari aktifitas belajar online, orang tua bisa memasukan bahan pembicaraan dengan saling berbagi cerita dan pengalaman.

4. Bicaralah dari Hati ke Hati

Berbicaralah dari hati ke hati, dan jangan menghakimi anak. Hadirlah sebagai sahabat atau teman curhat bukan sebagai orang tua biasa. Jadilah teman yang baik yang memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengungkapkan isi hatinya. Dengarkan apa yang dirasakan anak selama pembelajaran online berlangsung.

5. Berikan Perhatian Maksimal

Berikan perhatian secara maksimal dengan cara mendengarkan setiap kata yang disampaikan anak. Jika anak masih antusias untuk bercerita, jangan potong pembicaraan mereka. Tetaplah menjadi pendengar setia buat mereka, dan tunjukkan rasa perhatian kita kepada mereka.

Baca Juga : Sibuk Bekerja ? Berikut 4 Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Itulah isi atau pesan dari tulisan yang berjudul Temukan Solusi dengan Komunikasi yang ditulis oleh Sugianto. Dengan membaca tulisan ini diharapkan pola komunikasi yang selama ini dibangun oleh orang tua kurang baik, bisa menjadi baik dan efektif, sehingga tidak ada lagi belajar secara online yang membuat stress anak. 

Ingin membaca isi tulisannya secara lengkap ? Atau ingin juga membaca hasil karya penulis lainnya ? Saya sarankan untuk segera memilikinya. Ingat ada 35 tulisan yang isinya daging semua. Untuk memesan buku ini bisa melalui nomor yang tertera di buku 0896-2294-2624.

Selamat Hari Blogger Nasional : Ini Yang Kulakukan di Hari Blogger

Konten [Tampil]

Masih ungkapan kebahagiaan dari apresiasi terhadap perayaan hari blogger Nasional, kali ini saya hanya ingin berbagi cerita tentang caraku mengisi acara tepat di hari blogger Nasional ini. 

Selamat Hari Blogger Nasional, Ini yang Kulakukan

Meskipun masih dibilang blogger cupu alias blogger pemula, tetapi saya bisa ikut merasakan kebahagiaan dengan adanya hari blogger Nasional ini. Sama seperti para blogger lainnya, saya pun punya cara sendiri untuk mengisi di hari spesial bagi para blogger ini.

Sejarah Awal Mula Hari Blogger Nasional

Mengutip dari laman https://www.maxmanroe.com/ bahwa sejarah awal mulanya hari Blogger Nasional itu sebenarnya dikenal dan diperingati sebagai Pesta Blogger yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober. Pada tanggal 27 Oktober 2007, bisa dibilang sebagai tonggak ditetapkannya Hari Blogger Nasional. 

Pada acara tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika yang saat itu dijabat oleh Bapak Muhammad Nuh membuka sebuah acara yang digagas untuk mewadahi para blogger yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak saat itu, Beliau mencanangkan bahwa pada tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional. 

Sejak adanya even tahunan itu, perkembangan blogger dari waktu ke waktu semakin berkembang pesat. Banyak bermunculan blogger-blogger baru yang turut meramaikan perblogan di Indonesia. Yang awalnya hanya berfokus pada sarana untuk curhat saja, sekarang banyak blogger yang berorientasi pada profit, dan itu sah-sah saja. 

Bapak Blogger Indonesia
Bapak Blogger Indonesia

Bicara hari Blogger Nasional tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok yang bernama Enda Nasution. Dialah yang pertama mulai mempopulerkan dunia blogging di Indonesia pada sekitar tahun 2001-an, sehingga dunia blog di Indonesia pada hari ini semakin ramai dan menjadi trend. Tidak heran, sosok yang lahir di Bandung yang menjadi pioneer dunia blogging Indonesia ini mendapatkan title sebagai bapak blogger Indonesia

Baca Juga : Selamat Hari Blogger Nasional : Saya Bangga Menjadi Blogger !

Hari Blogger Nasional Dimataku

Dimataku hari blogger Nasional itu punya makna tersendiri. Saya sendiri sebagai blogger pemula merasa bangga. Bagaimana tak bangga, aktifitas kita sebagai blogger diberi apresiasi dengan diberikan hari peringatannya. Apalagi para blogger yang sudah lama berkecimpung di dunia perblogan, pasti rasa bangganya jauh lebih besar dari para blogger cupu seperti saya.

Selain itu, dengan adanya hari peringatan blogger Nasional ini, kita sebagai blogger jadi lebih termotivasi untuk terus menulis, menulis dan menulis. Memberikan informasi yang bermanfaat meski hanya 300 kata atau lebih yang kita tulis. Atau mengulas personaliti kita sendiri untuk memberikan cerita yang inspiratif bagi pembaca.

Yang Kulakukan di Hari Blogger Nasional

Di hari Blogger Nasional, tentu para Blogger punya cara tersendiri untuk mengisi di hari special tersebut. Beda blogger, beda pula cara mengekpresikannya. Begitupun dengan saya sendiri, punya cara berbeda dengan Blogger lainnya. Untuk mengisi kebahagiaan di Hari Blogger Nasional, ada beberapa kegiatan yang saya lakukan. Mulai dari menulis dengan tema Hari Blogger Nasional, membuat template yang bertemakan hari blogger juga, sampai pada menyusun rencana ke depan. 

Aktifitas di Hari Blogger Nasional

1. Menulis Bertemakan Hari Blogger Nasional

Kegiatan pertama yang saya lakukan untuk mengisi Hari Blogger Nasional adalah menulis artikel yang tentu saja bertemakan Hari Blogger Nasional. Ada dua artikel yang saya tulis di Hari Blogger Nasional ini, yang pertama diberi judul “Selamat Hari Blogger Nasional : Saya Bangga Menjadi Blogger” dan tulisan kedua ini saya beri judul “Selamat Hari Blogger Nasional : Ini Yang Kulakukan di Hari Blogger”. Tulisan kedua ini, tadinya mau saya ikutkan di event seru-seruan bareng Blogspedia Challenge yang diadakan oleh MomBlogger, Maritaningtyas, namun sayang tidak jadi karena satu dan lain hal.

2. Membuat Template Bertemakan Hari Blogger

Selain menulis, cara untuk mengisi di Hari Blogger Nasional ini, saya membuat template atau gambar yang bertemakan Hari Blogger Nasional. Pastinya kalimat yang saya tulis adalah bentuk nyata kebanggaan saya sebagai blogger, meski masih berpredikat sebagai Blogger Pemula alias cupu.

Saya Bangga Menjadi Blogger

Agar lebih mengenalkan tentang perkembangan dan trend blogging ke masyarakat luas, template atau gambar yang saya buat tadi, saya bagikan di media sosial sebagai kampanye dengan tujuan selain untuk memperkenalkan saya secara personality, juga untuk mengenalkan dunia blog kepada masyarakat luas, betapa besar manfaatnya ketika kita menulis di blog.

3. Menyusun Rencana

Meski membuat akun blognya sudah lama, tetapi baru setahun ini kegiatan menulis agak lebih aktif. Hal ini karena setelah ikut tantangan selama 3 bulan di Blogspedia Coaching Batch 2 dibawah Coach Maritaningtyas, dan mendapat undangan untuk ikut tantangan di komunitas The Cupuers.

Ada banyak perubahan setelah saya ikut gabung di dua tantangan tersebut, mulai dari tampilan blog yang sedikit lebih rapi, tertata dan menarik, sampai keaktifan untuk menulis semakin terasa. Lagi-lagi masih banyak PR seperti yang saya ungkapkan pada tulisan sebelumnya.

Namun, ada beberapa rencana ke depan yang mudah-mudahan bisa terwujud. Mulai meningkatkan SEO nya, lebih tajam dan menarik dalam kontennya, ikut tantangan lainnya, dan mulai ada keinginan untuk profit oriented.

Baca Juga : Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Itulah yang kulakukan untuk mengungkapkan rasa bangga sebagai blogger di Hari Blogger Nasional. Semoga lebih termotivasi untuk melakukan perubahan. Sekarang giliran anda untuk menyampaikan apa yang dilakukan di Hari Blogger Nasional ini. Selamat Hari Blogger Nasional.

Selamat Hari Blogger Nasional : Saya Bangga Menjadi Blogger !

Konten [Tampil]

Selamat Hari Blogger Nasional

Tahukah anda kapan hari blogger nasional itu diperingati ? atau jangan-jangan anda tidak tahu kalau ada hari blogger nasional. Yah, saya sendiri baru tahu dari temen-temen komunitas blog, ternyata ada tanggal yang ditetapkan sebagai hari blogger nasional. Yang pasti dengan adanya hari blogger ini, bagi saya sendiri bisa memberikan rasa bangga dan motivasi untuk terus berliterasi dengan tidak berhenti untuk selalu menulis di blog. Kalau meminjam istilah My Coach, Mbak Marita Ningtyas, Jangan ngaku blogger kalau tidak pernah menulis.

Hari Blogger Nasional

Ternyata hari blogger nasional itu ditetapkan setiap tanggal 27 Oktober. Dikutip dari https://tekno.kompas.com/, Hari Blogger Nasional pertama kali dicanangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007 pada pembukaan Pesta Blogger tahun itu.

Masih dikutip dari laman yang sama, bahwa para blogger diharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat, bisa menjadi sumber penghasilan, memperluas jaringan pertemanan, dan lainnya. Blog tak lagi menjadi tempat curahan hati individu, tapi juga bisa menjadi tempat untuk membuka peluang bisnis di dunia nyata. Secara global, blog adalah singkatan dari web log, yakni bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Media blogger pertama kali diperkenalkan oleh blogger.com yang dimiliki oleh PyraLab, yang kemudian diakuisisi Google pada tahun 2002. Sejak itu, banyak aplikasi-aplikasi yang bersifat terbuka, yang membantu para blogger mengembangkan blog yang dimiliki.

Baca Juga : Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Manfaat Ngeblog

Tadi udah saya sebutkan di atas bahwa banyak banget manfaat yang bisa dirasakan oleh para blogger. Misalnya, saya sendiri udah bisa merasakan manfaat dari ngeblog ini. Pertama, bisa mencurahkan isi pikiran ke dalam tulisan. Yang selama ini hanya ada dalam pikiran, dengan memiliki blog, semua isi pikiran itu saya tulis di blog saya pribadi, lalu saya publis.

Karena saya berprofesi sebagai guru, maka bukan hanya isi pikiran saja yang saya tulis di blog, tetapi materi-materi pelajaran yang saya ampu, semuanya saya tulis di blog. Sehingga ada kemudahan dalam mengakses materi pelajaran, bukan hanya untuk saya sendiri, tetapi juga buat para siswa.

Manfaat kedua yang saya rasakan dari ngeblog ini adalah bisa menambah pertemanaan. Dengan ikut komunitas blog, saya jadi punya banyak teman baru. Teman baru saya sudah lintas domisili, berbeda provinsi, berbeda generasi, bahkan ada satu teman yang sekarang tinggalnya di USA. Semua itu pengalaman baru buat saya.

Manfaat Ngeblog

Bukan hanya sekedar teman, dengan ikut komunitas blogger, kita bisa saling berbagi informasi, berbagi pengetahuan baru, saling curhat masalah blog. Yang jelas ada dan punya keluarga baru, meskipun sampai hari ini, hanya satu orang yang sudah tahu sosok aslinya, he he .... itupun karena rekan kerja,  yang lainnya baru lihat dari foto maupun  video. 

Sementara memanfaatkan blog untuk bisa menghasilkan cuan, sepertinya saya masih harus terus belajar dan mengembangkannya. Masih perlu sharing bersama temen-temen dan menambah ilmu tentang pengelolaan serta conten yang lebih menarik lagi. PR kedepannya adalah membuat template yang lebih menarik, membuat konten blog yang banyak dicari, meningkatkan SEO, dan harus ikut komunitas-komunitas menulis lainnya agar ada tantangannya.

Baca Juga : Cinta dan Sahabat (Part II)

Bangga Menjadi Blogger

Jika dihitung sejak tanggal ditetapkannya sebagai hari blogger, berarti hari blogger nasional ini sudah memasuki tahun yang keempat belas. Saya bangga menjadi blogger, meskipun masih jauh pisan dengan para blogger lainnya.

Ada rasa bangga ketika tulisan kita dibaca orang-orang, ada komentar-komentar yang ditinggalkan di kolom komentar. Atau yang lebih membahagiakan dan apresiatif adalah tulisan kita dishare ke orang lain, dan dijadikan referensi untuk tulisan lainnya.

Selamat Hari Blogger Nasional. Aku Bangga Menjadi Blogger. Menulis, menulis dan menulis.

Kusuka Karena Bacaan Quranmu

Konten [Tampil]


Kalau boleh jujur ini pertama kalinya Aku suka terhadap seorang perempuan. Aku tipe orang yang pilih-pilih dalam menentukan sesuatu, termasuk memilih untuk suka kepada seorang perempuan. Eitt,,, tunggu dulu, sukanya Aku kepada seseorang tidak seperti orang lain. Kalau orang lain sukanya itu dengan cara mengucapkan kata "Suka", lalu berkomitmen, kemudian sering komunikasi.

Beda dengan Aku, ketika sekarang Aku suka kepada someone, caraku nunjukkin rasa sukaku kepada perempuan yang sekarang Aku ceritain adalah cukup dengan menjadi orang yang setia mendengarkan curhatannya. Hatiku meyakinkan pikiranku, bahwa Aku telah mendapatkan tempat yang pas dihatinya, hanya cukup selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan ceritanya. Tak perlu ada komitmen, tak ada kesepakatan untuk selalu berkomunikasi, bahkan penentuan status pun tak ada.

Tak perlu Aku ceritain siapa perempuan itu. Yang pasti perempuan itu sahabat sekolah terbaikku. Selalu takut akan Tuhannya, tak jauh dengan firman-Nya, dan hanya ayat-ayat-Nya yang selalu keluar dari mulutnya. Itulah yang membuatku suka kepadanya.


Bacaan qurannya begitu fasih, begitupun suaranya sangat indah kudengar. Bacaan qurannya benar-benar memberikan ketenangan hatiku. Terkadang Aku malu, karena bacaan quranku tak sebaik perempuan itu. Temen-temennya juga banyak yang cerita, Ia juga pandai baca kitab kuning. Tak salah jika Aku berani mengatakan kalau perempuan yang satu ini adalah sosok perempuan yang hebat.

Beberapa kali Aku punya kesempatan untuk bermain ke rumahnya, ehhh ,,, jangan suudzon dulu, ke rumahnya itu Aku barengan sama temen-temen yang lain. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini ternyata punya darah dari keluarga yang tidak jauh dari agama. Sempat kuberpikir, mampukah Aku suatu saat nanti untuk berdiri tepat disampingnya. Over thinking banget .... halu. wk wk

Baca Juga : Cinta dan Sahabat

Bulan Oktober adalah hari ulang tahunku. Dan tahun ini adalah tahun yang sangat berkesan karena di hari ulang tahunku ini Aku mendapatkan kado spesial dari perempuan itu. Aku jarang banget dapet hadiah ulang tahun, kalau ucapan selamat mah sering. Bukan kadonya yang kulihat, tapi ingat tanggal ulang tahunku saja itu lebih dari segalanya. Pokoknya Aku PD, dia ngasih kado kepadaku berarti dia menaruh hati padaku. :D :D

Mungkin inilah yang dinamakan dengan punya rasa yang beda, beda dari yang lain, rasa yang tidak biasa, rasa yang selalu ada pada dua insan yang saling merindukan. Meskipun sampai detik ini, Ia tidak pernah mengeluarkan satu katapun yang menandakan Ia suka padaku. Ia hanya senyum manakala Aku berpapasan dengannya. Ia suka menulis kalimat-kalimat seperti orang yang sedang suka pada seseorang, tapi apakah seseorang yang dimaksud itu adalah Aku, I do not Know.

Mata tak pernah dusta, hati tak pernah mengingkari, bahasa tubuhmu tak membuatku ragu, kalau Ia punya rasa yang sama denganku. Kuawali dengan Bismillah, Aku Suka karena bacaan quranmu.

Baca Juga : Cinta dan Sahabat (Part II)

Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Konten [Tampil]

Disela-sela kesibukan kita beraktifitas, tidak ada salahnya kita merefresh tubuh dan pikiran kita. Salah satu caranya dengan menjalankan hobi kita. Bagi sebagian orang, mungkin menjalankan hobi itu hanya membuang waktu saja tanpa ada manfaatnya. Tetapi bagi yang suka menjalankannya, termasuk saya pribadi, hobi justru bisa menjadi obat agar tubuh dan pikiran kita yang tadinya capek dan lelah kembali menjadi fit, segar dan bugar. Bahkan, jangan salah ada hobi yang justru bisa menghasilkan penghasilan (uang) 

inilah hobiku

Apa Sih Hobi itu ?

Dikutip dari Wikipedia, hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hobi dapat diartikan sebagai kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan sebagai pekerjaan utama.

Sangat jelas dari pengertian di atas bahwa hobi itu aktifitas yang dilakukan seseorang di luar pekerjaan utama yang menjadi kegemaran dan bisa membuat senang bagi yang menjalankannya. Orang yang menjalankannya disebut sebagai pehobi.

Ini Hobiku, Mana Hobimu ?

Bicara hobi tentu banyak sekali jenisnya. Ada hobi yang menyehatkan seperti berolahraga, ada juga hobi yang bisa menghasilkan uang, seperti hobi membuat prakarya, berkebun hidroponik di rumah, atau hobi bermain game profesional. Tidak sedikit orang yang sukses hanya dengan menekuni hobi secara serius. Dari hobi bisa menjadi profesi yang menghasilkan cuan.

Anda sendiri hobinya apa ? Kalau saya hobinya lebih banyak yang berhubungan dengan olahraga, entah apa alasannya, yang pasti sejak dulu waktu masih sekolah memang olahraga hobinya. Dan hobi itu sampai sekarang masih dijalani. Berikut beberapa hobi yang saya jalani sekarang ini :

1. Sepak Bola

Hobi nomor satu pastinya sepak bola. Sejak masih sekolah dasar sampai sekarang hobi sepak bola itu masih saya jalankan. Masih ingat waktu sekolah dasar, kalau hujan adalah waktu favorit untuk melaksanakan hobi sepak bola. Sambil telanjang dada, tanpa sepatu alias nyeker, di lapang becek, kita bersepak bola ria dengan temen-temen seumuran. Dan semua itu saya lakukan hampir tiap hari.

Nah, baru setelah masuk SMA, intensitas hobi sepak bolanya mulai berkurang, yang biasanya hampir tiap hari, menjadi paling seminggu dua kali. Sementara sekarang, karena mungkin faktor U, daya tahan tubuh berkurang, serta karena sibuk dengan pekerjaan, hobi sepak bola paling dalam seminggu hanya sekali dilaksanakan.

Karena saya berprofesi sebagai tenaga pengajar (guru) di madrasah, maka hobi sepak bola nya hanya dilakukan bersama-sama dengan satu profesi yaitu guru madrasah, baik di tingkat MI, MTs maupun MA. Agar lebih kelihatan “eksis” maka kami membentuk satu perkumpulan sepak bola khusus guru-guru madrasah, yang kami beri nama dengan Persatuan Guru Madrasah Football Club (PGM FC). 

Persatuan Guru Madrasah (PGM) FC
Persatuan Guru Madrasah (PGM) FC

2. Futsal

Selain sepak bola, Futsal adalah hobi kedua yang sering saya lakukan. Sama halnya dengan sepak bola, futsal pun saya lakukan bersama-sama guru madrasah. Klub PGM FC bukan hanya komunitas untuk sepak bola saja, tetapi futsal pun bagian dari kegiatan dari PGM FC. Seperti sepak bola, futsal hanya dilaksanakan seminggu sekali. Kalau sepak bola dilaksanaka di tengah pekan, sementara futsal biasanya dilaksanakan pada akhir pekan, itupun dijadwalkan di malam hari.

Tapi sayangnya, hobi futsal ini sudah hampir setahun saya tinggalkan karena acaranya selalu bentrok dengan hobi lainnya. Dan rekan-rekan guru lainnya juga lebih sering bermain sepak bola dibandingkan dengan futsal. Kalau pun sedang ingin bermain futsal, paling mengobati kerinduannya dengan bermain futsal bersama-sama pemuda di kampung. 

Futsal PGM 

3. Bulu Tangkis

Untuk hobi yang ketiga yang sekarang saya jalani adalah hobi bermain bulu tangkis. Hobi ini saya jalankan sebagai pengganti hobi futsal yang sudah lama saya tinggalkan. Sebetulnya hobi bulu tangkis sudah saya geluti sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Pernah merasakan main bulu tangkis dengan raket dari kayu.

Sebelum bermain di ruang tertutup (GOR), saya sering bermain bulu tangkis di luar ruangan. Namun sekarang dilakukan di dalam ruangan dan lebih sering dilaksanakannya pada sore hari sampai malam. Kalau sepak bola dan futsal lebih banyak beranggotakan guru-guru, nah kalau bulu tangkis kebanyakan anggotanya berangkat dari para operator di madrasah. 

Baca Juga : Cinta dan Sahabat

Sama dengan sepak bola dan futsal, para operator yang tergabung dalam hobi bulu tangkis ini pun memiliki klub yang diberi nama “PB ASOKA” kependekan dari Persatuan Bulu Tangkis Asal Oyag Kabeh. Filosopisnya adalah Oyag sama dengan bergerak, dan Kabeh sama dengan semua. Jadi kesimpulannya adalah mau mainnya bagus atau tidak yang penting mau bergerak saat bermain, 

PB ASOKA

4. Menulis dan Baca

Hobi menulis ini mungkin hobi yang baru, atau jangan-jangan menulis ini tidak dikategorikan sebagai hobbi. Mungkin hikmah ikut kelas Blogspedia Coaching #2, dan sekarang ikut komunitas The Cupuers, saya lebih punya gairah untuk terus menulis dan lebih kuat dalam membaca. Mudah-mudahan hobi menulis ini berubah menjadi passion seperti temena-temen di kelas Blogspedia dan The Cupuers. Karena menurut temen saya di Blogspedia Coaching, Mbak Hamim, ada perbedaan antara hobi dan passion.

5. Hobi Lainnya

Ada hobi lainnya yang juga saya jalankan, namun hanya sesekali saya lakukan. Hobi itu adalah jalan kaki ke gunung (hiking), dan ngeliwet di pinggir sungai. Cuman kegiatan hobi itu susah sekali saya lakukan karena jarang ada temennya. Kalaupun sesekali dilakukan, itupun hanya bersama-sama alumni. 

Hiking Bersama Alumni ke Situ Gunung Kadudampit

Jalani Hobi, Manfaatnya Apa Sih ?

Setiap kegiatan yang baik pasti ada manfaat di dalamnya. Begitu pun dengan hobi yang sekarang saya lakukan. Berikut 3 (tiga) manfaat dari hobi yang saya jalani.

1. Badan Jadi Sehat

Karena kebanyakan hobi saya berhubungan dengan olahraga, maka manfaat yang saya rasakan dari hobi yang saya lakukan saat ini adalah badan menjadi lebih sehat, persendian lebih nyaman digerakkan, jarang capek, dan badan jadi lebih segar. Bagaimana pun juga, banyak referensi yang menyatakan bahwa olahraga merupakan salah satu bagian dari pola hidup yang sehat dan baik. Nggak percaya ? coba deh punya hobi yang berhubungan dengan olahraga.

2. Menjalin Silaturahmi

Manfaat kedua yang saya rasakan dari menjalani hobi selama ini adalah kita bisa menjalin silaturahmi. Menguatkan tali persahabatan yang sudah dijalani, dan juga menjalin silaturahmi dengan orang-orang baru yang menjadi lawan pada saat menjalankan hobi tersebut.

Yang lucunya dari hobi yang kita lakukan bersama temen-temen, kita punya prinsip “Nggak Kren Kalau Menang”, artinya kita bukan mencari kemenangan, tetapi kebersamaannya. Dan prinsip kedua, mainnya nomor sekian, yang penting bisa berfoto bareng. 

PGM FC

Saya punya pengalaman, pernah bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak berjumpa, akhirnya dipertemukan di lapangan saat melaksanakan sparing sepak bola dan futsal.

3. Ajang Diskusi

Permasalahan di sekolah banyak sekali, seperti kendala pada penggunaan beberapa aplikasi yang digunakan di sekolah. Kendala dan hambatan ini kemudian dibawa pada saat ketemu di lapangan. Dan tidak sedikit, kendala-kendala yang dibawa bisa diselesaikan di lapangan saat menjani hobi tersebut.

Atau saya sering ngajak para alumni untuk bertukar pikiran dalam diskusi kecil saat hiking dan ngeliwet bareng, dari diskusi kecil itu sering muncul ide-ide kreatif dari para alumni, yang tujuannya tentu saja untuk memajukan almamaternya. 

Itulah beberapa hobi yang saya jalani dan manfaatnya yang dirasakan. Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi bagi anda. Sekarang tinggal anda menyebutkan apa saja hobi kalian. 

.... Selama hobi itu bermanfaat maka lakukan, tapi sebaliknya jika mengganggu dan tidak berfaedah segera hentikan ....

Baca Juga : 6 Pelajaran Berharga dari Podcast Deddy Corbuzier Bersama Azka

Sibuk Bekerja ? Berikut 4 Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Konten [Tampil]

Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang terkena dampak dari Pandemi covid-19. Bukan hanya pendidikan tingkat dasar dan menengah saja, covid-19 ini dirasakan juga oleh pendidikan tingkat anak usia dini (AUD). 

Tips mendampingi anak belajar online

Akibat adanya covid-19 ini ada perubahan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada anak-anak. Yang biasanya proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka langsung di sekolah (offline), berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah (online). Hal ini seperti tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 yang menetapkan aturan belajar dari rumah (learn from home) bagi anak-anak sekolah.

Pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan Belajar dari Rumah (BDR) ini juga mengalami perubahan dalam hal pendampingan selama proses pembelajarannya. Yang biasanya guru yang melakukan pendampingan, beralih kepada orang tua yang harus menggantikan peran guru dalam proses pendampingan pembelajaran di rumah.

Dengan adanya perubahan ini mau tidak mau peran orang tua dalam mendampingi anaknya saat belajar di rumah sangat dibutuhkan. Diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik dari orang tua tentang bagaimana cara mendampingi anak ketika belajar di rumah. Salah sedikit saja orang tua dalam perakteknya, maka bukan hanya orang tuanya yang stress tetapi juga anaknya yang tidak akan mendapatkan layanan pembelajaran yang baik dan sehat dari orang tua.

Dengan adanya pengalihan pendampingan dari guru kepada orang tua saat anak belajar di rumah, tentu tidak semua orang tua sudah siap dengan peran yang baru ini. Betulkan?. Saya kira sangat mutlak bagi semua orang tua untuk memiliki pengetahuan tentang pentingnya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah.

Memang diakui bahwa banyak kendala dan tantangan yang dihadapi orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah, mulai dari belum fahamnya orang dalam menjalankan metode belajar daring, tidak biasa menggunakan teknologi, tidak memahami maksud pesan yang disampaikan guru, sampai kepada orang tuanya yang super sibuk, sehingga tidak bisa mendampingi anaknya belajar di rumah.

Berdasarkan berbagai kendala yang ditemukan dilapangan, maka diperlukan upaya dan langkah-langkah yang tepat agar pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Berikut tips yang bisa dilakukan orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah.

  • Alasan Anak Butuh Pendampingan Orang Tua Saat Belajar di Rumah

Ketika covid-19 melanda, maka untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut di kalangan para siswa, pemerintah memutuskan agar proses pembelajaran dilaksanakan secara daring atau belajar dari rumah. Otomatis kebijakan ini memaksa orang tua harus memantau dan mendampingi anaknya belajar di rumah. 

Alasan mendampingi anak belajar online

Kenapa pendampingan orang tua kepada anaknya saat belajar di rumah harus dilakukan. Berikut beberapa alasan kenapa orang tua harus mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

1. Keinginan Belajar

Hampir setahun lebih anak-anak tidak melaksanakan belajar tatap muka di sekolah. Keadaan ini sedikit banyaknya akan berdampak pada penurunan keinginan belajar pada anak. Dengan tidak pergi sekolah, kebanyakan siswa merasa seperti tidak memiliki alasan dan motivasi yang cukup kuat untuk belajar. Ketika biasanya guru memperhatikan mereka secara langsung di kelas, tingkat keinginan belajar mereka relatif lebih terjaga. Tetapi saat tidak ada guru, biasanya kesadaran belajar ini pun menurun.

Oleh karena itu, peran pengganti guru yakni orang tua sangat diperlukan untuk mengambil alih peran yang selama ini dijalankan oleh guru di sekolah yaitu mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

2. Menjaga Motivasi Anak

Selain bertujuan untuk menjaga keinginan untuk belajar tetap ada pada diri anak, alasan lain kenapa pendampingan orang tua ini harus dilakukan adalah untuk menjaga motivasi anak untuk terus belajar agar tetap ada dan tidak menurun. Apalagi bagi anak-anak usia dini rasa semangatnya masih turun naik alias tidak stabil.

3. Menjaga Tetap Aman

Alasan selanjutnya dengan adanya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah adalah agar keberadaan anaknya benar-benar aman selama proses belajar di rumah. Aman dari penggunaan alat dan perlengkapan yang digunakan, serta aman dari gangguan orang lain.

4. Menghindari Learning Loss

Akibat covid-19 ini, Kemendikbud telah mencatat adanya tanda-tanda learning lost yang terjadi pada diri siswa. Learning loss adalah kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa. Demikian kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI.

Maka dengan adanya pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah, paling tidak bisa menghindari learning lost pada diri anak-anak

Baca Juga : Belajar Online, Berikut 4 Peran Orang Tua Yang Harus Dijalankan

  • Tantangan Orang Tua Saat Mendampingi Anaknya Belajar di Rumah

Tidak ada proses tanpa tantangan. Begitu juga dengan pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah juga banyak tantangannya. Berikut beberapa tantangan orang tua saat mendampingi anaknya belajar di rumah 

Tantangan belajar online

1. Kesiapan Orang Tua

Dalam impelementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) ternyata tidak selalu berjalan mulus, banyak fakta yang ditemukan di lapangan, salah satunya tidak semua orang tua siswa siap melaksanakan belajar secara daring. Tidak sedikit keluhan yang disampaikan oleh orang tua siswa kepada sekolah.

Rata-rata mereka kesulitan mendampingi saat anaknya belajar di rumah. Bayangkan Orang tua tidak pernah berpikir sebelumnya akan menjalankan perannya sebagai “guru” di rumah. Ketidaksiapan orang tua ini disebabkan karena belum memiliki pengetahuan tentang tata cara membimbing anak ketika belajar di rumah. Selain itu, ada juga sebagian yang kurang siap itu karena belum terbiasa menggunakan teknologi digital

2. Ketersediaan Media dan Akses

Pelaksanaan proses belajar dari rumah ini harus didukung dengan teknologi yaitu dengan tersedianya alat atau media berupa smartphone. Tidak semuanya siswa memiliki alat media, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran jarak jauh ini. Sehingga keadaan ini menghambat terhadap proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah.

Selain ketersediaan alat media untuk belajar, akses internet dan jaringan juga menjadi hambatan dalam proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah. Mau melaksanakan pendampingan bagaimana, jika tugas yang disampaikan gurunya tidak bisa diakses hanya karena jaringan internet yang tidak stabil atau tidak adanya kuota internet.

3. Masalah Waktu Pendampingan

Tantangan lain dalam proses pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah adalah masalah waktu pendampingan yang tidak selaras dengan pekerjaan orang tua. Hal ini banyak terjadi pada orang tua yang dua-duanya bekerja, sehingga waktu untuk mendampingi anaknya sama sekali tidak ada.

  • Tips Orang Tua yang Sibuk Bekerja Saat Mendampingi Anaknya Belajar di Rumah

Bagi orang tua yang tidak terkendala dengan waktu, mungkin pendampingan terhadap anaknya yang sedang belajar di rumah tidak akan begitu repot. Namun, sebaliknya bagi orang tua yang dua-duanya sibuk bekerja akan sangat kesulitan melaksanakan pendampingan belajar terhadap anak. 

Lalu bagaimana caranya agar orang tua yang sibuk bekerja bisa mendampingi anaknya belajar di rumah dengan optimal. Tips berikut bisa diterapkan bagi orang tua yang memiliki kesibukan dalam bekerja 

Tips Mendampingi Anak Belajar Online

1. Bangun Komunikasi dengan Guru

Komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa harus selalu dilakukan secara baik dan efektif agar perkembangan anak bisa dipantau secara bersama-sama. Apalagi disaat pandemic covid-19 ini komunikasi wajib dilakukan, terlebih berkenaan dengan proses pembelajaran jarak jauh, yang mengakibatkan peralihan pendampingan saat belajar dari guru kepada orang tua siswa.

Terutama bagi orang tua yang super sibuk, yang tidak ada waktu untuk mendampingi anaknya belajar di rumah, komunikasi ini harus segera dilakukan orang tua kepada gurunya. Sampaikan keadaan yang sebenarnya jika orang tua tidak memiliki waktu untuk pendampingan terhadap anak. Sehingga diharapkan ada jalan keluar dari komunikasi tersebut

2. Buatkan Schedule

Buat orang tua yang super sibuk, buatkan schedule pekerjaan dengan seefektif dan seefesien mungkin, agar di antara kesibukan tersebut ada sedikit waktu luang untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah. Lakukan pekerjaan yang benar-benar prioritas, dan tunda pekerjaan yang memang bisa dilakukan kapan saja dan bisa dikerjakan di rumah. Pekerjaan-pekerjaan yang bisa ditunda dan tidak terlalu prioritas inilah yang bisa dimanfaatkan orang tua untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah.

Diharapkan dengan adanya schedule ini orangtua dapat menyesuaikan jadwal bekerja dengan jadwal mendampingi anak belajar sehingga tidak ada yang perlu dikorbankan antara anak dan pekerjaan.

3. Bekerja Sama dengan Anggota Keluarga Lainnya

Jika memang orang tuanya benar-benar sibuk dan sulit meluangkan waktunya untuk mendampingi anaknya belajar di rumah, solusi lainnya bisa bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya. Tugas orang tua untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah bisa diwakili oleh kakaknya yang dianggap bisa menggantikan peran orang tuanya.

4. Dampingi Setelah Pulang Kerja

Sesibuk-sibuknya orang tua bekerja, pasti ada waktu selesainya juga. Apabila orang tua pulang kerja, gunakan sisa waktu yang ada untuk mendampingi anaknya belajar di rumah. Meskipun tidak efektif, tapi paling tidak bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan montivasi anak untuk tetap belajar.

Saya menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua saat anaknya belajar di rumah itu sangatlah penting dilakukan. Selain menjaga semangat dan keinginan anak untuk tetap belajar, tetapi juga agar terhindar learning loss pada diri anak-anak. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Childfree : Hilangnya Fungsi Keluarga