Mengenal Ibnu Khaldun, Sosiolog Muslim dan Karyanya

Konten [Tampil]

Dunia Islam dari sejak dulu tidak pernah kekurangan sosok orang-orang yang hebat yang berkarya dalam ilmu pengetahuan. Dari sekian banyak ilmuwan muslim yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan, ada sosok Ibnu Khaldun yang dikenal dengan sebutan Ahli Sosiologi Muslim pertama dalam sejarah Islam. 

Ibnu Khaldun Sosiolog Muslim


Lalu seperti apa sosok Ibnu Khaldun, dan bagaimana kehidupannya, serta apa saja karya yang menjadi sumbangsihnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan? Yuk simak tulisan berikut ini. 

Kehidupan Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami. Ia lahir di Tunisia, pada tanggal 17 Mei 1332 M, yang bertepatan dengan tanggal 1 Ramadan 732 H. Beliau berasal dari keluarga Andalusia kelas atas keturunan Arab. Leluhur keluarga tersebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Waíl ibn Hujr, seorang teman Nabi Muhammad SAW. 

Sebagian referensi menyebutkan bahwa namanya adalah ‘Abd al-Rahmân bin Khaldun al-Maghribî al-Hadlramî al-Mâlikî. Digolongkan kepada al- Maghribî karena ia lahir dan dibesarkan di Maghrib di kota Tunis. Dijuluki al-Hadlramî karena keturunannya berasal dari Hadlramaut Yaman, dan dikatakan al-Mâliki karena ia menganut mazhab Mâlik.

Ayahnya bernama Abû ‘Abdullâh Muhammad, yang berkecimpung dalam bidang politik. Ia kemudian mengundurkan diri dari bidang politik dan menekuni ilmu pengetahuan dan kesufian. Sehingga Ibnu Khaldun dikenal sebagai sosok yang terlahir dari keluarga pejabat terhormat dan keluarga pecinta ilmu pengetahuan. 

Baca Juga : Mengenal Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Karyanya

Karya Ibnu Khaldun.

Cendikiawan muslim, Nurcholish Madjid, menyebut sosok Ibnu Khaldun sebagai salah seorang ilmuwan Islam yang sangat cemerlang dan termasuk yang paling dihargai oleh dunia intelektual modern. Menariknya Ibn Khaldun termasuk ilmuwan yang menolak keras filsafat. seperti Ibn Taimiyah dan al-Ghazali.

Beberapa karyanya, diantaranya: 

  1. Muqaddimah Ibn Khaldun. Buku ini ditulis sebagai pengantar dari buku Târîkh Ibn Khaldun. 
  2. Kitâb al-‘Ibr wa Daiwân al-Mubtadâ’ wa al-Khabar fî Ayyâm al-‘Arab wa al-‘Ajm wa al-Barbar wa Man Âshâruhum min Dzawî al-Sulthân al- Akbar. Kitab yang dikenal dengan nama Tarîkh Ibnu Khaldun yang berisikan tentang sejarah-sejarah Arab, generasi-generasi negara mereka, sejarah-sejarah umat-umat yang lalu, seperti Turki, bangsa-bangsa lain sampai abad 8 H / 14 M. 
  3. At-Ta‘rîf bî Ibnu Khaldun wa Rihlatuhu Syarqan wa Gharban. Sebuah autobiografi yang ditulis sendiri oleh Ibnu Khaldun yang menjelaskan keturunan, keluarganya dak kahidupannya. 
  4. Syifâ’ al-Sâ’il lî Tahdzîb al-Masâ’il. Buku ini tentang Tasawuf, dan menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan, apakah buku ini betul-betul ditulis oleh Ibn Khaldun. 

Sosiolog Muslim Pertama

Dari sekian banyak karyanya, Muqaddimah (Pendahuluan) adalah karya paling populer yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial. Dr. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas Aberdeen, Skotlandia dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” pada tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan bahwa tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris. 

Ibnu Khaldun


Di buku ini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metode-metodenya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Ia juga berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat. 

Lalu di buku ini juga Ia berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menjelaskan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. 

Karena pemikiran-pemikirannya yang populer inilah, Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Bahkan sebagian ilmuwan Barat mengakui akan pemikiran dari Ibnu Khaldun ini. Meski bukan penemu istilah kata sosiologi, namun orang-orang menyebut jika Ibnu Khaldun layak disebut sebagai sosiolog muslim pertama.

Jadi Saksi di Pernikahan Anak Kami

Konten [Tampil]

Kok jadi saksi di pernikahan anaknya, bukannya jadi wali nikah ? Tunggu dulu, anak perempuan yang nikah ini bukan anak nasab kami, tapi anak perempuan yang sudah 7 tahun memanggil kami dengan sebutan papa dan bunda. Begitu pun kami telah menganggap perempuan yang satu ini sebagai anak kami.

Saksi Nikah


Sebelum saya menceritakan bagaimana perasaan ketika menjadi saksi dalam pernikahan itu, tak ada salahnya kita cari tahu dulu apa sih syarat-syarat untuk menjadi saksi dalam sebuah pernikahan.

Ada sejumlah syarat saksi nikah yang harus dipenuhi. Jika syarat saksi nikah tersebut tidak terpenuhi, maka saksi tersebut dinilai tidak layak dan harus diganti oleh orang lain yang memenuhi syarat menjadi saksi.

Syarat saksi nikah sendiri tercantum dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan. Dalam Permenag tersebut, saksi nikah termasuk dalam rukun nikah. Dan jumlah saksi yang menjadi rukun dalam pernikahan adalah dua orang.

Syarat Menjadi Saksi

Dirangkum dari laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan perkara tentang suatu perkara yang ia dengar sendiri, ia lihat, dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu.

Sehingga, saksi nikah adalah orang yang melihat, mendengar, atau mengetahui sendiri suatu peristiwa/kejadian akad nikah antara wali nikah/wakilnya dengan calon suami/wakilnya dengan tujuan mereka kelak dapat memberikan keterangan yang diperlukan guna kepentingan perkara tentang pernikahan yang diketahuinya itu.

Berdasarkan Permenag Nomor 20 Tahun 2019, syarat untuk menjadi saksi nikah adalah sebagai berikur:

1. Islam

Syarat saksi nikah yang pertama adalah Islam. Dirangkum dari IAIN Bengkulu, kesaksian orang yang beragama selain Islam atas orang Islam tidak diperbolehkan kecuali dalam hal wasiat di tengah perjalanan.

2. Baligh

Syarat saksi nikah yang kedua adalah baligh. Sehingga, anak kecil tidak boleh menjadi saksi nikah sebab mereka kurang mengerti kemaslahatan untuk dirinya, terlebih untuk orang lain.

3. Berakal

Syarat saksi nikah yang ketiga adalah berakal. Menurut Sayyid Sabiq syarat menjadi saksi adalah berakal, dewasa, dan mendengar pembicaraan dari kedua belah pihak yang berakad dan memahami ucapan ijab qabul dalam pernikahan. Dan jika yang menjadi saksi itu anak-anak, orang gila atau orang mabuk, maka pernikahannya tidak sah, sebab mereka dipandang seperti tidak ada.

4. Laki-laki

Keempat, syarat saksi nikah adalah laki-laki. Golongan Syafi’i dan Hambali mensyaratkan saksi haruslah laki-laki, menurutnya seorang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan tidak sah dalam perkawinan.

5. Adil

Kelima, syarat saksi nikah adalah adil. Kaum muslim telah sepakat bahwa keadilan menjadi syarat dalam penerimaan kesaksian nikah.

Jadi Saksi Nikah untuk Kali Pertama

Tanggal 15 Mei 2022 menjadi hari yang tidak biasa, karena dihari itu saya harus jadi saksi nikah untuk kali pertama, buat anak perempuan yang telah memanggil kami papa dan bunda.

Awalnya saya menolak untuk menjadi saksi nikah buat anak angkat kami itu. Selain belum pernah, saya merasa masih banyak orang yang lebih pantas dengan keilmuannya untuk menjadi saksi dalam pernikahannya. Namun, karena syarat yang saya ajukan kepada anak perempuan kami terpenuhi, saya pun bersedia menjadi saksi pernikahannya. Syarat yang saya ajukan pada saat itu adalah kalau penunjukan saya untuk menjadi saksi itu harus persetujuan dari semua keluarganya.

Agar tidak ada keraguan saat menjadi saksi nikah, saya kemudian mencari referensi-referensi tentang syarat menjadi seorang saksi dalam pernikahan. Bahkan saya tanya-tanya langsung ke teman yang kebetulan punya kompetensi dalam ilmu fiqih.

Akhirnya sampai juga pada hari-H pernikahan anak perempuan kami. Saya sedikit grogi, tapi lebih grogi lagi calon pengantin prianya dibandingkan saya. Saya coba atur nafas agar groginya perlahan-lahan bisa hilang. Dan alhamdulillah saat kata "tunai" diucapkan oleh calon pengantin prianya, dan saya katakan kata "sah", maka pada saat itu pula anak perempuan yang kami anggap sebagai anak kami itu telah sah menjadi isteri dari kekasih hidupnya serta menyandang gelar nyonya.

Kami bahagia karena kami bisa menjadi saksi pada pernikahan anak kami. Hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk anak perempuan kami. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Halal Bihalal, Sarana Resolusi Konflik

Konten [Tampil]

Tanggal 2 Mei 2022 kemarin umat Islam telah merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Kemenangan yang dimaksud adalah perayaan Hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal dengan istilah Hari Lebaran. 

Halal bihalal


Ucapan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin merupakan kalimat yang sering diucapkan saat momentum Lebaran tiba. Hampir setiap orang tidak mau melewatkan untuk mengucapkan  kalimat  tersebut. Karena ucapan itu sebagai refleksi diri bahwa di dalam hari lebaran itu mengandung makna untuk saling memaafkan dan menjalin persaudaraan. 

Selain tradisi saling mengucapkan selamat lebaran, ada tradisi lain yang menjadi rutinitas paska lebaran yakni kegiatan Halal Bihalal. Karena ritual Halal Bihalal ini sarat dengan waktu yang tepat untuk saling memaafkan, maka tidak ada salahnya Halal Bihalal ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk menguatkan silaturahmi  atau menyambungkan kembali jalinan silaturahmi yang sudah putus. Bahkan Halal Bihalal ini bisa menjadi momen yang tepat untuk dijadikan  sebagai sarana dalam rangka menurunkan tensi konflik yang sedang terjadi di antara individu atau kelompok. 

Awal Mula Halal Bihalal

Ada yang tahu kapan tradisi Halal Bihalal ini ada  ? Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang.

Di banyak negara Islam sebenarnya tidak dikenal istilah halal bihalal. Namun, halal bihalal sudah membudaya di Indonesia dan dirintis sejak 1947 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Halal bi halal menjadi penyambung tali silaturahim yang sudah menjadi tata cara kehidupan bangsa Indonesia. Saling menghalalkan, saling melepaskan ikatan, dan mencairkan hubungan yang membeku.

Makna Halal Bihalal

Kata halal memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti 'diperkenankan'. Dalam pengertian pertama ini, kata halal adalah lawan dari kata haram. Kedua, berarti “baikâ”. Dalam pengertian kedua, kata “halal” terkait dengan status kelayakan sebuah makanan.

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi). 

Dengan melakukan berhalal bihalal menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya renggang dan berselisih menjadi "halal" dengan dimensi teologis yang paling puncak, yaitu menghadirkan rasa empati dan kedamaian.

Ritual halal bihalal selama Idul Fitri, menciptakan kehangatan dan ketulusan sosial. Menyadari kekurangan, dengan sungguh-sungguh melakukan introspeksi dan saling memaafkan sebagai pengakuan bahwa tidak ada orang yang sempurna.

Halal Bihalal Sebagai Sarana Resolusi Konflik

Substansi dari Halal Bihalal adalah saling memaafkan. Maka dari itu Halal Bihalal ini bisa menjadi momen yang pas dan tepat untuk mengakui dan menyadari akan semua kesalahan kita. Kemudian ikhlas memaafkan kesalahan orang lain dan berani meminta maaf atas segala kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. 

Maka dari itu, Halal Bihalal bisa dijadikan sebagai sarana atau media resolusi konflik bagi mereka yang saat ini sedang bersitegang dengan lawan konfliknya. 

Sebagai mahkluk sosial tentu kita akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Dan pastinya saat kita melakukan proses interaksi tersebut tidak akan selamanya bersifat positif, sudah pasti proses interaksi yang mengarah kepada negatif pun bisa saja terjadi. 

Salah satu interaksi yang berbentuk negatif itu adalah konflik. Nah, ketika interaksi dengan orang lain tersebut berada pada situasi konflik dan tidak sedang baik-baik saja, maka diperlukan cara untuk menyelesaikan konflik tersebut. Cara atau usaha untuk mengurangi serta menyelesaikan konflik yang ada itulah yang disebut dengan istilah resolusi konflik. 

Pada hakikatnya resolusi konflik pun dipandang sebagai upaya penanganan sebab-sebab konflik dan penyelesaian konflik dengan menciptakan hubungan baru yang bisa bertahan lama dan positif di antara kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang bermusuhan.

Sementara dalam pelaksanaan resolusi konflik diperlukan sejumlah kemampuan tertentu. Kemampuan itu seperti membangun orientasi, menciptakan persepsi untuk menghargai perbedaan, kecerdasan emosi, kapasitas berkomunikasi, berpikir kreatif, dan berpikir kritis.

Menurut Ralf Dahrendorf ada 3 bentuk resolusi konflik : 

Pertama, Konsiliasi, yakni pengendalian konflik dengan cara semua pihak yang terlibat berdiskusi guna mencapai kesepakatan tanpa ada pihttps://m.republika.co.id/amp/nacbod14hak ketiga yang memaksa atau memonopoli pembicaraan.

Kedua, Mediasi, yakni upaya pengendalian konflik yang menggunakan pihak ketiga seperti ahli atau pakar, lembaga, tokoh sebagai mediator, yang memberi nasihat atau saran, tetapi bukan pemberi keputusan.

Ketiga, Arbitrasi, yakni resolusi konflik dengan kedua belah pihak sepakat untuk mendapat keputusan akhir yang bersifat legal dari arbiter sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan konflik.

Berbagai bentuk Resolusi konflik itu tentu akan lebih mudah diterapkan apabila dilaksanakan pada momentum yang tepat pula. Dan salah satu momentum yang paling pas untuk melakukan resolusi konflik adalah melalui sarana halal bihalal. Setelah diuji dan dilatih menahan hawa nafsu selama sebulan, maka melalui halal bihalal ini kesucian setiap individu lebih disempurnakan lagi dengan saling memaafkan, sehingga konflik yang terjadi akan lebih mudah diselesaikan. 

Referensi :
https://m.republika.co.id/amp/m8yn52
https://m.republika.co.id/amp/nacbod14

Begini Ngabuburit Ala Pesepak Bola Nasional

Konten [Tampil]

Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil gratis, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji. 

Ngabuburit pesepak bola nasional

Kegiatan ngabuburit ini hampir dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai rakyat biasa, pejabat, artis, anak-anak, hingga para atlit seperti pesepak bola pun ingin juga merasakan ngabuburit ini.

Lalu bagaimana para pesepak bola Nasional dalam mengisi ngabuburitnya ? Berikut cara ngabuburit ala pesepak bola nasional.

Alfath Fathier

Alfath adalah pemain yang musim 2021/2022 lalu bermain untuk klub Ibu Kota, Persija. Ia melalukan latihan mandiri di rumah untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Dalam latihan mandirinya, Ia menerima langsung porsi latihannya dari sang pelatih.

Selain berlatih mandiri, pemain yang menjadi andalan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2018 lalu itu, juga mengaku mengisi waktu luang dengan bermain game FIFA 20.

Puja Abdillah

Pemain Persib Bandung yang satu ini punya cara tersendiri untuk mengisi waktu menunggu adzan magrib alias berbuka puasa. Ngabuburit yang dilakukan Puja adalah melakukan joging dan bermain bola bersama teman-temannya di sekitar rumah. Selain bermain bola, Puja sesekali menjalani kegiatan latihan mandiri sambil menyaksikan anak-anak bermain layangan sore hari.

Dedi Kusnandar

Sama seperti Puja Abdillah, Dedi Kusnandar juga merupakan punggawa andalan dari Klub Sepak Bola Asal Jawa Barat, Persib Bandung. Tapi dalam hal ngabuburit, pemain yang biasa dipanggil dengan nama Dado ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Puja. Ia lebih memilih rutinitas membaca Alquran untuk mengisi waktu menjelang berbuka.

Tak hanya itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini, selain ngabuburit dengan tadarus al-Quran, Ia juga kerap bermain bersama buah hatinya. Dua kegiatan tersebut biasanya dilakukan Dedi setelah tugas utamanya sebagai pesepakbola dijalankan. Terlebih selama libur, ia tetap diberikan pekerjaan rumah (PR) oleh tim pelatih.

Rizky Dwi Febrianto

Gelandang Persela Lamongan ini memilih berlatih pada sore hari selama Ramadhan. Aktivitas itu dia lakukan untuk menjaga kondisi sekaligus ngabuburit. Olahraga yang dipilih Rizky adalah bermain sepak bola bersama sepupunya, Bayu Gatra Sanggiawan.

Semua aktifitas itu dia lakukan sejalan dengan instruksi tim pelatih untuk selalu menjaga kondisi. Dan dia menyadari sebagai seorang profesional harus tetap dan bisa menjaga kondisi tubuhnya.

Gunawan Dwi Cahyo

Gunawan Dwi Cahyo adalah bagian dari skuad Bali United. Sebagai pemain profesional Ia tetap harus menjaga kebugaran tubuhnya meski sedang dalam kondisi berpuasa.

Ngabuburit ala Gunawan Dwi Cahyo adalah menjaga kondisi tubuhnya agar tetap terjaga dengan berlatih secara mandiri di rumah seperti para pemain lainnya. Menu latihannya yang ringan-ringan saja yang penting tubuh tetap prima dan terjaga. 

Ngabuburit pesepak bola nasional

Febri Haryadi

Pemain yang identik dengan larinya yang super kencang ini, merupakan pemain jebolan dari Diklat Persib. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Puja dan Dado, Febri ini selain berlatih sepak bola secara mandiri, Ia juga suka berolahraga bulutangkis, untuk mengisi waktu menjelang buka puasa.

Pemain yang akrab dengan nomor punggung 13 dan nama panggilan Bow ini juga sangat memperhatikan asupan makanannya dan pola istirahat yang baik. Tujuannya agar bisa menunjang kegiatan dan latihan.

Baca Juga : Cara Unik Buka Puasa Pesepak Bola Dunia Pada Saat Berlaga, Yang Terakhir Paling Toleransi

Manahati Lestusen

Manahati merupakan pemain gelandang bertahan dari Klub Tira Persikabo. Pemain ini juga pernah menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia.

Bicara tentang ngabuburit, pemain yang beristrikan Riyana Kumalasari ini kerap membantu sang isteri memasak di dapur. Baginya aktivitas paling favorit saat menunggu waktu berbuka puasa ya memasak bersama sang isteri. Semua makanan dinilainya enak asalkan itu buatan sang istri

Pesepak bola berusia 26 tahun tersebut juga hobi bermain game online di sela sela menunggu waktu adzan magrib.

Tony Sucipto

Lain lagi dengan pemain Persija yang satu ini, Tony Sucipto memiliki cara unik tersendiri untuk menunggu waktu berbuka. Salah satunya menghabiskan kegiatan dengan sang anak saat ngabuburit. Toncip, sapaannya, biasa membantu anak belajar, bercanda sekaligus menghabiskan waktu bersama di rumah.

Pemain asal Jawa Timur ini mengaku menikmati waktu tersebut karena kebersamaan dengan anak jarang didapatkannya saat kompetisi bergulir.

Demikian ngabuburit ala beberapa pemain nasional. Mereka tetap profesional meski harus tetap melaksanakan ibadah puasa. 

Cara Unik Buka Puasa Pesepak Bola Dunia Pada Saat Berlaga, Yang Terakhir Paling Toleransi

Konten [Tampil]

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, karena di bulan ini ada satu ibadah yang mesti dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah yakni ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bahkan hampir setiap muslim dan muslimah bersuka cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini. 

Pemain bola saat berbuka saat laga

Kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadhan ini ditujukan bagi mereka yang berstatus sebagai orang-orang Islam, tak terkecuali bagi mereka yang berprofesi sebagai pemain sepak bola muslim.

Bukan lagi rahasia, banyak banget pemain-pemain sepak bola dunia yang bermain di liga-liga top dunia yang menyandang status beragama Islam. Sebut saja misalnya Karim Benzema, yang bermain untuk Klub elit Liga Spanyol, Real Madrid. Ada juga Riyad Mahres, N'golo Kante, Paul Pogba, Mohamed Salah, Sadio Mane yang semuanya bermain di Liga Inggris. Atau Mohammed Simakan, pemain Leipjig, yang bermain di liga Jerman.

Yang menarik, tidak seperti di liga-liga yang negaranya mayoritas beragama Islam, seperti di Liga Indonesia, biasanya pertandingan menyesuaikan waktu puasa. Sementara di liga-liga Eropa, meski puasa, pertandingan tetap dilaksanakan layaknya seperti jadwal biasa.

Namun begitu, sebagai bentuk profesionalitas, banyak pemain dunia yang tetap menjalankan puasanya sembari tetap berlatih dan bertanding. Lalu bagaimana para pemain dunia tersebut cara berbuka puasanya ? 

Pemain Bola Muslim

Berikut cara unik pemain sepak bola dunia berbuka puasa pada saat berlaga di lapangan.

Ketika Salah Seorang Pemain Cedera

Cara pertama pemain sepak bola dunia berbuka puasa ketika laga masih berlangsung adalah berbuka puasa ketika salah seorang pemain mengalami cidera di lapangan. Pada saat yang bersamaan para pemain mencuri-curi waktu untuk bisa berbuka puasa.

Misalnya saat Giresunspor menjamu Ankara Keciorengucu di lanjutan TFF First League (Divisi II Liga Turki) 2020/2021, ketika laga baru berjalan 10 menit, wasit yang memimpin pertandingan menghentikan pertandingan lantaran ada salah seorang pemain yang mengalami cedera. Saat itulah sejumlah pemain Ankara Keciorengucu menuju sisi lapangan untuk segera berbuka puasa. Mereka terlihat minum dalam posisi berlutut, lalu memakan kurma dan pisang.

Pura-pura Cedera

Kalau yang pertama tadi memang ada pemain yang benar-benar cedera, justru yang kedua ini berpura-pura cedera hanya untuk bisa berbuka puasa.

Aksi pura-pura cedera ini dilakukan oleh Mouez Hassen, kiper Tunisia yang berpura-pura cedera hingga terkapar demi berbuka puasa di tengah pertandingan.

Aksi itu dilakukan Mouez ketika Tunisia sedang berhadapan dengan Turki di laga uji coba pra Piala Dunia 2018. Mengetahui sudah adzan Maghrib, kiper 27 tahun itu tiba-tiba terjatuh dan meminta wasit menghentinkan pertandingan sejenak.

Alih-alih benar terkena cedera sungguhan, Mouez justru memberi kesempatan pada rekan setimnya untuk berbuka puasa. Ketika sedang mendapat perawatan dari tim media, ia juga turut berbuka puasa di tepi lapangan.

Lari Ke Pinggir Lapangan

Kalau tadi mencari-cari kesempatan untuk berbuka biasa pada saat ada yang cedera, kali ini ada cara unik berbuka puasa yang dilakukan oleh salah seorang pemain sepak bola ketika pertandingan masih berjalan.

Adalah Wesley Fofana, pemain keturunan Prancis ini langsung menuju pinggir lapangan hanya untuk berbuka puasa ketika timnya, Leicester City bertanding kontra Crystal Palace di lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Alih-alih mendapat teguran atau peringatan, Graham Scott, sang wasit yang memimpin pertandingan saat itu justru memberikan kesempatan pada Fofana untuk berbuka puasa.

Selain Fofana, pemain sepak bola dunia lainnya yang melakukan hal yang serupa adalah Hakim Ziyech bersama rekannya Noussair Mazraoui yang berlari ke pinggir lapangan ketika pertandingan baru berjalan sekitar 24 menit. Hakim Ziyech tertankap mengambil sejumlah air mineral dan juga makan jel energy untuk membatalkan puasanya di lapangan. 

Pemain Bola Muslim

Wasit Sengaja Menghentikan

Bisa dibilang peristiwa atau kejadian terakhir ini adalah peristiwa yang mempunyai toleransi yang tinggi. Bagaimana tidak, para wasit yang memimpin laga menghentikan laga saat waktu buka puasa tiba. Para wasit memberikan kesempatan kepada para pemain yang beragama Islam untuk berbuka sejenak.

Sebut saja saat pertandingan antara Augsburg dan Mainz 05, Rabu (6/4/2022). Laga tersebut dihentikan pada saat memasuki menit ke-65. Penyebabnya bukan karena pelanggaran atau ada pemain yang tengah cedera.Dilansir dari ESPN, pertandingan dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan berbuka puasa bagi pemain muslim.

Yang menarik, hanya ada satu pemain beragama Islam yang bertanding di laga tersebut. Bek tengah Mainz 05, Moussa Niakhate, menjadi pemain muslim yang berbuka puasa di laga tersebut.

Yang terbaru adalah saat berlangsung pertandingan antara Leipzig melawan Hoffeinhem pada Minggu 10 April 2022, saat itu wasit Bastian Dankert memutuskan Water Break di 30 menit saat laga sedang berjalan. Dankert mengizinkan pemain muslim untuk membatalkan puasa, dan pemain tersebut yang disorot adalah Mohammed Simakan.

Itulah beberapa cara unik yang dilakukan para pemain bola dunia saat berbuka ketika pertandingan masih berlangsung.

https://aceh.tribunnews.com/2022/04/13/toleransi-kepada-muslim-bundesliga-hentikan-laga-demi-satu-pemain-buka-puasa

https://sports.sindonews.com/read/397616/11/terkuak-ini-cara-pemain-ankara-keciorengucu-berbuka-puasa-saat-bertanding-1618452291

https://bola.okezone.com/read/2022/04/04/51/2572751/4-pesepakbola-muslim-yang-buka-puasa-di-tengah-pertandingan-nomor-1-sreadai-pura-pura-cedera

https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/olahraga/pr-1014236433/toleransi-ramadhan-di-bundesliga-wasit-hentikan-laga-saat-waktu-berbuka-puasa-bagi-pemain-muslim

5 Kegiatan yang Hanya Bisa Ditemui di Bulan Ramadhan, yang Terakhir Dinantikan oleh Non-Muslim

Konten [Tampil]

Kegiatan di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar ritual keagamaan bagi pemeluknya saja, tetapi di bulan Ramadhan banyak ditemui kegiatan-kegiatan atau aktifitas-aktifitas yang hanya ada dan dilaksanakan di bulan suci Ramadhan. Bahkan sebagian kegiatan atau aktifitas tersebut sangat dirindukan bukan hanya bagi pemeluk agama Islam saja, tetapi pemeluk agama non muslim pun juga menantinya.

Berikut 5 kegiatan atau aktifitas yang hanya bisa ditemui di Bulan Suci Ramadhan. 

Kegiatan di Bulan Ramadhan

Cara Membangunkan Sahur

Kegiatan puasa diawali dengan aktifitas sahur. Sahur adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan oleh orang yang akan melaksanakan puasa. Biasanya dijalani pada waktu dini hari sampai waktu imsak tiba.

Jika kita kesulitan saat mau bangun untuk sahur, tidak perlu khawatir karena biasanya suka ada orang yang melakukan seruan di masjid yang mengingatkan waktunya sahur. Namun sekarang banyak muncul cara-cara unik dalam membangunkan waktu sahur yang dilakukan oleh sebagian kelompok.

Misalnya ada yang membangunkan sahur dengan alat musik seperti drum, ada juga dengan bedug keliling, bahkan dimedia muncul seruan sahur yang viral seperti yang dilakukan pemuda-pemuda Aceh atau ada yang meniru seperti pidato presiden Rusia, Vladimir Putin, SAUURRRRAAA.

Ngabuburit

Asal kata ngabuburit adalah burit. Burit dalam bahasa Sunda artinya sore. Jadi ngabuburit itu aktifitas yang dilakukan sore hari menjelang berbuka puasa.

Banyak aktifitas yang bisa dilakukan saat kita ngabuburit. Bisa diisi dengan jalan-jalan, berburu takjil, wisata kuliner untuk berbuka puasa, atau bisa juga diisi dengan pengajian atau kajian-kajian Islam.

Ngabuburit tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, mulai dari anak-anak hingga remaja juga ikut larut dalam keseruan kegiatan ngabuburit.

Buka Bersama

Buka bersama atau biasa dikenal dengan istilah Bukber adalah tradisi atau aktifitas yang hanya bisa ditemui di bulan suci Ramadhan. Buka bersama adalah kegiatan makan bersama yang dilakukan oleh sekelompok orang, baik oleh rekan kerja, teman sekolah, keluarga atau komunitas lainnya.

Bukber memang aktifitas yang memberikan kesan yang menyenangkan. Selain kita bisa makan bersama juga kita bisa becanda dan mengobrol bersama. Dan semua itu hanya ada di bulan suci Ramadhan.

Berbagi Takjil

Takjil merupakan makanan pembuka untuk buka puasa. Dan di bulan suci Ramadhan ini sering dijumpai komunitas atau orang-orang yang suka membagi-bagikan takjil. Biasanya dibagikan beberapa jam menjelang berbuka puasa. Ada yang ditempatkan di masjid-masjid, atau ada juga yang diberikan di tempat-tempat umum seperti alun-alun dan jalan-jalan.

Mudik

Kegiatan terakhir yang hanya bisa ditemui di bulan Ramadhan adalah tradisi mudik. Secara sederhana mudik itu adalah pulang kampung. Uniknya tradisi mudik ini bukan hanya dirasakan oleh muslim saja, tetapi oleh orang-orang non muslim pun tradisi mudik ini juga sangat dinantikan.

Apalagi tahun ini tradisi mudik sudah diperbolehkan oleh pemerintah, yang dua tahun sebelumnya masyarakat tidak diizinkan untuk mudik. Tapi ingat yang diperbolehkan melaksanakan mudik adalah mereka yang sudah divaksin booster. 

Saking sudah menjadi tradisi yang kental dengan masyarakat Indonesia, kegiatan mudik selalu menjadi bahan berita utama di media-media televisi dan media sosial lainnya.

Itulah 5 aktifitas yang bisa kita temui di bulan suci Ramadhan. Dan tentunya sebagai masyarakat muslim Indonesia, kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi kebanggaan, karena belum tentu bisa ditemui di negara lain.

Tradisi Puasa Selain di Agama Islam

Konten [Tampil]

Tradisi Puasa selain di agama Islam


Benarkah tradisi puasa hanya ada di agama Islam saja ? Ternyata di agama-agama lain selain Islam, tradisi atau kebiasaan puasa itu sering juga dilakukan. Di Islam sendiri kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan merupakan satu kewajiban syar'i yang diperintahkan oleh Allah lewat firmannya surat Al-Baqoroh ayat 183.

Ada banyak jenis puasa di Islam selain puasa wajib yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Ada puasa sunat seperti puasa yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, serta puasa nabi Daud. Ada juga puasa yang haram dilakukan, misalnya puasa di hari raya Idul fitri dan Idul Adha serta puasa di tiga hari setelah Idul Adha atau puasa tasyrik.

Semua jenis puasa yang ada di agama Islam, untuk waktu pelaksanaannya sama, yakni dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dengan tetap menahan dari lapar dan dahaga serta dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Tradisi puasa di agama lain pun sudah pasti memiliki historis, latar belakang, waktu dan caranya masing-masing. Namun yang pasti semua ibadah puasa dari setiap agama memiliki tujuan yang sama yakni meningkatkan keimanan serta untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhannya.

Apakah tradisi atau ritual puasa di agama lain juga sama waktu dan tata caranya dengan puasa yang ada di agama Islam ? Dikutip dari beberapa situs berikut ibadah puasa yang dilakukan oleh agama lain selain Islam

Baca Juga : Makna Sosial dalam Ibadah Puasa Ramadhan

Agama Kristen

Selain Islam, agama Kristen juga punya tradisi puasa yang terdapat dalam ajaran Alkitabnya. Berikut jenis-jenis puasa dalam agama Kristen

1. Puasa Mutlak

Puasa mutlak adalah jenis puasa di mana seseorang tidak makan dan tidak minum sama sekali. Waktu pelaksanaan puasa ini bisa disesuaikan dengan kondisi pelaku puasa.

2. Puasa Normal

Dalam puasa ini, pelaku tidak makan sama sekali. Namun, mereka dapat minum sebanyak-banyaknya. Puasa normal bisa dilakukan selama beberapa hari, tergantung kondisi pelaku.

3. Puasa Sebagian

Puasa ini dilakukan dengan menghindari makanan dan minuman tertentu selama kurun waktu yang ditentukan

Agama Katolik

Dalam tradisi agama Katolik, dikenal istilah berpantang dan berpuasa, yakni masa puasa pra-Paskah. Masa puasa tersebut berlangsung selama 40 hari dihitung dari Rabu Abu hingga Jumat Agung.

Puasa ini diwajibkan bagi mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan mereka hanya diizinkan untuk makan kenyang sekali saja dalam sehari. Sedangkan untuk yang berusia 14 tahun ke atas, mereka berpantang dengan menghindarkan diri dari hal-hal yang disukai. Misalnya makan daging, garam, atau bahkan merokok.

Berpantang dan berpuasa ini dilakukan umat Katolik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyatukan dengan pengorbanan Yesus Kristus.

Agama Hindu

Tradisi puasa dalam agama Hindu disebut Upawasa, ada yang wajib dan ada juga yang tidak.

Salah satu Upawasa yang wajib adalah Upawasa Siwa Ratri, yakni umat Hindu tidak boleh makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam.

Juga ada Nyepi yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum sejak fajar hingga fajar keesokan harinya.

Puasa wajib yang lainnya dalam agama Hindu ada puasa penebusan dosa, puasa tilem, dan purnama.

Agama Buddha

Lain lagi dengan Agama Buddha yang memiliki tradisi puasa yang disebut dengan Uposatha.

Penentuan tanggal pelaksanaan puasanya ditentukan berdasarkan aliran Buddha yang diikuti, namun tetap mengikuti perhitungan kalender Buddhis.

Saat berpuasa, umat Buddha masih diperbolehkan minum, tapi tidak boleh makan. Ada delapan aturan selama melakukan Uposatha, yakni:

  • Tidak mencuri
  • Tidak melakukan kegiatan seksual
  • Tidak membunuh
  • Tidak berbohong
  • Tidak makan pada saat siang dan dini hari
  • Tidak menonton hiburan, memakai kosmetik, parfum, dan perhiasan

Agama Khonghucu

Sementara dalam agama Konghucu, puasa merupakan cara untuk mensucikan dan melatih diri dalam hal perilaku dan perkataan. Puasa juga bertujuan untuk menjadikan diri penuh cinta kasih. Ada dua jenis puasa Konghucu, yakni puasa jasmani dan rohani.

Agama Yahudi

Puasa atau Ta’anit dalam Agama Yahudi terdiri dari dua jenis, yakni pada hari besar (Yom Kippur, Tisha B’Av) dan hari kecil (Esther, Gedhalia).

Dalam puasa ini, umat Yahudi tidak diperbolehkan untuk makan dan minum, berhubungan seks, dan mengenakan sepatu kulit.

Sedangkan dalam hari Yom Kippur, mereka tidak diperbolehkan untuk menggosok gigi. Dan Puasa Yom Kippur ini tidak boleh dilakukan pada hari sabat. Sehingga jika terjadi hal demikian, para rabbi akan mencari hari pengganti

Kesimpulannya bahwa setiap agama dan pemeluknya memiliki tradisi puasa yang berbeda waktu dan caranya.

Pun bagi pemeluk agama Islam, perintah menjalankan ibadah puasanya sudah jelas termaktub dalam surat Al-Baqoroh ayat 183. Namun dari semua tradisi atau ibadah puasa itu tujuannya sama yaitu agar setiap pemeluknya lebih dekat dengan Tuhannya.


https://m.kumparan.com/amp/berita-hari-ini/mengetahui-jenis-puasa-dalam-kristen-yang-tercatat-di-alkitab-1vVu2lH5pDH

https://www.99.co/blog/indonesia/agama-yang-punya-tradisi-puasa/

Makna Sosial dalam Ibadah Puasa Ramadhan

Konten [Tampil]

Makna sosial puasa ramadhan


Marhaban ya Ramadhan. Alhamdulillah tahun ini kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Dan untuk yang ketiga kalinya kita berpuasa dalam suasana covid-19 (corona). 

Salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim dan muslimah adalah ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kewajiban ibadah yang satu ini telah termaktub dalam firman-Nya yaitu surat Al-Baqarah ayat 183. 

Makna sosial puasa ramadhan

Kewajiban melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan termasuk salah satu rukun Islam yang keempat, dengan tujuan akhir dari ibadah ini adalah agar orang-orang yang menjalankannya menjadi orang-orang yang bertaqwa, seperti yang disebutkan diakhir ayatnya. 

Ibadah puasa tidak hanya memiliki nilai spritual saja yaitu hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya, tetapi juga  memiliki nilai ibadah sosial yakni hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, ini artinya ibadah puasa Ramadhan memiliki makna sosial yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau sikap dari orang yang menjalankan puasanya. 

Berikut nilai atau makna sosial yang terkandung dalam ibadah puasa Ramadhan

Menguji Ketaatan Terhadap Tuhannya

Ibadah puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi orang-orang yang beriman, kecuali bagi mereka yang memenuhi syarat untuk tidak menjalankan puasa. Orang sakit, orang-orang yang sedang dalam perjalanan tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa, hanya saja harus diganti atau diqodo di hari yang lain. 

Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan merupakan ujian bagi seorang muslim atau muslimah dalam mentaati perintah Tuhannya. Apakah ia sanggup menjalankannya ataukah sebaliknya justru tidak mengindahkan perintah-Nya. 

Ada nilai dan norma agama dalam ibadah puasa Ramadhan. Sebagai seorang individu yang hidup  di lingkungan masyarakat, mau tidak mau dalam menjalani kehidupannya tidak bisa dilepaskan dari yang namanya nilai dan norma yang ada di masyarakat itu sendiri. 

Nilai dan norma agama yang dijalankan oleh seorang individu yang berstatus sebagai seorang muslim atau muslimah tentu saja sumbernya berasal dari firman Allah dan hadis nabi. Kedua sumber ini harus menjadi panduan bagi individu dalam menjalankan kehidupan religiusnya. 

Ketika seorang individu mampu menjalankan apa yang diperintahkan dalam al-quran dan hadis nabi, maka individu tersebut bisa dibilang sudah taat menjalankan perintahnya dan berhak mendapatkan pahala. Namun, jika seorang individu meninggalkan apa yang menjadi kewajibannnya, tentu saja ia bisa dibilang telah berprilaku menyimpang dan pastinya akan berdosa. 

Tidak sampai disitu, ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga harus diwujudkan dalam perilaku keseharian sosialnya, misalnya menjaga lisanya dalam berucap, menghormati orang yang tidak berpuasa, dan mampu mengendalikan hawa nafsunya

Mengajarkan Sikap Simpati dan Empati

Makna atau nilai sosial lain dari ibadah puasa Ramadhan ini adalah mengajarkan kepada individu yang menjalankannya agar memiliki sikap simpati dan empati terhadap individu lainnya. 

Puasa itu sendiri secara harfiah adalah menahan dari lapar dan dahaga. Sementara secara istilah puasa adalah menahan lapar dan dahaga serta dari hal-hal yang membatalkan puasa, yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Pada saat menahan lapar dan dahaga inilah ada makna atau sikap sosial yang harus dirasakan oleh seorang individu yang menjalankan puasa. Mungkin ketika hari-hari biasa kita jarang memiliki rasa respek berupa sikap simpati dan empati kepada orang-orang yang susah dalam mencari makan, maka di bulan puasa ramadhan inilah kita bisa merasakan ternyata beginilah rasanya kalau kita sedang lapar dan dahaga. 

Kita mesti membayangkan bagaimana rasanya kalau kita ada pada posisi mereka, susah makan dan minum. Maka puasa ini bisa mengajarkan kita agar memiliki sikap empati dengan cara memberikan sebagian harta yang kita miliki kepada mereka yang kesusahan dan membutuhkan. 

Intinya puasa Ramadhan bisa dijadikan sebagai latihan buat kita agar selalu memiliki sikap simpati dan empati terhadap sesama. Ibadah puasa mengarahkan kita untuk merasakan kondisi orang lain agar kita memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain. Dalam rezeki yang diberikan Allah SWT kepada kita ada hak orang lain yang harus kita keluarkan. Kita bisa memberikan bantuan dalam bentuk uang, makanan, atau pakaian kepada orang lain.

Kesimpulan 

Ibadah puasa Ramadhan merupakan ibadah yang memiliki dua dimensi. Pertama dimensi spritual yakni dimensi vertikal, di mana seorang hamba memiliki hubungan yang erat langsung terhadap Tuhannya. Kedua, dimensi sosial yakni hubungan seorang individu yang satu dengan individu lainnya. 

Kedua dimensi itu memiliki hubungan yang erat dan memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Karena dalam ibadah puasa, bukan hanya melaksanakan kewajiban untuk menjalankannya, tetapi wujud aplikasi dari ibadah puasa tersebut ada nilai sosial yang harus dituangkan dalam perilaku sehari-hari. 

Semoga ibadah puasa Ramadhan tahun ini diberi kelancaran dan kesehatan oleh Allah SWT, serta kita yang menjalaninya mendapatkan gelar sebagai orang-orang yang bertakwa. 

Pawang Hujan Mandalika : Kearifan Lokal Yang Harus Dipahami Secara Tepat

Konten [Tampil]

Perhelatan MotoGP Mandalika, Indonesia, resmi telah berakhir. Namun, paska gelaran MotoGP tersebut muncul berbagai kesan yang sulit untuk dilupakan. Dan yang paling menyita perhatian media, baik media di Indonesia sendiri maupun media di luar negeri adalah hadirnya seorang wanita di lintasan balap Mandalika saat turun hujan deras. Wanita yang dimaksud adalah Rara, seorang pawang hujan.

Pawang Hujan Mandalika


Sontak peristiwa itu menimbulkan banyak tanggapan yang beragam dari masyarakat yang melihatnya, ada yang menanggapinya biasa saja, ada yang mengaitkannya dengan agama, ada juga yang menyebutnya dengan kearifan lokal, bahkan ada juga yang melihatnya sebagai peristiwa yang lucu, seperti yang ditunjukkan salah seorang pembalap asal Prancis, Fabio Quartararo, kelucuannya ditunjukkan dengan menirukan gaya Rara, sang pawang, saat melakukan ritualnya.

Sejarah MotoGp di Indonesia

Jika ditelusuri sejarahnya, rupanya Indonesia adalah negara di Asia Tenggara (ASEAN) pertama yang pernah jadi tuan rumah perhelatan MotoGP. Indonesia pernah menggelar balap MotoGP tahun 1996 serta 1997.

Saat itu, gelaran MotoGP diadakan dsirkuit Sentul, Bogor. Pada musim 1996, negara Indonesia terpilih jadi tuan rumah balap MotoGP ke-2 yang digelar dalam 15 seri. Sedangkan pada musim 1997, nrgara Indonesia ditetapkan jadi seri ke-14.

Deretan nama pembalap legendaris MotoGP pada masa itu turut juga mewarnai, beberapa di antaranya yakni Max Biaggi, Mick Doohan, dan Valentino Rossi. Deretan nama tersebut bahkan turut memperindah podium di Sentul.

Pada masa itu, Mick Doohan tercatat sukses mendapat podium tertinggi di kelas 500cc musim 1996. Setahun setelahnya, Max Biaggi juga sukses meraih podium di kelas 250cc. Sedangkan, Valentino Rossi berhasil meraih podium di kelas 125cc.

Rara Sang Pawang Hujan di Mandalika

Gelaran balap MotoGP Mandalika telah menyita banyak orang, mulai dari pejabat, politikus, selebritas, hingga rakyat biasa. Wajar saja karena MotoGp Mandalika diadakan di lintasan sirkuit yang baru saja dibangun. Namun, ada hal yang menarik dalam perhelatan MotoGp Mandalika, yakni munculnya seorang wanita cantik bernama Rara, yang melakukan ritual sebagai pawang hujan.

Rara Istiati Wulandari atau akrab disapa Mbak Rara adalah sosok pawang hujan yang sudah malang melintang di pentas dan acara-acara besar. Dirinya sendiri telah diminta secara khusus oleh pihak penyelenggara, yakni Mandalika Grand Prix Association dan Dorna untuk memastikan tidak turun hujan selama acara berlangsung. Ia lahir pada 22 Oktober 1983 di Papua

Mbak Rara juga sudah disebut merupakan langganan dari event-event besar yang diselenggarakan di Indonesia. Bukan hanya MotoGP Mandalika 2022, ia juga sempat menjadi pawang hujan untuk acara vaksinasi massal, kampanye Presiden Jokowi, hingga upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Kearifan Lokal Yang Harus Dipahami Secara Tepat

Munculnya Rara, Sang Pawang Hujan di perhelatan balap MotoGp Mandalika telah memunculkan kontroversi. Ada yang menyebutkan sebagai perbuatan musyrik ada juga kelompok yang decak kagum karena itu bagian dari warisan leluhur alias bagian kearifan local.

S. Swarsi menyatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan melembaga.

Baca Juga : Pengertian Kearifan Lokal Menurut Ahli

Jika mengacu pada pengertian di atas maka tidak salah jika ada kelompok yang mengatakan bahwa Pawang Hujan merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai yang dianggap baik dan benar, hasil dari turun temurun sehingga melembaga. Namun, jika ada orang yang menyebutkan perbuatan Pawang Hujan merupakan perbuatan yang musyrik, kita wajib menghormatinya.

Tentu saja munculnya pro dan kontra dalam melihat Pawang Hujan sebagai bagian dari kearifan lokal, semuanya tidak terlepas dari latar belakang bangsa Indonesia sendiri yang terkenal sebagai bangsa yang multikultur. Dimana yang namanya budaya leluhur sudah pasti tidak bisa dilepaskan dalam perjalanan sebagian masyarakat Indonesia. 

Akhirnya saya berpendapat bahwa munculnya pawang hujan di balapan MotoGp Mandalika, merupakan warisan leluhur yang dianggap sebagai kearifan lokal, yang secara turun temurun masih dijaga. Perlu pemahaman yang tepat dalam melihat fenomena tersebut. Meskipun sebagian masyarakat banyak yang kurang percaya terhadap hal-hal yang berbau supranatural, karena kita sudah berada di zamannya sain.

Tak Pantas Dipanggil Ayah

Konten [Tampil]

Tak pantas dipanggil ayah


Kudengar berita dari orang-orang kalau anakku akan segera menikah. Aku sadar diri, dan aku tak berharap jika dia akan meminta doa restu dariku. Jangankan doa restu, hanya sekedar ngasih tau pun, sepertinya itu hal yang tak mungkin.

Entah berapa besar dosaku kepada anaku. Bayangkan sampai usia anakku 25 tahun, aku tidak pernah memanggilnya dengan sebutan anakku. Aku tidak pernah melaksanakan kewajiban layaknya seorang ayah kepada anaknya.

Aku tidak tahu bagaimana kehidupan masa kecil anaku. Aku tidak tahu apakah dia sering bahagia atau lebih banyak sedihnya. Tapi yang pernah ku dengar dari orang-orang, kalau anakku adalah sosok anak yang pinter, periang, dan mandiri.

Aku memang orang yang tak pantas dipanggil ayah oleh anakku. Meski dari hati yang paling dalam, aku ingin sekali dipanggil ayah oleh darah dagingku sendiri. Tapi entahlah, aku tak berharap impian itu akan menjadi kenyataan.

Aku bahagia ketika mendengar anaku akan menikah dengan laki laki pilihannya, seorang laki-laki yang mencintainya dengan sepenuh hati. Aku hanya berdoa semoga cintanya laki-laki itu akan menggantikan cinta ayahnya yang selama 25 tahun hilang dan tak pernah datang.

Tak pantas dipanggil ayah


Aku ikhlas jika harus digantikan hakku untuk menjadi wali anakku dihari pernikahannya. Saya tidak akan menuntut karena rasanya Tuhan akan marah jika saya melakukanya. Mendengar anakku akan menikah saja, itu sudah membuatku bahagia.

Yang ada dalam benakku sekarang adalah belajar menjadi sosok ayah yang baik, mendoakan dalam setiap sujud, memeluk jiwanya dalam impian, dan menyimpan nama anakku dalam hati yang paling dalam, serta menunggu keajaiban di masa yang akan datang saat dia memanggilku dengan nama ayah.

Tak pantas dipanggil ayah