Cinta dan Sahabat

Konten [Tampil]


Aku biasa dipanggil dengan nama Sakura. Kata orang tuaku, nama ini sengaja diberikan kepadaku sebagai pengingat kalau kedua orang tuaku itu pernah tinggal di Negara Jepang. Kedua orang tuaku pernah tinggal di Negara Bunga Sakura itu selama dua tahun sebagai diplomat.

Sekarang aku duduk di kelas 12 di salah satu sekolah yang ada di Kota Sukabumi. Aku senang tinggal di kota ini, selain udaranya yang sangat sejuk, juga orang-orangnya yang sangat ramah.

Di sekolahku ini, aku tidak banyak memiliki teman. Maklum aku masuk ke sekolah ini sebagai siswa pindahan. Kelas 10 dan kelas 11 nya, aku belajar di Kota Kembang, Bandung. Ada dua orang sahabat yang dekat denganku saat ini, namanya Bintang dan Mahaputra.

Bintang dan Mahaputra inilah dua orang sahabat yang pertama kali membantu aku memperkenalkan lingkungan sekolah kepadaku. Dua-duanya memiliki sifat yang sangat baik, sopan, ramah dan murah senyum. Keduanya juga siswa yang berprestasi dan cukup terkenal di kalangan siswa lain dan guru-guru. Kalau Bintang siswa yang pernah menjabat ketua OSIS sementara Mahaputra adalah siswa yang pernah mewakili sekolah untuk mengikuti kompetensi sains tingkat provinsi dan meraih juara 1.

Tidak terasa ketiganya sudah berteman hampir satu tahun lebih. Dan dalam hitungan hari mereka bertiga akan berpisah. Rencananya ketiganya akan melanjutkan pendidikan setelah lulus nanti dengan kuliah di perguruan tinggi yang berbeda. Acara perpisahan pun tiba, dan seluruh siswa termasuk mereka bertiga mendapatkan tanda lulus dari sekolah. Ada perasaan bahagia, tapi juga ada perasaan sedih karena mereka bertiga dipastikan akan berpisah.

“Sa, rencananya kamu mau kuliah di mana ?”, tanya Bintang kepadaku.

“Insyaallah Aku akan kuliah di tempat kelahiranku, yaitu Kota Bandung.”, jawabku pada Bintang.

“Kamu sendiri mau kuliah dimana, Tang?”, tanya aku pada Bintang.

“Di Jakarta, aku dapet beasiswa di sana”. Jawab Bintang kepadaku dan Mahaputra.

“Kalau kamu, Maha, mau kuliah di mana ?”. tanya Bintang

“Mudah-mudahan aku diterima di kampus yang ada di Surabaya”. Jawab Mahaputra.

Setelah percakapan itu, kami semua saling tatap dan terdiam. Dan aku sesekali mengusap air mata yang tiba-tiba keluar dari mataku. Begitu juga Bintang dan Mahaputra, keduanya pun terlihat seperti tidak kuat menahan rasa sedih.

Acara perpisahan pun selesai sore hari. Langit yang sedikit mendung, seakan tahu kalau kami bertiga itu akan segera berpisah. Gedung perpisahan yang dari pagi hingga siang sangat ramai, namun menjadi sunyi sepi ketika semua siswa dan orang tua pulang meninggalkan acara. Yang tersisa hanyalah suara putaran kipas angin dari sudut kanan-kiri gedung.

Sebulan sudah kami lulus dari sekolah. Banyak memori yang tidak mudah untuk dilupakan, terutama keceriaan ketika bersama Bintang dan Mahaputra. Tapi sayang mereka berdua menurut info dari temen-temen sudah berada di tempat kulianya masing-masing. Dan sangat disayangkan lagi saya tidak punya nomor kontak mereka berdua.

Saat aku memikirkan mereka, tiba-tiba pembantuku datang ke kamarku. Ia memberitahu kalau di luar ada orang yang datang dan ingin menemuiku.

“Neng, di luar ada dua orang pemuda yang ingin bertemu Eneng”. Kata pembantuku

“Siapa, Bi ?”, aku balik tanya.

“Katanya sih, temen eneng waktu di sekolah”. Jawab pembantuku

Aku pun segera keluar dari kamar dan bergegas menuju ruang tamu. Dan betapa kagetnya ternyata dua orang yang datang itu adalah Bintang dan Mahaputra.

“Kalian,….?” Aku bertanya kepada mereka seakan aku nggak percaya.

Namun, saat mereka akan menjawab, tiba-tiba ibuku memanggil

“Sakura….Sakura …Sakura, bangun !”

“Astagfirullah,,,,”. Ternyata ini hanyalah sebuah mimpi.

“Kamu mimpi apa, Sa ?” tanya Ibu padaku

“Kayak bermimpi ketemu seseorang”, lanjut ibuku bertanya

“Enggak, Bu”. Singkat aku menjawab

“Ooohhhhh,,,,,ya sudah, ayo bangun ! sama Ibu dan Ayah ditunggu di meja maka”. Kata ibuku.

Sepertinya selera makanku masih kurang nafsu. Aku masih terus mengingat Bintang dan Mahaputra. Rasa ingin tahu bagaimana keadaan mereka berdua sekarang masih terus ada dalam pikiranku.

“Neng, ini ada paket kiriman buat Eneng”. Ucap bibiku

“Dari siapa, Bi ? Tanyaku balik nanya

“Nggak tahu, Neng, nggak ada namanya. Hanya ada nama kota asal kirimannya, Jakarta dan Surabaya”. Jawab Bibiku

Mendengar dua nama kota yang disebutkan bibi, membuat aku jadi penasaran untuk segera melihat dan membuka paket kirimannya. Kedua paket kiriman itu benar-benar membuat aku penasaran, karena sama sekali tidak ada nama pengirimnya.

Kedua paket itupun aku buka, dan mau tahu apa isinya ? Entah kebetulan atau enggak, kedua paket itu sama-sama berisi buku novel. Rasa penasaranku semakin besar, siapa sih pengirim buku novel ini ?. Aku bolak-balik bungkus kedua paket itu, dengan harapan ada nama pengirimnya. Tapi ternyata memang tidak ada nama pengirimnya.

Hanya Ilustrasi

Hanya Ilustrasi
 



Daripada aku terus mencari siapa pengirim dari kedua buku novel ini, lebih baik aku baca saja kedua buku novel ini. Buku novel pertama yang aku baca adalah paket kiriman dari Jakarta, buku novel itu berjudul “SAHABAT JUGA PUNYA CINTA”. Setelah kubuka cover depan buku novel itu, rasa penasaranku terjawab sudah. Ternyata buku novel ini dikirim oleh Bintang. Nama Bintang tertulis dalam sebuah surat yang diselipkan di buku novel itu.

Belum sempat aku baca isi surat itu, aku lebih memilih untuk segera membuka cover yang satunya lagi. Hatiku mengatakan kalau buku novel yang satu lagi adalah kiriman dari Mahaputra. Tebakanku tepat, kalau buku novel yang kedua yang berjudul “PILIH SAHABAT ATAU CINTA” itu, ternyata benar kiriman dari Mahaputra. Mahaputra pun sama seperti Bintang, menempelkan selembar kertas yang dibawahnya tertulis nama Mahaputra.

Saat kubaca kedua surat itu, aku jadi lemas, terdiam, dan meneteskan air mata. Kata-kata dalam kedua surat itu benar-benar membuatku berada dalam situasi yang sulit. 




Aku berharap jawaban yang akan aku sampaikan kepada Bintang dan Mahaputra nanti, membuat mereka bisa memahami.

Bersambung ...

The Cupuers : Rumah dan Teman Baru

Konten [Tampil]

the cupuers

90 hari saya dan teman-teman berproses dalam sebuah komunitas online yang diberi nama Blogspedia Coaching Batch 2. Di bawah arahan Coach yang super-super hebat, tiada lain dan tiada bukan, beliau adalah Mbak Marita yang mempunyai nama lengkap Marita Surya Ningtyas.

Selama tiga bulan itu kami semua diberi materi, lalu di bahas bersama, dan diakhiri dengan tugas yang wajib dikerjakan. Jangan coba-coba untuk tidak melaksanakan tugas tanpa alasan, kalau tidak mau ditendang sama coach.

Materi-materi yang diberikan bener-bener bukan materi yang murahan, meskipun kelas ini kelas gratisan. Pokoknya bagi blogger newbie, contohnya saya, materinya itu memberikan perubahan terhadap tampilan blog saya.

Di sesi 9 (Sembilan) kita diberi tugas ODOP alias One Day One Post, mulai dari 30 Agustus hingga 4 September 2021. Sungguh sangat menguras pikiran, ide dan tenaga, tapi syukur alhamdulilah semuanya bisa dilewati dengan lancar.


Seminggu lebih, bukan hanya saya tentunya, peserta lain pun sepertinya sama, menunggu hasil akhirnya, apakah lulus atau tidak. Jujur rasa degdegan ada, karena saya mencatat ada 4 (empat) tugas yang terlambat saya serahkan, dan 1 (satu) tugas yang lupa ngasih linknya.

Akhirnya di hari Senin, tanggal 13 September 2021, acara puncak dari Blogspedia Coaching Batch 2 pun digelar. Semua peserta termasuk saya, bener-bener belum tahu apakah saya lulus atau tidak dari kelas ini. Baru setelah nonton dulu video Mbak Marita yang tayang di chanel youtube-nya, Yeeewwww, akhirnya lulus juga.

Sebagai bentuk dan bukti kami telah selesai dan lulus dari Blogspedia Coaching Batch 2 ini, coach ngasih saya sebuah sertifikat. Sebuah tanda yang ada tulisan nama saya dan tanda tangan sang founder. Mungkin biasa saja bagi orang lain, tapi tidak bagi saya.

graduation blogspedia coaching batch 2

Kejutan bagi peserta yang lulus di Blogspedia Coaching Batch 2 ini tidak berhenti sampai di sana, kita juga diberi hadiah lain, yaitu diundang untuk masuk dan ikut ke rumah baru dengan nama The Cupuers. Sebuah ruang yang disediakan bagi para alumni blogspedia.

Terima Kasih Blogspedia Coaching Batch 2

Hanya 2 (dua) kata yang ingin saya sampaikan yaitu terima kasih. Pertama, tentu saja buat Coach Mbak Marita. Terima kasih buat ilmunya yang telah diberikan kepada kami, semoga menjadi ladang amal buat beliau. Ilmu yang sebegitu banyaknya dengan ikhlas beliau berikan kepada kami.

Kedua, berterima kasih buat semua temen-temen dikelas ini. Banyak ilmu juga dari mereka lewat blognya, ada parenting, makanan, pengalaman, tips, kesehatan, dan lainnya. Pokoknya paket komplit. Ketiga, khusus buat sahabat saya, Yonal Regen, yang memberikan vouchernya buat saya, sehingga saya bisa bergabung dengan orang-orang hebat di kelas Blogspedia Coaching Batch 2 ini.

The Cupuers : Rumah dan Teman Baru

Sempat berpikir untuk istirahat dulu deh dari aktifitas komunitas menulis. Tapi undangan dari Coach Mbak Marita untuk ikut gabung di komunitas The Cupuers, yang dikhususkan bagi alumni Blogspedia Coaching, memberikan tantangan tersendiri untuk saya menerima tantangan itu.

Rumah baru yang memberikan suasana dan tantangan baru. Ada jadwal yang sudah tersusun rapi, dan yang paling menantang, ada kewajiban mengepost tulisan minimal 4 kali dalam satu bulan. Wowww luar biasa. Serta yang membuat saya nantinya ada dorongan untuk terus menulis adalah ada tendangan alias kick untuk mereka yang tidak mengikuti aturan mainnya.

program the cupuers

Selain rumah baru, tentu ada teman baru juga. Lulus bersama orang-orang hebat dari Blogspedia Coaching Batch 2, sekarang masuk ke komunitas The Cupuers. Yang menurut saya, cupu hanya nama saja, tapi tentang kehebatan mereka-mereka tentang dunia tulis-menulis tidak perlu diragukan. Insecure sudah pasti, tapi meminta bimbingan dan ilmu dari mereka juga sudah pasti. Mudah-mudahan di rumah kedua ini saya bisa lebih baik lagi, nambah sahabat baru yang hebat-hebat, dan nambah ilmu baru serta tidak terkena kick, wk wk. Terima kami yah buat penghuni rumah The Cupuers.



Kelompok Sosial Dalam Pendekatan Sosiologis

Konten [Tampil]


1. Fungsi kelompok sosial

Fungsi kelompok sosial dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :

  1. Membantu individu dalam pengembangan komunikasi, setiap kelompok sosial mempunyai kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan kelompok dan di dalamnya ada interaksi antar anggotanya dan secara tidak langsung mendorong setiap anggota untuk berkomunikasi dalam rangka mencapai tujuan suatu kelompok tersebut.
  2. Pengadaan sarana dalam menunjang aktifitas kelompok sosial.
  3. Membangun perspektif seseorang, artinya dalam kelompok sosial individu mempunyai pemikiran dan gagasan.
  4. Mengingkatkan produktivitas seseorang dalam kehidupan sosialnya. Individu berperan aktif dan berusaha memberikan kontribusi terhadap kelompoknnya.

2. Hubungan antar kelompok sosial

a. Kriteria Hubungan Kelompok Sosial

Hubungan antar kelompok sosial dapat dilihat dari beberapa kriteria antara lain secara fisiologis, kebudayaan, ekonomi, dan kriteria perilaku.


  • Kriteria fisiologis

Kriteria ini didasarkan pada persamaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), usia ( tua-muda-anak), dan ras (kulit hitam/negro, melayu dll)

  • Kriteria kebudayaan

Kriteria ini mencakup kelompok yang diikat oleh persamaan kebudayaan dan kepercayaan termasuk didalamnya kesamaan agama. Misalnya etnik (Batak, Jawa, Sunda, Minang, Ambon), agama (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu).

  • Kriteria ekonomi

Kriteria ini dibedakan antara mereka yang memiliki kekuasaaan ekonomi dan yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi.

  • Kriteria perilaku

Kriteria ini didasarkan pada kekurangan fisik (difabel), mental, dan penyimpangan terhadap aturan masyarakat (pelanggar aturan hukum).

Baca Juga : Definisi Kelompok Sosial

b. Pola-pola Hubungan Kelompok Sosial

Hubungan antar kelompok memungkinkan terbentuknya pola-pola hubungan yang khas antar kelompok sosial. Pola hubungan tersebut diantaranya :


  • Akulturasi

Akulturasi terjadi ketika dua kelompok atau leih yang bertemu mengadakan komunikasi dan interaksi berbaur dan berpadu. Dalam hubungan tersebut terbentuklah suatu aktifitas dan perilaku sosial yang diakui bersama menjadi suatu kebudayaan.

  • Dominasi

Dominasi terjadi bila suatu kelompok menguasai kelompok lainnya. Misalnya genosida (pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap kelompok tertentu), perbudakan, segregasi (pemisahan antar ras akibat konflik politik)

  • Paternalisme

Peternalisme yaitu suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Misalnya penjajahan.

  • Integrasi

Suatu pola hubungan tergabungnya suatu kelompok tertentu ke kelompok lain tanpa melihat perbedaan-perbedaan yang ada. Terdapat hak dan kewajiban yang sama pada masing masing kelompok

  • Pluralisme

Pluralisme adalah pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak setiap kelompok. Atau masyarakat majemuk yaitu suatu masyarakat yang terdiri dari berbagai macam kelompok membaur menjadi satu kesatuan.

Baca Juga : Klasifikasi Kelompok Sosial

Kelompok sosial dalam pendekatan sosiologis yaitu kelompok sosial akan berkembang dalam bentuk dan kegiatannya dimana kelompok sosial dapat membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang yang ada di dalamnya. Kelompok sosial merangsang individu untuk berkarya, berinovasi dalam upaya mewujutkan tujuan dan kepentingan kelompok.

DOWNLOAD MATERI

Childfree : Hilangnya Fungsi Keluarga

Konten [Tampil]

Childfree

Istilah childfree akhir-akhir ini semakin ramai diperbincangkan baik di media sosial maupun juga menjadi bahan diskusi di tv-tv mainstream. Hal ini terjadi sejak influencer dan youtuber Gita Savitri Devi mengunggah story di Instagram yang menjelaskan keputusannya dan suami untuk childfree.

Ternyata, bukan hanya youtuber Gita Savitri Devi, seorang aktris, Cinta Laura Kiehl juga mengeluarkan pengakuan yang mengejutkan bahwa dirinya tidak ingin memiliki anak, Ia merasa populasi manusia di dunia sudah terlalu banyak sehingga enggan untuk mempunyai anak.

1. Apa Itu Childfree ?

Dikutip dari Wikipedia, Childfree adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat. Penggunaan istilah childfree muncul di akhir abad ke-20.

2. Apa Faktor Penyebabnya ?

Penulis buku 'Childfree & Happy', Victoria Tunggono atau akrab dipanggil Tori, seperti dikutip dari news.detik.com, menurut Victoria ada 5 alasan pokok mereka mengambil sikap untuk Childfree. Yaitu isu fisik (sakit turunan), psikologis (kesiapan/masalah mental), ekonomi, lingkungan hidup (dunia sudah terlalu padat), dan alasan personal. 

Alasan Childfree

  • Isu Fisik

Fisik tidak mampu, misalkan dia punya penyakit turunan atau dia secara fisik tidak bisa punya anak. Karena fisik diri sendiri atau fisik pasangan.

  • Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis misalnya pasangannya secara mental belum siap memiliki anak. Daripada ribet atau jadi toxic, lebih baik memilih untuk childfree. Menurut Victoria, kalau mau menjadi orang tua itu tidak hanya siap dalam hal materi dan fisik saja, tetapi juga harus ada kesiapan mental dari seorang yang ingin atau yang sudah menjadi orang tua untuk bagaimana melayani anaknya kelak

  • Ekonomi

Bicara ekonomi berarti bicara keuangan dan kebutuhan hidup. Semakin banyak tanggungan dalam keluarga, maka dapat dipastikan kebutuhan ekonomi akan semakin meningkat.

  • Faktor Lingkungan

Ada yang beralasan ketika seseorang memilih untuk childfree, yaitu mereka tidak mau menambah kerusakan alam dengan menambah jiwa lagi. Pengakuan ini juga yang diutarakan oleh Cinta Laura, menurutnya dunia kita sangat over populasi. Terlalu banyak manusia yang tinggal di dunia ini

  • Alasan Personal

Alasan terakhir adalah alasan personal atau kesepakatan kedua pasangan untuk tidak memiliki anak.

3. Bagaimana Sosiologi Memandang Childfree ?

Keluarga menjadi salah satu bahan objek kajian sosiologi. Keluarga sendiri adalah sekelompok kumpulan individu orang yang mempunyai ikatan khusus berupa pernikahan, kelahiran, dan adopsi dengan tujuan untuk menciptakan, menjaga budaya dan mengatur perkembangan fisik, mental, sosial, serta emosional dari masing-masing anggota keluarga

Fungsi Keluarga

Sebagai unit terkecil dari masyarakat, keluarga memiliki fungsi :

  • Biologis

Fungsi biologis dalam keluarga dimaksudkan bahwa setiap keluarga merupakan suatu sarana untuk menyalurkan hasrat seksual seseorang kepada lawan jenis dalam lingkup yang telah dilindungi oleh suatu hukum yang bertujuan untuk memperoleh keturunan berupa seorang anak

  • Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam keluarga adalah untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk kepribadiannya. Dalam keluarga, anak-anak mendapatkan segi utama dari kepribadiannya, tingkah lakunya, budi pekertinya, sikapnya, dan reaksi emosionalnya.

  • Ekonomi

Keluarga merupakan suatu sarana yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan anggota di dalamnya, dimana ada salah satu orang atau lebih yang menjalankan pekerjaan demi mendapatkan imbalan berupa uang

  • Agama

Pada masa lampau selain orang tua sebagai guru dalam pendidikan anaknya setiap orang tua juga merangkap sebagai pendeta. Orang tua tempat mengaji dan membacakan kitab suci dalam membentuk kepercayaan anak-anak mereka

  • Sosial

Keluarga diangap masyarakat yang paling primair. Fakta-fakta sosial selalu dapat diterangkan lewat keluarga. Keluarga mengintrodusir anak kedalam masyarakat luas dan membawanya kepada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kendisi masyarakat sekitar

  • Proteksi

Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan, serta tempat mencurahkan segala problema dalam hidup yang dijalankannya

  • Budaya

Fungsi terkhir dari keluarga adanya mendorong untuk menciptakan serta mewarikan sifat kebudayaan yang dimiliki oleh anggota keluarga


Bagi pasangan yang memilih untuk childfree, maka fungsi-fungsi keluarga di atas akan hilang. Fungsi biologis yang peran utamanya untuk melanjutkan generasi secara otomatis tidak akan terwujud. Proses sosialisasi dalam pendidikan keluarga pun tidak akan terjadi. Begitu juga fungsi agama, bagi pasangan yang memilih childfree, tentu tidak akan melakukan transfer ilmu agama kepada anaknya.

Fungsi sosial tidak akan pernah terjadi, karena pasangan childfree tidak perlu repot-repot menjelaskan kepada anak-anaknya tentang fakta-fakta yang sering terjadi di masyarakat luas. Begitu pun dengan fungsi proteksi dan budaya, pasangan yang childfree akan hilang peranan untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya, pun warisa kebudayaan akan terhenti pada mereka sendiri.

Kesimpulannya, childfree merupakan sebuah pilihan bagi mereka yang memilih childfree. Mereka sudah siap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Kita hanya perlu menghormati apa yang menjadi keputusannya.

Tips Hindari Toxic Teacher

Konten [Tampil]

tips hindari toxic teacher

Kalau dihitung sejak tahun 2005 mulai ngajar, berarti saya sudah ngajar hampir 16 (enam belas) tahun lamanya. Dan tujuan ngajar saya masih tetap sama, selain ingin mengamalkan ilmu yang saya punya, juga ingin mengabdikan diri sebagai guru buat anak-anak. Bukannya sombong (maaf yah) insyaallah kalau masalah persyaratan menjadi guru, saya berani katakan sudah terpenuhi.

Sebagai seorang guru, semuanya harus berpijak pada aturan mainnya, yaitu Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen. Dijelaskan dalam pasal 8 bahwa syarat menjadi guru itu harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Memiliki kualifikasi akademik.
  • Memilki kualifikasi kompetensi.
  • Memilki sertifikat pendidik.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Memilki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sementara pada pasal 10 nya dijelaskan bahwa seorang guru itu harus memiliki 4 (empat) kompetensi, yaitu 

  • Kompetensi pedagogik; adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
  • Kompetensi kepribadian; adalah kemampuan pribadi yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
  • Kompetensi sosial; adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
  • Kompetensi profesioanl yang diperoleh dari pendidikan profesi; adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

kompetensi guru

Semua guru harus betul-betul faham tentang syarat dan kompetensi yang ada di undang-undang tersebut. Agar pembentukan karakter siswa yang menjadi salah satu tujuan dari pendidikan nasional itu akan benar-benar terwujud.

Dengan adanya aturan main tersebut diharapkan seorang guru harus sekuat tenaga dengan penuh keikhlasan mengajar, mendidik, membimbing dan membina anak didiknya agar menjadi anak-anak yang cerdas, mandiri dan berakhlakul karimah.

Namun, membentuk anak didik yang cerdas, mandiri, berakhlakul karimah dan memiliki motivasi yang tinggi untuk maju, akan terganggu manakala gurunya memiliki sikap dan perilaku “beracun” atau istilah kerennya Toxic Teacher”. Toxic Teacher sendiri adalah guru yang menjadi racun penghancur motivasi peserta didik

Selama ini saya terus mencoba agar tidak keluar dari aturan main itu, yakni aturan yang ada pada undang-undang nomor 14 tentang guru dan dosen, agar jangan sampai mendapatkan julukan sebagai seorang guru yang “minus” atau Toxic Teacher”.

Alasan kenapa saya harus menghindari Toxic teacher adalah karena seorang guru akan menjadi panutan (role model) bagi seluruh siswanya. Apa jadinya jika sikap-sikap yang toxic itu ada pada diri saya, bisa dibayangkan semua motivasi siswa akan terganggu.

Baca Juga : Mengenali Masalah Anak Lewat Home Visit

Menurut pandangan saya ada beberapa sikap dan perilaku yang mesti dilakukan agar terhindar dari julukan sebagai Toxic Teacher. Berikut 8 Tips agar terhindar dari julukan Toxic Teacher :

1. Selalu Tersenyum dan Ciptakan Lingkungan Kelas yang Positif (Positive Vibes)

Hal pertama yang harus diciptakan adalah suasana kelas yang positif. Biasakan 5 S, Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun kepada semua siswa. Ciptakan lingkungan yang positif (positive vibes), hindari sikap atau perilaku yang membuat anak menjadi takut kalau gurunya masuk kelas. Cara yang bisa dilakukan misalnya menanyakan kabar siswa dengan wajah yang tersenyum.

2. Berikan Kesempatan Anak untuk Bertanya

Agar terjadi proses interaksi yang sehat saat mengajar, maka seorang guru harus memberikan kesempatan kepada siswa jika ingin bertanya. Jangan mengajar satu arah, sehingga keinginan siswa untuk bertanya tertutup. Bahkan kalau perlu semua siswa dirangsang untuk bertanya. Bagi saya masalah pertanyaannya itu benar atau salah, nyambung atau tidak dengan pembahasan, tidak jadi masalah, yang penting ada keberanian dulu untuk bertanya.

3. Jangan Menganggap Semua Anak Memiliki Kemampuan yang Sama

Anak-anak dalam satu kelas tidak berangkat dari keluarga yang sama, artinya mereka memiliki karakter dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Guru tidak perlu marah apabila menemukan siswa yang kurang bagus dalam pelajarannya, bisa jadi anak itu memiliki kecerdasan pada pelajaran yang lain.

4. Hindari Terus Menerus Memberikan Tugas

Memberikan tugas kepada anak boleh-boleh saja, dengan syarat benar-benar ada tugas atau keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi apa jadinya psikologis anak jika gurunya terus menerus memberikan tugas kepada siswanya, padahal guru yang bersangkutan ada. Kondisi ini sedikit banyak akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

5. Bersikap Sabar

Harus bersikap sabar adalah sikap yang harus ditanamkan pada setiap guru. Karena setiap anak dalam satu kelas tidak sama karakternya. Ada yang pendiam, aktif, bahkan hiperaktif. Semuanya tentu harus dihadapi dengan pebuh kesabaran. Akan sangat berbahaya apabila seorang guru memiliki perilaku yang pemarah. Tidak sedikit ditemukan anak yang minta pindah hanya gara-gara dimarahi terus oleh gurunya.

6. Hindari Mengeluarkan Kata-Kata Kasar

Ketika seorang guru marah itu hal yang manusiawi. Namun sebaiknya kemarahan seorang guru itu harus dikelola dengan baik. Misalnya hindari kata-kata kasar yang tidak sepatutnya diucapkan oleh seorang guru, hindari kata-kata yang mengarah pada kekerasan verbal dan pembullyan. Kalaupun mau marah, cukup intonasinya saja yang tinggi, kalimat yang disampaikannya adalah kalimat nasihat.

7. Bersikap Profesional

Ini yang kadang-kadang agak sulit dihindari, kita sebagai guru terkadang suka mencampuradukkan antara kewajiban di sekolah dan masalah di luar sekolah. Akhirnya siswa yang jadi sasaran kemarahan. Sebaiknya seorang guru harus bersikap profesional, masalah pribadi tidak dibawa ke sekolah.

8. Berikan Hak yang Sama Kepada Semua Siswa

Dulu waktu masih sekolah saya pernah mendengar ada istilah anak emas. Kemunculan istilah itu pasti ada sebabnya. Maka sebaiknya seorang guru harus memberikan hak yang sama kepada semua siswa, berikan perhatian kepada semuanya tanpa syarat, mau cerdas atau kemampuannya biasa saja.

Demikian tips agar seorang guru terhindar dari julukan Toxic Teacher. Semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bagi semua guru dimana pun anda berada, semoga kita semua diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus menjadi seorang guru.

Baca Juga : Perjalananku Sebagai Seorang Guru

90 Hari di Blogspedia Coaching Batch 2

Konten [Tampil]

90 hari di Blogspedia Coaching Batch 2

Sejak teman saya, Yonal Regen, yang juga alumni Kelas Blogspedia menawarkan voucher Kelas Blogspedia Coaching Batch 2 secara gratis, saya tidak langsung mengiyakan untuk menerima tawaran itu. Saya sempat berpikir, apakah saya sanggup mengikuti kelas itu ? kalau sampai berhenti atau di-kick dari kelas, gara-gara tidak mengirimkan tugas, apakah saya tidak malu nantinya sama yang ngasih voucher ? Apalagi saat teman saya itu memberikan gambaran seperti apa kelas blogspedia itu, terutama dalam mengerjakan tugas-tugasnya, saya semakin takut. Tetapi ketika teman saya bilang bahwa tidak semua orang bisa masuk kelas blogspedia, kemudian banyak ilmu seputar blog yang bisa didapatkan, ketakutan itu akhirnya berubah menjadi sebuah keyakinan.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama 90 hari di kelas Blogspedia Coaching Batch 2. Dan tidak terasa sekarang ini kelas Blogspedia Coaching Batch 2 sudah masuk pada tugas akhir. Mau tahu bagaimana banyaknya tantangan selama mengikuti kelas Blogspedia Coaching Batch 2 ini, serta bagaimana kesan terhadap pembimbing kelas, Mbak Maritaningtyas ? Yuk simak cerita saya selama 90 har- mengikuti Kelas Blogspedia Coaching Batch 2

Mengenal Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Karyanya

Konten [Tampil]

tokoh-tokoh sosiologi

Istilah sosiologi pertama kali diciptakan oleh Auguste Comte, seorang filsafat dari Prancis. Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata socius berarti masyarakat dan logos berarti ilmu. Jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.

Teori dalam ilmu sosiologi menjadi sebuah landasan untuk menganalisis fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Melalui teori, suatu fenomena sosial dapat dikaji dan dianalisis secara ilmiah dan komprehensif. Dan teori-teori yang berkembang saat ini tidak lepas dari tokoh-tokoh sosiologi.

Berikut beberapa tokoh sosiologi beserta teorinya yang turut mengembangkan ilmu sosiologi baik di Eropa maupun di Indonesia.

Kamu Sedih dan Putus Asa ? Ini Kata Merry Riana

Konten [Tampil]

Kamu Sedih, Ini Kata Merry Riana

Setiap orang pasti pernah diuji oleh Tuhannya, entah itu dengan kesedihan, kepahitan, kekecewaan, kehilangan orang yang kita cintai, kesulitan ekonomi dan keuangan, penyakit yang belum terobati, dihina orang, difitnah orang, diasingkan keluarga terdekat, ditinggalkan saat sayang-sayangnya, ghosting, dihianati sahabat dekat, atau juga dimanfaatkan orang terdekat.

Sebagai orang yang beriman tentu saja sudah faham bahwa setiap hambanya akan senantiasa diuji dalam setiap langkah kehidupannya, di agama Islam misalnya, ujian akan diberikan kepada setiap orang, seperti yang tertulis dalam beberapa ayat al-Quran. Bahkan ujian yang Allah berikan, bukan hanya kepada orang-orang sekarang, tetapi juga kepada orang-orang sebelum kita. Berikut beberapa ayat dalam al-Quran yang menyatakan bahwa setiap orang akan diuji oleh Tuhannya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta” (Q.S. Al 'Ankabuut [29] ayat 2 – 3)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (Q.S. Al- Baqarah [2] ayat 214)

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesung-guhnya kita adalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang menda-pat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 155 – 157)

Ayat-ayat di atas jelas sekali bahwa setiap kita akan mendapatkan ujian dari Tuhannya, entah besar atau kecil, mudah dilewati atau sulit dilewati. Yang pasti ada hikmah dibalik semua itu, semua datang dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.

merry riana

Merasa sedih saat ditimpa musibah dan ujian adalah hal yang wajar. Namun, menurut seorang motivator terkenal, Merry Riana, seperti dalam sebuah unggahan video yang disampaikan di channel youtube miliknya, beliau mengatakan kalau kita jangan terperangkap pada kesedihan itu.

Mau tahu, apa yang harus dilakukan ketika kamu sedih ? Berikut motivasi yang diberikan oleh Merry Riana, buat orang-orang yang sekarang sedang sedih dan berada pada titik putus asa.

Semua Akan Baik-baik Saja

Tidak ada orang yang mampu menolak musibah atau ujian dari Tuhannya. Ujian adalah satu bentuk cara agar Tuhan bisa menguatkan hati hamba-Nya dalam langkah dan konsistensi beribadah. Tanpa ujian, sulit kiranya seseorang menjadi besar.

Merry Riana berkata, jika kamu saat ini sedih karena dihianati orang dekat kamu, atau sedang dimanfaatkan oleh sahabat yang paling kamu cintai, cukup katakan Semua akan baik-baik saja. Memang berat, tapi itu ujian dari Tuhan. Musibah yang Tuhan berikan bukan berarti Dia sedang marah, akan tetapi sebagai bentuk pelajaran agar seseorang bisa menjadi lebih baik.

"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (Q.S. Al-Insyirah [94] : 6)

Ujian itu Realita

Ujian itu sebagai realita yang harus diterima, mungkin kita sedih, kaget, lalu tidak terima, atau dalam lubuk yang paling dalam kita menolak dan tidak menerima itu. Tapi sekali lagi semua itu realita, nyata adanya, meskipun terkadang semua yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Baca Juga : 6 Hari Berjuang Melawan Covid-19

Jangan Terperangkap Didalam Kesedihan

Bukan hanya rasa sedih yang ada, terkadang diikuti juga dengan kemarahan. Marah terhadap keadaan, marah terhadap diri sendiri. Kenapa ujian ini menimpa kita, apa salah saya sehingga ujian ini menimpa kita ?

Marah, kesal dan sedih adalah luapan emosi yang sangat wajar, tetapi yang harus diingat adalah kita jangan terperangkap dalam kesedihan itu.

Sadar dan Yakin

Langkah pertama yang harus dilakukan apabila kamu mendapatkan ujian lalu sedih adalah sadar dan yakinilah bahwa yang kamu alami bukan sebuah hukuman, tetapi sebuah kesempatan. Tuhan sedang memegang kendali kamu dan akan membawa kamu ke suatu tempat yang lebih baik. Tuhan sedang membiarkan hal-hal yang buruk hilang dan akan mendatangkan hal-hal yang baik. Tuhan sedang mempersiapkan kamu, menguatkan kamu dan membentuk kamu menjadi lebih baik.

Give Up atau Get Up

Orang selalu mengatakan badai akan segera berlalu, katanya kamu harus bisa melupakan, katanya kamu harus melihat ke depan, dan menjadikan ujian ini sebagai pembelajaran. Tapi kok enggak mudah yah ? Memang tidak mudah, namanya juga manusia.

Merry Riana mengingatkan, saat ini hanya ada dua pilihan saat mengalami masa sulit itu, yaitu Give Up atau Get Up. Menyerah dan membiarkan hal tersebut menghancurkan kamu atau kamu bangkit dan menjadikannya sebuah pelajaran dan membuat anda bertumbuh.


Lebih lanjut Merry Riana mengatakan, ada hal-hal di hidup ini yang tidak bisa kamu kendalikan dan tidak bisa kamu ubah. Terimalah dengan tangan terbuka,dan terimalah dengan ikhlas. Maafkan juga orang-orang yang sudah melukai kamu, dan yang paling penting maafkan juga diri kamu. Tidak perlu mengeluh tentang apa yang salah, yang hilang akan digantikan, yang sakit akan dipulihkan, yang diambil akan dikembalikan, yang berkurang akan ditambahkan, dan yang salah akan diluruskan. Jadi jangan biarkan diri anda larut dalam kesedihan itu, jangan biarkan kamu terperangkap di lembah kelam itu, tetaplah tegar melangkah dengan kesabaran, tetaplah tersenyum dengan ketulusan, tetaplah bersyukur di saat sulit sekalipun, tetaplah percaya walaupun kamu belum bisa melihat segalanya, tetaplah setia walaupun kamu tahu ini bukan saat yang mudah. Apapun yang sedang kamu doakan, sedang Tuhan kerjakan. Percayalah semua akan indah menurut rencana-Nya dan waktu-Nya


Baca Juga : 6 Pelajaran Berharga dari Podcast Deddy Corbuzier Bersama Azka

6 Hari Berjuang Melawan Covid-19

Konten [Tampil]

6 Hari Berjuang Melawan Covid-19

Virus Covid-19 benar-benar tidak mengenal tempat dan orang. Siapapun bisa tertular oleh virus covid-19 ini, mau itu kalangan pejabat, kalangan masyarakat bawah, bahkan kalangan orang-orang yang sangat memperhatikan kesehatanpun bisa terkena juga. Contohnya saya dan isteri saya.

Artinya, virus covid-19 ini tidak pilih-pilih orang. Orang-orang yang sehari-harinya menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat pun bisa kena, apalagi yang tidak sama sekali menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya lebih beresiko kena.

Mungkin sama dengan orang yang kasusnya seperti kami berdua, kami berdua heran kok bisa terkena covid-19 ? Padahal kami selalu menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian kami. Bahkan saya sendiri sudah mendapatkan vaksin dua kali

Pada artikel kali ini saya akan menceritakan sebuah perjalanan hidup kami berdua, saat harus berjuang melawan covid-19 di rumah sakit. Bagaimana susahnya mencari ruangan isolasi di rumah sakit ? Sedihnya harus melewati masa kritis ? dan Bagaimana takutnya berjuang antara hidup dan mati melawan covid-19 ?

Baca Juga : 6 Pelajaran Berharga dari Podcast Deddy Corbuzier Bersama Azka

1. Awal Mula Divonis Positif Covid-19

Sebelum divonis covid-19, hari Jumat, tanggal 9 Juli 2021, imun kami berdua tiba-tiba turun. Badan meriang, seluruh persendian terasa sakit dan ngilu, sakit kepala, dan sedikit ada batuk. Kami berdua mengira kalau kami terkena masuk angin.

Gejala saya dan isteri agak berbeda. Saya relatif bergejala ringan, sementara isteri selain meriang, sendi-sendi badan dan kepala sakit, juga ada rasa sakit dibagian ulu hati, yang menyebabkan isteri saya ada mual dan muntah. Pada waktu itu saya masih positif thinking kalau kami hanya masuk angin dan sakit maag biasa aja, karena tidak ada gejala sesak nafasnya. Namun, di hari kedua, tepatnya tanggal 10 Juli 2021, mual dan muntah isteri saya bukannya menurun malahan semakin kuat. Saya mulai curiga kalau isteri terkena covid-19, dan benar saja pada pagi hari tepat tanggal 11 Juli 2021, saat dibawa ke rumah sakit, isteri saya dinyatakan positif covid-19. Pada waktu itu dokter memberikan dua pilihan, dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah. Saya memilih isolasi mandiri di rumah, selain kamar isolasi di rumah sakit saat itu penuh, juga pertimbangan lainnya adalah saturasi oksigennya masih bagus, dan tidak ada sesak nafas.

2. 4 (Empat) Rumah Sakit Kami Datangi

Tanggal 13 Juli 2021, tepatnya malam Rabu, istri saya kembali dibawa ke rumah sakit. Karena kondisinya semakin menurun. Saya harus berjuang mencari rumah sakit yang ruang isolasinya tersedia. Namun, dari rumah sakit kedua dan ketiga yang saya kunjungi, semuanya penuh. Bahkan, saat di rumah sakit kedua, belum juga masuk IGD, kami sudah ditolak duluan dengan alasan ruangan IGD penuh.

Saya sendiri baru dinyatakan positif setelah dites swab oleh dokter dari puskesmas setelah isteri pulang dari rumah sakit ketiga. Dua hari setelah itu, barulah saya sendiri juga merasakan beberapa gejala terkena covid-19, penciuman dan rasa mulai hilang, flu berat, dan kepala pusing. Di saat yang bersamaan, kondisi isteri semakin menurun. Akhirnya di Malam Jumat, tanggal 15 Juli 2021, kami berdua dibawa ke rumah sakit yang keempat dan alhamdulilah dapat penanganan di IGD.

3. 6 Hari Berjuang Melawan Covid-19

Di hari pertama kami berdua ditangani di ruang IGD, baru di hari kedua kami dapat kabar bahwa kami akan segera masuk ruang perawatan. Bahwa anggapan saya dan isteri akan dirawat di ruangan yang sama ternyata tidak terwujud, kami berdua harus dirawat di ruang isolasi yang berbeda.

Apa mungkin efek dari sudahnya saya divaksin dua kali, setelah menerima obat-obatan, kondisi saya langsung seperti kembali normal. Penciuman dan rasa kembali ada, pusing kepala sudah hilang, hanya sedikit persendian yang sakit. Yang bikin saya sedih dan khawatir saat berada di rumah sakit adalah kondisi isteri saya. Saya tidak tahu kondisi isteri saya seperti apa, komunikasi lewat HP pun kurang bagus karena terkendala sinyal.

ptorokol kesehatan

Di hari ketiga saya sempat meminta ke perawat untuk diizikan bertemu isteri di ruangannya, tapi ditolak. Perasaan saya saat itu rasanya berbeda, seperti terjadi sesuatu pada diri isteri saya. Saya pun bertanya ke perawat mengenai kondisi isteri, jawabannya cukup kalimat “isteri Bapak baik-baik saja. Jawaban dari perawat tidak membuat hati tenang, justru semakin dag dig dug.

Tepat pukul 9.30, di malam ketiga, perawat datang ke ruangan dan menyampaikan kepada saya kalau isteri ingin bertemu saya. Masih dengan implusan ditangan, saya pun di bawa ke ruang perawatan isteri saya. Saat lihat isteri saya yang terbaring di tempat tidur dengan bantuan oksigen, di saat itu juga, perasaan saya pecah, benar-benar berada pada situasi yang belum pernah saya rasakan. Saya menangis karena melihat kondisi isteri saya yang berada pada fase yang sangat kritis. Saya peluk isteri saya dalam keadaan yang sangat lemah.

Saya melihat kondisi isteri dengan keadaan kepalanya yang sangat sakit, dada seperti ada yang menekan, ulu hati juga sakit, mual, muntah, dan yang paling saya takutkan adalah sesak nafasnya. Semua obat pereda sakit sudah diminumnya, tapi tidak mengurangi rasa sakitnya. Saat itu saya sempat berpikir mungkinkah malam ini hari terakhir saya bersama isteri saya. Isteri saya baru bisa tidur, setelah diberi obat penenang oleh perawat.

Fase kritis tidak berhenti dihari ketiga, di hari keempat isteri saya masih harus berjuang lepas dari sesak nafas yang luar biasa, dan merasakan sakit kepala yang sangat hebat. Baru dihari keenamlah, kondisinya semakin baik, hanya saja sesak nafasnya masih ada.

Dihari keenam, kami pun pulang dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Alhamdulilah kondisi saya cukup baik, tapi untuk kondisi isteri masih belum melewati pada fase baik. Karena saat pulang saya melihat isteri saya masih ada sesak nafasnya. Sampai dua hari di rumah setelah enam hari dirawat, isteri saya masih harus tergantung pada bantuan oksigen.

Baca Juga : Belajar Berbuat Baik dari Film Bajrangi Bhaijaan

Kabar kalau ketersediaan oksigen di masyarakat tidak ada, benar-benar nyata saya rasakan. Tapi syukur alhamdulilah banyak orang yang mau membantu mencarikannya.

Setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari akhirnya kami berdua dinyatakan sehat oleh dokter puskesmas. Tapi saya merasa recovery selama 14 hari itu tidak cukup, terlebih bagi mereka yang punya penyakit penyerta. Selama sebulan Isteri saya masih ada rasa capek yang luar biasa. Jalan beberapa meter saja sudah sangat capek, bahkan sesekali ada sedikit sesak.

Kalau saya sendiri merasakan ada penurunan fokus dan konsentrasi selama sebulan itu. Rasa capek ada tapi tidak terlalu seperti isteri saya. Namun, yang pasti saya bersyukur setelah hampir mau dua bulan dari sembuh, kondisi kami udah bisa dikatakan sangat stabil

5 M dan 1 D


4. Terima Kasih Perawat

Ada perbedaan cara merawat pasien biasa dengan pasien covid-19, untuk pasien covid-19, perawat tidak seperti perawat untuk pasien biasa. Perawat tidak ada setiap saat kalau sedang dibutuhkan. Mereka datang sesuai jadwal yang ada.

Kalau masalah perhatian dalam merawatnya, mereka sangat perhatian banget terhadap semua pasien. Mungkin alasan keterbatasan perawat yang membuat waktu perawatan sangat terbatas.

Saya mengucapkan terima kasih buat perawat yang dengan sabar membantu saya terutama isteri untuk sembuh dari penyakit covid-19. Saya tidak tahu siapa mereka, karena tiap harinya menggunakan APD lengkap. Semoga bantuan mereka menjadi amal yang baik.

5. Nyatanya Kekuatan Doa

Selain karena perawatan dan dibantu dengan meminum obat-obatan, ada hal lain yang menurut saya tidak boleh dilupakan yaitu kekuatan doa. Sejak dihari pertama masuk rumah sakit, saya meminta kepada keluarga, sahabat, dan murid untuk selalu mendoakan kami berdua.

Dan benar kekuatan doa itu nyata adanya, saya dan isteri merasakan semua itu. Percaya atau tidak isteri jadi lebih tenang saat meminum air. Isteri juga bercerita kepada saya, dihari ketiga saat benar-benar kritis, Ia didatangi oleh seseorang sambil mengatakan “kamu belum saatnya”. Isteri saya juga mengatakan Ia melihat orang-orang sedang membacakan al-quran, khusus buat dirinya.

6. Serba Pertama Kali

Masuk rumah sakit, lalu dirawat, kemudian diimplus semuanya pengalaman pertama dalam hidup. Berbeda dengan isteri yang sudah terbiasa diimplus, karena Ia beberapa kali harus dirawat di rumah sakit.

Pengalaman kedua adalah sedihnya berlebaran Idul Adha. Disaat keluargal lainya bertakbir di rumah, disaat yang bersamaan saya dan isteri harus terbaring di rumah sakit. Keheningan ruangan di rumah sakit semakin menambah kesedihan kami berdua.

7. Pelajaran Yang Bisa Diambil

Pengalaman saya dan isteri yang harus menerima ketentuan Allah terkena covid-19, ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil, yaitu : 

  1. Siapapun bisa kena covid-19. Orang-orang yang sehari-harinya menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat pun bisa kena, apalagi yang tidak sama sekali menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya lebih beresiko kena. Makanya hiduplah dengan perilaku hidup yang bersih dan sehat
  2. Kekuatan doa nyata adanya, semua itu benar-benar kami rasakan. 
  3. Selalu berbuat baiklah pada setiap orang, agar ketika kita membutuhkan sesuatu, akan dimudahkan.

Foto Bersama Isteri


Terima kasih, semoga pengalaman ini sangat bermanfaat. Dan saya berharap pengalaman ini menjadi yang pertama dan terakhir.

Baca Juga :

6 Pelajaran Berharga dari Podcast Deddy Corbuzier Bersama Azka

Konten [Tampil]

Bismillahirrahmanirrahim

6 pelajaran berharga dari podcast Deddy bersama Azka



Siapa yang tidak kenal dengan Selebritas Deddy Corbuzier ? Saya yakin sebagian besar orang pasti kenal dengan yang namanya Deddy Corbuzier. Ia dikenal sebagai seorang Mentalis, Presenter TV, dan sekarang lebih dikenal sebagai seorang Youtuber.

Deddy Corbuzier adalah nama selebritasnya. Ia mempunyai nama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo, Ia lahir di Jakarta pada tanggal 28 Desember 1976. Ia adalah seorang pesulap profesional keturunan Tionghoa.

Seorang Deddy memulai karir di televisi pada tahun 1998, ketika itu Ia menjadi Impresario 008 yang ditayangkan di salah satu televisi swasta. Kemudian Ia mulai terkenal dengan melakukan publisitas sebagai pesulap profesional.

Sejak tahun 2015, julukan sebagai pesulap yang beraliran mentalis ini sekarang tidak lagi dipakainya. Mulai tahun 2014 Ia lebih banyak menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai seorang presenter. Bahkan sekarang Ia lebih dikenal orang sebagai seorang You Tuber.

Baca Juga : 7 Tips Menjadi Guru Yang Disukai Siswa

Orang yang pernah menerima Merlin Award untuk Mentalis Terbaik Dunia dua kali berturut-turut ini, sekarang aktif banget nge-podcast atau siniar di channel Youtubenya dengan judul acaranya “Close The Door”. Mau tahu subscribers-nya sekarang berapa ? pada saat saya menulis artikel ini, subscriber-nya sudah mencapai 15 juta lebih. Prestasi yang luar biasa, hanya dalam jangka waktu 2 tahun, sejak 2019 Ia nge-podcast, subscribernya sudah melewati para youtuber yang lebih dulu terjun ke dunia channel youtube.

Dari sekian banyak podcast yang Ia lakukan, ada podcast yang baru-baru ini ditayangkan dan masuk tranding yaitu podcast bersama anak semata wayangnya, Azkanio Nikola Corbuzier. Podcast ini menceritakan bagaimana sedihnya seorang Azka melihat ayahnya, Mas Deddy, yang berjuang melawan covid-19 di rumah sakit. Tayangan podcastnya telah ditonton oleh hampir 6,9 juta penonton, 343 ribu like, dengan komentar 40 ribu.

podcast Deddy bersama azka
Saat Deddy Podcast Bersama Anaknya, Azka
Sumber Gb : Google

Podcast yang berdurasi 33 menit 20 detik ini banyak sekali memberikan pelajaran atau hikmah bagi para penontonnya. Dan berikut 6 pelajaran berharga yang bisa diambil dari podcastnya Deddy Corbuzier bersama anaknya, Azka. Dan saya sarankan siapkan tisu karena di nomor 6, saya pastikan anda akan meneteskan air mata.

1. Orang Sehat Juga Bisa Kena Covid-19

Semua orang termasuk saya sendiri tidak akan percaya kalau seorang Deddy Corbuzier bisa kena covid-19. Bayangkan, Deddy Corbuzier itu seorang pelatih kebugaran, Ia pernah membuat program kesehatan dengan "menciptakan" diet ala Deddy yang dia namakan "OCD" atau "Obsessive Corbuzier Diet" yang berbasis pada teknik Intermittent Fasting digabungkan dengan latihan HIIT (High Intensity Interval Training.

Bukan hanya itu, kita pasti tahu seorang Deddy itu orang penyuka hidup sehat. Masalah makanannya sudah dipastikan terjamin dari segi 4 sehat 5 sempurna. Makanya ketika Ia menghilang selama 2 pekan dari hingar bingar media sosial, lalu muncul dengan pengakuan bahwa Ia terpapar covid-19 dan mengalami badai sitokin, semua orang sulit mempercayainya.

Setelah ada penjelasan Dr. Gunawan yang merawat Deddy Corbuzier, yang menjelaskan bahwa Deddy terkena Badai Sitokin, barulah kita percaya bahwa orang sehat dan bugar seperti Deddy Corbuzier pun bisa kena covid-19.

Dan dari informasi yang saya baca, praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto SpKO, Ia menjelaskan kepada detikcom, bahwa olahraga yang terlalu berat bisa menjadi penyebab terkena covid-19 dikarenakan imunitas tubuhnya menurun.

2. Orang yang Tanggung Jawab

Dalam podcast bersama anaknya, Azka, kita bisa merasakan bahwa lelaki yang pernah menikahi Kalina Oktarani ini adalah seseorang yang punya tanggung jawab kepada keluarganya terutama anaknya, Azka. Di saat Ia harus berjuang melawan badai sitokin, Ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya buat anaknya, Azka. Mulai dari siapa yang akan mengurusi anaknya setelah Ia meninggal, urusan pendidikannya, kesehatannya, semuanya sudah dipersiapkan, bahkan Deddy sudah mempersiapkan saham untuk kehidupan anaknya.

Baca Juga : Belajar Berbuat Baik dari Film Bajrangi Bhaijaan

Bukan hanya pada anaknya, di saat Ia berada situasi yang bisa membawa pada kondisi hidup dan mati, Deddy Corbuzier masih memikirkan para pembantunya. Ia berpikir, seandainya Ia harus meninggal, siapa orang yang nanti akan memberikan pekerjaan kepada mereka, karena sudah pasti, ketika Deddy meninggal maka semua pekerjanya akan ikut berhenti. Sebutan apalagi kalau bukan orang yang penuh tanggung jawab.

3. Mengajarkan Anak dengan Aksi

Selain pelajaran tentang tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya, pada wawancara tersebut juga ada pelajaran bagaimana Deddy mengajarkan anaknya untuk selalu berbuat baik kepada setiap orang, terutama bagi orang yang sangat membutuhkan.

Menurut pengakuannya, Deddy kerap membantu orang-orang yang membutuhkan. Deddy tidak lupa selalu mengajak anaknya, Azka, dalam setiap kesempatannya membantu orang yang membutuhkan. Ia mengajari anaknya langsung dengan aksi, tanpa banyak teori.

4. Mengajarkan Anak Untuk Tidak Bohong dan Tidak Malu Meminta Maaf

Pelajaran positif selanjutnya yang bisa diambil dari podcastnya Deddy Corbuzier bersama anaknya adalah Deddy mengajarkan anaknya untuk tidak berbohong dan tidak malu meminta maaf apabila melakukan kesalahan.

Belajar minta maaf

Deddy memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada anaknya, tetapi satu yang tidak boleh dilakukan adalah berbohong. Dan Deddy juga mengajarkan anaknya untuk meminta maaf apabila melakukan kesalahan, Ia selalu meminta maaf kepada Azka jika Ia melakukan kesalahan. Menurutnya, minta maaf itu bukan masalah siapa yang lebih tua atau muda, tetapi minta maaf itu adalah bicara kesalahan. Jangan heran kalau anak kita disuruh minta maaf kepada temannya, tetapi menolak, bisa jadi itu karena kita sebagai ayah tidak pernah meminta maaf kepada anaknya, kalau kita salah.

Menurutnya, minta maaf itu bukan masalah siapa yang lebih tua atau muda, tetapi minta maaf itu adalah bicara kesalahan.

5. Pentingnya Dukungan Orang-orang Terdekat

Bagi orang yang pernah berjuang untuk keluar dari covid-19, dukungan orang-orang terdekat sangatlah penting. Bukan hanya imun yang dihasilkan dari obat-obatan yang diminum, tetapi imun yang dihasilkan dari semangat, dorongan, dan doa dari orang-orang terdekat jauh lebih terasa.

Di sinilah peran seorang anaknya, Azka, yang memberikan semangat dan doa buat Deddy Corbuzier, benar-benar dibutuhkan dan dirasakan.

6. Ingin Ikut Meninggal Bersama Papa

Ketika ditanya oleh ayahnya Deddy Corbuzier, kenapa Azka mau merawat ayahnya ? kenapa mau minum memakai gelas yang sama dengan ayahnya ? Bahkan kenapa punya keinginan untuk kena covid-19 juga ? Jawabanya, kalau papa mati, Azka bisa ikut papa.

Kita bisa menggambarkan bahwa Azka seorang anak yang sangat sayang sama ayahnya, Ia belum siap ditinggalkan oleh ayahnya, padahal Deddy sudah mempersiapkan segala sesuatunya apabila Ia meninggal. Ini artinya kebahagian seorang Azka bukan terletak pada kekayaan, tetapi kebahagiaannya ada di cinta dan sayang seorang Deddy Corbuzier.

Dalam tayangan podcast tersebut, Azka beberapa kali mengeluarkan air mata saat ditanya, kenapa takut kalau papa mati ? Ia hanya menjawab belum siap ditinggal ayah.


Mudah-mudahan pelajaran-pelajaran positif dari podcasnya Deddy Corbuzier besama Anaknya, Azka, bisa memberikan hikmah buat kita.

Alhamdulilah…