Membangun Komunikasi dengan Para Alumni

Konten [Tampil]

alumni MA Raudlotul Ulum

Hari Kamis, tanggal 6 Januari 2022, Madrasah Aliyah Raudlotul Ulum Kadudampit, tempat dimana saya mengajar, kedatangan beberapa alumni dari Angkatan 2019, 2020 hingga 2021. Maksud kedatangan mereka, selain untuk bersilaturahmi, mereka juga ingin berdiskusi dengan para guru dan sekolah untuk berpikir bagaimana agar almamaternya lebih maju dan mampu bersaing.

Awalnya saya mengirim pesan singkat ke salah satu alumni yang ikut hadir yaitu Kang Hilman. Saya mengajak Kang Hilman untuk hadir di sekolah untuk bisa "ngopdar". Alhamdulillah ajakan saya ini disambut positif oleh Kang Hilman, bahkan Kang Hilman sangat antusias menanggapi permintaan saya ini. Sebagai bentuk keseriusan Kang Hilman atas ajakan saya ini, Ia siap hadir ke sekolah bersama teman lainnya.

Disambut Langsung oleh Kepala Madrasah

Rencana kedatangan para Alumni ke sekolah langsung saya informasikan ke kepala Madrasah. Mendengar informasi itu, H. Daden Iskandar, S. Ag, MH, selalu Kepala Madrasah MA Raudlotul Ulum, menyambut baik rencana Alumni yang akan bersilaturahim ke almamaternya.

Ternyata Kepala Madrasah membuktikan kalau bentuk apresiasinya bukan ucapan semata, Beliau menyambut langsung kedatangan para Alumni yang semuanya sudah berstatus mahasiswa.

Dalam obrolan santainya bersama para Alumni, Kepala Madrasah meminta kepada para Alumni yang hadir untuk membentuk forum atau ikatan alumni, agar program sekolah bisa disinergiskan dengan para Alumni. Selain itu, para Alumni yang hadir juga diminta agar memberikan saran maupun kritik yang membangun untuk kemajuan MA Raudlotul Ulum kedepan.

Baca Juga : 5 Pilihan Setelah Lulus

Memotivasi Adik Kelas Agar Mau Kuliah

Selain keinginan kepala madrasah yang berharap ada forum atau ikatan para alumni, di acara ngobrol itu saya menyampaikan kepada mereka para alumni yang hadir agar mereka mau memotivasi adik kelas 12 agar mau melanjutkan kuliah.



Pertama saya meminta para alumni memotivasi anak anak kelas 12 agar mau melanjutkan kuliah, seperti kakak-kakak kelasnya. Kedua bagaimana cara kuliah secara gratis melalui program bidik misi, di mana saya meminta kepada mereka agar para alumni mau membantu adik kelasnya yang mau kuliah, mulai dari pemilihan jurusan, tes masuk, hingga mendapatkan program bidik misi. Dan yang terakhir yang saya minta kepada mereka adalah meminta kepada mereka untuk menyampaikan ide dan pikirannya untuk kemajuan MA Raudlotul Ulum kedepan.

Sosialisasi Gampangnya Kuliah Secara Gratis

Pertemuan di Hari Kamis, tanggal 6 Januari 2022, ditindaklanjuti dengan sosialisasi para alumni tentang bagaimana cara kuliah gratis melalui program bidik misi. Alhamdulilah para alumni yang datang berasal dari almamater perguruan tinggi yang beragam. Ada yang dari perguruan tinggi negeri seperti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, ada pula dari perguruan tinggi swasta, misalnya STAI Daarussalam Sukabumi, Universitas Nusa Putra Sukabumi, STKIP PGRI, STH Pasundan Sukabumi, STAI Al-Andina, STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, dan STIE Paxim Sukabumi.

Sosialisasi itu kemudian difollow up dengan membuat WA grup bagi anak anak kelas 12 yang akan kuliah, dan yang paling dekat adalah mengikuti ujian SNMPTN.

Ada pesan moral yang bisa diambil dari dua pertemuan itu. Pertama sekolah dan para alumni harus terus terjalin komunikasinya, dan para alumni jangan pernah melupakan almamaternya. Kedua, peran alumni sangat dibutuhkan dalam memajukan sebuah lembaga.

Baca Juga : 5 Pilihan Setelah Lulus

Hari Amal Bakti Kemenag Ke-76 : Serunya Family Gathering dan Jalan Santai

Konten [Tampil]

Hari Amal Bakti Ke-76 Kemenag


Tanggal 3 Januari diperingati sebagai Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, dan tahun 2022 ini Hari Amal Bakti (HAB) sudah memasuki hari ulang tahunnya yang ke-76. Itu artinya Kementerian Agama lahir pada tanggal 3 Januari 1946, kurang lebih dibetuk 4 (empat) bulan setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Dan biasanya disetiap Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag, seluruh Kementerian Agama, mulai dari pusat hingga daerah mesti melaksanakan upacara sebagai bentuk penghormatan.

Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 ini, Kementerian Agama mengambil tema Transformasi Layanan Umat. Dalam sambutannya pada upacara di Kementerian Agama Pusat, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak jajarannya untuk terus melakukan perbaikan dan membenahi kualitas layanan. Transformasi yang dimaksud meliputi perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan sarana dan prasarana atau infrastruktur yang mempercepat dan mempermudah kinerja Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Hari Amal Bakti Ke-76 Kemenag


Di Kabupaten Sukabumi sendiri, setiap Hari Amal Bakti (HAB) selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif. Tahun ini Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi mengadakan berbagai event atau kegiatan olahraga, ada lomba catur, tenis meja dan sepak bola.

Baca Juga : Kampung Cakrawala : Tempat Rekreasi Bernuansa Alam

Bahkan di puncak kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yang ke-76, ditutup dengan kegiatan Family Gathering dan Jalan Santai bersama seluruh unsur yang ada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.

Hari Amal Bakti Ke-76 Kemenag


Serunya Family Gathering dan Jalan Santai

Tanggal 15 Januari 2022 ditetapkan sebagai puncak kegiatan pada Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Dimana puncak kegiatannya diisi dengan kegiatan Family Gathering dan Jalan Santai, yang diikuti oleh seluruh unsur yang ada di Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, ada dari karyawan kemenag, kelompok pengawas, guru madrasah, guru PAI, guru RA, pondok pesantren, guru diniyah, para penyuluh, KUA, hingga kelompok bimbingan haji dan umrah, semuanya tumpah ruah dengan mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan HAB ke-76.

Untuk jalan santai, seluruh peserta harus melewati jalan sepanjang 4 kilo meter, yang terbagi ke dalam 9 pos. Serunya kegiatan jalan santai ini, karena kita diajak melewati dan menyusuri hamparan kebun teh yang ada di kawasan tempat wisata Selabintana Sukabumi. Rasa capek jadi hilang dengan sendirinya, selain kita becanda ria dengan para peserta di sepanjang jalan yang kita lewati, kita juga disuguhi pemandangan indah dengan udara khas pegunungan yakni udara yang segar.

Hari Amal Bakti Ke-76 Kemenag


Acara kemudian ditutup dengan pengundian kupon bagi para peserta jalan santai. Berbagai hadian telah disiapkan oleh panitia, mulai dari hadiah yang biasa hingga 2 (dua) buah sepeda motor. Sayangnya saya bersama temen satu sekolah, masih kurang beruntung.

Bukan Family Gathering Biasa

Menurut saya ini bukan family gathering biasa. Kenapa demikian ? karena seluruh unsur Kementerian Agama dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi semuanya turut serta memeriahkan puncak acara Hari Amal Bakti ini. Luar biasa kan ?

Mungkin hadiah yang diperebutkan oleh peserta jalan santai hanya sebagai bonus saja. Lebih dari itu, dengan family gathering ini kita bisa bersilaturahmi dengan temen-temen dari luar kecamatan. Saya sendiri karena wasilahnya kegiatan family gathering ini bisa berjumpa sahabat lama yang sudah lama tidak ketemu.

Hari Amal Bakti Ke-76 Kemenag


Bisa botram bersama, ketawa bareng, becanda bareng, di mana semuanya itu bisa melupakan segala aktifitas yang biasa dilakukan dan bisa merefresh otak dan pikiran kita, sehingga kondisi kita kembali fit serta siap kembali beraktifitas. 

Selamat Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Yang Ke-76, semoga Transformasi Layanan Umat yang dijadikan tema tahun ini bisa terwujud.

Kampung Cakrawala : Tempat Rekreasi Bernuansa Alam

Konten [Tampil]

Kampung Cakrawala Sukabumi


Satu lagi nih tempat rekreasi yang ada di Sukabumi yang memberikan nuansa alam, namanya Kampung Cakrawala. Tempat wisata yang nyaris berada di belakang tempat wisata Selabintana ini, berlokasi di Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.

Kampung Cakrawala ini memiliki tagline Lembur Paniisan Tukangeun Selabintana, artinya kampung yang tenang yang berada di belakang Selabintana. Pokoknya cocok banget bagi yang ingin menenangkan pikiran dan jiwa dari hiruk pikuk suasana kota dan refresh dari sibuknya pekerjaan.

Di tahun 2021 saya sudah dua kali menikmati keindahan alam Kampung Cakrawala. Menurut saya ada beberapa alasan kenapa Kampung Cakrawala ini bisa menjadi alternative destinasi dalam mengisi liburan kalian.

Lokasi

Sesuai taglinenya “Tukangeun Selabintana, Kampung Cakrawala ini berada di belakang tempat wisata yang lebih dulu menjadi destinasi wisata favorit, yaitu Selabintana. Tempatnya masih berada satu kawasan dengan Selabintana, yakni di bawah Kawasan Taman Nasional Kaki Gunung Gede. Untuk pengelolaannya sendiri menurut penjaganya masih satu majemen dengan wisata Selabintana.

Untuk menuju lokasi wisata, pengunjung tidak perlu khawatir, karena ada angkutan umum yang bisa menuju lokasi, meski tidak langsung sampai ke tempat tujuan. Kampung Cakrawala hanya berjarak sekitar 4-5 kilo meter dari pusat Kota Sukabumi. Bagi yang memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat, bisa langsung ke tempat lokasi tanpa jalan kaki. Hanya saja bagi yang mau membawa kendaraan roda empat, diharapkan kendaraannya yang memiliki roda agak tinggi.

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang bisa kita manfaatkan diantaranya lapangan berumput yang luas, yang nyaman, aman terutama bagi anak-anak. Ada juga danau kecil dengan rakit bambunya, yang benar-benar menyuguhkan suasana kesejukan. Bagi pengunjung yang membawa bekal makanan, silahkan bisa menggelar makanan di atas tikar atau bisa juga makan di gazebo-gazebo atau saung-saung yang ada di lapangan. Fasilitas lainnya ada kamar mandi dan WC yang bersih, mushola dan tentunya ada sungai dengan aliran airnya yang tidak begitu deras dan sangat aman bagi pengunjung yang ingin sekedar mandi atau basah-basahan. Ditambah ada ayunan yang dipasang dibatang pohon.

Kampung Cakrawala Sukabumi


Camping Area

Di Kampung Cakrawala ini, pengelola juga menyediakan tempat kemah atau camping area. Tempatnya sangat aman, karena pengelola memberikan jaminan keamanan selama perkemahan berlangsung serta pengelola memberikan fasilitas listrik.

Baca Juga : 5 Fakta Wisata Situ Gunung Sukabumi : Dari Keindahan Alam Hingga Cerita Mistis

Udara Sejuk dan Dikelilingi Pohon Tinggi

Karena berada di kawasan pegunungan, sudah pasti udara di Kampung Cakrawala ini masih sangat sejuk. Selain udaranya masih sangat sejuk, keindahan Kampung Cakrawala ini semakin asri dengan pohon-pohon tinggi yang mengeliingi kawasan wisata ini.

Instagramable

Kurang seru kalau berlibur tidak berfoto ria. Nah di Kampung Cakrawala ini juga banyak spot-spot foto yang pastinya instagramble. Misalnya tempat duduk dari kayu batangan, batu batu besar di sungai, ada jembatan dari potongan kayu, dan tidak ketinggalan berfoto di atas rakit.

Kampung Cakrawala Sukabumi


Harga Tiket

Hanya dengan tiket Rp. 10.000,- , kalian sudah bisa menikmati fasilitas yang berada di Kampung Cakrawala. Menurut saya harga tiket segitu tidak terlalu mahal dan terjangkau buat seluruh lapisan masyarakat. Bahkan bagi anak-anak sekolah ada potongan harga tiket masuk.

Cocok untuk Semua Kalangan

Tempat wisata Kampung Cakrawala ini cocok dikunjungi untuk semua kalangan. Baik bagi keluarga, anak muda, sampai sangat pas buat anak-anak.

Nah, barangkali itu catatan dari saya tentang keindahan dan keasrian dari tempat wisata Kampung Cakrawala yang ada di Sukabumi. Saya berani merekomendasikan tempat ini karena tempatnya begitu memberikan ketenangan . Hanya saja yang perlu diperhatikan terutama bagi yang membawa kendaraan langsung ke tempat, agar lebih berhati-hati. Oleh karena itu, saya menyarankan agar pengelola lebih memperhatikan akses jalannya agar jauh lebih baik. Satu lagi, bagi pengunjung agar bersabar dalam hal handphone karena tempatnya ada di bawah, jadi sinyal agak sulit didapatkan.

Ayo coba datang ke Kampung Cakrawala !!!!

Baca Juga : Hutan Damar : Dari Tempat Wisata Hingga Pusat Konservasi Elang Jawa


Panyindangan : Kampung Tempat Kelahiranku

Konten [Tampil]

Panyindangan adalah sebuah kampung tempat kelahiranku. Kampung ini masuk wilayah Desa Selajambe Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Sebuah kampung yang masih asri dengan ciri khas pedesaannya, dimana daranya masih sangat segar, orang-orangnya masih sangat guyub, dan tentu saja interaksi antar masyarakatnya masih sangat kental dan akrab.

Lahir dan besar di kampung ini, sudah pasti saya mempunyai banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan. Mulai dari kenangan bersama keluarga, bersama teman-teman, hingga masih terngiangnya cara saya dan teman-teman bermain permainan tradisional.  

Bukan hanya saya pastinya, kalian juga pasti punya cerita masa dulu yang berkesan sehingga sulit untuk dilupakan. Mau tahu bagaimana masa kecil saya di Kampung Panyindangan dan permainan tradisional seperti apakah yang sering saya dan teman-teman lakukan ? Simak ceritanya berikut ini.  

Asal Muasal Nama Panyindangan  

Menurut ayah saya, kata Panyindangan berasal dari kata “Pasindangan” artinya tempat sindang atau tempat singgah orang-orang yang lewat. Katanya dulu kampung kelahiran saya ini selalu dilewati oleh para pedagang yang akan membawa daganganya ke kota. Sebelum mereka menuju dan sampai di kota, para pedagang kerap beristirahat untuk sekedar melepas lelah, maklum para pedagang ini kebanyakannya berjalan kaki.  

Alasan kenapa mereka suka singgah di kampung Panyindangan ini, konon katanya ada seorang tokoh yang bernama Haji Siroj, yang suka sekali memberikan makanan kepada orang-orang yang lewat dan ikut istirahat. Sehingga Haji Siroj ini terkenal akan kedermawanannya hingga sekarang. Dan saya merasa bersyukur karena saya adalah generasi kelima dari keturunannya.  

Suasana Kampung Halamanku

Mainan Saya di Kampung Panyindangan  

Anak-anak sekarang kebanyakan bermainnya dengan jenis permainan berbasis teknologi. Misalnya bermain HP, bermain game online, kalaupun ada bermain sepak bola, itupun kebanyakan bermain di tempat yang jauh dari kotor-kotoran.

Berbeda dengan saya, yang lebih banyak bermain dengan jenis permainan tradisional. Berikut beberapa jenis permainan yang saya mainkan bersama teman-teman di masa kecil  

a. Bebentengan

Saya menyebutnya permainan bebentengan, kalau di tempat lainnya mungkin namanya bentengan. Permainan ini dimainkan secara berkelompok dengan jumlah yang sama setiap kelompoknya. Biasanya dimainkan di lapangan berbentuk persegi. Cukup sederhana cara bermainnya, musuh yang maju kemudian kita kejar sampai bisa tersentuh bagian tubuhnya. Jika tersentuh maka lawan yang tersentuh harus ditawan. Pemenangnya adalah kelompok yang pemainnya semua tertawan.  

b. Galasin  

Nama lain dari galasin adalah grobak sodor. Permainan ini sering saya lakukan bersama teman-teman di sore hari. Hampir sama dengan bebentengan, permainan ini juga harus dimainkan di lapangan yang berbentuk persegi Panjang. Biasanya dimainkan secara berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang. 4 orang bertindak sebagai penjaga palang, dan 1 orang sebagai grobak sodor.  

Kelompok yang bermain harus bisa melewati setiap palang yang dijaga oleh musuh, semua pemain harus mampu melewati semua palang tanpa tersentuh, sampai balik lagi ke tempat asal. Jika ada salah satu yang tersentuh, maka dinyatakan kalah dan harus diganti lawan. Pemenangnya ditentukan oleh semua pemain bisa Kembali tanpa tersentuh.  

c. Susumputan  

Susumputan itu artinya bersembunyi. Permainan ini juga harus dilakukan secara banyakan. 1 orang yang bertindak sebagai pencari dan yang lainnya bersembunyi. Yang pencari ditentukan dengan cara disuit, yang kalah harus mencari temen yang bersembunyi.  

Mudah banget cara mainnya, yang bertugas pencari harus menutup mata sambil berdiri membelakangi, dengan menghitung angka 1-10. Dan semua temennya harus segera bersembunyi di tempat yang sudah ditentukan batasnya. Orang yang pertama ditemukan, maka dia yang akan menjadi pencari berikutnya.  

d. Sondah  

Sondah ini mungkin lebih banyak dimainkan oleh perempuan. Meskipun begitu, permainan ini sering kali saya ikuti. Permainan ini disebut juga permainan Tapak Bumi. Alat yang digunakan biasanya potongan kayu atau genting.  

e. Oray-orayan  

Permainan selanjutnya yang sering saya mainkan waktu kecil adalah permainan oray-orayan. Disebut oray-orayan karena permainan ini mirip gerakan ular. Permainan ini dijalankan secara berkelompok, sambil nyanyi “oray-orayan, luar leor mapay sawah …”, setelah selesai bernyanyi, orang yang paling belakang akan ditangkap oleh dua orang yang bertindak sebagai penangkap, kemudian ditanya mau ikut siapa.  

Setelah semua pemain ditangkap, lalu semua pengikut dari masing-masing penjaga saling tarik-menarik, kelompok yang tertarik nantinya dinyatakan kalah.  

f. Mobil-mobilan  

Mobil-mobilan ini adalah bermain dengan mobil tiruan. Biasanya saya membuat mobil-mobilannya dari bambu atau dari kayu. Untuk rodanya kami buat dari kulit sendal bekas, atau juga dari kayu yang dibuat menyerupai roda.  

Bermain mobil-mobilan paling seru dimainkan diwaktu hujan, dengan berlari dijalan becek kami biasanya secara bergerombol menelusuri gang-gang kampung dengan mendorong mobil-mobilan yang kita buat.  

g. Bermain Ban Karet   

Bukan hanya bermain mobil-mobilan yang asik dimainkan di waktu hujan, bermain ban karet pun paling seru dimainkan di waktu hujan. Ujung dari ban kita potong, lalu dengan menggunakan pengait dari kawat, kita dorong ban tadi sambil berlari. Bahagianya ketika melewati jalan-jalan yang becek.  

h. Bermain Bola di Tempat Becek  

Permainan yang terakhir inilah yang paling saya suka. Bermain bola di lapangan tanah dengan diguyur hujan, sambil telanjang dada dan hanya memakai kolor saja, rasanya luar biasa Bahagia. Gawangnya hanya cukup menggunakan potongan bambu yang ditancapkan, untuk menentukan tendangan yang jauh di atas gawang, golnya ditentukan dengan feeling saja.  

Pokoknya seru banget masa kecil saya, tidak pernah mengenal yang namanya game online. Kedekatan Bersama teman-teman begitu dekat dan akrab. Terima kasih Allah telah melahirkan di Kampung tercinta Panyindangan, sebuah kampung yang memberikan cerita buat saya yang akan selalu menjadi kenangan terindah.

5 (Lima) Rencana Blog Plan di Tahun 2022

Konten [Tampil]

blog plan 2022

Keinginan saya untuk konsisten dalam menulis di tahun 2021 masih turun naik, jumlah tulisan setiap bulannya masih tidak sama. Bahkan, sesekali menulis itu hanya untuk memenuhi kewajiban saja sebagai syarat agar tetap aman dan berada dalam sebuah komunitas.

Situasi seperti itu kayaknya mesti saya ubah di tahun 2022. Apalagi saya harus bisa keluar saat menemui jalan buntu dalam menulis, dan itu beberapa kali terjadi di tahun 2021. Ada beberapa tulisan diblog saya, yang menurut saya pribadi antara judul, isi dan penyampaian narasinya kurang ok.

Sebagai alumni Blogspedia Coaching Batch 2, rasa-rasanya malu kalau keadaan seperti itu masih terjadi. Saya masih ingat apa yang disampaikan Coach Marita Ningtyas, seorang blogger itu harus memiliki tujuan yang jelas dan memiliki rencana yang matang tentang tema yang akan ditulis, saat orang lain baru berpikir mau nulis apa hari ini, kita sudah punya daftar tulisan hingga seminggu, sebulan atau bahkan setahun sekalian.

blog plan 2022

Jawaban dari semua itu ternyata adalah seorang blogger itu kudu punya rencana dalam menulis atau yang disebut dengan blog plan. Berikut blog planku di tahun 2022.

1. Pengertian dan Ruang Lingkupnya

Dikutip dari lamannya Coach Mbak Marita, pengertian dari blog plan adalah perencanaan blog. Maksudnya adalah merencanakan konten/artikel blog dalam jangka waktu tertentu. Sementara ruang lingkupnya meliputi, tujuan yang ingin dicapai, niche/kategori tulisan, jadwal posting dan membuat outline

2. Manfaat Blog Plan

Awalnya saya tidak pernah pernah mendengar istilah blog plan. Pertama kali dengar istilah blog plan ya di Kelas Blogspedia Coaching Batch 2 ini. Karena selama ini saya kalau menulis itu seperti mengalir saja, kalau ada ide dan ingin menulis yah saya langsung tulis. Tapi kalau lagi malas, apalagi tidak ada jadwal rencana untuk menulis, ya sudah tidak ada artikel yang ditulis.

Baru setelah ikutan kelas Blogspedia Coaching Batch 2, baru sadar ternyata seorang blogger itu harus memiliki blog plan, karena manfaatnya luar biasa banyak. Berikut manfaat apabila kita membuat blog plan

a. Membantu Teratur dan Konsisten Posting

Membuat jadwal posting akan membantu kita lebih teratur dalam update blog; apakah 1 hari 1 post, 3x per week, dsb

b. Merencanakan Konten yang Seimbang

Jika di blog kita ada lebih dari 1 niche/ kategori, dengan membuat perencanaan di awal, kita bisa menyusun jadwal konten masing-masing kategori secara bergantian

c. Menyediakan Konten yang Ditunggu Pembaca

Ketika blog tak lagi sekedar hobby, namun juga tempat berbagi, tentunya kita harus memperhatikan jenis konten apa yang disukai pembaca. Content plan membantu keyword research.

d. Tandai Hari-hari Spesial

Dengan perencanaan konten, kita bisa menyesuaikan postingan dengan hari-hari besar/ perayaan-perayaan tertentu

e. Memilih Ide Terbaik

Content Plan membantu kita untuk memutuskan mana ide terbaik yang akan dieksekusi terlebih dahulu

f. Tidak Ada Alasan Buntu Ide

Ketika tema-tema yang akan kita tulis sudah ada dalam genggaman, tidak ada alasan buntu ide saat proses ngeblog.

g. Mencari Postingan Lebih Cepat

Jika kita juga mencatat link postingan yang sudah tayang di dalam content plan yang kita buat, kita bisa mencari tulisan lama dengan lebih mudah.

h. Menghemat Waktu

Saat orang lain baru berpikir mau nulis apa hari ini, kita sudah punya daftar tulisan hingga seminggu, sebulan atau bahkan setahun sekalian

Baca Juga : Ingin Ngeblog Lebih Terencana dan Terarah, Ayo Buat Blog Plan !

3. Blog Planku di Tahun 2022

Beberapa tantangan yang saya hadapi dalam menulis adalah buntunya ide, niche tulisan masih campur-campur, dan yang paling terasa inkonsistensi dalam menulis. Semoga di tahun 2022 nanti, beberapa tantangan tadi bisa dilewati dengan baik, tentunya dengan blog plan yang lebih terencana. Berikut blog planku di tahun 2022.

blog plan 2022

a. Meningkatkan Konsistensi Menulis

Inilah penyakit pertama yang harus segera diselesaikan yaitu konsistensi dalam menulis. Jujur entah karena selalu bentrok dengan tugas yang lain atau apa, saya belum konsisten dalam menulis. Kadang seminggu sekali, dua minggu sekali, atau bahkan kalau moodnya lagi bagus, menulis bisa dua kali dalam seminggu.

Mudah-mudahan di tahun 2022 nanti saya lebih konsisten, dengan menyusun rencana menulis tiap pekan. Saya akan bikin semacam jadwal per bulannya, mulai dari tema dan batas waktu selesainya.

b. Ikut Komunitas Yang Ngasih Deadline

Ketika ikut Blogspedia Coaching untuk menulis itu sepertinya mudah, bahkan untuk nulis 800 kata itu tidak sulit. Ternyata kuncinya ada tantangan di dalamnya, ada deadline tugas penulisan, dan ada punishment bagi yang melanggarnya yakni di kick alias dikeluarkan dari komunitas.

Artinya dari semua itu saya harus mencoba ikut komunitas-komunitas lain yang di dalamnya ada rule yang ketat, sehingga ada dorongan untuk terus bisa bertahan dengan tak berhenti buat nulis. Harapan saya di tahun 2022 rencana itu bisa terwujud.

c. Fokus Pada Materi Belajar

Sejak awal memang saya ingin fokus di materi ajar sosiologi untuk konten blog saya. Selain saya ngajar pelajaran sosiologi, juga karena outline temanya sudah jelas. Saya mulai berpikir kenapa nggak fokus di tema tentang bahan ajar mata pelajaran sosiologi untuk MA atau SMA saja.

Tahun 2021 kemarin saya punya target untuk bisa menyelesaikan semua materi sosiologi, baik kelas 10, 11 dan 12, agar bisa di publish di blog, namun target itu meleset. Nah, mudah-mudahan target tahun kemarin yang belum bisa diselesaikan, bisa di publish semuanya di tahun 2022 ini.

d. Mengatur Waktu

Tugas utama saya adalah mengajar anak-anak. Jadi mengatur waktu adalah hal yang harus diperhatikan juga. Tahun kemarin benar-benar susah mengatur waktu, banyak pekerjaan yang incidental, dan semuanya di luar prediksi.

Tahun 2022 ini saya akan berusaha mengatur waktu, kapan waktunya nulis di blog, dan kapan menyelesaikan tugas utama saya. Kalaupun ada tugas yang sifatnya kayak tahu bulat yaitu dadakan, saya akan berusaha mengatur waktunya seefektif mungkin.

e. Harus Sering Baca

Rencana ngeblog saya di tahun 2022 nanti, harus menambah waktu untuk berliterasi yaitu baca, terutama baca blog temen-temen. Dengan baca blog temen-temen berharap akan muncul ide atau tema tulisan. Dua bulan terkakhir kemaren, saya benar-benar berada pada situasi mentok ide, salah satu faktornya tidak ikutan blog walking (BW).

Itulah 5 hal yang akan menjadi Blog Planku di tahun 2022. Semoga lancar dan tak ada halangan, sehingga terwujud sesuai harapan. Saya selalu ingat ucapan Coach Marita, jangan ngaku blogger kalau nggak nulis.

Baca Juga : Ngeblog dan Bikin Buku Digital Elektronik

7 (Tujuh) Kegiatan yang Saya Lakukan Selama Libur Semester

Konten [Tampil]

Hore liburan telah tiba. Kini saatnya saya merefresh pikiran dan tubuh saya, setelah satu semester kita melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Apalagi saya merasa agak sedikit jenuh, karena belajarnya lebih banyak online daripada bertatap muka langsung. Berbeda banget kalau belajar secara interaksi langsung bersama anak-anak, rasa bahagianya itu berasa banget.

Tapi pada semester pertama di tahun pelajaran 2021/2022 ini, sedikit berbeda antara sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan madrasah yang berada di bawah wewenang Kementerian Agama (Kemenag). Untuk madrasah liburnya lebih dulu, tapi semuanya tergantung daerah masing-masing dan otoritas lembaga masing-masing. Di madrasah tempat saya mengajar, mulai tanggal 20 Desember 2021, libur semester ganjil sudah dimulai.

Lalu mau tahu apa saja kegiatan yang akan saya lakukan selama libur semester ganjil ini ? Atau jangan-jangan sama seperti Anda  ? Berikut 7 (tujuh) kegiatan yang saya lakukan selama libur semesteran.



1. Liburan Bersama Isteri

Tentu saja liburan bersama isteri menjadi prioritas utama untuk mengisi libur semester tahun ini. Liburannya nggak perlu ke tempat yang mahal-mahal, cukup ke tempat yang sesuai dengan isi kantong. He he. Kebetulan isteri saya sukanya ke tempat yang sejuk-sejuk, kurang suka ke tempat yang berbau pantai-pantai. Minimal selama liburan semester ini saya bisa piknik bersama keluarga. Piknik atuh woy, gawe we hayoo, beunghar hente, gelo heeh (Terjemah : Piknik dong, kerja aja terus, kaya enggak, gila iya) he he

2. Berkumpul Bersama Keluarga

Selain liburan bersama isteri dalam rangka quality time, berkumpul bersama keluarga juga menjadi hal yang saya lakukan di liburan semesteran ini. Kebetulan ada kakak yang tinggal di luar Kota Sukabumi, jadi di momen libur semester ini bisa dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Apalagi seperti semua tahu, virus corona telah merubah kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita laksanakan.

3. Tetap Mengisi Absensi Guru

Inilah resiko jika punya tugas sebagai operator. Ya mau tidak mau, saya mesti stand by dan terus mengisi absensi para guru di system absensi. Apalagi ada tugas untuk selalu mengisi absensi di Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA) bagi guru-guru madrasah yang sudah mendapatkan tunjangan dari Negara. Lupa saja sampai batas yang ditentukan, udah pasti tunjangannya tidak akan dibayarkan.

Di madrasah saya sendiri ada 12 guru yang sudah sertifikasi, semuanya menyerahkan harapan kepada saya agar tidak lupa mengabsen. Alhamdulilah sampai hari ini tidak pernah lewat atau lupa untuk mengabsen. Bisa saja mengabsennya diakhirkan, tetapi saya lebih suka per hari atau setelah berjalan satu minggu, baru saya isi absen.

4. Membuat Perangkat Pembelajaran Semester Genap

Meski libur, tetap kewajiban membuat perangkat pembelajaran semester genap harus dilaksanakan. Karena file atau datanya sudah ada, jadi nggak terlalu bikin ribet. Tinggal diganti tanggal dan tahun, revisi sedikit, menambahkan kalau ada yang perlu ditambahkan, lalu di cetak, selesai. Jadi pas masuk semester genap, semua perangkat pembelajaran sudah siap.

5. Menjalankan Tugas Sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum

Selain memiliki tugas pokok sebagai guru dan operator, saya juga diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala bidang kurikulum. Jujurly tidak mudah menjalankan tugas sebagai wakil kepala bidang kurikulum, jalannya semua proses belajar mengajar di sekolah, semuanya ada ditangan wakil kepala bidang kurikulum. Mulai dari menyusun kurikulum di awal atau sebelum tahun ajaran, sampai pada menyusun jadwal mengajar.

Menyusun jadwal mengajar untuk semester genap inilah tugas yang harus segera saya kerjakan. Menyusun jadwal memiliki tantangan tersendiri, terlebih saat menempatkan jadwal guru yang mengajar di dua tempat. Mesti ada penyesuaian antara sekolah Satminkal (Satuan Administrasi Pangkal) dengan sekolah tambahan, jangan sampai terjadi jadwal yang bentrok. Tapi alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang complain dari guru-guru yang mengajar di sekolah lain.

Baca Juga :  4 (Empat) Tugas Guru Diakhir Semester

6. Mengantar Isteri di Kegiatan Kerelawanan

Tiga bulan terakhir ini isteri saya punya aktifitas baru, yaitu aktif di lembaga kerelawanan. Tepatnya ikut menjadi relawan di ACT-MRI (Aksi Cepat Tanggap, Masyarakat Relawan Indonesia) Kota Sukabumi, sebuah lembaga yang fokus di bidang sosial dan kemanusiaan.

Beberapa kali yang ikut mengantar isteri mendistribusikan donasi dan wakap ke pihak-pihak yang membutuhkan. Juga mendampingi isteri dalam kegiatan sosial lainnya. Bahagia lihat isteri bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, meski hanya sekedar pelantara buat amal orang lain.

7. Menjalankan Hobi

Selama liburan kali ini, hobi tetap harus tetap dilakukan, tidak boleh lupa. Hobi apa saja itu ? ya ada futsal, sepak bola, mini soccer dan tentu saja bulu tangkis. Ini tidak lebih untuk menjaga kebugaran tubuh saja, agar tubuh tidak kaku, dan tentu saja agar sehat serta tidak mudah sakit.

Itulah 7 (tujuh) hal yang akan saya lakukan selama libur semester ganjil tahun ini. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik, dan tentunya senantiasa terus diberikan kesehatan yang prima. Sehingga setelah berakhir liburan nanti, badan dan pikiran kembali fresh dan siap menerima kembali tugas di awal semester genap di tahun 2022 dengan semangat.

4 (Empat) Tugas Guru Diakhir Semester

Konten [Tampil]

tugas guru di akhir semester


Ada yang tahu tugas guru itu apa aja ? Ya tugas utama guru itu adalah mengajar dan mendidik anak-anak sesuai dengan yang tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Selain memiliki tugas utama, guru juga memiliki tugas administratif yang tidak boleh ditinggalkan. Sehebat apapun guru mengajar, tetap harus dibarengi dengan adanya perangkat administrasi yang disebut dengan perangkat pembelajaran. Misalnya silabus pembelajaran, program tahuan, program semesteran dan tentu saja rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Secara garis besar, ada tiga tugas pokok guru secara normatif yang harus dilakukan. Ketiga tugas itu adalah tugas perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.

Tugas Pokok Guru


Tugas perencanaan seorang guru dituangkan dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang lebih dikenal dengan RPP. Di mana di dalamnya dijabarkan tentang langkah-langkah pembelajaran, mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini sebagai perwujudan dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah di rancang sebelumnya. Sementara evaluasi pembelajaran dilakukan guru dengan cara melaksanakan proses penilaian atau asesmen setelah proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana daya serap anak terhadap kompetensi dasar atau materi yang sudah disampaikan sebelumnya.

Sebagai seorang guru, semua langkah-langkah itu wajib saya lalui dan laksanakan. Alhamdulilah untuk rencana pelaksanaan dan kegiatan belajar sebagai wujud dari rencana pembelajaran sudah saya lewati dengan baik. Sekarang tinggal tugas akhir yang harus dilewati di akhir semester. Apa saja itu ? Berikut 4 (empat) tugas guru di akhir semester yang saya laksanakan.

4 tugas guru di akhir semester


1. Pengolahan Nilai Harian dan Penilaian Tengah Semester (PTS)

Penilaian harian adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar. Karena pembelajaran sekarang lebih banyak dilakukan secara online, maka kompetensi dasar yang saya sampaikan tidak semuanya.

Setiap selesai menyampaikan kompetensi dasar, saya tutup dengan penilaian harian. Dan di tengah-tengah semester, saya adakan Penilaian Tengah Semester (PTS), biasanya PTS ini dilakukan setelah anak-anak melaksanakan kegiatan 8-9 minggu.

Semua nilai harian yang didapat setiapkan siswa, saya akumulasikan untuk mendapatkan nilai rata-ratanya. Tentu saja nilai dari setiap kompetensi dasar harus memenuhi nilai minimal atau biasa disebut dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Untuk siswa yang belum mencapai nilai KKM, mesti melaksanakan terlebih dahulu proses remedial. Sementara untuk nilai PTS tidak harus dirata-ratakan, tinggal nanti digabungkan dengan rata-rata nilai harian.

2. Pembuatan Kisi-kisi dan Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)

Tugas di akhir semester yang biasa saya lakukan adalah membuat kisi-kisi soal sekaligus butir soal PAS. Penilaian Akhir Semester sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil. Cakupan PAS meliputi seluruh KD pada semester ganjil.

Penulisan kisi-kisi soal menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap guru. Perlu ketelitian dan ketepatan dalam menyusun kisi-kisi soa, karena akan menjadi pedoman pembuatan soal yang memuat secara lengkap kriteria dari soal yang akan disusun dalam sebuah tes. Baru setelah kisi-kisi dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah disusun.

Karena saya sering ikut dalam kumpulan guru mata pelajaran atau MGMP, alhamdulilah dalam penyusunan kisi-kisi soal PAS tidak menemui kesulitan. Sementara untuk pembuatan soalnya diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan.

3. Pengolahan Nilai Rapor

Setelah penilaian harian dan PTS dilakukan, kemudian diakhiri dengan Penilaian Akhir Semester (PAS), lalu tugas selanjutnya adalah pengolahan seluruh nilai untuk dijadikan sebagai nilai akhir atau nilai untuk rapor. Perbandingannya adalah 60 % dari nilai harian dan 40 % dari nilai PAS.

Nilai-nilai yang nantinya akan dimasukan ke dalam rapor adalah nilai pengetahuan dan nilai keterampilan. Keduanya tetap harus memebuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), jika belum mencapai KKM, siswa wajib melaksanakan remedial atau perbaikan nilai.

4. Pengisian Rapor Digital Madrasah (RDM)

Perkembangan teknologi sudah masuk ke semua bidang, salah satunya bidang pendidikan. Hal ini terbukti dengan pemanfaatan teknologi di dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah yaitu digitalisasi pengisian rapor.

Madrasah sendiri yang sudah komitmen untuk mengikuti perkembangan teknologi, maka laporan hasil capaian belajar siswa pun harus berbasis digital. Maka tahun ini diluncurkan Rapor Digital Madrasah (RDM).

Dengan RDM ini pengisian rapor lebih mudah, dan karena berbasis jaringan internet maka pengisiannya bisa dimana saja dan kapan saja. Bahkan bukan hanya guru saja yang dapat mengakses hasil nilainya, para orang tuanya pun bisa secara langsung mengakses hasil nilainya, meskipun akses untuk orang tua belum bisa dibuka.

Yang lebih memudahkan lagi adalah tugas wali kelas. Wali kelas tidak perlu lagi menginput nilai-nilai yang disetorkan oleh guru mata pelajaran. Wali kelas cukup menunggu kiriman nilai akhir dari setiap guru mata pelajaran.

Itulah 4 (empat) tugas guru diakhir semester yang pasti saya lalui dan jalankan. Yang terpenting semuanya sehat dan diberi kelancaran oleh Allah SWT.




Selamat Hari Guru : Hindari 7 Hal Berikut Saat Jadi Guru

Konten [Tampil]

Selamat Hari Guru Nasional


Tanggal 25 Nopember boleh dikatakan sebagai hari yang special bagi seluruh insan yang berprofesi sebagai guru. Yah, setiap tanggal itu diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN), sebuah peringatan yang didedikasikan buat seluruh guru di Indonesia, yang telah berjuang untuk terus mengajar dan mengabdikan diri demi menciptakan generasi penerus yang handal di masa yang akan datang.

Jujur sebagai orang yang berstatus sebagai tenaga pendidik, ketika mendapatkan sebutan Pak Guru dari anak-anak dan orang lain, ada dua perasaan yang muncul, yaitu perasaan bangga dan bahagia, sekaligus perasaan berat.

Siapa yang tidak bangga ketika orang-orang terutama anak didik memanggil kita dengan sebutan Pak Guru ? Jelas pasti bangga, karena sebutan Guru merupakan sebutan terhormat, yang tidak semua orang punya kesempatan untuk dipanggil guru. Bahagia ketika anak didik yang telah kita ajari menjadi orang yang berhasil dan sukses. Namun sebaliknya, sebutan guru itu bisa menjadi berat untuk diterima, karena ketika kita mendapatkan status sebagai guru, tentu saja peran yang harus dimunculkan harus sesuai dengan bagaimana layaknya seorang guru.

Terlepas dari rasa bangga dan berat dapat status guru, sudah layak atau tidak mendapatkan sebutan menjadi guru, atau apakah sudah mengajar sesuai dengan harapan anak-anak ? Biarkan waktu yang menjawab. Bagi saya sekarang adalah bagaimana bisa menghindari 7 hal berikut ini

Selamat Hari Guru Nasional


1. Cepat Marah

Guru juga manusia biasa yang bisa tersenyum dan marah. Selama mengajar saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak cepat marah. Sikap sabar mutlak harus saya miliki dalam setiap kali menghadapi anak-anak di kelas. Anak-anak yang ada di kelas memiliki karakter yang berbeda-beda, ada anak-anak yang nggak neko-neko, aktif, ada juga anak-anak yang hiperaktif yang menguji kesabaran kita sebagai guru. Semuanya itu harus dihadapi dengan kesabaran.

Masih ingat pesan guru saya, kalau mau mengajar harus punya wudhu. Sampai sekarang pesan itu selalu saya praktekan. Kalaupun terpaksa berada disituasi yang membuat kita marah, saya berusaha tidak mengeluarkan kata-kata yang kasar, hinaan, atau bullyan pada anak-anak. Atau saya suka keluar kelas saja, kalau marahnya dirasa sulit untuk dikendalikan.

2. Gila Hormat

Seorang anak atau siswa memang wajib menghormati gurunya, dimanapun dan kapanpun. Tapi tak elok rasanya kalau kita memaksa anak-anak untuk menghormati kita sebagai guru. Prinsip saya, tak ada prajurit yang salah. Artinya ketika anak-anak tidak menghormati saya, berarti ada yang salah dalam tingkah dan prilaku kita. Anak-anak tanpa diminta pasti akan menghormati kita sebagai guru, apabila kita juga menghormati mereka. Sebaliknya, jika kita gila hormat, jangan salahkan anak-anak jika tidak respek kepada kita sebagai guru. Namun, apabila kita sudah menghormati dan menghargai mereka, tapi mereka tidak menghormati kita, barulah kita wajib memberikan nasehat.

3. Ingin Disebut Berjasa

Ada dua hal yang harus kita lupakan, pertama kebaikan kita kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepada kita. Saya selalu berusaha untuk memegang prinsip itu. Pasti bangga ketika anak didik kita berhasil menjadi orang sukses dan menyebut kita telah menjadi bagian dalam kesuksesannnya. Bagi saya tidak harus mengaku-ngaku bahwa kita telah berjasa membuat anak-anak kita sukses, apalagi meminta balasan jasa.

4. Merasa Paling Pintar

Selanjutnya hal yang harus selalu saya hindari adalah merasa paling pintar. Bagi saya masing-masing orang punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan tidak menjadikan kita sombong dan merendahkan orang lain, sebaliknya kekurangan yang kita punya tidak membuat kita minder apalagi menjadi sok tahu. Saya lebih baik sering melakukan sharing pengetahuan, informasi atau hal lainnya yang bersifat positif, sekalipun saling share itu saya lakukan bersama anak-anak. Bagi saya tak ada masalah.

5. Memaksa Anak Harus Bisa

Ingat, setiap anak memiliki kecerdasan yang tidak sama antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Oleh karena itu, saya berusaha menghindari keinginan dimana semua anak harus bisa dan faham terhadap materi yang telah saya sampaikan. Kalau guru sudah paham bahwa anak memiliki kecerdasan yang berbeda, pasti tidak akan memaksa anak harus bisa semua mata pelajaran yang ada. Hanya bisa menyebutkan satu kata saja dari apa yang sudah saya ajarkan, bagi saya sudah alhamdulilah.

6. Membuat Anak Takut

Membuat anak takut ketika saya mengajar merupakan hal yang harus saya hindari. Saya berusaha untuk selalu menerapkan 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun) pada anak-anak. Saya memotivasi anak-anak untuk tidak takut bertanya, untuk selalu berbagi pengalaman dengan saya. Bagi saya, kalau anak sudah takut ketika bertemu dengan gurunya, jangan berharap dorongan untuk belajar akan muncul, yang ada malah makin menghindar.

7. Mempermalukan Anak

Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi. Begitu juga ketika anak melakukan kesalahan atau membuat kita kesal, jangan pernah memberikan hukuman yang membuat anak menjadi rendah diri. Jangan pernah mempermalukan anak-anak ketika melakukan kesalahan, apalagi mempermalukannya di depan teman-temannya. Kalaupun membuat kesalahan, berilah hukuman yang mendidik.

Barangkali itulah refleksi saya tepat di hari guru nasional ini, terima kasih kepada pemerintah yang telah menetapkan tanggal 25 Nopember sebagai hari guru nasional. Mudah-mudahan saya tetap istiqomah dalam hal positif, dan berusaha terus untuk mengikuti perubahan di dunia pendidikan ini.

Selamat Hari Guru Nasional


Tepat di hari guru nasional ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya (guru pertama), guru Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMA, dan guru saat kuliah, yang telah mengajari dan mendidik saya sehingga menjadi seperti ini. SELAMAT HARI GURU NASIONAL : Guru Peduli Cerdaskan Anak Negeri.

Sehari Di Gedung MPR/DPR, Momen Yang Sulit Untuk Dilupakan !!

Konten [Tampil]

Tahu dong di mana para anggota MPR/DPR itu bersidang ? Ya, nama tempat para anggota MPR/DPR tiap kali sidang itu adalah Gedung MPR/DPR. Pertanyaan selanjutnya, pernahkah anda masuk ke lingkungan gedung yang sering kali dijadikan tempat untuk berunjuk rasa itu ? Mungkin ada yang pernah, mungkin ada yang memang kerjanya di sana, atau mungkin juga ada yang belum pernah menginjak kakinya di sana sama sekali. 



Terus terang saya adalah salah seorang yang sebelumnya tidak pernah masuk ke gedung itu, kalau sekedar lewat sih beberapa kali saya pernah. Baru tepat di hari pahlawan, tanggal 10 Nopember 2021 kemarin, saya bersama 12 teman lainnya berkesempatan untuk bisa hadir di gedung MPR/DPR. Meskipun hanya sehari, tapi buat kami bertiga belas, hari itu menjadi hari special, momen langka, yang mungkin akan selalu diingat dan menjadi bagian cerita pengalaman hidup kami, untuk kami ceritakan di masa-masa yang akan datang. Mau tahu cerita kami kenapa bisa dapat undangan untuk berkunjung ke gedung MPR/DPR dari sekretariat jenderal MPR ? Dan bagaimana kesan serta serunya kami sehari di gedung tempat di mana para anggota DPR bekerja ? Yuk simak cerita lengkapnya.

POP, Awalnya ….

POP adalah Program Organisasi Penggerak, sebuah program yang dibuat oleh Kemendikbudristek guna mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu mitra organisasi yang ikut seleksi program Kemendikbudristek ini adalah Nurani Hati Institute (NHI). Setelah melalui proses dan seleksi yang sangat ketat akhirnya, oragnisasi di bawah Founder Ade E Sumengkar ini lolos untuk ikut serta dalam program POP ini. Pelaksanaan POP 2021 oleh Nurani Hati Institute terjadwal sejak tanggal 02 Oktober, 3 Oktober, 9 dan 10 Oktober, 16 Oktober, selanjutnya 20 dan 21 November 2021 dan diakhiri pada tanggal 9 Desember 2021 sebagai penutup POP 2021.

Dan lembaga PAUD yang ada di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, di mana saya tinggal, mendapat kesempatan untuk ikut pendampingan dari Nurani Hati Institute sebagai bagian dari program POP. Rangkaian jadwal yang harus diikuti adalah kegiatan workshop atau pelatihan dengan tema Literasi, Numerasi dan Karakter. Pelatihan ini memiliki tantangan tersendiri bagi para pesertanya, yakni setiap kali selesai materi, semua peserta harus menyelesaikan tugas berupa membuat tulisan. Semua tulisan dari peserta POP nantinya akan dibukukan, dan akan dibedah di gedung MPR/DPR.

Untuk lebih semangat dalam mengikuti POP ini, Pak Ade E. Sumengkar selaku Founder NHI, akan memberikan reward berupa mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke gedung MPR/DPR. Kesempatan untuk bisa berkunjung ke gedung MPR/DPR tersebut dibagi dua kloter. Untuk kloter dilaksanakan pada tanggal 10 Nopember 2021, sementara kloter kedua dilaksanakan pada tanggal 25 Nopember 2021.

Menuju Gedung MPR/DPR

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya pada tanggal 3 Nopember 2021, NHI mengumumkan nama-nama yang ikut serta dalam kunjungan ke gedung MPR/DPR. Alhamdulilah nama saya tercatat sebagai salah seorang peserta yang mendapat kesempatan untuk berangkat ke gedung MPR/DPR.

Rasa bangga dan haru, karena saya beserta teman-teman akan berkunjung ke gedung di mana tempat orang-orang terhormat berada, yang mungkin tidak semua orang punya kesempatan yang sama seperti saya dan teman-teman. Ada kurang lebih 50 peserta yang mendapat kesempatan, tapi dari kecamatan saya sendiri hanya 16 orang yang mendapatkan kesempatan. Sayangnya dari 16 orang tersebut, ada 3 peserta yang tidak bisa ikut berangkat. Setelah melalui koordinasi dan persiapan, kami bertiga belas sepakat akan berangkat bersama-sama dalam satu kendaraan.

Sebelum berangkat ke sana, ada beberapa persyaratan yang harus kami penuhi. Peserta yang berangkat adalah peserta yang sudah mengisi daftar isian kesiapan untuk hadir, dan semua peserta harus membawa surat keterangan hasil swab yang negative.

Pukul 5 pagi kami sudah berkumpul dititik yang sudah disepakati, tapi nggak tahu kenapa, kendaraan yang akan membawa kami belum ada di tempat. Kami sempat risau, karena tahu sendiri dong di Sukabumi ada titik-titik jalan yang terkenal macet. Akhirnya kendaraan yang kami tunggu-tunggu tiba.

Catat ! dari ketiga belas orang yang ikut, 3 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, tak ada seorang pun yang pernah berkunjung ke gedung MPR/DPR. Artinya perjalanan ini adalah perjalanan pertama kami berkunjung ke gedung yang memiliki symbol kepakan sayap garuda berwarna hijau. Bolehlah orang menyebut kami seperti film “Kabayan Saba Kota”. Tapi Insyaallah mesikipun dari kampung tapi nggak kampungan. :D :D

Keseruan pertama yang kami rasakan selama perjalanan ke sana adalah suasana kekeluargaan, kebersamaan dan kedekatan. 13 orang ini yang terdiri dari para pengelola dan guru, seperti tidak ada jarak. Yang selama ini kami jarang kumpul, dengan adanya acara ini kami bisa bersenda gurau, becanda, selama kurang lebih 4 jam sebelum tiba di gedung MPR/DPR. Kalimat-kalimat yang dilontarkan benar-benar kalimat persahabatan dan berkali-kali keluar ketawa lepas dari peserta yang ikut. Bayangkan selama 4 jam suasana di dalam kendaraan diisi oleh celotehan-celotehan ibu-ibu, terutama dari Drigennya Bu Ati, pengelola PAUD Sakura, rasa ngantuk benar-benar hilang.

Tiba di Gedung MPR/DPR

Kurang lebih 4 jam kami di perjalanan, dan sekitar pukul 10 kami tiba di gerbang belakang gedung MPR/DPR. Sebelum masuk ke halaman parkir, rombongan diperiksa protokol kesehatannya. Lalu petugas keamanan meminta salah seorang dari kami diminta turun untuk mengisi dulu daftar hadir. Karena sebelum tiba di gedung, kami telah bersepakat bahwa yang menjadi ketua rombongannya adalah Pak Irwansyah, maka yang turun saat itu adalah Pak Irwan.

Sepuluh menit kami menunggu, akhirnya kami diperbolehkan menuju tempat acara yang tertera di surat undangan. Karena kami masuk kepada kloter pertama, lokasi yang dituju adalah Lobby Gedung Nusantara IV atau tempat Konpfrensi press. Tapi sebelum menuju lokasi, kami kembali diperiksa dengan menggunakan anjing pelacak. Pokoknya benar-benar super ketat, wajarlah salah satu tempat vital yang harus dijaga.

Dengan mengucapkan alhamdulilah kami bertiga belas tiba dengan selamat di gedung kebanggaan bangsa Indonesia ini, mungkin karena ini pertama kali, kami benar-benar terpukau dengan gedung yang memiliki luar sekitar 80 meter persegi ini. Kami melewati gedung Nusantara I, II, III, gedung paripurna, tempat sidang anggota DPR/MPR, yang berwarna hijau dan berhenti di gedung Nusantara IV, di mana tempat acara berlangsung. Wow sebuah kata yang terlontar dari mulut saya. Ini pertama kalinya, Bung, saya menginjakan kaki di gedung megah ini. Kendaraan berhenti tepat di samping air mancur yang juga menjadi ikonik gedung selain kubah sayap garuda.

Kami yang bertiga belas pun dipersilahkan masuk ke gedung Nusantara IV. Dengan mengenakan seragam batik kebanggaan Himpaudi Kabupaten Sukabumi, kami melangkahkan kaki untuk yang pertama kalinya di gedung MPR/DPR.

Kami disambut oleh para petugas yang juga mengenakan batik dengan sangat ramah. Lalu kami diantar ke tempat registrasi. Di tempat ini kami mengisi daftar hadir, kemudian mengisi daftar isian, lalu diberikan snack. Di dalam ruangan kami harus tetap menjaga protokol kesehatan covid-19. Sekitar satu jam kami diberikan waktu untuk istirahat. Rundown acaranya sangat rapi dan tertata serta mengikuti protokoler.

Pekan Kehumasan MPR RI dan Bedah Buku

Ternyata dari rundown acara yang kami terima, kloter pertama ini sengaja diundang sebagai peserta pada gelaran acara Pekan Kehumasan MPR RI, yang diselenggarakan dari tanggal 8 hingga tanggal 11 Nopember 2021.

Pekan Kehumasan MPR RI ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Pameran Perpustakaan, Pameran PPID, dan Pameran Lomba Foto dan Karya Jurnalistik. Serta tepat di Hari Pahlawan, tanggal 10 Nopember, Pekan Kehumasan MPR RI ini, diisi dengan launching Novel “Meraih Mimpi” dan Aplikasi Buku Digital MPR RI, serta pengumuman pemenang lomba foto dan karya jurnalistik. 


Tahun 2021 menjadi tahun pertama Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, menggelar acara Pekan Kehumasan, yang mengusung tema “Menyapa Sahabat Kebangsaan”. Acaranya sendiri diawali dengan laporan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Siti Fauziah, Sambutan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), dan diakhir ada sambutan dari Sekretaris Jendral MPR RI, Ma’ruf Cahyono, yang sekaligus melaunching Novel “Meraih Mimpi” karya Tim Humas MPR RI. 


Setelah acara launching buku novel dan Buku Digital MPR RI, kami seluruh peserta kembali menuju ruang istirahat untuk mendapatkan makan siang. Dan jam satu siang, acara kembali dilanjutkan dengan gelaran Bedah Buku Novel dengan judul “Meraih Mimpi” Karya Tim Humas MPR RI. Dalam kesempatan ini ada dua narasumber yang membedah ini, pertama, Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA, Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dan yang kedua, Ade E. Sumengkar, S.Pd., MM.,AAIJ, Founder Nurani Hati Institute dan Pegiat Literasi. Untuk isi dan apa pesan dari Buku Novel “Meraih Mimpi” ini, mungkin akan saya sampaikan pada kesempatan lain.

Kesan dan Foto-Foto

Ada banyak kesan dan keseruan selama kami berada di Gedung MPR/DPR. Selain tadi seperti yang diawal saya sebutkan, kesan kedua kami merasa bangga bisa bertatap muka secara langsung dan dekat dengan orang-orang hebat, yang selama ini kami lihat di layar kaca. Dan tentu saja keseruan yang ketiga adalah kita bisa jalan-jalan dan melihat kemegahan gedung yang dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno ini. 



Momen pertama yang kami ambil tentu saja berfoto bersama narasumber, sekaligus orang dibalik kami bisa berada di gedung MPR/DPR, yakni Bapak Ade E. Sumengkar. Momen kedua yang ingin kami abadikan adalah berfoto di gedung paripurna. Sebagai salah satu ikonik gedung, berwarna hijau, sebagai symbol kesejahteraan, berbentuk kepak sayap burung garuda, tentu berfoto tepat ditangga, dan pintu masuk menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan. 



Dan momen foto ketiga yang juga tidak ingin kami lewatkan adalah berfoto di depan air mancur.  




Kesan terakhir dari perjalanan sehari di gedung MPR/DPR ini adalah semua peserta diberikan sounvenir, yang menurut kami sangat bermakna. Ada buku novel “Meraih Mimpi”, Komik 4 Pilar MPR RI, dan souvenir lainnya, yang semuanya berlogo MPR RI. 


Pulang dan Tiba dengan Selamat

Setelah kami puas dengan berfoto-foto, kami pun pulang meninggalkan gedung MPR/DPR. Meskipun ada satu keinginan yang tidak bisa diwujudkan, yakni masuk ke ruang sidang MPR RI. Tapi tak apalah mungkin lain waktu kami bisa mewujudkannya.

Seperti waktu berangkat, selama perjalanan pulang pun suasana di dalam kendaraan tetap rame. Kami semua bercerita tentang MPR, MPR, dan MPR. Dan berharap semuanya bisa balik lagi ke gedung yang dibangun tanggal 8 Maret 1965 itu. Jam 9 Malam kami tiba kembali di kota tercinta, Kota Sukabumi dengan Selamat

Terima kasih buat Bapak Ade E. Sumengkar, tanpa jalan dari beliau, mungkin kami tidak bisa ke sana. Terima kasih juga buat Sekretariat Jenderal, Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Ibu Penilik, Ketua Himpaudi Kec. Cisaat dan tentu saja teman-teman semua.