Peran BPD dalam Pembangunan Desa

Konten [Tampil]

Paling tidak ada 2 (dua) lembaga penting yang berperan dalam pembangunan desa, kedua lembaga itu adalah Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Baik Pemdes maupun BPD, dua-duanya akan menentukan maju mundurnya pembangunan di desa.

Badan Permusyawaratan Desa


Apa Itu BPD

Berdasarkan Pasal 1 angka 4 Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

BPD juga memiliki fungsi yang tidak kalah pentingnya, fungsi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Membahas dan Menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama kepala Desa
  2. Menampung dan Menyalurkan Aspirasi Masarakat Desa
  3. Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa

Peran BPD dalam Pembangunan Desa

Sebagai seorang anggota BPD tentu saya juga harus tahu peran dari anggota BPD itu sendiri, terlebih bagaimana peran anggota BPD dalam pembangunan desa. 

Suasana Bimtek BPD se-Kec. Cisaat
Kab. Sukabumi


Dan untuk meningkatkan kualitas serta kompetensi anggota BPD, selama dua hari, tanggal 11-12 Nopember 2022, seluruh anggota BPD yang ada di lingkungan Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mendapatkan bimbingan teknis tentang tugas, kewajiban, fungsi serta peran anggota BPD.

1. Pembangunan Desa

Pembangunan desa merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, dalam rangka tersebut maka pemerintah desa harus menyusun perencanaan pembangunan desa berdasarkan pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta memanfaatkan seluruh potensi atau sumber daya yang dimiliki sesuai kewenangannya.

Yang termasuk pembangunan desadesa, yaitu (1) pengembangan ekonomi lokal, (2) pemberdayaan masyarakat, (3) pembangunan prasarana dan sarana, dan (4) pengembangan kelembagaan.

Adapun tujuan pembangunan desa itu sendiri adalah (1) terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan bersama, (2) terbangunnya perekonomian daerah berbasis potensi lokal yang berdaya saing, dan (3) meningkatnya pembangunan prasarana dan sarana desa.

Sementara perencanaan pembangunan desa disusun secara berjangka, meliputi (1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun, (2) Rencana Pembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP-Desa) yang merupakan penjabaran dari RPJM Desa, untuk jangka waktu 1(satu) tahun.

Beberapa potensi desa yang bisa dimanfaatkan dalam pembangunan desa, yaitu potensi fisik desa yang meliputi (1) tanah, sebagai sumber tambang dan mineral. (2) tanaman, sebagai sumber mata pencaharian, bahan makanan, dan tempat tinggal, dan (3) air, sebagai sumber kehidupan dan kebutuhan sehari-hari.

2. Peran BPD dalam Pembangunan Desa

Peran BPD dalam pembangunan desa lebih kepada bagaimana fungsi BPD itu sendiri. Diawal disebutkan bahwa fungsi BPD itu terdiri dari (1) membahas dan menyepakati rancangan Peraturan Desa bersama kepala desa, (2) menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, (3) melakukan pengawasan kinerja kepala desa.

Peran pertama BPD dalam membangun desa adalah dalam hal membahas dan menyepakati setiap rancangan Peraturatan Desa. Dari sekian Perdes yang harus ditetapkan di Desa, yang sangat berdampak langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dalam memenuhi layanan kepada masyarakat adalah Perdes tentang APBDes. Untuk itu, maka menjadi sangat penting dan strategis agar fungsi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh BPD di semua Desa sesuai amanat undang-undang. BPD harus memastikan Perdes APBDes ini bisa ditetapkan oleh Kepala Desa maksimal setiap tanggal 31 Desember pada setiap tahun anggarannya.

Peran kedua BPD dalam pembangunan desa adalah menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Dalam menindalanjuti aspirasi tersebut, BPD memiliki empat prosedur dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, yaitu penggalian, menampung, pengelolaan, dan penyaluran aspirasi.

Peran ketiga BPD dalam pembangunan desa adalah melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Sesuai dengan Permendagri nomor 110 tahun 2016, pasal 46 ayat (1), (2), dan (3), bahwa bentuk pengawasan BPD terhadap Kinerja Kepala Desa berupa Monitoring dan Evaluasi.

Itulah peran BPD dalam pembangunan desa. Maju mundurnya desa salah satunya ditentukan oleh sejauh mana peran BPD terebut bisa berjalan atau tidak. Namun yang tidak boleh dilupakan juga adalah sinergitas antara pemerintah desa dan BPD. Karena bagaimana pun juga kedua lembaga ini sangat penting keberadaannya dalam pembangunan sebuah desa.

Selamat Hari Ayah, Kenanganku Waktu Kecil Bersama Ayah

Konten [Tampil]

Tanggal 12 Nopember ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional. Tentu saja penetapan Hari Ayah ini sebagai bentuk penghargaan terhadap peran, perjuangan dan pengorbanan seorang ayah di dalam sebuah keluarga. 

Selamat Hari Ayah


Latar Belakang Lahirnya Hari Ayah Nasional

Dilansir dari laman cnnindonesia.com Hari Ayah Nasional berawal dari 'Sayembara Menulis Surat untuk Ibu' yang digelar oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah paguyuban satu hati lintas agama dan budaya di Solo, Jawa Tengah pada 2014.

Dari sayembara kala itu, terkumpul 70 surat terbaik yang akan dikumpulkan menjadi sebuah buku. Di tengah acara tersebut, muncul pertanyaan dari salah satu peserta mengenai peringatan Hari Ayah yang tak pernah ada di Indonesia. Sebab, selama ini masyarakat Indonesia hanya merayakan peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya. Sementara Hari Ayah belum pernah ada di tanah air.

Selang dua tahun, PPIP akhirnya mendeklarasikan 12 November sebagai Hari Ayah Indonesia untuk pertama kalinya di Solo, Jawa Tengah. Sejak saat itu, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional. Sejarah Hari Ayah Nasional juga terbentuk dari deklarasi Hari Ayah pada tanggal yang sama oleh sejumlah kelompok di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deklarasi ini dilakukan sejalan dengan peluncuran buku berjudul 'Kenangan untuk Ayah'. Buku tersebut berisi 100 surat anak Indonesia yang dipilih dari 'Sayembara Menulis Surat untuk Ayah'. Setelah deklarasi, buku dan piagam dikirim ke Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memerintah kala itu.

Selain SBY, buku dan piagam deklarasi Hari Ayah Nasional juga dikirim ke empat bupati di empat penjuru Indonesia, yaitu Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Kenangan Bersama Ayah Waktu Kecil

Ngomongin apa saja kenangan manis bersama ayah, yang pasti banyak banget kenangan waktu kecil bersama ayah. Pokoknya jangan "nanyea" , berikut kenangan saya waktu kecil bersama ayah.

Pertama, sering diajak main ke "kota" setiap hari minggu. Karena rumah tinggal kami ada di daerah pedesaan, jadi untuk bermain ke pusat kota adalah sesuatu yang mahal. Namun, alhamdulillah waktu kecil ayah saya sering membawaku ke kota setiap hari minggu, biasanya ayah membawaku ke tempat permainan, mungkin sekarang disebutnya time zone.

Kedua, karena ayah saya seorang guru agama, tentu cara mendidiknya pun tak lepas dengan cara-cara yang dianjurkan oleh agama. Sebelum pergi ke tempat permainan tadi, saya harus ikut dulu ayah mengikuti pengajian. Baru setelah pengajian, ayah mengajakku ke tempat permainan tadi.

Ketiga, selain selalu mengajak saya ke tempat pengajian, ayah saya juga selalu mengajak sholat ke masjid. Pendidikan agama ini alhamdulillah sampai sekarang tertanam kuat dalam diri saya

Keempat, selalu membelikan barang yang sama dengan kakakku. Kenangan ini selalu saya ingat, karena saya baru sadar kalau ayah saya benar-benar ingin menanamkan rasa kesetaraan dan tidak membedakan bagi semua anaknya.

Kelima, selalu tidur bersama ayah waktu kecil. Hal ini selalu dilakukan sampai usia 5 tahun, apalagi posisi saya sebagai anak bungsu, yang sudah pasti ingin selalu dimanja.

Keenam, selalu berusaha mengabulkan keinginan anaknya. Pernah pada usia kelas 3 Sekolah Dasar, saya ngamuk dan nangis keras hanya ingin pergi ke Kebun Raya Bogor. Keesokan harinya tanpa berpikir panjang ayahku bersama ibu dan kakakku, pergi ke Bogor. Atau pernah juga mengabulkan keinginan saya yang ingin punya game tetris.

Sekarang ayah saya sudah tiada, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak buat ayah saya. Saya bersyukur punya ayah seperti beliau. Buat Allah juga saya mengucapkan syukur karena telah menghadirkan sosok ayah yang luar biasa. Allahummagfirlahu... Atang Suminta Bin Badri.

Pahlawan Nasional yang Berstatus Guru, Ada yang Berasal dari Sukabumi

Konten [Tampil]

Setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan. Dan Hari Pahlawan ini memiliki makna bersejarah yaitu untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan di masa lalu. Semangat juang tersebut membuat mereka mampu berperang mengusir para penjajah. Dan tahun 2022 ini bangsa Indonesia akan memperingati Hari Pahlawan yang ke-77.

Pahlawan Nasional


Sejarah Hari Pahlawan

Dikutip dari detiksulsel, sejarah Hari Pahlawan mengacu pada peristiwa pertempuran dahsyat di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Perang tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 minggu lamanya dan memakan puluhan ribu korban.

Pertempuran tersebut merupakan perang pertama bangsa Indonesia dengan tentara asing pasca kemerdekaan. Dan perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi bangsa Indonesia melawan penjajah.

Diceritakan setelah gencatan senjata dengan pihak Inggris pada tanggal 29 Oktober 1945, kondisi perlahan mulai kondusif. Namun begitu, bentrok-bentrok kecil tetap terjadi, yang kemudian bentrokan tersebut memuncak setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby yang merupakan pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 30 Oktober 1945.

Kemudian pihak Inggris murka dengan Indonesia. Karena itu pihak Inggris memberikan ultimatum tanggal 10 November 1945 kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyerah dan menghentikan semua perlawanan.

Ultimatum tersebut tidak dipedulikan sama sekali oleh rakyat Surabaya. Hal itu akhirnya memicu pertempuran besar di Surabaya tepat pada tanggal 10 November tersebut.

Akibat pertempuran tersebut, seketika kota Surabaya menjadi "neraka". Sebanyak 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban dan 1.600 tentara Inggris tewas, hilang dan luka-luka.

Selain itu, sekitar 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya. Perang besar tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 minggu lamanya dan menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Meski begitu, semangat juang para pemuda Surabaya yang membara dan tak kenal menyerah itulah menjadi dasar kota Surabaya dikenang sebagai Kota Pahlawan. Adapun tanggal 10 November diperingati setiap tahunnya sebagai hari pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pemuda Surabaya tersebut.

Banyak Pahlawan Berstatus Guru

Ternyata banyak juga pahlawan yang berstatus sebagai seorang guru. Dikutip dari tribunnews.com berikut nama-nama Pahlawan yang berstatus sebagai seorang guru :

Dewi Sartika

Dewi Sartika yang juga merupakan pejuang emansipasi wanita ini, sejak kecil sudah menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan. Sambil bermain, ia sering mengajari teman-temannya baca-tulis dan Bahasa Belanda. Ia lalu mendirikan Sakola Istri (sekolah perempuan) yang kemudian menginspirasi berdirinya sekolah-sekolah sejenis di tanah Pasundan.

HOS Tjokroaminoto.

Ia adalah seorang ulama pendiri organisasi Sarekat Islam (SI) sekaligus guru besar para tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia seperti Soekarno dan Tan Malaka. Organisasi SI pimpinan Tjokroaminoto secara politik merupakan organisasi pelopor pergerakan nasional.

Jenderal Soedirman

Tak banyak yang tahu bahwa Jenderal Soedirman adalah seorang guru. Beliau guru dan kepala sekolah di sebuah sekolah dasar yang dikelola oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Ketika Jepang datang, Soedirman bergabung dengan organisasi militer PETA bentukan Jepang. Lalu saat Belanda kembali datang, Soedirman diangkat menjadi jenderal yang memimpin pasukan gerilya.

Ki Hajar Dewantara

Tokoh satu ini pasti tak lagi asing ya? Ya Ia dikenal sebagai Bapak pendidikan Nasional. Selain mendirikan organisasi politik Indische Partij, pria bernama asli Suwardi Suryaningrat ini juga mendirikan sekolah Taman Siswa dan menulis buku.

Ia juga dikenal melalui semboyannya dalam sistem pendidikan yang berbunyi ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan").

RA Kartini

Ia merupakan sosok yang memperjuangkan para perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti halnya lelaki.

Selain sebagai guru, Kartini juga mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Ahmad Dahlan

KH. Ahmad Dahlan merupakan seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah.

Ia juga dikenal atas jasa-jasanya mengajarkan keislaman yang menuntut kemajuan, kecerdasan dan keikhlasan beramal bagi masyarakat luas.

Di bidang pendidikan, ia sukses menghasilkan banyak guru besar seperti Ki Hadjar Dewantara dan Jenderal Besar Soedirman.

K. H. Hasyim Asy'ari

Sama seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asy'ari adalah seorang guru agama dan juga pahlawan nasional. Ia merupakan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki Hadratus Syeikh yang berarti maha guru. Hal ini karena kemampuannya yang tidak hanya paham ilmu agama namun juga hukum Belanda.

K. H. Ahmad Sanusi

Sama halnya K. H. Ahmad Dahlan dan K. H. Hasyim Asy'ari, K. H. Ahmad Sanusi juga dikenal sebagai seorang guru agama yang biasa dipanggil dengan sebutan Ajengan. Dan baru tahun 2022 ini K. H. Ahmad Sanusi mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional dari Pemerintahan.

Selain sebagai guru agama asli Kota Sukabumi, beliau mendirikan Pondok Pesantren Syamsul Ulum, Ia juga orang yang mendirikan organisasi Persatuan Umat Islam (PUI). Dan yang paling besar jasanya sehingga Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional adalah Beliau merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Hal yang Sering dilupakan Anak-anak terhadap Perlakukan Gurunya

Konten [Tampil]

Setiap kata yang kita sampaikan dan setiap perintah yang kita ucapkan kepada anak-anak, atau setiap perlakuan yang kita lakukan terkadang cara pandang anak-anak terhadap apa yang kita sampaikan dan kita perintahkan berbanding terbalik dengan apa yang kita maksud.

Guru dan Siswa


Sebagai seorang guru tentu apa yang disampaikan, apa yang diperintahkan atau apa yang dilakukan sudah pasti punya tujuan yang baik. Namun, tidak sedikit anak-anak yang cenderung menganggap bahwa apa yang disampaikan, apa yang diperintahkan atau apa yang dilakukan guru kepada mereka sebagai beban dan menilai guru tidak mengerti akan keinginan mereka.

Banyak anak-anak yang lambat memahami makna atau tujuan dari kata-kata atau perintah dari gurunya tersebut, mungkin juga dilupakan. Berikut hal-hal yang tidak diketahui makna atau tujuan dari kata-kata, perintah dan perlakuan guru kepada anak didiknya.

Guru Suka Menegur Kalau Anak Jarang Masuk

Saya sering menegur kepada anak-anak yang jarang masuk. Teguran ini saya anggap sebagai bentuk perhatian dan penanaman nilai tanggung jawab dan disiplin. Tidak ada maksud lain apalagi benci.

Penanaman disiplin ini saya anggap perlu ditanamkan sejak dini, karena bagaimanapun juga mereka pada saatnya nanti akan bersosialisasi di lingkungan yang penanamannya disiplinnya tidak kenal toleransi, berbeda dengan di sekolah yang masih ada dispensasi.

Guru Harus Masuk Mengajar

Sebagai guru tentu tugas kita adalah mengajar. Apakah anak pada saat kita masuk kelas psikologisnya mau menerima kita atau enggak, kita tetap harus menunaikan kewajiban kita sebagai guru.

Inilah yang kadang anak-anak belum memahami bahwa dalam setiap jiwa seorang guru itu sudah tertanam rasa tanggungjawab yakni melaksanakan amanah. Maksudnya kita sebagai guru telah menerima amanah dari orang tua mereka untuk siap mendidik anak-anak mereka, agar menjadi anak-anak yang soleh dan soleha.

Jujurly amanah yang diberikan orang tua mereka kepada kita, sungguh berat untuk dijalankan. Namun, karena dengan dasar ibadah dan pengabdian, amanah itu kita terima. Anak-anak mungkin tidak tahu bagaimana konsekuensi ketika kita sebagai guru tidak melaksanakan kewajiban mengajar, minimal ada konsekuensi yang akan kita terima, yaitu konsekuensi kita kepada orang tua mereka dan konsekuensi terhadap Tuhan.

Memberikan Hukuman

Ada anak yang mungkin langsung menerima hukuman yang diberikan, tapi ada juga yang mungkin kesal menjalani hukuman yang diberikan oleh guru. Hukuman itu diberikan tentu saja sebagai bentuk sanksi agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya.

Padahal ada hal lain kenapa hukuman itu diberikan. Selain ada nilai mengajarkan tanggung jawab, di sana juga kita ingin mengajarkan kalau hukuman itu sebagai bentuk pengingat kepada diri mereka agar mereka lebih disiplin dan menghargai waktu.

Marah Kalau Tidak Fokus di Kelas

Tidak jarang guru marah kepada anak-anak kalau sedang menjelaskan materi pelajaran. Bahkan, sebagian guru ada yang sampai menggebrak meja, saking keselnya karena tidak didengarkan ucapannya.

Lagi-lagi sebagai guru melakukan sikap marah seperti itu bukan hanya mau didengarkan saja, tetapi lebih kepada agar mereka memiliki sikap menghargai orang yang sedang bicara. Menurut saya hal itu penting ditanamkan sejak dini.

Melarang Menyontek

Hal lain yang juga sering kali disalahartikan oleh anak-anak adalah ketika guru melarang anak-anak menyontek ketika ujian atau ulangan berlangsung. Bagi sebagian anak-anak menyontek adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan jawaban demi nilai yang bagus.

Padahal larangan menyontek itu kita sampaikan kepada anak-anak, tiada lain hanya ingin mengajarkan kepada anak-anak apa arti sebuah kejujuran dan rasa percaya diri. Jujur dengan tidak melihat hasil kerja orang lain, dan percaya diri pada kemampuan dan hasil sendiri. Mengejar prestasi memang ok, tetapi kejujuran lebih utama.

Memberikan Tugas

Hal terakhir yang sering juga dianggap kurang senang bagi anak-anak adalah banyaknya tugas yang diberikan guru. Mereka menganggap seolah-olah guru tidak mengerti akan kondisi anak-anak, yang sudah capek, jenuh, lelah karena banyaknya tugas yang harus dikerjakan.

Guru memberikan tugas tidak lebih dan tidak bukan hanya mengajarkan kepada anak-anak agar memiliki sikap yang penuh tanggung jawab dan siap menerima tantangan.

Itulah beberapa hal yang tidak dipahami atau tidak diketahui makna atau tujuan dari kata-kata, perintah dan perbuatan yang dilakukan guru kepada anak didiknya.

Padahal apa yang dilakukan guru, berupa kata-kata, nasehat, atau perintah kepada anak didiknya memiliki banyak makna yang sekaligus penanaman karakter, misalnya ada nilai tanggung jawab ketika diberikan tugas, ada nilai kejujuran saat ulangan berlangsung, ada nilai saling menghargai saat kita harus mendengarkan penjelasan guru, dan ada nilai amanah saat guru harus selalu masuk kelas untuk mengajar.

Semua itu dilakukan oleh guru hanya ingin anak-anak memiliki karakter yang kuat, karena bagaimanapun juga anak-anak di sekolah hanya belajar, dan hasil belajar tadi akan dijadikan bekal untuk digunakan di lingkungan sosial yang lebih luas.

Cinta dan Sahabat (Part III)

Konten [Tampil]

Cerita sebelumnya. .. .

Mendengar ucapan Bintang, Aku semakin sesek, karena sepertinya Bintang tidak tahu kalau Mahaputra pun mengirimkan surat yang sama, bahkan isinya pun sama.

Cinta dan Sahabat


Matahari benar-benar sudah terbenam, dan suara adzan magrib pun telah kami dengar, kami berdua mengakhiri percakapan kami dan meninggalkan tempat menuju arah yang yang berbeda.

Baca Juga : Cinta dan Sahabat


-------++++--------

Tidak terasa dua tahun sudah aku menjalani hidup di negeri dimana ayah dan ibuku pernah tinggal, yakni negara Sakura alias Jepang. Aku tinggal di negara yang terkenal dengan bunga sakuranya ini sebagai mahasiswa yang mendapatkan beasiswa S2.

Dan hanya empat pekan lagi aku akan meninggalkan negara Jepang ini. Ada rasa sedih karena akan meninggalkan kenangan terindah, namun juga ada rasa bahagia, karena tentu saja aku akan pulang ke tanah kelahiranku, Indonesia, dan pastinya akan bertemu dengan kekuargaku dan para sahabat.

Aku bersyukur banget bisa mendapatkan kesempatan beasiswa ini, selain tidak semua orang bisa mendapatkannya, tetapi Tuhan seperti merasakan hatiku yang pada saat itu sedang berada pada situasi yang sulit. Di mana harus menjawab sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak mau mendengarnya.

Sekarang aku nggak tahu bagaimana kabarnya Mahaputra dan Bintang. Kalau Bintang sudah pasti kecewa, karena aku tidak menjawab pertanyaannya pada saat reunian dua tahun lalu itu. Sementara Mahaputra, bener bener hilang kontak, kalau dihitung-hitung mungkin udah enam tahun lebih kami tak bertemu.

Akhirnya Pulang... 

Akhirnya tiba juga waktunya, di mana aku harus meninggalkan kota yang indah dengan saljunya ini. Semua barang-barang, baik yang aku bawa dulu dari Indonesia dan barang-barang yang aku sengaja beli di Jepang, semuanya sudah dikemas dengan rapi.

Meski penerbangan sekitar 3 jam-an lagi, aku memutuskan untuk berangkat ke bandara lebih awal. Aku berpikir tak ada salahnya jika aku lebih awal berangkatnya ke bandara. "Nggak apa-apa kalau Aku harus lama menunggu", begitu kataku didalam hatiku.

Sambil menunggu pesawat yang akan membawaku kembali ke Indonesia, aku memilih membaca buku novel yang menjadi hobbiku. Sembari membaca buku, agar nggak ngantuk akupun memesan beberapa makanan dan minuman.

Entah karena apa, gelas yang berisi air, yang berada tepat di samping kananku terjatuh dan tumpah ke lantai. Saat aku akan mengambil gelas yang jatuh itu dan kembali berdiri, aku dikejutkan dengan seseorang yang lewat di depanku, kira-kira 10 meteran jaraknya dari aku berdiri. Pria itu berjalan cepat menuju boarding pass, dari postur dan gerak tubuhnya seperti orang yang selama ini aku tunggu kabarnya, yaitu Mahaputra. Tapi hatiku bergumam, "ah, impossible".

Suara pemberitahuan dengan dua bahasa, Jepang dan Inggris, akhirnya terdengar, bahwa seluruh penumpang pesawat dengan penerbangan ke Jakarta, Indonesia, sudah bisa melakukan boarding pass.

Selamat tinggal Osaka, aku akan merindukanmu, sebuah kalimat yang aku ucapkan dari bibirku bersamaan dengan take-off pesawat yang aku tumpangi.

Awalnya aku biasa saja dengan penumpang pesawat yang ada di belakangku. Baru setelah balik dari toilet dan aku melewati kursinya, aku benar-benar terkejut, karena aku melihat sebuah buku novel yang bertuliskan "Pilih Sahabat atau Cinta", yang berada tepat di samping kursi pesawat pria tersebut.

Betul-betul memunculkan tanda tanya besar dalam benakku, apakah kejadian ini hanya kebetulan semata, atau mungkin orang yang ada di belakang kursiku itu ada kaitannya denganku. "Entahlah, aku nggak mau terlalu overthinking ", begitu kata hatiku

Namun, kejadian itu membuat pikiranku jadi nggak bisa diam, pikiranku jadi kemana-mana, bahkan kejadian enam tahun lalupun kembali hadir dalam pikiranku. Karena nggak mau larut pada peristiwa tersebut, kualihkan saja dengan tidur.

Dia Kembali... 

Setelah sekian lama terbang, akhirnya pesawat yang aku tumpangi mendarat juga di Bandara Internasional Indonesia. "Welcome Home, Indonesia". Setelah hampir dua tahun, alhamdulillah sekarang kembali menginjakan kaki di tanah tercinta.

Kebahagiaanku karena akan kembali bertemu dengan keluarga tiba-tiba berhenti, seperti mesin waktu yang berhenti bergerak. Bagaimana nggak kaget, saat aku akan berjalan menuju pintu keluar, entah sekenario Tuhan atau bukan, ada seorang pria tepat di sampingku lalu berucap, "apa kabar, Ra".

Napasku menjadi lambat, begitu juga dengan detak jantungku, pijakan kaki seperti mau ambruk, pegangan tanganpun ikut lemas. Kedua mataku berkaca-kaca, apakah air mata kebahagiaan atau kesedihan, aku juga nggak tahu.

"Alhamdulillah, aku baik-baik saja", jawabku sambil memandang ke arah pria itu.

"Ra, kamu pasti kaget, kenapa tiba-tiba saya ada dihadapanmu sekarang", ucap Mahaputra kepadaku.

"Sejak di Tokyo, saat berkunjung ke KBRI, dan secara tidak sengaja melihat nama-nama warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang. Aku kaget ada nama kamu, Sakura Kireina" Kata Mahaputra

Lalu Mahaputra melanjutkan ceritanya, "Aku sempat mencari alamat kamu, tapi tidak pernah ketemu", lanjut dia

"Karena takdir Tuhan aku bisa bersua kembali hari ini", ucap Ia.

Antara percaya dan tidak, setelah enam tahun berpisah, aku bisa bertemu kembali dengan Mahaputra, sosok pria yang kharismatik, rendah hati, ramah dikala bicara, dan santun dalam bersikap.

"Kamu kenapa nggak datang di reunian waktu itu? " Tanyaku

"Bagiku dengan tidak datang ke reunian itu, akan cukup memberikan kebahagiaan pada sahabat kita", Jawabnya

"Maksudmu Bintang", tanyaku

Jawaban itu seperti tahu kalau Bintang pada saat itu akan mengutarakan isi hatinya kepadaku. Jadi dia memilih untuk tidak datang dan cukup menitipkan pesan dan ucapan selamat.

Mahaputra pun melanjutkan ceritanya, "Bagaimana kabarnya, Bintang? ", tanya Ia

Menerima pertanyaan itu aku sungguh kaget, lagi-lagi sepertinya banyak cerita sebenarnya yang belum diketahui oleh Mahaputra

Dengan pelan dan hati-hati, aku pun mencoba menceritakan tentang cerita di acara reunian dua tahun lalu.

"Waktu itu Bintang datang dan memberikan buku novel kepadaku, dan Ia juga menitipkan pesan dari kamu". Ucapku

"Ia juga meminta jawaban dari pertanyaan yang ia sampaikan kepadaku, dan kamu pasti tahu pertanyaannya", lanjutku

"Waktu itu aku tidak menjawab pertanyaannya, karena aku nggak tahu dengan perasaanku saat itu. Bintang juga nggak tahu kalau kamu juga menanyakan hal yang sama", kataku

"Jadi.... ", tanya Bintang dengan nada penasaran

" Iya, aku tidak memberikan keputusan pada saat itu, bahkan sampai sekarang", jawabku

"Kamu juga kenapa tidak pernah jujur pada Bintang", tanyaku lagi

"Saat di perpisahan waktu itu, Bintang bilang kepadaku kalau Ia suka sama kamu, ..... Bintang nggak tahu apa yang ada dalam hatiku saat Ia mengatakan itu", jawabnya

"Baru setelah sebulan kita lulus, aku memberanikan diri menyampaikan surat dan buku novel itu kepadamu", tambahnya

"Bagiku ketika cinta dipilih, maka ada kemungkinan persahabatan akan ditinggalkan. Namun, saat persahabatan yang dipilih, cinta akan selalu tumbuh di dalam persahabatan itu", begitu ucapnya

Ia juga melanjutkan ucapannya, "Aku lebih memilih sahabat dan merelakan cinta, karena jika aku memilih cinta akan sangat sulit mendapatkan sahabat. Namun, jika aku memilih sahabat, aku yakin cinta akan lahir dari sahabat itu sendiri".



Tanpa jeda ia terus menjelaskan kenapa waktu itu seolah-olah lebih baik pergi dari kehidupan aku dan Bintang, Ia lebih mengorbankan cintanya dibandingkan harus menanggalkan persahabatan yang telah lama dibangun jauh sebelum aku hadir di tengah-tengah mereka.

"Terkadang cinta datang dan perginya tanpa direncanakan", kata dia

"Berbeda dengan sahabat, sahabat itu dibangun dari kecil dan dari bawah, pasti akan sedih ketika apa yang sudah kita bangun, runtuh hanya karena cinta yang datang secara tiba-tiba", lanjut ia

Mendengar ucapan-ucapan itu, aku hanya bisa nangis, dan tidak tahu aku harus ngomong apa lagi. Tapi sekarang aku tahu alasannya kenapa waktu reunian dulu Mahaputra nggak datang. 



Baca Juga : Cinta dan Sahabat (Part II)

Karena sudah terlalu kama kami ngobrol, sementara keluarga di rumah sedang menunggu, aku putuskan untuk mengakhiri pembicaraan dengan Mahaputra.

Dengan sedikit mata berkaca-kaca, lalu aku ucapkan, "Terima kasih sudah mau kembali hadir dihadapanku, dan mudah mudahan skenario Tuhan akan mempertemukan kita kembali di waktu dan situasi yang bahagia".

Tanpa adanya jawaban dari surat yang Mahaputra kirimkan, akhirnya kami berdua berpisah di bandara dan pulang ke arah yang berbeda.

TAMAT

Ayah, Nggak Bisa Ikut Wisuda

Konten [Tampil]

Begitu bahagia ketika saya dinyatakan lulus sidang skripsi oleh para penguji. Meski ada sedikit perbaikan, namun semua itu terlupakan dengan kelulusan sidang. Tinggal satu tahap lagi yakni wisuda.

Sahabat sosiologi


Sayapun langsung pulang ke kampung halaman, untuk mengabarkan berita bahagia ini kepada kedua orang tua, kakak-kakak dan juga kepada istriku.

Sesampainya di rumah, saya langsung menemui ayah saya yang memang setahun ini kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Saya langsung bilang, "saya sudah lulus, Pak". Lalu saya lanjutkan omongan saya kepada ayah saya, "InsyaAllah dua bulan lagi saya diwisuda, ayah dan ibu pokoknya harus mendampingi saya", begitu kata saya kepada ayah.

Namun, ekspresi atau raut muka ayah saya ketika mendengar berita bahagia itu tidak seperti ekspresi istriku yang sangat bahagia. Wajahnya begitu datar, hanya tersenyum tipis, serta hanya ucapan singkat yang keluar dari mulutnya yaitu ucapan alhamdulillah.

Saya nggak ambil pusing melihat ekspresi ayah saya, mungkin karena kondisi fisiknya yang sedang tidak fit. Yang penting saya telah menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu, sehingga tidak membebani kedua orang tua lebih lama lagi.

Mungkin ekspresi ayahku waktu itu, yang hanya senyum tipis ketika mendengar kelulusan saya, adalah sebuah firasat kalau tugasnya menjadi seorang ayah buatku telah selesai dan meminta maaf tidak bisa mengantarkan dan menemani anak bungsunya untuk diwisuda. Kayak baru sadar sekarang, dulu itu ayahku seperti mau mengucapkan, "maaf, ayah nggak bisa ikut wisuda, Nak".

Hanya selang sebulan setelah saya dinyatakan lulus dan meminta ayah dan ibu untuk menemaniku diwisuda, ayahku harus meninggalkanku untuk selamanya. Hancur, sedih, itulah perasaan saat itu. Namun saya menerima takdir itu dengan ikhlas. Dan akhirnya saya putuskan waktu itu untuk tidak ikut diwisuda.

Semoga ayah dan ibuku diberikan tempat yang layak oleh Allah SWT.

Apa Itu Hypophrenia, Berikut Alasan, Penyebab dan Langkah-langkah Mengatasinya

Konten [Tampil]

Awalnya ada seorang siswi perempuan yang konseling kepada saya, Ia menyampaikan bahwa Ia suka tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas. Saat itu saya hanya mendengarkan dan mencoba menerka beberapa penyebabnya, dan diakhiri dengan memberikan motivasi dan saran kepada siswi perempuan itu.

Hypophrenia


Namun, kejadian itu membuat saya penasaran, dan mendorong saya untuk mencari tahu apakah ada prilaku atau gejala psikis semacam itu. Sayapun mencoba menggoogling dengan kata kunci "penyebab tiba-tiba menangis". Ternyata hasil searching muncul istilah Hypophrenia.

Pengertian Hypophrenia

Dikutip dari halodoc.com, Hypophrenia merupakan perasaan emosional manusia yang sebenarnya merupakan respon terhadap suatu keadaan yang menimpa diri sendiri. Rasa sedih ini menjadi tidak normal karena seseorang dapat merasakan sedih dan tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas. Menurut para ahli, menangis secara tiba-tiba tanpa alasan bisa menjadi indikasi masalah yang mendasar pada kondisi fisik dan mental.

Alasan Orang Menangis Tiba-tiba

Masih dikutip dari situs yang sama, ada beberapa alasan yang membuat orang menangis tanpa alasan. Di antaranya adalah:

1. Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Gangguan kecemasan ini akan membuat pikiran kamu terfokus pada suatu masalah yang membuatmu berpikir terus-menerus, sehingga membuat tubuhmu lelah dan lesu. Terlebih lagi, kamu tidak akan bisa beristirahat dengan baik pada malam hari. Ini akan menyebabkan kamu merasa sedih dan menangis tanpa alasan.

2. Kondisi Depresi atau Stres

Ketika kamu sedang merasa stres yang diakibatkan oleh banyak hal, secara tidak langsung kamu akan merasa sedih dan cemas. Tingkat kesedihan dan kecemasan yang tinggi akan membuat kamu merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD adalah kondisi mental ketika kamu mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. PTSD umumnya lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria. Karena kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan, sehingga mereka merasakan emosi yang lebih intens.

4. Organic Brain Syndrome (OBS)

OBS adalah gangguan fisik yang menyebabkan penurunan fungsi mental. Kondisi ini biasanya dialami oleh manula. OBS dapat dikategorikan sebagai suatu kondisi fisik yang dapat menyebabkan perubahan gangguan mental.

5. PMS atau Menstruasi

Kondisi ini yang paling sering terjadi pada seorang wanita. Gejala-gejala sebelum PMS membuat beberapa bagian tubuh terasa sakit, terutama pada perut dan pinggul. Selain itu, PMS juga dapat menyebabkan kamu merasakan sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormonal, kram perut, kembung, dan sakit kepala yang kamu rasakan selama PMS berlangsung.

Langkah-langkah Cara Mengatasinya

Jika dibiarkan kondisi seperti ini akan berdampak yang negatif terhadap pekerjaan, hubungan sosial, bahkan kesehatan fisik seseorang. Lalu langkah apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang menderita gejala Hypophrenia? Berikut langkah-langkah yang bisa dijadikan solusi yang semuanya masih dikutip dari situs halodoc.com

  1. Langkah pertama dalam mengatasi rasa sedih adalah dengan berbagi. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak seharusnya menyimpan semua permasalahan sendiri. Berbagi kepada sahabat, keluarga, atau bahkan berdiskusi dengan psikiater atau psikolog adalah langkah yang baik untuk melegakan beban perasaan kamu. Posisikan diri pada lingkungan positif yang dapat membangun kamu menjadi manusia yang lebih baik dan berenergi positif.
  2. Langkah kedua adalah dengan menerima hal-hal yang menjadi penyebab kesedihan tersebut. Menerima bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai yang kamu inginkan. Perlu diingat bahwa bahagia merupakan suatu pilihan, sehingga jika kamu terus-menerus berkutat dengan kesedihan dan masalah yang terjadi, kamu tidak akan merasakan bahagia.
  3. Langkah selanjutnya apabila kadar kesedihanmu dalam tahap yang tidak wajar, atau bahkan tanpa sebab. Kamu mungkin akan memerlukan intervensi medis berupa terapi perilaku yang dikombinasikan dengan terapi obat-obatan. Pada tahap ini, menemui psikiater adalah langkah yang tepat. Karena umumnya penanganan psikis akan berlangsung efektif dan juga dengan hasil yang baik.

Ini Dia Tanggal-Tanggal Penting Bagi Indonesia di Bulan Oktober

Konten [Tampil]

Bulan OKTOBER


Bulan Oktober adalah bulan kesepuluh di tahun masehi. Sama seperti bulan lainnya, bulan Oktober juga menyimpan banyak tanggal penting yang sering diperingati, karena memiliki nilai sejarah bagi bangsa Indonesia. Berikut tanggal-tanggal tersebut :

1 Oktober

1 Oktober memiliki makna bersejarah bagi bangsa Indonesia, di mana pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa, termasuk penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan sebutan G30S/PKI.

2 Oktober

Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Sejarah Hari Batik Nasional diperingati sejak ditetapkannya batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi yang berasal dari Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Penetapan Batik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO tersebut sejak tanggal 2 Oktober 2009. Dikutip dari laman UNESCO, batik melambangkan kehidupan manusia mulai awal hingga akhir.

Hari Batik Nasional ditetapkan oleh Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2009. Keppres ini diteken pada tanggal 17 November 2009.

5 Oktober

Selanjutnya ada tanggal 5 Oktober yang oleh bangsa Indonesia sering diperingati sebagai hari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

TNI telah berganti nama beberapa kali sejak zaman kemerdekaan. Tujuan adanya pasukan ini adalah tidak lain untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda dan ancaman lainnya yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

Pada awalnya, TNI adalah organisasi bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) lalu berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 5 Oktober 1945.

Pergantian nama tak sampai di situ. Nama baru Tentara Republik Indonesia (TRI) diusung mengikuti susunan yang mengacu pada dasar militer internasional.

Pada akhirnya, nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 3 Juni 1947 yang merupakan gabungan dari TRI beserta tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat.

8 Oktober

Tanggal 8 Oktober ditetapkan sebagai Hari Tata Ruang Nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2013 yang ditandatanganinya pada 25 November 2013 lalu, telah memutuskan tanggal 8 November sebagai Hari Tata Ruang Nasional.

24 Oktober

24 Oktober merupakan peringatan Hari Dokter Nasional. Peringatan tersebut bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sejarah Hari Dokter Nasional tidak bisa dipisahkan dari pembentukan IDI.

Pembentukan IDI sendiri setelah melalui proses Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) yang digelar pada 22-25 September 1950 di Deca Park. Hasil muktamar tersebut adalah pembentukkan Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi perkumpulan dokter yang baru dengan Sarwono Prawiroharjono sebagai Ketua Umumnya.

27 Oktober

Setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Listrik Nasional (HLN) . Melalui Penetapan Pemerintah No. 1 tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas. Tanggal 27 Oktober kemudian diperingati sebagai Hari Listrik Nasional yang tidak hanya milik PLN namun milik seluruh pemangku kelistrikan dan seluruh masyarakat Indonesia.

28 Oktober

Inilah tanggal yang paling bersejarah bagi Indonesia. Dimana setiap tanggal 28 Oktober ini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, dan dijadikan sebagai hari libur nasional.

Tanggal 28 Oktober merupakan tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Dimana pada tanggal tersebut lahir Sumpah Pemuda yang merupakan ikrar tentang enegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia.

Sumpah Pemuda muncul dari keputusan Kongres Pemuda Kedua yang digelar dua hari yakni pada 27-28 Oktober 1928 yang diselenggarakan di Batavia yang kini bernama Jakarta. Dan sejak tahun 1959, setiap tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai hari Sumpah Pemuda oleh pemerintah Indonesia.

Penetapan hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober tersebut, ditetapkan melalui Keputusan Presiden atau Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

30 Oktober

Tanggal 30 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional. Hari Keuangan Nasional ini juga dikenal dengan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).

Penetapan Hari Keuangan Nasional tak lepas dari sejarah penerbitan mata uang resmi Indonesia. 76 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 30 Oktober 1946.

Itulah tanggal dan hari-hari bersejarah bagi Indonesia yang diperingati di bulan Oktober. Mudah mudahan kita jadi tahu dan tidak melupakan sejarah (Jasmerah).


Referensi : 

https://www.google.com/amp/s/news.detik.com/
https://www.google.com/amp/s/beritadiy.pikiran-rakyat.com/
https://www.kominfo.go.id/
https://www.google.com/
https://www.esdm.go.id/

Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

Konten [Tampil]

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali melakukan perubahan dalam dunia pendidikan yaitu meluncurkan Kurikulum Baru yang dinamai dengan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka


Sebagai lembaga yang juga mengelola dunia pendidkan, Kementerian Agama (Kemenag) juga turut serta menyesuaikan kebijakan Kemendikbudristek perihal Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tersebut dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.

Ada istilah baru pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), baik sekolah di bawah naungan Kemendikbudristek maupun madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag. Istilah atau nomenklatur itu adalah Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun, Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada madrasah tidak hanya diproyeksikan pada profil pelajar Pancasila saja, tetapi ditambah dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.

Berikut penjelasan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.

A. Profil Pelajar Pancasila

1. Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila adalah pelajar yang memiliki pola pikir, bersikap dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dan menjunjung tinggi toleransi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia. Pelajar Pancasila juga memiliki pengetahuan dan keterampilan berpikir antara lain: berpikir kritis, memecahkan masalah, metakognisi, berkomunikasi, berkolaborasi, inovatif, kreatif, dan berliterasi informasi.

Pelajar Pancasila memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, bersikap toleran terhadap sesama, memiliki prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal dan menghargai tradisi. Kehadiran pelajar madrasah sebagai Pelajar Pancasila di tengah kehidupan mampu mewujudkan tatanan dunia yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Pelajar Pancasila selalu mengajak untuk merealisasikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan baik di dunia maupun akhirat.

2. Profil pelajar rahmatan lil alamiin

Profil pelajar Rahmatan lil Alamin adalah profil pelajar Pancasila di madrasah yang mampu mewujudkan wawasan, pemahaman, dan perilaku taffaquh fiddin sebagaimana kekhasan kompetensi keagamaan di madrasah, serta mampu berperan di tengah masyarakat sebagai sosok yang moderat, bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat yang beragam serta berkontribusi aktif menjaga keutuhan dan kemulyaan negara dan bangsa Indonesia.

Pelajar Pancasila yang rahmatan lil alamiin mengajak untuk memberikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah swt., Tuhan yang Maha Esa.

B. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Madrasah

Di dalam KMA tersebut juga dijelaskan proyeksi yang akan dijalankan pada Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah, dalam rangka mewujudkan profil pelajar Pancasila, berikut penjelasannya :

1. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Madrasah mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun.

Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Pemerintah menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. 

Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan sebagai berikut : (1) Hidup Berkelanjutan (2) Kearifan Lokal (3) Bhinneka Tunggal Ika (4) Bangunlah Jiwa dan Raganya (5) Demokrasi Pancasila (6) Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI (7) Kewirausahaan (8) Kebekerjaan.

2. Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun dan tak terpisahkan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan profil Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin di Madrasah difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat. Pembiasaan dibentuk dengan pengkondisian suasana pembelajaran yang mengutamakan proses pensucian jiwa (tazkiyatun nufus), yang dilakukan melalui proses bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu (mujahadah) dalam mendekatkan diri kepada Allah swt., dan melatih jiwa dalam melawan kecenderungan yang buruk (riyadlah).

Kementerian Agama menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi tema turunan oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin yang dapat dipilih dari nilai-nilai moderasi beragama oleh satuan pendidikan sebagai berikut: (1) Berkeadaban (ta’addub), (2) Keteladanan (qudwah), (3) Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), (4) Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), (5) Berimbang (tawāzun), (6) Lurus dan tegas (I’tidāl), (7) Kesetaraan (musāwah), (8) Musyawarah (syūra), (9) Toleransi (tasāmuh),  (10) Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr)

Mau Tahu Alasan Anak Berpacaran ? Berikut 3 Alasannya !

Konten [Tampil]

Ternyata banyak keunikan yang bisa kita lihat dari prilaku anak-anak SMA atau MA, salah satunya dalam hal asmara. Maka tidak salah ada lirik lagu yang berjudul "Kisah Kasih di Sekolah".

Alasan berpacaran


Sebagai orang yang mengajar anak anak tingkat SMA atau MA, saya sering mendengarkan alasan anak kenapa mereka punya keinginan untuk berpacaran.

Alasan Anak Berpacaran

Berbagai macam alasan yang diungkapkan anak-anak ketika mereka berkeinginan untuk punya pacar. Berdasarkan hasil obrolan santai bersama mereka, berikut beberapa alasan anak ingin punya pacar dan berpacaran,

1. Tantangan dari Temannya

Alasan pertama anak-anak ingin punya pacar dan berpacaran adalah untuk menerima tantangan dari temannya. Misalnya ada persepsi atau kata kata, "kalau kamu hebat dan jago, coba bisa nggak dapetin cewek". Atau kalimat lain, " Ha cemen hari gini nggak punya cewek/pacar", dan masih banyak contoh yang lainnya

Tantangan-tantangan seperti itu sedikit banyaknya bisa mempengaruhi anak-anak untuk melakukan pacaran. Tapi bagi anak-anak yang punya prinsip tidak mau pacaran selagi masih belajar, tantangan itu memang tidak begitu berpengaruh.

2. Melihat Teman Sudah Berpacaran

Kedua, selain adanya tantangan dari temannya, alasan lain anak berpacaran adalah beban psikologis melihat temannya sudah berpacaran. Hal ini biasanya membuat si anak terdorong untuk melakukan hal yang sama yakni mencari pacar. Jadi seperti ada beban kalau belum punya pacar itu mereka tidak laku. Akhirnya bagaimanapun caranya anak dengan kondisi seperti itu memiliki target harus punya pacar, bisa dikata sebagai pembuktian diri kalau mereka mampu dan bisa berpacaran. 

Namun, Lagi-lagi bagi anak yang lebih fokus ke belajar, beban psikologis seperti itu nampaknya tidak berlaku.

3. Kondisi Keluarga

Anak dengan kondisi keluarga yang tidak baik-baik saja ternyata banyak berdampak pada psikologisnya. Kondisi yang tidak baik-baik saja itu adalah seperti sering dimarahi orang tuanya, komunikasi dengan orang tua kurang baik, pola asuh orang tua yang terlalu memberi banyak batasan, atau fungsi kasih sayang orang tua yang belum berjalan secara maksimal.

Kondisi seperti ini akhirnya membuat anak mencari perhatian dari objek lain. Ketika anak tidak mendapatkan perhatian, apalagi didorong sering kena marah orang tuanya, akan mempercepat anak mencari sandaran berupa kasih sayang dari orang lain. Dan orang lain yang paling pas itu salah satunya adalah seorang pacar.

Cara Menghadapi Anak Yang Berpacaran

Punya rasa terhadap lawan jenis memang sebuah keniscayaan dan suatu kewajaran, bahkan bisa dikatakan sebagai bentuk kenormalan, tak terkecuali anak anak tingkat SMA/MA. Sekuat apapun anak dilarang, keinginan untuk punya pacar itu selalu ada, bahkan diwujudkan dengan berpacaran.

Ada beberapa upaya atau pendekatan yang bisa dilakukan oleh orang tua ataupun guru untuk menghadapi kondisi anak yang sudah punya keinginan untuk punya pacar atau sudah berpacaran

1. Ingatkan Konsekuensi dari Pacaran

Berikan pemahaman dengan mengingatkan kepada anak bahwa banyak konsekuensi yang ditimbulkan dari berpacaran. Misalnya fokus belajar sebagai tugas utama akan terganggu, capek harus terus mengutamakan pacarnya, terkekang oleh kesepakatan, hubungan dengan keluarga terkadang dinomorduakan, dan lain sebagainya.

Dengan disampaikan semua konsekuensi yang bakal muncul ketika berpacaran, paling tidak anak belajar berpikir dan memahami diri sendiri, yang tujuan utamanya akan mengambil kesimpulan bahwa pacaran itu lebih banyak madaratnya ketimbang manfaatnya.

2. Orang Tua Harus Lebih Responsif

Ketika saya bertanya kepada anak tentang alasan mereka mau pacaran, di antara mereka ada yang menyampaikan alasannya adalah karena perhatian dari orang tua sangat kurang. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus lebih Responsif terhadap perkembangan dan pertumbuhan anaknya. 

Lakukan dari hal terkecil misalnya bertanya tentang bagaimana kondisi belajar di sekolah, udah punya teman dekat atau belum dan lainnya. Dengan komunikasi yang ringan seperti itu sedikit banyaknya akan memberikan rasa psikologis yang baik terhadap anak. Anak akan merasakan kehadiran orang tuanya, terutama kecukupan dalam hal kasih sayang. Jadi tidak perlu ada kasih sayang tambahan dari pacarnya.

3. Ingatkan Batasan Pacaran

Upaya ketiga ini diberikan buat mereka yang sudah terlanjur berpacaran. Baik orang tua atau guru, harus memberikan pemahaman tentang batasan dalam berpacaran. Mana yang boleh dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan. Jangan sampai terjadi pacaran yang kebablasan.

Orang tua yang anaknya sudah punya pacar wajib tahu profil dari pacar anaknya, misalnya tahu anak siapa, tinggal dimana, tahu nomor HP nya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mengontrol anaknya. Lebih bagus lagi sesekali orang tua bisa berkomunikasi langsung dengan anak dan pacarnya, sambil memberikan pemahaman tentang upaya pertama tadi yakni konsekuensi dari berpacaran.

Itulah hasil obrolan santai saya bersama anak didik saya di madrasah tempat saya mengajar. Mudah-mudahan ada manfaatnya.