Tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Beruntunglah bagi mereka yang ibunya masih ada, mereka masih bisa merasakan kasih sayangnya, atau mereka masih punya kesempatan untuk membahagiakannya atau juga mereka masih punya waktu untuk meminta maaf jika punya salah.

Namun, bagi mereka yang ibunya sudah tiada, tidak perlu khawatir. Doakan mereka dalam setiap sujud agar mereka selalu mendapatkan rahmat dari Tuhannya, perbanyak kebaikan dengan niat pahalanya sampai pada ibu kita yang sudah tiada, dan lanjutkan segala kebaikan ibu kita selama hidupnya.

Adanya hari ibu, mungkin menurut saya adalah sebagai bentuk rasa terima kasih kita kepada ibu. Banyak pengorbanan ibu dibandingkan dengan pengorbanan seorang ayah. Bukan mengecilkan jasa seorang ayah, namun harus diakui bahwa seorang ibu harus berjuang mengandung selama 9 bulan, lalu harus mempertaruhkan nyawanya saat saat melahirkan. Tidak berhenti di sana, seorang ibu harus menyusui, mengasuh dan menjaga selama 24 jam tanpa henti.

Bahkan di ajaran Islam, seorang ibu diberi kehormatan. Bagaimana tidak, ada hadis yang mengatakan “syurga di bawah telapak kaki ibu”. Artinya jangan mengharapkan syurga jika kita tidak bisa menghormati dan menyayangi ibu. Atau ada hadis lain, “siapa yang harus pertama kita hormati ? Jawabannya Rasul, “Ibumu”. Lalu siapa lagi ? Rasul menjawab: “Ibumu”. Lalu siapa lagi ? Rasul menjawab lagi : “Ibumu”. Lalu siapa lagi ? Rasul menjawab : “Bapakmu”. Nama ibu disebut tiga kali sementara ayah satu kali. Ini artinya betapa terhormatnya kedudukan seorang ibu.

Di tahun ini merupakan tahun ke lima saya tidak lagi memiliki sosok seorang ibu. Karena tahun 2015 ibu saya sudah tiada. Ada momen momen penting yang tentunya tidak bisa saya lupakan dan akan selalu saya ingat. Salah satunya melihat anaknya punya rumah.

Jika dibandingkan dengan perjuangan dan doanya, tentu tidak sebanding dengan rasa cinta saya sama ibu saya. Saya yakin ibu saya sudah mendapatkan tempat yang layaknya di sisi-Nya, karena telah mendidik anaknya dengan ikhlas dan penuh perjuangan.

Hari ini saya masih punya satu ibu lagi, yaitu ibu mertua alias ibu dari isteri saya. Tidak perlu ditanyakan seberapa besar perhatiannya, seberapa besar kasih sayangnya. Kasih sayangnya sama dengan kasih sayang yang diberikan oleh almarhum ibu saya.

Inilah kesempatan yang saya punya. Ketika keinginan saya kepada almarhum ibu saya belum tercapai semasa hidupnya,mungkin bisa saya wujudkan hari ini kepada ibu mertua saya. Mudah-mudahan di hari ibu ini, ibu mertua saya selalu sehat dan selalu bahagia.

SELAMAT HARI IBU