Bagi saya mengunjungi rumah sakit setiap bulan itu sudah menjadi rutinitas yang tidak boleh dilewatkan. Karena sejak isteri divonis Diabetes (DM), isteri saya harus kontrol setiap bulan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.

Berangkat pagi sekali dan terkadang jam 11.00 siang baru bisa pulang, sudah menjadi hal biasa yang harus saya dan isteri saya jalani setiap kali melakukan kontrol.

Kadang kadang istri selalu bilang : "capek pah". Tapi saya mau tidak mau harus menguatkan dan memberi motivasi kepadanya. Ini semua perjalanan hidup yang harus dilewati.

Tapi ada hal yang membuat saya sedih bahkan menangis saat mengantar isteri saya melakukan kontrol di rumah sakit. Pandangan mata saya selalu diperlihatkan dengan orang orang dengan berbagai kondisi. Mulai dari penyakit ringan sampai pada orang dengan kondisi yang sangat berat. Bahkan sangat kelihatan perjuangan dalam melawan penyakitnya.

Alhamdulillah isteri saya datang dengan kondisi yang masih bisa jalan. Tapi saya sangat sedih saat banyak pasien yang datang dengan didorong pakai kursi roda, dipapah, digendong, bahkan terbaring dibelangkar dengan inpus dihidungnya.

Saat itulah dalam hati saya berucap bahwa kita harus selalu bersyukur ketika Allah memberikan nikmat kesehatan. Terkadang saya mulai sadar akan pentingnya rasa syukur itu saat berada di rumah sakit. Kita jadi lebih menghargai raga kita yang Allah berikan , untuk selalu kita jaga dan rawat.

Bahkan sesekali saya dan isteri selalu merenung sampai mengeluarkan air mata, bahwa ujian  yang Allah berikan ini tidak sebanding dengan nikmat Allah yang diberikan. 

Sehat itu mahal, tapi sakit lebih mahal. Mencegah lebih baik, dan bersyukur sebagai jalan kita berterima kasih kepada allah. 

Apabila ingin tahu bagaimana sehat itu mahal, dan menumbuhkan rasa syukur akan nikmat sehat, coba sekali kali datangi rumah sakit.

Wallahu alam