Visi Misi Pasangan Pragi dalam Bidang Pendidikan

Konten [Tampil]

Pemilihan Umum telah usai dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 lalu, baik untuk pemilihan legislatif, DPD, maupun Pemilihan Presiden. Bisa dikatakan, Pemilihan presiden lah yang paling banyak mendapatkan perhatian dari pemilih atau masyarakat.

Prabowo Gibran


Per tanggal 29 Februari 2024, pasangan Prabowo-Gibran, dinyatakan sebagai pasangan yang mendapatkan suara terbanyak versi quick count. Namun, untuk memastikan pasangan mana yang terpilih sebagai Presiden Indonesia yang ke-8, bisa disaksikan pada tanggal 23 Maret 2024, saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkannya.

Meski kampanye maupun pemilihannya telah usai, namun tidak ada salahnya sebagai pemilih harus ingat akan visi misi calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka terutama dalam bidang pendidikan.

Visi Misi Prabowo-Gibran dalam Pendidikan

  • Penguatan Sistem Peningkatan Kualitas SDM

  1. Meningkatkan kerja sama lembaga pendidikan, pemerintah, dan industri untuk peningkatan pemanfaatan digital dan teknologi.
  2. Memperluas cakupan alokasi dana abadi untuk beasiswa dan peningkatan SDM bagi pesantren dan LSM.
  3. Meluncurkan program Dana Abadi Pesantren sebagai implementasi UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
  4. Membentuk lembaga pengelola Dana Abadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendukung kualitas demokrasi.
  5. Memperbesar alokasi anggaran dan perluasan program pertukaran budaya di tingkat global dalam rangka penguatan jaringan, kolaborasi wawasan, kapasitas, serta skill pekerja seni.
  6. Perluasan program pendidikan formal maupun nonformal serta pendampingan pekerja dan komunitas seni, mengenai pentingnya kewirausahaan di bidang seni, budaya, dan kreatif dalam rangka menghasilkan seniman yang berjiwa wirausaha.
  7. Penguatan manajemen dan SDM pengelola program kesejahteraan sosial.
  8. Menguatkan peran, fungsi, kelembagaan, dan anggaran yang berhubungan dengan upaya Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  9. Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan kerja yang bersertifikasi.
  10. Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan penerapan berbasis kompetensi kriya dan seni kreatif untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja agar produktif dan berdaya saing.

  • Memperkuat Pendidikan, Sains, dan Teknologi

  1. Melanjutkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan memperluas cakupannya hingga ke pesantren dan perguruan tinggi.
  2. Penguatan sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas SDM yang produktif dan berdaya saing global.
  3. Membenahi kurikulum perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan politeknik berbasis riset, inovatif, aplikatif, dan inkubasi yang terhubung dengan industri.
  4. Peningkatan dana riset dan inovasi hingga mencapai 1.5-2.0 persen dari PDB dalam 5 tahun. Beasiswa untuk putra-putri petani, nelayan, guru, dan buruh, agar dapat melanjutkan ke S1 hingga S3.
  5. Membangun perpustakaan dan taman-taman bacaan untuk mendorong gerakan literasi di masyarakat.
  6. Mendorong pendidikan yang meningkatkan literasi digital pada berbagai tingkat pendidikan, sehingga mendukung digitalisasi ekonomi.
  7. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah kejuruan dalam segala bidang keahlian teknis serta melakukan revitalisasi balai latihan kerja.
  8. Penerapan upah minimum untuk guru swasta, PAUD, madrasah, dan yayasan.
  9. Peningkatan kualitas pendidikan keagamaan seperti ponpes dan beasiswa untuk santri agar dapat melanjutkan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
  10. Menggaet perusahaan swasta bermitra dengan BUMN untuk membuka program beasiswa dan magang bagi lulusan di perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
  11. Meningkatkan kesejahteraan dosen, peneliti, dan penyuluh. Juga memberikan akses yang mudah untuk generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan, melalui peningkatan ketersediaan daya tampung perguruan tinggi, standardisasi kualitas, dan kemudahan akses masuk perguruan tinggi.
  12. Membuat sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa, melalui program pengembangan budi pekerti sejak dini.
  13. Mendorong perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan ilmu pengetahuan yang mendukung strategi pembangunan serta berkolaborasi dengan dunia usaha.
  14. Membentuk sistem pendidikan nasional yang mengedepankan delapan karakter utama bangsa seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri dan bermanfaat.
  15. Pengembangan budaya bahari dalam sistem pendidikan nasional.
  16. Mengangkat guru honorer secepatnya secara berkala dan tenaga honorer K2 menjadi ASN.
  17. Peningkatan kualitas sistem pendidikan di seluruh Indonesia yang salah satunya menitikberatkan luaran individu yang kreatif dan inovatif dan berkualifikasi global.
  18. Mendirikan lebih banyak ruang pameran dan ruang pertunjukan seni di seluruh Indonesia sebagai sarana pengembangan diri seniman Indonesia.
  19. Peningkatan kualitas SMK yang berorientasi kepada industri kreatif dan seni budaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar