Interaksi Sosial : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Hal yang Mempengaruhi, dan Bentuk Interaksi Sosial (Materi Sosiologi Kelas 10 SMT Ganjil)

Konten [Tampil]

Sebagai individu manusia bisa saja dapat hidup secara sendiri, namun apakah bisa manusia sebagai makhluk sosial bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain? Sepertinya akan sangat sulit jika manusia sebagai makhluk sosial dipaksa hidup sendiri, karena setidaknya akan membutuhkan orang lain saat mempunyai kebutuhan yang mesti dipenuhi.

Interaksi Sosial


Maka dari itulah, manusia memiliki dua sebutan yakni sebagai mahkluk pribadi atau individu dan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial inilah setiap orang atau individu akan membutuhkan keberadaan individu lainnya terlebih saat ingin mewujudkan kebutuhan-kebutuhannya. Dalam istilah sosiologi, hubungan individu atau kelompok yang satu dengan individu atau kelompok lainnya itu dikenal dengan istilah interaksi sosial.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi Sosial adalah Hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok satu dengan kelompok lainnya

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli yang dikutip dari beberapa literatur :

1. Gilin

Interaksi sosial dijelaskan oleh gillin sebagai hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.

2. Bonner

Interaksi sosial menurut Bonner adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang aksinya dari individu dapat mempengaruhi / mengubah kehidupan individu lain.

3. Walgito

Walgito berpendapat bahwa adanya hubungan timbal balik dalam interaksi sosial dapat memberikan pengaruh terhadap individu atau kelompok lain. Interaksi sosial juga berpengaruh terhadap kelompok dengan kelompok lain yang saling berhubungan.

4. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto berpendapat bahwa interaksi sosial adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara berhubungan antara individu dan kelompok untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.

5. Murdiyatmo dan Handayani

Murdiyatmo dan Handayani menjelaskan pengertian interaksi sosial sebagai hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain yang dalam proses kehidupan tersebut terbangun struktur sosial. Pada struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Menurut Sosiologi Charles P. Loomis ciri-ciri interaksi sosial , yaitu:

  1. Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih
  2. Adanya komunikasi diantara para pelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
  3. Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para pengamat.

Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi dalam suasana persahabatan maupun permusuhan, bisa dengan kata-kata, jabat tangan dan bahasa isyarat lainnya. Interaksi sosial akan terjadi apabila memenuhi dua syarat, yaitu Kontak dan Komunikasi.

1. Kontak Sosial

Kata ‘kontak’ berasal dari kata ‘con’ atau ‘cum’ (Bahasa Latin: bersama-sama) dan ‘tango’ (Bahasa Latin: menyentuh). Artinya bertemu langsung, namun dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak hanya interaksi melalui tatap muka saja namun adapun melakukan kontak tanpa bertemu langsung seperti informasi melalui, radio, telepon bahkan surat elektronik ini termasuk interaksi sosial yang sudah berkembang di kemajuan zaman saat ini.

Kontak sosial dibagi menjadi dua, yaitu

  • Kontak Sosial bersifat Primer: Kontak terjadi secara langsung seperti bertatap muka.
  • Kontak Sosial bersifat Sekunder: Kontak terjadi secara tidak langsung atau menggunakan media penghubung seperti telepon, surat elektronik bahkan melalui pesan media sosial.

2. Komunikasi

Komunikasi berasal dari kata ‘communicare’ (Bahasa Latin: berhubungan). Jadi, secara harfiah komunikasi adalah berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Dalam interaksi sosial, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dengan maksud adanya saling mengungkapkan perilaku entah itu dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan. Namun, ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi yaitu:

  • Komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.
  • Komunikan adalah seorang atau kelompok yang menerima pesan dari komunikator.
  • Pesan adalah sesuatu hal yang disampaikan oleh komunikator. Pesan biasanya berisikan informasi, pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan perasaan.
  • Media adalah perantara untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan pesan tersurat.
  • Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

Jenis-jenis Interaksi Sosial dan Contohnya

1. Individu dengan Individu

Interaksi sosial ini terjadi ketika seseorang berhubungan dengan orang lain secara individu. Baik interaksi sosial yang mengarah kepada hal yang positif atau mengarah pada hal negatif. Contohnya : Seorang kakak mengajak adiknya bermain sepeda, guru les mengajar anak privatnya, atau perkelahian dua orang.

2. Individu dengan Kelompok

Interaksi sosial jenis ini terjadi jika seorang individu berinteraksi dengan sejumlah kelompok. Contohnya seorang narasumber pada sebuah seminar menyampaikan materi kepada para audiensnya atau seorang guru menegur semua murid yang ada di kelasnya karena tidak memperhatikan saat mengajar.

3. Kelompok dengan Kelompok

Interaksi Kelompok dengan kelompok merupakan pertemuan antara dua kelompok atau lebih dengan kelompok yang berbeda, untuk mengkomunikasikan hal yang berkaitan namun sifatnya bukan hal pribadi namun untuk kepentingan kelompok itu sendiri. Contohnya : Grup Band menghibur para penggemarnya saat konser di lapangan, TNI dan Polri bekerjasama menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata, atau terjadinya tawuran antar pelajar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi SosialSosial

1. Imitasi

Imitasi adalah seseorang atau lebih melakukan untuk meniru seseorang dalam hal gaya, sikap, perilaku hingga penampilan terlihat menyerupai fisik seseorang. Biasanya faktor interaksi sosial ini dapat terjadi pada indvidu yang ngefans dengan salah satu idolanya.

2. Identifikasi

Identifikasi merupakan suatu pemberian tanda ciri khas sehingga sebenarnya ini berkaitan dengan imitasi seseorang dengan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya), hingga menghilangkan jati dirinya sendiri. Hal seperti ini, sebaiknya segera dihindari karena kehilangan jati diri bisa membuat seseorang lupa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh dirinya.

3. Sugesti

Sugesti merupakan seseorang yang terpengaruh karena adanya suatu dorongan diberikan orang lain dengan beberapa cara tertentu yang dimana seseorang tersebut akan melaksanakan dengan apa yang di sugestikan terkadang tanpa berfikir rasional. Faktor ini dapat kita lihat ketika ada seorang anak yang diberikan nasihat oleh orang tuanya.

4. Simpati

Simpati adalah bagaimana kita memperlihatkan sikap akan rasa tertarik pada seseorang akan sesuatu hal atau sikap yang menarik pada dirinya seperti penampilan, pola pikirnya bahkan kebijaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

5. Empati

Empati merupakan merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Contohnya, ketika seorang siswa masuk ke PTN yang diharapkan, orang tua bahkan temannya akan ikut merasakan kebahagiaan.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi sosial ada dua, ada yang bersifat asosiatif atau yang mengarah kepada yang positif dan ada yang bersifat disosiatif atau lebih mengarah kepada hal negatif.

1. Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial yang positif, untuk mengarah kebaikan akan kerjasama dan menciptakan sesuatu antara seseorang dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang positif.

a. Kerjasama

Suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau saling membantu yang bertujuan mewujudkan kegiatan yang positif. Kerjasama ini terbagi ke dalam beberapa bentuk :

  • Kerukuran atau gotong royong, yakni bentuk kerja sama yang dilakukan secara sukarela demi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berkaitan langsung dengan orang-orang yang terlibat dalam gotong royong.
  • Bargaining, yakni bentuk kerja sama berupa kegiatan perjanjian pertukaran barang ataupun jasa dua organisasi ataupun lebih
  • Kooptasi, yakni bentuk kerja sama berupa prosedur penerimaan unsur-unsur baru di kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan organisasi guna menghindari adanya konflik.
  • Koalisi, yakni bentuk kerja sama berupa kombinasi dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama.
  • Joint-venture, yakni bentuk kerja sama dalam perusahaan proyek khusus, seperti pengeboran minyak dan perhotelan.

b. Akomodasi

Akomodasi merupakan penyesuaian diri seseorang bahkan kelompok manusia yang sebelumnya saling bertentangan, supaya mengatasi ketegangan dengan antara pihak yang bertentangan dibutuhkanlah akomodasi. Akomodasi ini terbagi lagi ke dalam beberapa bagian, yaitu :

  • Ajudikasi; Ajudikasi merupakan proses cara penyelesain konflik sosial melalui proses pengadilan.
  • Arbitrase; Upaya untuk menyelesaikan konflik dengan pihak ketiga sebagai keputusan yang mengikat tidak bisa diganggu gugat oleh kedua pihak yang berselisih.
  • Kompromi ; Kompromi merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kesepakatan di antara dua pihak yang berbeda pendapat atau berselisih paham, tujuannya untuk menyelesaikan perselisihan .
  • Konsiliasi; Suatu upaya dalam menyelesaikan sengketa atau perselisihan dari pihak-pihak dengan melibatkan pihak netral yang dinamakan konsiliator yang mencari titik tengah (penyelesaian atau persetujuan) yang mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih.
  • Mediasi; Mediasi merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, hampir serupa seperti arbitrase namun hanya sebagai penengah (mediator).
  • Stalemate; Stalemate merupakan ketika dua pihak saling memiliki konflik yang bertentangan namun konflik tersebut berhenti karena menghadapi suatu peristiwa sehingga keduanya saling berhenti untuk menyerang. Contoh: Berakhirnya perang dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet pada saat di era !990-an.

c. Akulturasi

Akulturasi adalah penerimaan segala unsur–unsur baru dimasa kini menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas / hal yang berkaitan dengan unsur lama. Contohnya: Pertunjukan wayang-wayang yang mengisahkan cerita dari India tentang Mahabarata (sejarah).

d. Asimilasi

Asimilasi merupakan percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya lalu membentuk kebudayaan baru dan menerapkan dalam keseharian. Contohnya: pernikahan dua jenis ras.

2. Interaksi Sosial Disosiatif

Disosiatif merupakan Interaksi sosial yang mengarah kepada konflik serta perpecahan dalam individu maupun kelompok, biasanya Disosiatif akan mengarah ke hal negatif.

a. Persaingan (Kompetisi)

Kompetisi merupakan interaksi sosial untuk saling bersaing secara individu maupun kelompok biasanya akan mencari keuntungan di bidang-bidang tertentu tanpa menggunakan ancaman kekerasan. Contohnya: Pertandingan Bulu tangkis.

b. Kontravensi

Kontravensi adalah upaya seseorang untuk menentang suatu perkara secara tersembunyi supaya tidak terjadi perselisihan.

c. Pertentangan

Konflik adalah sebuah pertentangan atau bisa lanjutan dari kontravensi yang sifatnya terbuka yang biasanya akan menyebabkan pertikaian. 

Referensi :
  • https://www.gramedia.com/literasi/interaksi-sosial/
  • Modul Sosiologi Kelas 10 SMA/MA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar