Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

Konten [Tampil]

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali melakukan perubahan dalam dunia pendidikan yaitu meluncurkan Kurikulum Baru yang dinamai dengan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka


Sebagai lembaga yang juga mengelola dunia pendidkan, Kementerian Agama (Kemenag) juga turut serta menyesuaikan kebijakan Kemendikbudristek perihal Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tersebut dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.

Ada istilah baru pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), baik sekolah di bawah naungan Kemendikbudristek maupun madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag. Istilah atau nomenklatur itu adalah Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun, Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada madrasah tidak hanya diproyeksikan pada profil pelajar Pancasila saja, tetapi ditambah dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.

Berikut penjelasan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.

A. Profil Pelajar Pancasila

1. Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila adalah pelajar yang memiliki pola pikir, bersikap dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal dan menjunjung tinggi toleransi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia. Pelajar Pancasila juga memiliki pengetahuan dan keterampilan berpikir antara lain: berpikir kritis, memecahkan masalah, metakognisi, berkomunikasi, berkolaborasi, inovatif, kreatif, dan berliterasi informasi.

Pelajar Pancasila memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, bersikap toleran terhadap sesama, memiliki prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal dan menghargai tradisi. Kehadiran pelajar madrasah sebagai Pelajar Pancasila di tengah kehidupan mampu mewujudkan tatanan dunia yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Pelajar Pancasila selalu mengajak untuk merealisasikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan baik di dunia maupun akhirat.

2. Profil pelajar rahmatan lil alamiin

Profil pelajar Rahmatan lil Alamin adalah profil pelajar Pancasila di madrasah yang mampu mewujudkan wawasan, pemahaman, dan perilaku taffaquh fiddin sebagaimana kekhasan kompetensi keagamaan di madrasah, serta mampu berperan di tengah masyarakat sebagai sosok yang moderat, bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat yang beragam serta berkontribusi aktif menjaga keutuhan dan kemulyaan negara dan bangsa Indonesia.

Pelajar Pancasila yang rahmatan lil alamiin mengajak untuk memberikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah swt., Tuhan yang Maha Esa.

B. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Madrasah

Di dalam KMA tersebut juga dijelaskan proyeksi yang akan dijalankan pada Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah, dalam rangka mewujudkan profil pelajar Pancasila, berikut penjelasannya :

1. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Madrasah mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun.

Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Pemerintah menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. 

Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan sebagai berikut : (1) Hidup Berkelanjutan (2) Kearifan Lokal (3) Bhinneka Tunggal Ika (4) Bangunlah Jiwa dan Raganya (5) Demokrasi Pancasila (6) Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI (7) Kewirausahaan (8) Kebekerjaan.

2. Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamiin mengambil alokasi waktu 20-30% (dua puluh sampai dengan tiga puluh persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun dan tak terpisahkan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Alokasi waktu untuk setiap proyek penguatan profil Profil Pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu proyek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada proyek yang lain. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, proyek dapat dilaksanakan secara terpisah atau terpadu dengan pembelajaran berbasis proyek lainnya. Pelaksanaan masing-masing proyek tidak harus sama waktunya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin di Madrasah difokuskan pada penanaman moderasi beragama yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang terprogram dalam proses pembelajaran maupun pembiasaan dalam mendukung sikap moderat. Pembiasaan dibentuk dengan pengkondisian suasana pembelajaran yang mengutamakan proses pensucian jiwa (tazkiyatun nufus), yang dilakukan melalui proses bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu (mujahadah) dalam mendekatkan diri kepada Allah swt., dan melatih jiwa dalam melawan kecenderungan yang buruk (riyadlah).

Kementerian Agama menetapkan tema-tema utama untuk dirumuskan menjadi tema turunan oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah serta karakteristik peserta didik. Tema-tema utama proyek penguatan profil pelajar Rahmatan lil ‘Alamiin yang dapat dipilih dari nilai-nilai moderasi beragama oleh satuan pendidikan sebagai berikut: (1) Berkeadaban (ta’addub), (2) Keteladanan (qudwah), (3) Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwaṭanah), (4) Mengambil jalan tengah (tawassuṭ), (5) Berimbang (tawāzun), (6) Lurus dan tegas (I’tidāl), (7) Kesetaraan (musāwah), (8) Musyawarah (syūra), (9) Toleransi (tasāmuh),  (10) Dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikâr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar